
Kim makan dengan lahap .Begitu juga Ryan yang di suapi Didi. Karna Didi ingin cepat memeriksakan kondisi bosnya itu.
Sedangkan Pa Rusli membuatkan kopi untuk para tamunya.Yang membuatnya senang karna jadi rezeki buatnya.
" Tuan ini kopinya " kata Rusli pada Alex yang terlihat berpenampilan berbeda.
" Trimakasih pa , panggil Alex saja " kata Alex yang makan dengan lahap. Padahal mereka makan apa adanya. Karna melihat kondisi rumah bapa penolong mereka
" Sudah Di aku kenyang " kata Ryan yang memang banyak memar diwajahnya.
" Kita akan ke rumah sakit terdekat dulu dan mencari penginapan atau hotel biar tuan muda nyaman " kata Didi.
" Lex bagaimana dengan istriku " kata Ryan ketika sudah duduk bersandar.
Alex pun menceritakan semua apa yang terjadi. Sampai mereka keluar dari rumah utama malam itu Dan menutup gerbang utama agar tak ada siapapun yang keluar masuk.
" Bagus lah " kata Ryan lirih yang mengingat Maya. Dan merasa bersalah pada istrinya itu Karna pergi tampa pamit.
" Nona Maya sangat sedih tuan " kata Alex dengan suara serak.
" Aku ingin bicara dengannya. " kata Ryan.
" Tidak tuan jangan sekarang nanti setelah kita kerumah sakit dan memastikan semuanya baik baik saja " kata Kim.
Ryan pun terdiam memikirkan apa yang dikata kan Kim. Karna sekarang dia mati di luar sana. Pasti orang yang berencana akan membunuhnya akan mengincar istrinya.
" Lalu kita harus apa Kim" tanya Alex.
Untuk sementara kita cari tempat yang aman dulu. Karna setidak nya sampai tuan pulih " kata Kim .
" Baik ayo kita selesaikan makannya trus kita kerumah sakit " kata Didi.
Setelah selesai makan Didi pun berpamitan dengan pa Rusli karna sudah baik mau menolong mereka.
" kami pamit ya pa trimakasih sudah menolong kami dan merepotkan bapa" Kata Didi pada Pa Rusli.
"Iya saya bertrimakasih sudah bisa tidur di bilik bapa " kata Ryan. Yang merasa iba melihat kehidupan pa Rusli.yang tinggal di rumah kecil .Namun masih mau menolong orang lain.
" Sama sama tuan, semoga tuan semua sehat dan maaf saya hanya bisa membantu ala kadarnya " kata pa Rusli sopan.
" Tak apa apa pa, ini sudah lebih dari cukup kami sangat bertrimakasih " kata Kim.
" Ya pa, kami bersyukur sudah dibantu bapa " Kata Didi yang malam itu sangat panik.
Dan setelah berpamitan .dan menyiapkan segala sesuatunya.
Mereka pun lalu membopong Ryan ke kursi tengah. Agar bisa berbaring nyaman. Sedangkan Kim dengan Ali dibelakang. Didi menemani Ryan untuk jadi bantalan kepala bosnya itu
__ADS_1
Alex Lalu memberikan segepok uang .Pada pa Rusli yang sempat ditolaknya .Karena Didi sudah memberinya.Tapi Ryan memaksa.
" Anggap saja itu rezeki bapa, Uang itu bisa buat membeli bibit dan memperbaiki rumah" Kata Ryan
' Tapi ini terlalu banyak tuan " kata pa Rusli yang takut menerimanya.
Ryan tersenyum karna melihat kejujuran pa Rusli yang hidup sederhana.
" Tidak pa, itu pantas buat bapak " kata Ryan
lagi. Yang juga anggukan Didi juga Alex.
" Baik tuan trimakasih "" kata Pa Rusli yang akhirnya menerima segepok uang yang diberikan Alex. Alex pun lalu tersenyum sumringah.
Lalu mobil pun meninggalkan rumah kecil itu. Yang makin menjauh. dan Menghilang
Pa Rusli pun bergegas masuk dan menutup pintu.Lalu masuk ke bilik nya dan membuka uang dengan Dua ikat yang bertulisan 10 juta satu gepok.Yang membuat pa Rusli sujud syukur dan.menangis.
" Trimakasih ya allah atas rezeki mu " Kata .pa Rusli menangis karna seumur hidupnya ia tak pernah memegang uang sebanyak itu.Bahkan bermimpi untuk mendapatkannya.
.....................................
Sedang disisi lain Mobil sudah sampai kesebuah rumah sakit yang tak terlalu besar. Dan dengan sigap Ali ,Didi dan Alex membawa keduanya keruang darurat. dan langsung ditangani karna sepi pasien.
