Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 74 Kesempatan.


__ADS_3

Ryan langsung masuk mobilnya Dan langsung menguncinya takut Cindy mengikutinya.


" Dasar wanita gatal " maki Ryan kesal.


" Apa ia tidak malu bos, masih mengejar gejar bos " kata Didi yang memasang sabuk pengaman.


" Biarkan saja saja, seharusnya kau pajang fotonya agar satpam mengusirnya. Apabila dia datang lagi " kata Ryan yang kesal.


" Siap bos, Tapi dia tetap nekad gimana bos, apalagi nona Angela juga akhir akhir ini sering memaksa masuk kantor" kata Didi.


" kalian bereskan saja, aku malas berurusan dengan Mereka.Dan ingat buat mereka kapok." kata Ryan yang sudah muak melihat wanita wanita penggoda itu.


" Siap bos " Kata Didi.


............................


Sedang dirumah Maya baru saja luluran bersama bi Marni


" Sudah enakan bi, bau nya sangat wangi" Kata Maya yang tadi memang minta pijat bi Maryam tukang lulur desa langganan bi Marni sewaktu muda.


" Wah kalo cocok bisa langganan non, tiap Tiga kali seminggu " kata bi Maryam .


" Iya Mar, kau datang saja kesini. Nanti masalah ongkos bakal di ganti non Maya " Kata bi Marni yang juga merasa segar . Di relaksasi bi Maryam.


" Iya bi Maryam datang kesini saja, Tapi telp bi Marni dulu biar ngak kecele. Takut saya pergi keluar " kata Maya. yang merasa cocok dengan pijatan bi Maryam


" Beres non Maya siap " kata bi Maryam. yang merasa senang punya pelanggan orang kaya karna lumayan bayarannya.


Bi Marni tersenyum karna kini Maya sudah bisa santai merawat tubuhnya .Setelah sibuk mengurus Aska. Karna sekarang Aska sudah punya baby sister baru .


" Nona harus rajin merawat badan , mumpung masih ada waktu longgar " kata bi Marni.Yang menyanyangi Maya Seperti anak nya sendiri.


" Iya bi " kata Maya.


" Itu perlu non biar suami tambah sayang." kata bi Maryam.


" Ah bibi bisa saja " kata Maya yang memang jarang ke salon karna uangnya dulu untuk membantu sang adik dan ibunya. Tapi kini ia sudah bisa bernafas lega . Karna bersuami Ryan yang berkantong tebal . Dari pada uangnya untuk hal tak berguna Maya lebih memilih untuk perawat diri yang alami. perawatan tradisional .


" Ya sudah non bi Marni dan Maryam tinggal dulu kebelakang ya .Untuk santai dan ngobrol. Non Maya istirahat saja " kata bi Marni yang ingin ngobrol dengan sahabat lamanya itu.


" Iya bi " kata Maya yang merasa sudah enakan .Lalu tiduran sebentar memejamkan. matanya



Maya habis luluran oey ....enak nya


Maya pun merasa nyaman setelah dipijat . Tubuhnya serasa ringan.dan aliran darahnya pun serasa lancar. karna beberapa hari ini Aska memang rada rewel karna tumbuh giginya. Hingga ia kurang istirahat.


Maya pun ingin istrirahat sebentar .Sebelum Ryan suaminya pulang.

__ADS_1


..........................


Mobil sudah berhenti di depan halaman rumah utama Didi pun membangunkan Ryan yang sempat tertidur di mobil karna lelah.


" Tuan muda sudah sampai " Kata Didi yang membangunkan Ryan pelan.


" Oh iya" kata Ryan yang lalu turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah.


" Mun, nyonya dimana!" tegur Ryan .Pada salah satu pelayannya.yang sedang lewat.


" Sepertinya dikamar tuan tadi habis pijatan " kata Mumun. Yang biasa membantu bi Marni mengurus Aska


" Pijat , pijat apa?" tanya Ryan mengerutkan pelipisnya berpikir.


" Itu tuan pijat tradisional buat kesehatan.tuan , kalo kata orang kota spa pedicure dan apalah " kata Mumun yang bingung menjelaskannya.


" Ya sudah pergilah " kata Ryan yang lalu menuju kamar nya.


Ceklek ....


Ryan pun masuk kekamarnya dan mengunci pintu .Lalu melepaskan kan jas dan pakaiannya yang hanya tinggal boxer.


" Mana dia " guman Ryan yang bertelanjang dada mencari istrinya.


