Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 229 Pemaksaan


__ADS_3

Entah mengapa perasaan Nur menjadi gelisah. Ia banyak diam Menemani tamu sang kakek. Karna memang Nur tak begitu kenal.


Sedang kan sang umi membantu sang nenek di dapur. Untuk menyiapkan makan siang bersama tamu.


...............................


Malamnya Nur sempat menelpon sang suami.Dan minta izin menginap dirumah sang kakek. Dan itu jadi kesempatan Bima juga untuk menginap dirumah sang kakak.Karna istrinya tak pulang.


Tok.....tok.....tok......


Nur pun membuka pintu . Dan sang umi tersenyum lalu masuk kekamarnya.Dan Nur kembali menutup.pintu.


" Umi ada apa ?" tanya Nur heran karena sudah jam 9 malam.


" Umi ingin tanya apa Nur bahagia. Menikah dengan pria itu yang sudah merusak Nur ?" tanya umi menatap lekat Nur.


Deg......


" Umi ......Bima ngak salah umi. Dia juga korban. Dia melakukan itu tampa sadar. " kata Nur lirih.


" Tapi apa dia bisa menghidupi mu, apalagi kalian masih kuliah " kata umi Syifa.


" Umi....Bima sudah bekerja .Dia nyambi kuliah umi . Nur yakin dia bisa jadi suami yang baik " kata Nur .Yang yakin suaminya itu akan berjuang . Apalagi selama ini Nur diperlakukan dengan baik oleh Bima.


" Umi ngak yakin Nur, Nur menutupinya kan Agar terlihat baik baik saja" kata umi Syifa.


" Demi Allah umi. kami baik baik saja tampa ada kekurangan " kata Nur yang memang jujur. Tak ada apapun yang ia sembunyikan.


" Nur pasti sudah fasih berbohong. Karna bergaul bebas diluar sana kan. Tampa pengawasan umi dan abi " kata umi syifa.


" Umi......tidak begitu, Nur memang salah .Tapi waktu itu Nur memang tidak tahu Nur hamil umi " kata Nur terisak.


Brakk.............


" Kau harus bercerai Nur tinggalkan pria itu. Dan kakek akan menikahkan mu dengan Radit " kata kakek Nur.


" Papi ......tapi.....


" Kek.....Nur ngak mau. Nur sudah sayang sama Bima " lirih Nur terisak.


" Ingin jadi apa nanti keturunan mu hah ...!!..hidup dengan pria yang miskin dan tak jelas. Apa kau mau jadi gelandangan di jalan. Keluargga kita orang terhormat. Dan tak pantas dia bersanding dengan mu " Kata kakek Nur emosi


" Kek hanya Allah yang tahu pantas atau tidak jodoh manusia . Kita hanya berusaha kek " isak Nur yang tak mau berpisah dari Bima.


" Umi jangan pisahkan Nur dengan suami Nur mi .Nur sayang sama Bima . Bima juga sayang Nur " kata Nur.


" Ngak......tinggalkan dia , tanda tangani surat ini . Dan besok kita nikahkan dia " kata kakek Nur lagi.

__ADS_1


" Papi ....tapi ngak mungkin pi. Nur belum siap .Bahkan dia dalam kondisi hamil.


" Radit bersedia menutup aibnya.Dan akan menganggap anak itu anaknya" kata Kakek Nur.


" Tidak kek .....Nur tidak mau ..umi...." kata Nur yang mendekati sang umi yang juga terisak. Namun umi Syifa tak bicara apapun.


" Pi tinggalkan kami, biar Syifa yang bicara " kata umi pada sang papi.


" Pastikan semua selesai. Biar besok lusa ia bisa menikah. Karna lambat laun perutnya pasti membuncit " kata Kakek Nur yang pergi keluar kamar.


" Umi......Nur ngak mau umi. Biarkan Nur hidup dengan Bima umi" kata Nur mengiba.


" Tapi umi ngak yakin Nur. dia hanya lelaki Desa. Kakek mu sudah menyelidiki semuanya. Bagaimana nanti dengan anak anak mu . Dan masa depan mu." kata umi.


" Umi walau pun Bima orang desa tapi dia laki laki baik umi hiks.....hiks...."isak Nur .


" Bagaimana bisa kau bilang Dia baik setelah merusak mu hah.......membuat mu hamil " kata umi gusar.


" Tapi Bima sudah bertanggung jawab umi. Dia sudah jadi suami Nur." Kata Nur.


" Tangung jawab apa , Bahkan ia tak mengantarmu pulang " kata umi.


