
Evan menyelesaikan makan dengan perasaan resah. Karna beberapa hari ini ia tak bisa bicara dengan Maya. Bi Marni memperhatikan Evan sambil mengelengkan kepala
" Ya ampun apa dia ngak punya hati tinggal diapartemen tuan, makan gratis dan masih mau merebut istri orang yang memberinya tumpangan. Untung saja tuan muda baik hati " bathin bi Marni.
Lalu mengantarkan sarapan untuk tuan dan nonanya. Kekamar Ryan . Karna tadi Ryan memang minta diantar kekamar.
Sepeninggalan bi Marni Evan menghabiskan omelette diatas meja . Yang memang mirip rasanya dengan buatan Maya ..Ketika membuat sarapan untuknya.
" Kapan waktuku bisa bersama nya. Sepertinya tuan Lee tak akan membiarkan Maya dekat denganku begitu saja " kata Evan. Sambil meneguk. air jeruknya sampai tandas.
Setelah selesai ia pun masuk kekamar dan berpakaian. Karna ia harus kekantor. Setelah siap Evan meninggalkan apartemen Ryan. Menuju perusahan Altaf.
Dikamar Ryan dan Maya sedang asyik menikmati sarapan paginya. bersama . sambil ngobrol tentang tempat liburan .
" Apa anak anak itu akan lama disana bang ?" kata Maya teringat keempat anak anak koki yang lucu.
" Mungkin sekitar 4 minggu mereka disana apa May juga ingin liburan " tanya Ryan..
Maya hanya mengeleng kan kepalanya. " May kangen sama ibu dan Bima " kata Maya.
Deg.........
" Apa May ingat sama ibu dan Bima juga ?" tanya Ryan .
" Sedikit bang " tapi kalo Maya sudah tidak sering pusing May boleh kasana kan bang ke kampung " kata Maya.
" Ya abang sendiri nanti Yang akan mengantar May kesana Untuk bertemu ibu dan Bima " kata Ryan Yang lalu menambah kan omelette untuk Maya.
" Sudah bang May kenyang " kata Maya Yang lalu menyuapi Ryan
" Yah abang nanti gendut kalo banyak makan " kata Ryan tersenyum
" Nggak pa pa bang kan sudah laku " kata Maya yang membuat Ryan terkekeh.
" May benar kan May istri abang " kata Ryan Yang lalu mencium pipi Maya.
Keduanya bercengkrama sambil tertawa. Bercerita juga mengingat desa tempat tinggal Maya. Ryan tak menyangka ada mukjizat yang bisa membuat Maya mengingat tentang kampung halamannya.
Sedangkan Evan baru turun dari mobilnya menuju kantor abang iparnya itu .Karna ia ingin bekerja sama. Karna Ryan belum Meng acc perjanjian mereka.
__ADS_1
" Silahkan tuan , di dalam tuan Altaf sudah menunggu" kata sekertaris Altaf.
" Trimakasih mba " kata Evan yang lalu masuk menuju ruangan Altaf
" Pagi bang apa kedatangan ku menganggu abang ?" kata Evan.
" Tergantung apa tujuanmu silakan duduk apa kabar van . kudengar bisnis mu sedang naik daun sekarang ya !" kata Altaf.
" Ya ...begitulah bang, tapi belum selancar perusahaan abang " kata Evan yang duduk di kursi depan Altaf
" Ya itu tergantung cara kau menangani " kata Altaf tersenyum. Lalu apa ada relasi yang sudah mau diajak bekerja sama " kata Altaf.
" Ada sih tapi mangkrak dia menundanya Entah kenapa ?" kata Evan yang mencoba santai.
" Dengan siapa ?" Kata Altaf seraya menatap Evan dan menyodorkan stoples permen. Yang biasa menemaninya bekerja supaya lebih rileks.
" Group Lee" kata Evan yang mengambil sebungkus permen dan memasukannya. kedalam mulut nya
" Apa kau punya masalah dengan pemiliknya ?" kata Altaf . Yang membuat Evan terkejut dengan pertanyaan Altaf.
" Tidak " jawab Evan singkat..
" Kau pasti punya masalah dengan nya Van. Aku mengenal tuaan Lee dan bertemu beberapa kali dengannya. dia orang yang kompeten serius dan juga baik. Kalo dia mengulur waktu untuk berkerjasama . Berarti dia sedang menilai mu Karna tuan Lee orang yang sangat teliti dan ia tak mau bermain main dalam bekerja " jelas Altaf.