" Astaga dia disini " kata Ryan yang tersenyum penuh arti .Melihat istrinya itu terlelap dengan tubuh hanya tertutup selimut. Di karpet permadani yang wangi rempah rempah jamu.


Lama Ryan memandangi istrinya itu. Sambil duduk disebelahnya.


" Kau sangat cantik sayang " kata Ryan yang membuka selimut Maya dengan tubuh polosnya.


Lama Ryan menatap Maya dan berbaring disebelahnya. Sambil menikmati pemandangan yang indah didepan matanya.


Dan ketika hasratnya naik , ia pun mulai mencium bibir Maya yang terlihat seksi ketika tidur. Lalu mulai menikmati apa yang ingin dilakukannya.


Maya yang terlelap dan lelah hanya merasakan mimpi indah bersama sang suami. Sampai Matanya terbuka perlahan.


" Astaga aku tertidur, apa bang Ryan sudah datang " guman Maya yang beranjak bangun .dan melilitkan selimut ditubuhnya.


" Mau kemana " kata Ryan yang memeluknya ketika hendak memasang pakaian.


" Abang sudah pulang " kata Maya kaget.


" Dari tadi " kata Ryan tersenyum


" Hah, kapan ? maaf Maya ketiduran bang " Kata Maya.


" Kenapa harus minta maaf , kau sedang istirahatkan. Apa mimpinya indah hingga tidur nya lama " tanya Ryan tersenyum.


" Eh....iya bang " kata Maya yang tersipu malu.

__ADS_1


" Oh ya mimpi apa ?" tanya Ryan menatap istrinya itu lekat


Maya pun tidak menjawab hanya tersenyum lalu memeluk suaminya itu dan menyandarkan kepala nya didada bidang suami tampannya itu.


" Hahaha .....kenapa malu " kata Ryan yang lalu mencium pucuk kepala Maya . dan memeluknya erat . lalu menarik selimut Maya .Hingga terlepas.


" Abang Maya mau mandi , mau sholat sudah sore " kata Maya cemberut.


" Mandinya sama abang " kata Ryan yang lalu mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya kekamar mandi.


Entah apa yang mereka lakukan. Ritual mandi selesai ketika 1 jam lebih dikamar mandi. Dan Maya bergegas keluar untuk mengeringkan rambutnya yang basah.


" Masih mau " kata Ryan ketika keluar dengan handuk sepinggang. sambil mencium pipi istrinya itu.


" Sudah bang kasihan Aska belum menyusu " kata Maya yang lalu menuju lemari pakaian untuk berpakaian.


Maya pun sudah terlihat cantik dengan pakaiannya . Lalu mengambilkan pakaian ganti untuk sang suami. Terlihat Ryan hanya senyum senyum sedari tadi menatapnya.


" Abang kenapa sih " kata Maya yang heran.


" Tidak kenapa napa " jawab Ryan yang lalu menyuruh Maya untuk memasang kaosnya.


Cup ....


" Nanti malam lagi ya " kata Ryan.


" Ih abang ngak ada puasnya " kata Maya cemberut sambil memasukan baju kaos Ryan lewat kepalanya


" Abang masih kuat sayang , kata Ryan .Yang mengecup bibir istrinya itu.


" Sudah ah nanti malam lagi aja " kata Maya yang tak mau melayani suaminya itu yang mulai usil dan meraba area sensitif Maya.


" Sekarang aja ngak pa pa " bisik Ryan sambil mencium tengkuk istrinya.


" Bang Ayo sholat nanti keburu batal " kata Maya menghindari hasrat suaminya itu Bila ia meladeni bakal habis waktu sholatnya.


" Ayo sholat " kata Maya yang menarik tangan suaminya itu lalu menyuruhnya memakai sarung.


Kedua nya pun sholat dengan khusuk.Walau Ryan hanya membaca surat pendek yang hanya itu itu saja Tapi Maya senang suaminya itu belajar sholat dengar benar.


" Bang Maya ke kamar Aska dulu ya " kata Maya yang memberi ciuman di bibir Ryan.Lalu berlalu meninggalkan Ryan sendiri di kamar


Ryan hanya tersenyum puas .karna bisa mengerjai istrinya ketika terlelap.


" Kau slalu membuat abang bergairah May " Kata Ryan lalu menghempaskan badannya di atas ranjang sambil memeriksa ponselnya.



Abang Ryan lagi seksi.

__ADS_1


__ADS_2