
Hari berganti demi hari Maya tak pernah mengeluh untuk menemani Ryan. Dan slalu mengurus semua kebutuhan suaminya itu. Walau kondisinya sedang hamil tua Maya tetap aktif. Karna ia tak ingin malas malasan. Mengingat ia harus banyak bergerak untuk kelancaran kelahirannya.
Sedangan Kim sudah sembuh total. Dan Kim juga semakin dekat dengan Ima Apalagi ia tahu bahwa Ima adalah masih sepupu jauh nona mudanya.
Kehamilan Maya yang tinggal menunggu kelahiran. Membuatnya Maya kadang cepat lelah. Namun Ryan slalu memberikan semangat untuk ibu dari anak anaknya itu.
" Sudah May istirahat lah , abang bisa sendiri " kata Ryan yang sudah berjalan mengunakan tongkat. Karma 3 bulan ini terapinya rutin dan membuat ia semangat untuk sembuh. Karna ingin menjadi Papah siaga untuk menjaga sang istri lahiran nanti.
" Tinggal yang ini bang " kata Maya yang menyetrika pakaian suaminya itu. Karna tak mungkin ia menyuruh bi Marni dan Nia menyetrika ketika semua sedang mengurus rumah.Sedang ia menganggur tampa kegiatan.
" Sudah sini , abang ngak mau May capek. Apalagi sudah tinggal menunggu hari " kata Ryan yang lalu mematikan colokan setrikaan.
Karna Maya tak menurut.
Bukan ia tak bisa mengaji pembantu atau pelayan. Tapi Maya tak ingin terlalu banyak orang di villa . Karna kamarnya hanya Sepuluh saja. Dan juga Maya tak ingin hanya tiduran karna ia jarang memegang pekerjaan dapur. Semenjak hamil 7 bulan.
" Abang kenapa sih ini tinggal dikit , biar May setrika sekalian " dumel Maya.
" Ngak buat apa abang bayar Nia dan sepupumu juga bu Marni. Kalo kamu masih kerja hah........
" Sudah taruh " kata Ryan dengan kata lembut.
Maya pun lalu meletakan setrikaan nya . Dan diam dengan wajah cemberut pada Ryan.
" Jangan cemberut gitu, abang ngak mau kamu capek. Dengar abang sayang May dan tak mau May kenapa napa .Lihat tuh perut sudah abang buat besar gitu aja masih cemberut.,Apa besok pas lahir mau nambah lagi " goda Ryan.
" Abang ah ini aja belum lahir malah mau nambah " kata Maya manyun.
" Makanya duduk sini dekat abang, kita santai tuh lihat Aska lagi berenang sama Kim " kata Ryan yang menujuk kearah luar
Benar saja. Aska sedang berenang bersama Kim. Dan Maya lalu duduk dekat suaminya itu. melihat tingkah laku putranya dari jendela.
__ADS_1
" Hehehe.......Aska lucu ya bang " kata Maya terkekeh melihat Aska.
" Iya Aska semakin mengemaskan saja sayang . Walau umurnya hampir dua tahun tapi Aska terlihat sangat pintar dan cerdas." Kata Ryan.
" Iya bang mudahan ia bisa mengajarkan yang baik pada adik adiknya. Oh ya bang kemaren pas Mami telpon katanya ingin kita datang kesini bersama Opa " kata Maya
" Iya sebenarnya sudah lama mami ingin pulang kesini. Tapi karna opa sempat mendengar berita kecelakaan itu.Opa sempat anfal dan dirumah sakit selama seminggu " Kata Ryan sambil merangkul istrinya itu.Yang duduk disebelahnya.
" Ya mudahan saja opa baik baik saja bang. Maya juga kangen sama Opa dan mami " kara Maya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Ryan.
" Iya abang juga, doa kan abang cepat sembuh dan kita bisa pulang kasih kejutan kalo twins baby lahir " kata Ryan sambil mencium kepala Maya.
" Iya bang doa Maya, tiap hari untuk kebahagiaan kita Abang bisa berjalan lagi dan Maya bisa melahirkan normal " kata Maya Yang lalu menatap lekat wajah suaminya itu. Lalu Ryan pun mengecup bibir mungil pemilik hatinya itu dengan tersenyum.
