
Maya membayar semua belanjaan anak anaknya.Semuanya total 15 juta itu ditambah 4 anak sahabatnya. Namun tak masalah bagi Maya yang jarang menggesek Black card pemberian suaminya itu.
" Ayo kita pulang " kata Maya yang langsung mengandeng Queen. Menuju mobil.
" Ayo semuanya naik " kata Desi yang senang karna tak jadi mengeluarkan uang.
" Makasih bu bos " kata Vani ketika duduk di sebelah Maya. Ketika sudah di mobil
" Iya May, trimakasih banget sampai ngak bosan traktir kita terus " kata Desi.
" Kan sekalian, lagian anak anak kalian juga ambil yang biasa. Ngak kaya anak anak gue " kata Maya.
" Lah itu jajanan di makan habis tuh, segitu banyaknya May " tanya Vani menatap Maya.
" Iya lah, kan memang dimakan , mereka memang sudah biasa milih yang begituan karna papahnya juga suka " kata Maya.
" Pantas orang itu kacang almond nya aja mahal Di tambah coklatnya mana tahan gue...beliin yang biasa aja " kata Desi. Yang tahu Maya lebih banyak uang.
" Tapi sekali kali kan ngak masalah Des, makan yang berkualitas bagus . Kacang almond itu bagus buat kesehatan. Dan juga kurma di tambah coklat . Anak anakku sering makan begitu karna itu menyehatkan dan juga untuk imun tubuh." kata Maya.
" Lho sih banyak duit , kita kan masih dibawah standar May. " kata Vani.
" Makanya tadi aku bayarin , biar ngak boros belanjaan lho, tapi untuk makanan carilah yang berkualitas biar anak kalian cerdas." kata Maya
" Biar mahal tapi menyehatkan, Aska itu sangat suka kacang almond sejak bayi susu almond dan juga ikan salmon. Bahkan coklat almond. Untuk semua makanan ngak pilih pilih . Tapi masalah cemilan anak anak ku cukup pemilih Des, Van. Karna itu membuat gue sana bang Ryan memberi arahan cemilan yang sehat dan kualitas pilihan " kata Maya lagi.
" Itu jelas May, orang laki lho juga dompetnya tebal. Bisa milih milih kualitas yang bagus. Kalo kita kan harus ngirit kalo yang mahal segitu May. " kata Vani
" Iya May , makanya kita kadang ngak berani boros boros takut uang jatah dari suami cepat habis.
" Setahuku suami kalian gajinya lumayan gede. kenapa ngirit.?" tanya Maya
" Iya kan juga buat nabung dan beli mobil May kan kita sudah ngak kerja. " kata Desi.
" Ya sudah lah syukuri aja . Toh suami kalian juga ngak pelit pelit amat kan " kata Maya.
__ADS_1
" Ngak May, cuma kadang kita masih ngasih mertua. " kata Vani. Yang juga masih perduli dengan mertuanya dan adik Didi.
" Ya syukurlah , Kalo masalah jajan pas bareng gue ngak masalah tinggal ambil kalo untuk anak anak. Asal ngak buat beli tas dan pakaian aja sih " kata Maya. Yamg memang tak pernah pelit mentraktir teman temannya.
" Ok, lain kali gue aji mumpung ah " kata Desi tertawa senang.
" Iya May, mbok bilang dari tadi kita jadi ambil banyak " kata Vani terkekeh.
" Cih.....telat " kata Maya tersenyum.
Sedangkan anak anak mereka pun asyik ngobrol. dengan teman nya masing masing. Sambil bercanda dan bercerita tentang sekolah.
.......................
Maya pun turun dari mobil sedangkan barang belanjaan anak anaknya di bawa kan Jhon langsung ke kamar anak anaknya. Sedang kan Desi dan Vani menumpang mandi di kamar belakang. Sambil menunggu para suami nya menjemput. Lagian mereka bisa bersantai dulu dan makan malam di rumah utama Lee.
" Mi enak ya, jadi bang Rey dan Bang Tan bisa belanja banyak . Dan ambil yang enak enak " kata Kelvin yang memasang bajunya sendiri.
