
Nur pun menyuruh teman temannya itu duduk setelah menyalami abi nya Dan ketika ingin membangun kan Bima Tapi Andra dan Amin melarangnya .
" Biarkan Nur, pasti dia lelah Kemarin dia sibuk mengurus pemakaman " kata Amin yang iba melihat sahabatnya itu.
" Iya Nur , ngak pa pa kita ngak.lama kok " kata Amel yang duduk di dekat Nur .
" Sehatkan dede bayinya " kata Mala yang mengusap perut Nur yang makin besar .
" Alhamdulilah sehat la, kalian kapan menyusul " kata Nur.
" Lagi proses Nur santai sambil nabung " kata Amel.
" Tapi Nur lucu juga ya kalo lagi hamidun itu hasil rayuan Bima kan Nur " goda Amin.
" Aish iya lah anaknya Bima masa anak tetangga " kata Andra. melirik Amin.
" Bercanda dra, biar fresh ya ngak Nur. Oh ya kalian masih lama kan disini " kata Amel
" Ya mel sampai melahirkan " kata Nur.
" Syukur lah kami bisa lihat anakmu Nur Pasti lucu perpaduan Bima dan Nur " kata Mala. Yang masih mengusap perut Nur
" Eh....... dia nendang Nur , apa jagoan nih anak lho " kata Mala.
" Iya la , laki laki dia tahu la kalo lagi. di ajak ngobrol " kata Nur yang mengusap perutnya
" Oh ya ....wah berarti dia sudah bisa berinteraksi sama kalian Nur " kata Amin.
" Iya min apa lagi kalo aby nya yang mengusap langsung heboh " kata Nur.
" Wow......berarti dia peka dong " kata Andra.
" Boleh pegang ngak Nur biar menular ke Mala " kata Andra yang ingin cepat punya bayi.
" Pegang perut Mala aja dra " kata Bima yang sudah bangun . Namun masih tergeletak lemah mengumpul kan nyawa nya kembali.
" Sudah bangun bro, Syukurlah takut kami ganggu " kata Andra.
" Ngak bro aku juga baru istirahat " kata Bima yang lalu duduk.
" By abi sudah sadar tuh " kata Nur yang tersenyum pada abi nya.
" Alhamdulilah bi " kata Bima yang beranjak dari.ranjang lalu mendekati ustad Rahman dan mencium tangannya.
__ADS_1
" Sehat kan Bim " tanya abi
" Alhamdulilah bi sehat, abi juga harus sehat Kalo butuh apa apa bilang Nur atau Bima ya bi " kata Bima .
" Iya nak, sana temani teman-teman mu " kata ustad Rahman
" Ya bi " Kata Bima yang lalu ikut bergabung duduk dengan teman temannya. Sedang Nur mendekati abi nya untuk memberi nya minum
Karna lama tak bertemu mereka pun ngobrol sambil bercanda . Karna Memang setahun mereka tak bertemu Dan sibuk dengan aktivitas masing masing.
" Bima bakal puasa lama nih kalo Nur brojol " bisik Andra pelan.
Bima hanya tersenyum , Amin yang mendengar pun tersenyum tipis . Sedang kan Mala dan Amel ngobrol dengan Nur dan abi Nur .
" Ngak lah biasa " kata Bima tersenyum
" Lah trus ngapain ?" kata Amin.
" Kan bisa dobel dra garap sekarang nyambi buka pintu " kata Bima terpancing.
" Hahaha.....bisa emang apa lho tega lihat tuh perut hasil karya lho " bisik Andra lagi
" Ck .... tega ngak tega orang nya mau malah nagih " kata Bima.
" Hah....... wah.... harus bilang wow tuh Bim keren Padahal Nur tipe pendiam lho " kata Amin pelan Yang tahu Nur orang nya kalem
" Iya lah . Tapi masih malu malu sih trus gimana dengan kalian sudah produksi kok belum ada hasil " kata Bima menyindir.
" Masih ditunda Bim, kalo produksi sih masih jalan . Karna nunggu wisuda. " kata Andra
" Tinggal nunggu kan kenapa masih belum ada hasil juga " kata Bima lagi.
