
Maya mengerjapkan mata nya. Lalu melihat sekelilingnya.
" Astaga aku dimana ?" tanya Maya bingung.
" Sudah Bangun " terdengar suara bariton seorang pria.
Maya pun mencari kearah suara. dan melihat pria tampan dan kharismatik .Yang membuatnya tertegun menatapnya.
" Ya ampun kenapa malaikatnya tampan sekali apa aku ada surga " kata Maya. Tampa sadar membuat yang mendengar perkataan tersenyum.
" Kau berniat bunuh diri " kata Ryan terkekeh.
" mhem....mhem..." Maya pun lalu duduk dan mencubit tangannya.
" Auw......jadi ini nyata aku tidak mati " kata Maya cemberut.
" Hahahaha.........tawa Ryan pecah melihat tingkah Maya yang polos.
" Kau masih hidup nona , kau ketiduran dimobil ku " kata Ryan terkekeh
Maya pun menepuk jidatnya .Ia baru ingat kalo tadi ia masuk mobil orang lain karna dikejar kejar Bayu.
" Maaf tuan saya tidak sengaja masuk mobil anda , karna ada penjahat yang ingin menangkap ku " kata Maya sambil menatap Ryan yang memandangnya penuh selidik.
Lalu Ryan pun menarik kursi didepan nakas dan duduk di depan Maya uang duduk diatas ranjang.
" Siapa namamu ? kau tinggal dimana ? " kata Ryan bertanya. Seraya menatap lekat Maya.
" Namaku Maya , aku tinggal di perum xxx .Tapi boleh aku tinggal disini dulu beberapa hari " Kata Maya yang menatap Ryan.
Kedua mata mereka pun saling bertemu.
Namun Maya menunduk kan kepalanya. Takut terpesona pada pria tampan didepannya.
Sedang kan Ryan tersenyum melihat tingkah Maya yang.malu padanya
" Baiklah tapi aku tak punya pakaian wanita disini. Kau bisa meminjamnya pada bi Marni " Kata Ryan .Lalu berdiri dari duduknya.
" Bangun lah, aku akan menyuruh bi Marni untuk membawa baju ganti untuk mu " kata Ryan lalu melangkah pergi menuju pintu. Dan menghilang di balik pintu.
" Huh.......syukurlah " kata Maya yang lega
Lalu Maya pun beranjak dari ranjang dan membuka jendela kamar. dan......
" Ya allah ...." kata Maya yang melihat ombak pantai dari jendelanya. Yang takjub melihat pantai berpasir putih
" Aku ingin kesana " kata Maya senang lalu berbalik .
__ADS_1
" Nona ini Baju ganti buat nona ,tuan muda menunggu anda untuk sarapan " kata seorang wanita separo baya Yang. tak lain adalah bi Marni pelayan di villa tersebut.
" Trimakasih bi , panggil saja saya Maya " kata Maya tersenyum.
" Baiklah saya akan mandi dulu " kata Maya yang berkata lembut membuat bi Marni tersenyum
" Baik lah mba Maya , bibi menemui tuan muda dulu " kata Bi Marni yang tersenyum melihat Maya.Walau hatinya penuh tanda tanya .Kenapa tuan mudanya itu membawa wanita hamil ke villanya.
Bi Marni pun kembali menemui tuan mudanya . Yang sedang asyik membaca koran.
" Tuan muda" kata bi Marni.
" Ya apa dia sudah mandi " Kata Ryan menatap pelayan setianya itu.
" Sedang mandi tuan muda." kata bi Marni .
" Baiklah siap kan sarapannya " kata Ryan dengan sambil membalik korannya.
" Baik tuan muda " kata bi Marni lalu pamit meninggalkan ruangan itu menuju ruang makan.
Bi Marni sebenarnya ingin bertanya siapa wanita hamil itu.Namun diurungkannya.Karna selama ini tak pernah sekali pun tuan mudanya itu .Membawa seorang wanita. ke villa pribadinya.
..................................
Sedangkan dikamar Maya baru saja berganti pakaian . Dengan hem putih.yang cukup Cantik. lalu mengecek ponselnya untuk menelpon Desi . Agar tak khawatir dengan dengannya.
" Aku baik baik saja di suatu tempat Des, tadi malam aku menumpang mobil milik orang lain. Dan ikut sampai kerumahnya. Kamu ngak usah khawatir Des. dia orang yang baik kok " Kata Maya bercerita.
