
Dua bulan sudah berlalu.Kehamilan maya sudan memasuki bulan keempat. Tak ada kasih sayang dan perhatian dari suami.Namun itu membuat Maya bisa tegar.Bahwa ia harus bisa berdiri diatas kakinya sendiri. Bersyukur si cabang bayi tak rewel dan tak pernah minta apapun.karna mengerti keadaan sang ibu.Yang Membuat Maya tenang dan bekerja tampa beban.
" Ayo May pulang sudah sore " kata Vani yang tadi pulang menjemput Maya dengan motornya.Karna keduanya berjanji untuk bertemu. Didepan kantor Maya.
" Kamu harus nginap Vani biar seru, kita mampir mall dulu belanja makanan " kata Maya tersenyum sambil menuruni tangga.
" Ok , biar kita pesta kan trus Desi gimana?" Tanya Vani.
" Nanti dia nyusul katanya " Kata Maya .Yang sudah duduk di boncengan Vani.
" Ok kita belanja dulu ya " kata Maya.
" Yap, yuk " kata Vani yang menghidupi mesin motornya. Dan membawanya keluar dari parkiran kantor menuju jalan raya.
Keduanya sampai di mall yang mereka lewati. Lalu memarkirkan motor. Di halaman mall.
" Disini aja ya " kata Vani.
" Iya Van, i biar ngak jauh keluarnya" kata Maya.
Lalu keduanya pun berjalan masuk kedalam mall .Untuk belanja stok makanan untuk mengisi kulkas.
" May kalo masak steak bisa ngak ?" tanya Vani yang melihat tempat daging dikotak freezer mall.
" Daging apa ? yang mana ? " kata Maya yang mendekati Vani.
" Nih buat bikin steak daging yang biasa aja , gue pengen banget " kata vani yang meraih beberapa daging olahan.
" Terserah tapi nanti kita coba aja dirumah " Kata Maya. Sambil menuju tempat stok susu ibu hamil.
Maya pun memilih milih susu yang akan dia minum.Karna ia pun perlu gizi buat sang cabang bayi yang dikandungnya. Karna ia masih sanggup membelinya.Walau tampa dinafkahi Bayu.
" May nih sudah gue ambil dua bungkus " Kata Vani yang mendekati Maya sambil mendorong troli belanjaan mereka.
" Ok....sebentar aku pilih susu dulu ya Van" Kata Maya. Sambil melihat lihat susu yang berkualitas bagus.
Tampa sengaja mata Vani melihat Bayu. Dan maminya yang sedang belanja.
" May , bukanya itu Bayu dan maminya "kata Vani yang pernah bertemu mertua Maya waktu Maya menikah.
" Astaga gimana nih " kata Maya yang was was dan takut bertemu Bayu .karna tak ingin kembali. Pada Bayu juga maminya.
" Lho sembunyi gue awasi mereka, sambil belanja setelah selesai.kita pulang " kata Vani.
__ADS_1
" Ya Van " kata May, yang lalu berlindung Dan menjauh mencari barang yang lainnya.
Tak lama troli keduanya penuh.Vani pun mengawasi Bayu dan maminya.Sedang Maya di kasir sedang membayar belanjaan keduanya.
Setelah selesai keduanya pun cepat cepat pulang karna tak ingin bertemu dengan Bayu.
Dan tancap gas setelahnya menuju rumah Desi.
Hampir 30 puluh menit berkendara.Keduanya pun sampai di rumah Desi dengan selamat.
" Alhamdulilah nyampe" kata Maya mengusap dadanya lega.
" Huh....hampir saja " kata Vani yang juga ikutan lega karna tak bertemu suami sahabatnya itu.
Lalu keduanya pun masuk dengan membawa barang belanjaan yang cukup banyak.untung saja Vani memakai motor matic Jadi lebih mudah menggantung belanjaannya didepan.
" Masak dulu atau mandi ? " tanya Maya.
" Mandi dulu aja ,sholat lalu masak kan ada celemek " kata Vani
" Ok ..Aku duluan ya " kata Maya yang melangkah masuk kekamar.