" Aku masih nabung Bim, karna kemaren uang di pake ibu Amel berobat . Tapi Amel ngak keberatan kok katanya kita puas puasin dulu Mumpung belum launching produk " kata Amin.
" Hahaha...... bisa aja kalian " kata Bima.
" Wah kayanya seru nih ngobrol apaan " kata Amel yang ikut bergabung duduk disebelah Amin
" Biasa yang masalah pria " kata Amin yang lalu merangkul bahu Amel.
" Jangan bilang kalian lagi gosipin kita ya " kata Mala
" Ngak beb, orang kita lagi nanya Bima Nur kapan mau melahirkan ya kan Bim" kata Andra.
__ADS_1
" Iya , oh ya tuh sambil minum adanya cuma ini " kata Bima menunjuk Aqua gelas karna ia belum sempat beli makanan.
" Ini by bawa kesitu buat makan bareng bareng " kata Nur.
" Eh jangan itu buat abi " kata Amel.
" Ngak pa pa nak , abi juga belum bisa makan " kata ustad Rahman tersenyum. Karna ia belum bisa makan roti.
*******
Di rumah belakang Sinta baru saja selesai bicara dengan Evan. Yang ingin bertemu dengannya. Namun Sinta masih belum mengiyakan .
" Gimana Sin ?" kata Ima.
" Dia mau dua minggu lagi kita akan bertemu ma, tapi aku takut ia tak bisa menerima bayi ini " kata Sinta khawatir.
" Tapi kalo dia bilang ingin kembali Berarti dia sudah siap menerimamu Sin, apalagi tuh kecebong hasil bikinan nya masak nolak sih " kata Ima manyun.
" Entah lah ma , aku berharap dia mau menerima kami " kata Sinta.
" Harus Sin, masa lari dari tangung jawab Bila ia menyangkal ya lho harus tes DNA biar dia tahu itu anaknya. Enaknya aja bikin tapi ngak mengakui mana sudah bolak .balik celap celup " omel Ima . Yang membuat Sinta tersenyum . Mendengar omelan tetangga barunya itu
" Ya ma , akan aku usahain biar dia ngerti " kata Sinta yang berusaha berpikir untuk menyakinkan Evan.
" Pada ngapain nih tadi kita dengar ada celap celup " kata Desi yang lalu duduk di sofa ruang tamu ima .
" Itu kak, Sinta mau ketemu Evan biar tuh orang tangung jawab karna sudah celap celup seenaknya. " kata Ima menjelaskan
" Hah...... emang sudah sepakat " kata Vani yang muncul bersama Maya.
" Belum kak, tapi dia harus tahu tuh kecebong sudah jadi Masa nolak ngak etis dong Orang sudah jadi gitu . Tinggal nunggu Perut Sinta besar " kata Ima.
" Hahaha ..... Iyalah. lho harus tegas Sinta Jangan mau nanti kalo suruh aborsi " kata Desi
" Wah jangan sampai deh, Aku berharap dia bisa gerti keadaan Sinta. Kalo dia ngak mau kamu balik sini lagi Sin.." kata Vani
" Iya Sin disini aman kita akan jaga lho, Lagian berdosa membuang janin yang ngak tahu apa apa. Sudah berzina dan niat membunuh dosanya dua kali lipat lho " kata Maya
" Iya May , aku akan bicara pelan pelan dengannya Agar ia bisa mengerti dan menerima kami Aku ngak minta hartanya Cukup dia tanggung jawab saja Dan mengakui janin ini anaknya Itu sudah lebih dari cukup " kara Sinta.
" Iya Sin semoga saja semuanya lancar kami ikut berdoa mudahan Evan terketuk hatinya " kata Maya.
" Aamiin......" kata semuanya bersamaan
__ADS_1
" Trimakasih ya kalian sudah memberi ku support dan bantuan " kata Siinta
" Harus Sin Kami akan slalu membantu mu sebisa yang kami bisa " kata Maya. Yang iba melihat Sinta .