" Umi.......Bima bekerja dan juga kuliah mengertilah kondisinya umi. " kata Nur mengiba yang lalu bersujud di kaki sang umi..


" Jangan pisahkan kami umi.....umi. Nur sudah bahagia sama Bima. " kata Nur


" Tidak umi demi Allah . Bima lelaki yang baik dua juga anak pondok. Hanya takdir buruk yang membuatnya seperti pria buruk " kata Nur.


" Tidak umi tidak percaya....tanda tangani kertas ini. Dan pikir kan baik baik..Jangan pernah memanggil umi bila kau masih dengannya " kata umi .Yang mengambil ponsel Nur diatas nakas .Dan lalu beranjak melangkah menuju pintu.


" Umi....umi ..... isak Nur yang ingin menyusul sang umi.


Namun umi syifa langsung menutup pintu dan menguncinya. Dari luar membuat Nur makin menangis


" Aby.....tolong Nur...." tangis Nur pilu


" Umi buka ......Nur ingin pulang " kata Nur terisak.


Sedangkan disisi lain Bima sedang di ruang kerja Ryan belajar bisnis. Ditemani Ryan dan Kim yang sedang menata berkas berkas.


" Apa kau sudah siap Bim, berangkat lusa ? tanya Ryan.


" Insyaallah siap bang " kata Bima. walau hatinya terasa tak nyaman malam ini.


.................................


Setelah mengurus semuanya Bima pun akan berangkat besok bersama Nur. Bima dibantu Amin dan Andra untuk membereskan barang barangnya. Sedangkan pakaian Nur semua Bima. yang menatanya ke koper. . Karna Ia akan menjemput Nut nanti sore. Sekalian berpamitan pada orang tua Nur. Karna besok sore mereka harus berangkat.

__ADS_1


Sedangkan Amel terlihat sedih . ia sengaja datang untuk membantu Bima cs Bersama Mala. Yang ingin bertemu Nur untuk terakhir kalinya.


" Memang Nur ngak menghubungi mu Bim " tanya Amel .


" Kemaren sih sempat nelpon mel, tapi beberapa hari ini ponselnya ngak aktif makanya . Nanti sore aku mau menjemputnya " kata Bima.


" Kamu tahu alamatnya ?" tanya Amel.


" Kemaren Nur sudah mengirim alamatnya . Makanya nanti aku akan menjemputnya Dan sekalian pamit pada orang tuanya " kata Bima.


" Ya sudah kamu jemput aja. Mungkin hpnya lowbat. Atau ngak ada sinyal " kata Amel.


" Iya Mel " kata Bima yang cukup khawatir dengan istrinya itu. Tapi ia berusaha tenang dan baca istighfar Karna Nur pasti aman Dirumah orang tuannya.


Sedangkan Nur masih berada dikamar nya. Di rumah sang kakek .Matanya masih sembab . Karna ia masih dikurung uminya. Sampai Nur mau menandatangani surat cerai.


Nur memakan sarapannya dengan tenang . Karna tak mungkin ia mogok makan karna ada janin diperutnya.


" Ya Allah bagaimana ini. Pasti aby bingung mencari ku " kata Nur sedih.


" Aku harus pergi. Ya pergi dari sini apapun yang terjadi aku tak mau bercerai " kata Nur yang lalu meremas kertas perjanjian cerai diatas nakas.


Sejenak Nur berpikir, agar ia bisa keluar dari kamar . Karna hpnya disita sang umi. Jadi Nur tak bisa menghubungi siapapun.


" Ya Allah bantu aku " kata Nur berusaha tenang . Dan memikirkan jalan keluar.


Suara azan zuhur terdengar jelas. Nur pun buru buru sholat. Karna biasanya ada pelayan yang akan mengantarkan makanan dan itu kesempatan baginya untuk pergi .


" Ya aku harus pergi. pasti Bima sudah cemas menungguku " kata Nur dalam hati.


Ceklek........


" Nona ini makannya " kata pelayan itu hendak masuk .


" Masuk lah bi " kata Nur yang sudah bersiap lari. Seraya mengambil tas selempang nya..


Dan ketika pelayan menaruh makan siang Nur di meja.Nur bergegas keluar dan lari menuju pintu utama


" Nona nur ......." teriak pelayan itu....mengejar Nur


Namun Nur cepat cepat membuka pintu utama dan lari keteras.


" Nur ....jangan pergi" teriak umi... yang melihat Nur keluar berlari menuju halaman.


Nur pun tak perduli ia terus berlari. Yang tampa sengaja kakinya menyandung batu.


Bruk.......

__ADS_1


" Nur ......!!" .teriak umi melihat putrinya itu jatuh .


__ADS_2