" Abang ih masih siang " kata Maya yang kaget. Ketika ia dicium suaminya.
" Hahaha.... abang semakin gemas melihat istri abang ini. Apalagi pas seksi begini " goda Ryan sambil mengusap bahu Maya.
" Kenapa bosan , orang May hamil anak abang. Malah abang pengen nanti sehabis lahir bikin kembar 7 biar jadi kesebelasan " kata Ryan.
" Hah......abang ih dikira enak apa bawa perut sana sini ngak bisa di titip. ini aja sudah besar, di tambah kembar tujuh. May membayangkannya saja ngak sanggup " kata Maya cemberut.
Hahaha......tawa Ryan pun pecah. Mendengar perkataan istrinya itu.
" Abang cuma bercanda sayang mana mungkin abang bisa bikin sebanyak itu. Lagi pula mana tega abang lihat May bawa perut besar gini " kata Ryan terkekeh lalu mencubit pipi cubby istri cantiknya.
" Trus kenapa abang ngomong gitu " tanya Maya.
" Kan bikinnya dicicil biar jadi tujuh " goda Ryan tersenyum.
" Tahu ah abang kalo bicara mesum pintar aja jawabnya. coba ngerasain hamil nya " kata Maya Mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
" Tapi May juga mau tuh digoyang abang malah hu ah hua ah aja keenakan " kata Ryan yang langsung dapat cubitan Maya di pinggangnya.
" Auw....... sakit sayang " kata Ryan mengaduh sambil tersenyum.
" Salah sendiri " kata Maya kesal.
" Dih gitu aja marah , abang cuma bercanda kok " kata Ryan Yang sangat senang mengoda istrinya itu.
Lalu Ryan pun duduk bergeser . Memeluk tubuh istrinya itu. Dari belakang sambil melihat pemandangan ke luar jendela. Maya tak pernah bisa marah pada suaminya itu. Karna dia tahu Ryan hanya mengodanya. Selama ia menikah Ryan tak pernah membentaknya. Maya lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang Ryan. Yang slalu membuat dirinya nyaman. Dan Ryan membiarkan istrinya itu bersikap Manja.
Tak ada lagi kebahagian yang terbesar di hati Ryan . Selain mempunyai istri pintar dan cantik. Juga baik dan setia. bahkan tak pernah mengeluh tentang kekurangannya dan slalu sabar mengurusnya . Tampa banyak mengatur. Dan mencari celah kekurangannya.
" Kau mengantuk sayang " tanya Ryan yang memeluk Maya yang terdiam.
" Sedikit bang " kata Maya
" Yuk keranjang biar nyaman " kata Ryan lembut lalu mengambil tongkat ya.
Maya pun lalu beranjak dari duduknya Menuju ranjang. Dan langsung berbaring. Ryan yang menaruh tongkatnya di dekat dinding.Lalu ikut berbaring menemani Maya tidur siang.
" Bang May ingin di peluk abang " kata Maya manja
" Iya sini " kata Ryan yang langsung memeluk Maya dan mengusap usap pungung Maya . Agar pemilik hatinya itu tertidur
dengan nyaman dalam dekapannya.
Sedangkan Kim dan Aska sedang berenang di kolam renang dengan ditunggui Ima. Sedangkan Nia sedang pergi bersama bu Risma dan juga bi Marni . kepasar belanja diantar Alan dan Jhon. Untuk keperluan di villa . Dan juga persiapan untuk Maya melahirkan.
" Sudah sayang renangnya nanti kedinginan lho " kata Ima pada Aska keponakannya itu.
" Belum tante , baru juga mulai " kata Aska menolak untuk naik.
__ADS_1
" Ngak pa pa ma, Aska sudah terbiasa nanti juga kalo bosan berhenti sendiri " kata Kim tersenyum. Yang memang dekat dengan tuan muda kecilnya itu. Apalagi Kim sangat menyukai Aska yang memang lincah dan juga pintar. dan murah senyum.