Kim dan Ryan pun di taruh dikamar yang cukup besar atas permintaan Alex pada Dokter.
" Kaki yang satu hanya lumpuh sebelah tapi mas yang satunya itu cukup parah harus segera dirujuk kerumah sakit besar dikota . karna lumpuh keduanya." kata dokter itu menjelaskan.
" Apa ada kemungkinan sembuh dok " tanya Alex dengan mimik serius.
" Saya tak menjanjikan mas, ini cukup fatal.tapi mas yang satunya bisa sembuh karna tak terlalu parah. " kata dokter lagi.
" Ya allah lalu kami harus bagaimana dok " Kata Didi bingung.
"Begini saja mas, Kalo teman mas dibawa kekota saya takut kakinya akan diamputasi .
Tapi bila diobati secara alternatif mungkin ada kemungkinan bisa sembuh " kata Dokter itu menjelaskan .
" Alternatif gimana dok maksudnya " tanya Alex.
" Saya dulu punya seorang perawat yang bercerita ada seorang ahli pengobatan tradisional Chinese medicine disebuah tempat yang menyembuhkan orang lumpuh di sebuah desa. Tapi saya kurang tahu dimana. Coba nanti saya tanyakan. kebetulan mantan perawat saya itu ibunya sedang sakit disini. Jadi bisa saya tanyakan nanti" kata Dokter itu menatap Alex.
" Baik dok tolong tanyakan biar kami bisa secepatnya kesana. Berapa pun biayanya kami sanggup membayar " kata Alex.
" Baik mas nanti akan saya temui bila sudah bicara dengannya " kata Dokter paru baya itu tersenyum.
Didi dan Alex pun bisa bernafas lega mendengarkan semuanya.Lalu kembali ke kamar rawat bosnya dan kim.
__ADS_1
. ..............................
Sedang dirumah utama Maya masih terlihat sedih.Karna belum mendapatkan kabar dari Alex dan yang lainnya.
" Gimana Des " kata Maya lirih ketika Desi menghubungi suaminya.
" Tak bisa dihubungi May, mungkin di luar jangkauan " kata Desi.
Vani pun hanya diam dengan mata sembab karna memikirkan suaminya.Yang juga mengawal tuan mudanya.
" Kita harus sabar nak, semoga mereka baik baik saja " kata bu Risma yang tak mau Maya berlarut dalam kesedihan. Apalagi dalam kondisi hamil.
" Iya bu " jawab Maya lalu membaringkan tubuhnya diranjang. Sudah 2 hari ini Maya tak keluar dari kamarnya Namun Aska yang tahu mamahnya sedih. Kadang mengajak sang mamah bermain di kamar untuk bisa tersenyum.
" Papah pasti pulang mah, tadi malam Aska mimpi main bola sama papah kata Aska tersenyum. Yang membuat Maya juga ikut tersenyum.
" Iya sayang papah pasti pulang " kata Maya penuh keyakinan.Walau hatinya masih was was.
" Mereka harus pulang May harus aku tak mau jadi janda " kata Vani terisak.
" Vani, sudah nanti malah tambah sedih kasihan dede bayi kalian " kata Desi yang juga ikut sedih melihat kedua sahabatnya itu berduka. Menunggu kabar dari Alex.
" Mereka pasti pulang kita harus bersabar " Kata Ibu yang lalu mengusap punggung Maya pelan
.................................
Sedangkan disebuah kamar rawat seorang gadis baru saja selesai menyuapi ibunya.
Tok .. tok.... tok
" Masuk dok " kata gadis itu. Yang tak lain adalah Delima.
" Bagaimana ibumu sudah sehat." tanya dokter yang masuk keruang rawat pasiennya.
" Sudah dokter, saya merasa semakin membaik " kata mak Sanah menatap dokter Lastri .Atasan anaknya dulu.
" Oh ya ma, saya mau tanya tentang pengobatan alternatif yang dulu kau ceritakan itu " kata dokter Lastri.
" Oh koh Alung ya dokter dia rumahnya dekat villa besar didesa suka maju itu. Dokter mau apa kesana ?" tanya Delima.
" Ada orang yang lumpuh ingin berobat, apa kau bisa mengantarkannya kesana " kata Dokter Lastri.
" Bisa dok, ima pasti bisa membantu " kata mak Sanah. Yang tahu dokter Lastri terkenal baik.
" Iya dok , saya akan antar kesana. Tapi tidak sekarang dok .Besok pagi saja ya karna ini sudah sore " kata Ima yang merasa dadanya terasa dag dig dug. Entah karna apa .........
__ADS_1
Visual Delima sepupu Maya.