" Ya tapi jangan lama ya May, gue kebelet nih" Kata Vani.
" Yah mana ada May, emang gue bayi " kata Vani terkekeh.
"'Ya kali Van, sana pipis dulu " kata Maya.
Akhirnya Vani pun buang air kecil lebih dulu.Sementara Maya menyiapkan pakaian gantinya.
" Gue pinjam baju lho ya May nanti " kata Vani yang baru keluar dari Kamar mandi .
" Ya sana tinggal milih" kata Maya yang masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Ok " kata Vani yang lalu membuka lemari Maya .Dan memilih baju yang hendak ia pakai.
Sedangkan di sisi lain Bayu mendorong troli belanjaan karna dia baru saja Gajian.Untuk mengisi kulkas dirumah bersama sang mami.
" Hai Bay, belanja " kata tetangga Bayu yang tak sengaja bertemu.tetangganya.
" Iya lho juga mar" kata Bayu tersenyum.
" Iya nih buat bini dirumah lagi minta belikan susu buat anak." kata Damar.
__ADS_1
" Banyak juga " kata Bayu melihat belanjaan tetangganya itu.
" Maya mana ? masin milih milih?" kata Damar bertanya.
" Gue belanja sama mami kok ,ngak sama Maya " kata Bayu tersenyum.
" Lho ku pikir sama Maya, tadi gue lihat dia belanja beli daging disana " kata Damar yang sempat melihat Maya.
" Hah kapan? " Kata Bayu kaget.
" Tadi gue pikir kalian lagi belanja berdua " Kata Damar.
" Oh ya sudah , gue kesana dulu ya " kara Bayu yang bergegas mencari Maya diantara para pembeli dan rak rak barang.
Bayu berputar mengitari setiap sudut. Namun tak menemukan Maya. Hatinya begitu gelisah mengingat istrinya itu yang tak mau lagi untuk hidup bersamanya dan memilih pergi.
" Kamu nyari siapa Bay?" tanya mami heran. Menatap putranya itu seperti mencari sesuatu.
" Maya mi, tadi belanja disini juga tapi sepertinya sudah pergi " kata Bayu lesu.
" Ish......kau ini , mana mungkin wanita kampung itu belanja di mall. Gajinya saja paling pas pasan " cibir mami.
" Mi bisa ngak mami berhenti bersikap egois, benar Kata Mba Bella mami sangat senang merendahkan orang lain " kata Bayu menegur sang mami.
" kau ini tapi memang benarkan Maya orang kampung" kata mami sinis.
" Iya mi, tapi Maya sudah kerja ngak mungkin ia berani belanja di mall kalo tak ada uang " kata Bayu yang membuat sang mami diam.
" Ya sudah ayo cepat pulang " kata mami yang kesal karna omongan Bayu.
Bayu pun lalu mendorong Troli menuju kasir. Hatinya terasa hampa hidup tampa Maya. Selama dua tahun bersama Maya tak pernah sekalipun ia mengajak Maya belanja.kini ia merasa sebagai suami yang gagal dan tak berguna.Bahkan sudah berdosa menyia yiakan Maya yang sangat baik hati.
Sampai di kasir Bayu membayar semua belanjaannya. Dilihatnya sepasang suami istri dan anak anaknya sedang belanja.Yang membuat hati Bayu merasa tercubit. Mengingat sikap kasarnya dulu pada sang istri .
..............................
" Wow kelihatanya enak tuh " Kata Desi yang baru pulang kerja. Yang langsung menuju dapur. Melihat kedua temannya memasak
" Iya dong, cepat mandi gih kita makan bareng bareng " kata Vani sambil menaruh sosis goreng.
" Iya Des kita bikin banyak kok, biar bisa buat nonton juga " kata Maya tersenyum.
" Wah asyik dong , ya sudah gue mandi dulu ya " kata Desi yang berlalu menuju kamarnya.Dan membersihkan diri.
__ADS_1
Tak lama kemudian Desi sudah keluar mengunakan baju rumahan. Menuju dapur dimana Maya dan Vani sedang menata makanan di atas meja.