" Makanya Rey harus rajin belajar dan sekolah yang pintar biar bisa punya uang banyak kaya Papah nya mereka " kata Desi menasehati.
" Iya Kan Papahnya bang Aska bos nya Papi. makanya kita bersyukur. bisa hidup enak kaya sekarang. jangan nakal sama Bang Aska dan Rey juga Tan. Karna tante Maya dan om Ryan sering bantuan kita " kata Desi menasehati Kelvin.
" Iya mi " kata Kelvin..Amara sini de ayo ganti baju nya " kata Desi.
" Iya mi, mi besok Amara mau ikut kak Queen lagi ya belanja kaya tadi. nih Amara dapat banyak bisa buat stock " kata Amara senang.Karna bisa bebas memilih.
" Ya tapi ingat jangan nakal dan rewel kalo ikut kak Queen " Kata Desi..
" Ya mah " kata Amara mengangguk
Desi tahu Maya sangat baik dan bahkan luar biasa baik. Itulah kenapa hidupnya beruntung. Karna terlalu baik dan berhati malaikat. Bahkan dulu ketika dengan Bayu Maya tak pernah mengeluh sama sekali. Kalo tidak Desi yang memaksanya untuk bercerita. Desi bersyukur bisa mempunyai sahabat seperti Maya yang melebihi saudaranya sendiri.
Dan kini Maya sudah hidup bahagia.Tapi Maya tak pernah lupa diri. Dan juga tidak sombong .Ia tetap rendah hati dan hidup sederhana. juga sayang pada orang orang terdekatnya.
..............................
__ADS_1
Di sisi lain Ryan baru saja bangun tidur setelah tadi malam sempat menghadiri pertemuan bisnis.
" Ya Allah aku kupa belum sempat telpon Maya " kata Ryan yang langsung menelpon istrinya dari tempat tidur.
Wajah Maya tersenyum melihat suaminya itu menghubungi dengan mode Vc dan masih dengan muka bantalnya.
" Kau sedang apa sayang " kata Ryan melihat Maya tersenyum.
" May baru selesai sholat bang, abang kok baru bangun ?" tanya Maya.
" Abang kangen sama May, tadi malam.abang belum sempat telpon .Karna langsung menghadiri pertemuan bisnis " kata Ryan.
Maya pun langsung tersipu malu mendengar rayuan gombal suaminya itu. Pipinya langsung terlihat memerah karna merona.
" Kenapa tuh muka jadi merah, sini biar abang cium " kata Ryan mengoda.
" Ih abang apa abang ngak ada kerjaan kok masih di tempat tidur." kata Maya.
" Sebentar lagi, abang mau santai sebentar setelah sarapan baru berangkat.
Ketika sedang asyik ngobrol Kim pun datang mengetuk pintu. Dan Ryan langsung membukanya. Kim datang bersama pelayan hotel untuk mengantar sarapan.
" Sayang sudah dulu ya, abang mau sarapan dulu. Salam buat anak anak I love you for you " kata Ryan tersenyum.
" Ya bang slamat menikmati. Semoga abang sukses slalu " kata Maya tersenyum.
Yang membuat Ryan memberikan kiss bye nya pada sang istri .Sebelum memutuskan hubungannya. Sedang kan Maya tersenyum bahagia. .Ketika suaminya itu bersikap manis dan romantis. Karna suaminya itu memang Pria yang romantis dan juga perhatian.
...........................
Sedang di sisi lain Lim sedang menyiapkan semua berkas tuan mudanya. Diaz yang melihatnya pun hanya bisa terdiam mematung. Karna Lim mengambil alih tugasnya. Atas kelalaian nya dalam pekerjaan.
" Kau tahu Yas , slama ini tuan muda sudah banyak memberi mu kesempatan . Tapi sepertinya kau slalu menyepelekannya.
" Kau tahu suatu hari kau akan menyesal sudah menyia yia kan semua ini " kata Lim tajam menatap Diaz.
__ADS_1
Diaz tak bersuara . ia diam seribu bahasa. Karna kini nasibnya tinggal bergantung pada keputusan bos nya.