Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 287 Belanja


__ADS_3

Maya dan Desi juga Vani sampai di pertokoan makanan kering. Mereka sibuk memilih snack dan makanan ringan juga minuman kemasan untuk di bungkus . Sekalian membeli paperbag . Untuk menaruh jajanan.


May sudah kira kira buat 200 anak cukup ngak ?" tanya Maya.


Lebihin 50 Van, takut kurang mending lebih kan bisa buat anak anak kita dirumah juga " kata Maya.


" Ok bu bos " kata Vani


" May ini kacang dan permen masuk kan, kira kira berapa macam " kata Desi.


" Kalo 9 - 10 macam ngak masalah kan " kata Maya


" Itu sudah banyak May sudah penuh tuh paperbag nya . Lagian nanti kamu tambahin amplop kan " kata Vani.


" Iya buat mereka jajan atau bekal sekolah " kata Maya. Yang sangat tahu pasti anak anak butuh uang untuk keperluan lain. Jadi Maya tidak membelikan mainan . Cukup uang dan makanan.


" Yang ini penuh banget May sudah tiga troli, mau nambah lagi ngak ., atau taruh kasir dulu biar di packing langsung masuk mobil " kata Desi.


" Iya Des sana antar dulu , kita cari sisanya " Kata Maya yang mengambil beberapa lagi makanan ringan dan memasukannya ke troli.


Sekitar 2 jam mereka selesai belanja .Lalu ketiganya mampir Mall untuk membeli kebutuhan lain. Setelah itu ketiganya istirahat sholat di mushola mall dan makan siang untuk mengisi perut.


" Yah kenyang gue May , Jhon mana?" tanya Vani .


" Tuh baru makan . " kata Maya.


" Habis ini mau langsung dibungkus atau besok saja ?" tanya Desi.


" Kalo kalian merasa capek istirahat dulu aja Biar besok bisa kerumah lagi. Bantuan bungkus bungkus dan memasukan ke paperbag " kata Maya


" Iya boleh May, kan sudah capek juga nih shoping " kata Vani.


" Iya ngak kerasa ya lapar mata kenyang sendiri " kata Maya terkekeh Karna capek belanja mereka malas milih lalu asal ambil dan masukin keranjang . Dan tinggal di bayar Maya.

__ADS_1


"'Hahaha........ iya lah nanti kalo nyampe rumah langsung tiduran gue May " kata Desi.


" Sama .....orang pikir cuma dirumah aja yang capek belanja juga capek " kata Vani.


" Hahaha .........padahal baru 3 jam ya belum seharian , dulu pas waktu di taiwan kaki gue sampai pegal Des, Van. bayangin aja nemani mertua belanja sampe sore " kata Maya.


" Gila juga tuh mertua lho, emang beli apa aja ?" tanya Desi.


" Ya macam macam, mulai tas, baju,perhiasan makanan dompet dll deh. Dan pulangnya langsung tepar " kata Maya.


" Jelas .......aja mertua lho jago belanja May. orang duit nya tinggal gesek Nah kita belanja banyak. Bisa bisa bangkrut " kata Vani.


" Ya ngak juga bukti nya lho kalo nyetok banyak Van " kata Desi.


" Iya itu buat anak anak kalo gue pribadi jarang. karna dapat dari bu bos Maka nya aku jarang belanja. Kan yang dikasih Maya aja belum ke pake tuh. Masih di lemari. Mau pergi kemana juga hayo .....bingung kan ." kata Vani.


" Iya juga ya, paling ngumpul Sama Maya. tapi kalo anak anak sudah besar. Kita plesir yuk kemana gitu Tapi nabungnya dari sekarang Buat keliling keliling " kata Desi


" Boleh juga tuh usul lho Desi. Nabungnya sekarang biar kita bisa jalan jalan pas liburan " kata Maya.


Sedangan Ryan dan Alex juga Didi dan Lim sedang asyik ngobrol dikantor setelah pekerjaan mereka semua selesai.