" Syukurlah May, aku takut Bayu membawamu lagi dan mengurung mu " kata Desi lega.
" Trus kamu sekarang dimana ?" tanya Desi.
" Aku tidak tahu Des, nanti aku tanya pemiliknya ya, nanti aku kabari setelah sarapan dia sedang menungguku " kata Maya.
" Baiklah. hati hati disana , hubungi aku secepatnya bila terjadi apa apa " kata Desi
" Iya Des " kata Maya.
" Ya sudah aku berangkat kerja dulu " kata Desi disebrang sana
" Ya Des, hati hati dijalan " kata Maya .Lalu hubungan ponselnya terputus.
" Alhamdulilah " kata Maya .lalu meletakkan ponselnya kembali kedalam tas. Dan berjalan keluar kamar .
" Ya ampun rumahnya bagus banget " kata Maya uang melihat rumah yang ia tinggali sangat rapi dan bagus.
Lalu Maya menuju kearah belakang dan berjalan pelan menuju dapur. Lalu matanya tak sengaja melihat pria tampan tadi pagi yang sedang duduk tenang di meja makan.
__ADS_1
Maya pun berjalan kearah meja itu .lalu menarik kursi dan duduk dekat pria yang menolongnya.
" Ayo makan " kata Ryan pelan lalu membalik piringnya dan mengisi nasi goreng untuk sarapan.
"Tuan mau ini " kata Maya .Ketika Ryan ingin mengambil.telur dadar
" Ya " kata Ryan.
" Lalu Maya mengambilnya dan meletakkannya di piring Ryan.
" Ada lagi " tanya Maya menatap Ryan .
" Cukup makanlah " kata Ryan.
Lalu Maya pun mengambil sedikit nasi goreng dan telur juga timun Lalu memakan sarapannya dengan lahap. .Entah mengapa Ryan tersenyum melihat Maya. Wanita didepannya itu sedang hamil dan perutnya membuncit. Tadinya ia berpikir Maya ingin bunuh diri. Tapi melihat Maya yang tenang .Ryan berpikir keras untuk tahu apa yang sedang dialami Maya.
" Apa kau mau bercerita , kenapa kau bisa ada mobilku tadi malam " kata Ryan ketika mereka selesai sarapan.
" Ya , Aku harus dari mana ?" kata Maya menatap Ryan.
" Semuanya Aku ingin tahu , karna aku tak mau ada orang asing yang tak jelas berada di villa ku " kata Ryan penuh penekanan.
" Baiklah " kata Maya . Lalu menceritakan semua tentang kisah hidupnya.Membuat Ryan yang mendengarnya menjadi ikut geram mendengarnya.
"Pria seperti itu tak pantas di cintai " kata Ryan yang sedikit emosi.
" Itulah sebabnya aku ngak mau lagi ikut dengannya , aku ingin hidup tenang " kata Maya lirih.
" Kau aman disini.kau bisa tinggal disini sementara waktu " kata Ryan menawarkan.
" Terimakasih tuan, tak masalah saya membersihkan rumah atau memasak .Yang penting dia tak bisa menemukan ku " kata Maya senang.
Ryan pun tersenyum Maya senang . ia baru kali ini melihat gadis polos seperti Maya . lugu dan juga lucu. membuat Ryan slalu ingin tersenyum.
Bertemu Maya menggelitik hat Ryan. Karna selama ini Banyak wanita yang mendekatinya karna popularitas dan uang nya . Bahkan mereka rela tidur dengan Ryan sekedar untuk bisa dekat dengan Ryan.Tapi berbeda dengan Maya yang sederhana. Yang membuat Ryan tersenyum manis .Menatap wanita hamil itu dengan lekat.
" Tuan bolehkan saya melihat lihat keluar sana " kata Maya
" Boleh mau ditemani " tawar Ryan.
" Tidak usah tuan, tuan mungkin punya banyak pekerjaan .Maaf bila kehadiran saya disini merepotkan tuan muda " kata Maya sopan.
" Oh tidak , kau tidak menganggu. sama sekali . Sana bersenang senanglah mumpung masih pagi " kata Ryan
" Trimakasih tuan muda " kata Maya uang beranjak dari kursinya lalu melangkah keluar villa untuk melihat ombak pantai.karna villa Ryan memang tak jauh dari pantai. Maya pun melepaskan celana panjangnya .Menuju pantai dan berjalan mendekati pantai tampa alas kaki.
__ADS_1