Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 379


__ADS_3

Nur melipat sajadahnya .Ketika selesai sholat Lalu membangunkan abi nya untuk sholat.


" Abi bangun sudah subuh " kata Nur dengan rambut yang masih basah


" Iya nak , bantu abi duduk " kata abi. yang lalu di bantu Nur untuk duduk .


Lalu abi pun sholat diatas ranjangnya. Dan Nur menyiapkan teh panas buat abi nya . Sedangkan Bima keluar mencari sarapan. Karna tahu mertuanya tak terlalu suka makanan rumah sakit. begitu juga Nur .


Ceklek ..


Bima kembali membawa 4 kotak cap bubur langganan nya .Yang ia beli langsung di tempat mangkal Lalu meletakkannya di atas meja.


"' Sayang ini bubur nya ya " kata Bima .Yang melihat Nur membawa teh hangat Dan menyodorkan nya pada abi nya


" Iya by trimakasih " kata Nur Yang lalu mengambil bubur dan membawanya ke meja lipat abi nya .


" Abi sarapan dulu ya mumpung masih hangat " kata Nur sambil menyiapkan nya.


" Apa tiap hari kalian berlangganan nak Bim " kata abi.


" Iya bi karna Nur suka jadi sekalian" kata Bima yang lalu mendekati mertuanya.


" Mau disuapin bi " kata Nur.


" Ngak usah Nur abi sudah bisa makan sendiri. " kata abi tersenyum..


" Abi sudah sehar Nur kan nanti gantian biar bisa nungguin Nur kan bi " Kata Bima.


" Hah...... apa Nur sakit " kata abi kaget menatap wajah putrinya.


" Hahaha ...... aby apaan sih " kata Nur terkekeh.


" Maksudnya aby Bima nanti kalo Nur melahirkan bi " kata Nur menjelaskan


" Ya Allah abi kira apa, abi pikir sakit seperti abi. Nyatanya abi mau kedatangan cucu " kata abi tersenyum senang


" Maka nya abi harus banyak makan biar sehat kan nanti biar bisa gantian sama Bima untuk mengendong cucu " kata Bima


" Ya ...ya.. benar abi harus sehat " kata abi terkekeh .Karna ia akan menyambut cucu keduanya setelah Ali putra Salman. Yang membuat ustad Rahman menyantap bubur nya dengan lahap.


Sedangkan Bima dan Nur hanya saling melempar senyum melihat abi nya itu makan dengan lahap .

__ADS_1


*******


Sedangkan di mansion Diaz Neti baru saja selesai berganti pakaian setelah mandi dan sholat. Karna pagi ini ia harus segera pulang untuk bekerja.


Setelah rapi Neti pun mencari bapa tua yang tadi malam menemuinya.


" Pa saya pamit pulang ya " kata Neti karna ia harus kerja seperti biasanya


" Eh ...... sarapan dulu nona tadi tuan menyuruh anda menunggu sebentar " kata bapa tua itu yang tak lain asisten Diaz yang mengurus semua di dalam mansion Diaz


"' Kau sudah bangun , kau bisa pulang sekalian aku kekantor " kata Diaz yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya


" Maaf merepotkan tuan , Oh ya saya memakai baju ganti tuan dilemari " kata Neti yang memilih sendiri pakaian gantinya


" Tak masalah kau bisa membawanya pulang untukmu " kata Diaz santai.


" Hah .... tapi tuan bagaimana kalo ada yang mencarinya " kata Neti bingung karna pakaian yang ia pakai cukup mahal dan branded. Karna Neti juga tahu model fashion


"' Anggap saja bayaran tadi malam kau sudah mengantar ku pulang " kata Diaz seraya menatap Neti yang terlihat sangat cantik pagi ini.


" Trimakasih tuan " kata Neti tersenyum


" Siapa namamu dan berapa umur mu ?" kata Diaz menatap Neti sambil meminum jus paginya.


" Nama saya Neti tuan, umur saya baru 23 tahun " kata Neti yang masih berdiri cangung .


" Duduklah ayo kita sarapan dulu nanti aku. akan mengantar mu ketempat kerjamu " kata Diaz .


" Trimakasih tuan " kata Neti sopan lalu menarik kursi untuk duduk.. Yang mengingat kan nya dulu ketika orang tuanya masih hidup Mereka bisa makan dan duduk bersama dirumah besar . Tapi semuanya kini hanya tinggal kenangan.