" Lim istri lho suruh jalan jalan mumpung masih disini " kata Alex


" Iya nanti malam Lex aku mungkin akan


mengajak mereka. jalan jalan keliling jakarta " kata Lim


" Iya Lim kau bisa membawa mobil yang nganggur di garasi " kata Ryan santai.


" Iya Lim biar istrimu ngak bete. Tapi apa istrimu supel dan ramah Lim , kalau dia supel akan mudah berteman dengan nona Maya. " kata Didi. Karna mengingat para istri nya yang akrab hingga bisa ngumpul bareng dengan Maya.


" Entah lah kelihatannya dia baru menyesuaikan. Karna sama istri Kim saja jarang bisa ngobrol " kata Lim.

__ADS_1


" Yah alamat bete sendiri tuh .Ngak kaya Desi ku yang gampang bergaul. Sama siapa pun . Maka dia akrab dengan nona Maya " kata Alex


" Iya Vani juga dan Ima, jadi mereka bisa ngumpul bareng dan belanja bareng .Malah bila sama nona Maya sering di traktir " Kata Didi jujur.


" Wah buka kartu lho di, Jadi ngak enak sama bos " kata Alex terkekeh.


" Hahaha .......wah tuan, mode modus perampokan secara halus itu " seloroh Lim terkekeh.


" Tidak juga. karna itu uang Maya dan ia memang ingin berbagi dan juga mentraktir. Kurasa wajar saja sih . kan tidak tiap hari " kata Ryan yang bersikap bijak. Karna Ryan tahu Maya sangat royal dengan teman temannya.


" Tuh Lim asyik kan tuan muda aja memberi lampu hijau . Istrimu bakal aman jalan sama nona Maya. karna dia royal dan juga ngak perhitungan " kata Didi.


" Iya Lim nona Maya orangnya santai jadi kalo istrimu berteman dengannya bisa di jamin langsung akrab " kata Alex


" Ya lihat nanti. Mungkin istriku masih pemalu " kata Lim. Yang memang melihat istrinya senang dirumah sendiri karna sudah terbiasa. Hanya mengurus anak anak.


" Maya juga suka tinggal dirumah dan jarang keluar Lim tapi dia tak menutup diri untuk bergaul . Buktinya ia juga akrab dengan para pelayan juga baby sister " kata Ryan.


" Iya tuan nanti aku akan menasehatinya. Paling tidak ada teman ngobrol dan sharing Biar Mischa ngak terlalu menutup diri." kata Lim.


................................


Sedangkan disebuah rumah..Caca sedang memasak bersama Neti. Keduanya kini terlihat akrab. Karna slama ini Neti jarang keluar rumah . Ia hanya keluar bila bekerja saja .Selebihnya paling hanya berdiam diri di kamar sambil membaca atau menonton telivisi.


" De Neti ngak ingin menikah lagi " kata Caca yang memanggil de pada Neti .karna statusnya ia kakak ipar Neti .Walau umur nya lebih muda dari Neti.


" Belum ada jodoh ca, mungkin harus sabar menunggu. Kaya mas Bayu . Pas sudah waktunya akhirnya menikah juga " kata Neti optimis.


" Iya Net kita harus sabar, jodoh ngak kemana asal dapat pria yang baik " kata Caca yang bersyukur karna Bayi menerimanya apa adanya.


" Ya memang harus begitu mba , karna kalo memaksakan diri akan ngak baik bagi kita "'kata Neti yang kini terlihat lebih dewasa dan juga sabar . Karna pengelaman hidupnya dulu Yang membuatnya lebih berhati hati dan banyak bersyukur dan juga introspeksi diri dalam menjalani kehidupan .


" Iya Net, dan aku bersyukur bisa bertemu kalian. Karna aku tak punya siapa pun lagi yang mau menerimaku. Bahkan orang tua ku saja Malu dan mengusir ku " kata caca lirih.

__ADS_1


" Sudah lupakan ayo kita makan " kata Neti yang tak mau mengungkit masa lalu caca juga mengingat masa lalunya yang kelam.


__ADS_2