Jleb........
Evan hanya terdiam lalu menarik nafas dalam Apa menurut bang Altaf aku orang yang bermasalah " kata Evan.
Altaf hanya mengangkat kedua bahunya " kurasa ada sesuatu diantara kalian . Tidak mungkin kan tuan Lee yang bermasalah. Karma dia lebih berpengalaman darimu ada masalah apa? diantara kalian apa itu bersifat pribadi " kata Altaf menebak.
" Hahaha......wah ..wah ...sejak kapan abang bisa membaca pikiran orang " kata Evan yang tersudut karna tebakan Altaf benar.
" Entahlah tapi itu adalah fakta yang tidak bisa kau sembunyikan . Karna ya.........kau tak.pandai berbohong van . Wajahmu menunjukan kau seperti gusar dan tak senang dengan tuan Lee" kata Altaf jujur karna ia cukup kenal dengan adik bungsu istrinya itu.
" Kurasa itu tak penting , aku kesini ingin mengajak abang untuk bekerjasama Karna kudengar bisnis abang berjalan lancar " kata Evan.
" Maaf Van kita beda jalur aku bidang property kau berbisnis mobil bagaimana bisa nyambung . Kenapa tidak dengan tuan Lee saja .Dia punya bermacam macam bisnis. Karna mereka perusahaan besar dari tambang batu bara Minyak Property dan Otomotif bahkan sampai perhotelan " kata Altaf.
" Tinggal bagaimana niat mu Mau bekerja sama dengan baik atau tidak. ?" kata Altaf
__ADS_1
" Entahlah bang aku malas bertemu dengannya .Karna dia rivalku . Dan kurasa aku ragu belum yakin bisa bekerja sama dengannya " kata Evan.
" Hahaha .......berarti kau yang bermasalah Van . Aku mengenal tuan Lee dengan baik sekali Kalau sudah sepakat Perusahaan akan jalan dan keuntungannya pun langsung dibahas. Karna dia bukan orang yang mencampur adukan urusan pribadi dan .pekerjaan Ada apa sebenarnya ?" kata Altaf yang duduk santai sambil memutar kursi kebesarannya.
Evan terdiam . Karna bila ia menceritakan semuanya Pasti lah Altaf menilainya salah. Karna bagaimana pun Maya istri sah tuan Lee Dan lepas dari itu . Evan sudah memanfaatkan Maya dengan kondisinya. Yang dari sisi kemanusian dia memang menolong Maya Tapi dari sisi antar Pria tetap tidak dibenarkan ..Karna Maya masih bersuami Dan suaminya tuan Lee..Lepas dia hilang ingatan atau tidak. itu bukan masalah Dan lagi pula Maya sudah menolak nya.
" Kenapa ?" kata Altaf mengernyitkan dahinya.
" Tidak , ini hanya urusan pribadi " kata Evan yang tak ingin Altaf tahu masalahnya.
" Baiklah itu urusanmu aku juga tak mau ikut campur Tapi masalah kerjasama itu sulit Van.. Aku tak menguasai bidang mu. Jadi maaf abang tak bisa bantu " kata Altaf .
" Yah .. baiklah aku bisa mengerti " kata Evan Yang terlihat lesu.
" Maaf abang tak bisa membantumu tapi. kita tetap keluargga. Aku bisa membantu mu lepas dari urusan bisnis " kata Altaf .
" Trimakasih bang ,tak jadi masalah .Aku yang salah disini Karna memang bisnis kita berbeda " kata Evan yang lalu pamit dan meninggalkan ruangan Altaf.
Altaf hanya mengelengkan kepalanya . Lalu menelpon Irvan adik iparnya yang lain.
" Halo bang gimana ?" kata Irvan
" Tadi Evan kesini apa perusahaan kalian ada masalah ?" kata Altaf.
" Ngak ngapain dia kesitu bang ?" tanya Irvan penasaran.
" Mau ngajak kerjasama ?" kata Altaf.
" Hah......... ngak salah bang , apa otaknya korslet sampai minta kerjasama sama abang " kata Irvan.
.
" Ada ada saja kau ini apa dia punya masalah " tanya Altaf.
" Iya bang lagi stres dia jadi pebinor " kata Irvan terkekeh...
" Hah...... astagfirullah al adzim " kara Altaf tak percaya. Dengan apa yang ia dengar
.
__ADS_1