" Kenapa kau tidak suka ?" tanya Diaz yang melihat Neti terdiam melihat hidangan yang tersedia begitu lengkap sedangkan mereka cuma berdua


" Ah bukan begitu , saya hanya ingat pekerjaan di tempat kerja tuan " kata Neti berbohong. Karna tak mungkin ia mencerita kan masa lalunya. Kepada orang asing.


" Makan lah hanya ini uang disiapkan kepala pelayan " kata Diaz


" Ya tuan trimakasih " kata Neti.


Diaz tersenyum melihat Neti uang sungkan padanya. " Dia cukup cantik manis dan juga masih muda " kata Diaz yang sudah berumur 40 tahun lalu tersenyum melihat kesederhanaan Neti.


" Apa kau masih gadis " kata Diaz bertanya sambil menguyah makanannya .

__ADS_1


" Saya seorang janda tuan, dulu saya menikah muda tapi saya diceraikan suami saya " kaya Neti jujur .


" Hah..... kenapa begitu ?" kata Diaz heran


" Karna saya tak bisa memberinya anak " kata Neti .


" Kenapa tidak menikah lagi. " kata Diaz lagi .


" Siapa yang mau sama saya tuan saya hanya gadis miskin Dan cuma karyawan asuransi . Saya juga tak bisa punya anak . Karna rahim saya diangkat karna kanker " kata Neti lirih Mengingat setiap kali bertemu pria yang ingin mengenalnya .Pasti mereka mundur teratur ketika ia bicara jujur.


" Apa kau mau menjadi istriku " kata Diaz to the point .


" Hah......" kata Neti kaget. Karna ia pikir Diaz hanya bercanda.


" Anda jangan bercanda tuan , saya mandul tak bisa punya anak." kata Neti


" Tak masalah , aku ingin menjadikan mu istri untuk merawat anakku. ." kata Diaz


" Maksud tuan ?'" kata Neti bingung.


" Begini Net , aku punya seorang istri tapi ia sedang sakit kanker stadium 3 umurnya tidak lama lagi . Tapi dia sedang hamil. Jujur saja. Aku ingin mencari ibu sambung bayi ku. untuk merawat anakku. Kalau kau mau pikirkan dengan matang . Kalau tidak ya ngak apa apa. " kata Diaz jujur karna kini ia butuh orang untuk merawat bayinya . Yang sedang dikandung Rara.


Deg .......


Neti pun terdiam. Teringat sang kakak juga mengasuh anak orang lain . Dan kini ia ditawarkan untuk memilih . Tak masalah baginya mengasuh anak orang lain tapi ia masih ragu apa mungkin pria dihadapannya itu serius . Tapi Diaz terlihat begitu serius menawarkan itu padanya.


" Bagaimana ?" aku akan menikahi mu secara resmi dan sederhana .Kau tak perlu repot bekerja karna kau akan tinggal disini


Di rumah ini kau akan jadi nyonyanya " kata Diaz serius .


" Bisa kah tuan memberiku waktu untuk berpikir " kata Neti yang tak menyia yia kan


kesempatan itu .


" Lakukan lah aku menunggu jawabanmu Dan ini kartu namaku kau bisa menghubungi ku bila kau setuju hubungi aku dan tak perlu terbaru buru mengambil keputusan santai saja " kata Diaz


" Baik tuan akan saya pikirkan " kata Neti yang ingin lebih dulu bicara dengan sang kakak. Karna ia juga ingin punya kehidupan sendiri. Tak mau menjadi beban kakaknya terus menerus. Karna sekarang Bayu terlihat bahagia dengan kehadiran caca. Yang beberapa bulan lagi akan melahirkan .


" Bagus pikirkan lah " kata Diaz tersenyum karna kini ia merasa lega ada orang yang membantunya merawat Rara. di penghujung hidupnya. Dan ia juga kini ingin menata kehidupan barunya menjadi orang baik. Seperti yang diminta Rara padanya. Karna hidup ini cuma sekali Dan tuhan pasti masih memberi kita kesempatan bila kita mau berubah. kata Rara waktu itu ketika ia tahu umurnya tak akan lama lagi.


.

__ADS_1


__ADS_2