
Maya pun langsung menganti baju bayi Queen setelah memasang popoknya. Ryan yang memperhatikan Maya tersenyum melihat istrinya itu sabar melayani semua anak anaknya dengan satu persatu.
" Apa mereka sudah mandi " tanya Ryan yang melihat bayi Queen sudah cantik dan wangi.
" Iya bang sekalian mandi tadi buang hajat sama bang Rey juga Jadi Maya mandikan sekalian saja ." kata Maya yang lalu selesai memasang baju bayi Rey.
" Trimakasih sayang , sudah merawat mereka dengan baik " kata Ryan yang duduk melihat ketiga bayi itu.
" Bang ini sudah kewajiban Maya, abang tak perlu bertrimakasih " kata Maya yang meratap wajah suaminya.
" Tapi abang bangga sama istri abang ini " kata Ryan yang mengusap kepala sang istri
Maya tersenyum. Maya tahu Ryan sangat mencintainya. Dan mungkin itulah ungkapan hatinya yang ingin ungkapkan Ryan. Yang membuat Maya terharu. Karna suaminya itu sangat perhatian dan juga tulus dalam setiap perkataannya. Maya tak menampik ia kadang cemburu kalo ada wanita lain dekat dengan suaminya. Karna Maya sangat mencintai suaminya itu dan kadang ia takut kehilangan Ryan. Walau dia tahu Masa lalu Ryan . Namun Ryan benar benar sayang padanya. Dan itu yang membuat Maya punya ikatan kuat pada sang suami.Karna Maya pun mencintai Ryan bukan karna uang dan jabatannya Tapi karna kebaikan dan perhatian Ryan yang sangat romantis.
" Abang ngak kerja hari ini " tanya Maya yang lalu duduk disebelah Ryan. sedangkan si kembar tersenyum bermain.
" Tidak mungkin besok, abang masih kangen ngobrol sama opa dan mami .Juga anak kembarnya papah ini " kata Ryan yang menatap ketika bayi itu berceloteh.
" Ya sudah, titip mereka ya bang .May mau mandi dulu sekalian ngantar kotoran si kembar untuk di laundry " kata Maya tersenyum.
" Baiklah ....biar papah main dulu sama kalian, mamah mau antar bekas eo siapa tadi yang bau hayo " kata Ryan yang mengajak si kembar untuk berinteraksi. Membuat Maya tersenyum. Lalu membawa keranjang baju kotor keluar kamar.
Ryan pun menatap dan mengelus ketiga anaknya dengan kasih sayang. Ia tak menyangka bisa melihat anak anaknya lahir dengan sehat. Apalagi sekarang sudah mulai berisi setelah seminggu. Membuat Ryan bersyukur bahwa istrinya bisa melahirkan normal dan lebih cepat pulih. Setelah merawatnya selama ia lumpuh.
" Sudah bang , abang ngak mandi " kata Maya yang sudah terlihat cantik
Ryan pun langsung mengecup bibir Maya dan **********.Membuat Maya langsung gelagapan karna ulah suaminya itu.
" Sudah mandi sana " kata Maya tersenyum. Sambil menahan tubuh Ryan ketika semakin liar. Karna suaminya itu sedang berpuasa..40 hari.
" Iya abang mandi dulu ya . Maaf abang tak bisa menahannya " kata Ryan tersenyum.
" Mhem ......" dehem Maya. Yang tersenyum.
Ryan pun lalu meninggalkan Maya . Dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Maya hanya mengeleng kan kepalanya mengingat hasrat suaminya itu. Tapi Maya bisa mengerti dan memaklumi sikap suaminya itu.Karna bagaimanapun Ryan butuh pelampiasan.
Maya pun menyiapkan pakaian Ryan untuk dipakai.Dan meletakkannya diatas kursi
Ceklek.......
__ADS_1
" Apa tadi waktu kebelakang mami sudah bangun sayang " tanya Ryan yang memasang pakaian nya.
Maya pun menoleh. sambil tersenyum menatap suaminya itu lagi mengenakan pakaiannya.
" Belum.bang mungkin sebentar lagi " sahut Maya. Seraya menunggui anak anaknya yang berinteraksi antar saudaranya sendiri.
" Mereka lagi apa " kata Ryan yang lalu mencium pucuk rambut Maya. Yang terlihat cantik makai dress putih.
" Lihatlah mereka sedang ngobrol bang , entah apa yang mereka obrolin ." kata Maya yang memperhatikan ketiga bayi kembar itu tampa rewel
" Hai kalian sedang apa ya, main kok ngak ngajak papah dan mamah " kata Ryan menyapa si kembar yang menoleh pada sang papah. membuat ketiganya heboh fan menggerakkan tangan dan kakinya.
" Hehehe......mereka lucu yang bang , mungkin mau ngomong ikut ikut " kata Maya terkekeh.
" Mereka sedang mengenali wajah abang dan wajah mamahnya..Lihatlah Tan mulai bergerak lincah " kata Ryan tersenyum. Melihat tingkah si kembar.
Maya pun tersenyum . Karna bayi kembarnya tidak rewel dan juga jarang menangis . Paling ketika lapar saja. Yang membuat Maya merasa nyaman dan tak ribet walau punya anak kembar tiga sekaligus.
Maya terlihat cantik ketika menoleh.
" Apa istri abang sudah sarapan, ingat jaga kesehatan. karna mereka bertiga bisa menyedot habis nutrisi mu sayang " kata Ryan.
" Tadi sebelum mereka bangun May sudah minum susu bang dan juga makan roti ,habis ini baru sarapan " kata Maya.
" Ya sudah nanti abang bawakan kesini sarapannya ya " Kata Ryan menatap lekat istrinya.
" Ya bang trimakasih " kata Maya tersenyum.
Lalu Ryan pun keluar untuk sarapan bersamaan dengan sang mami yang masuk ke kamar Maya untuk melihat si kembar.
" Mau sarapan ?" tanya mami pada Ryan.
" Ya mi, apa mami mau melihat si kembar ?" tanya Ryan balik bertanya.
" Ya dong Mami pengen cubit cubit pipi mereka " kata mami yang lalu melewati Ryan begitu saja.
Sedangkan Ryan hanya mengelengkan kepala. Karna tahu pastinya cucu cucunya pasti lebih utama bagi sang mami ketimbang sarapan pagi bersama.
__ADS_1
Ryan pun lalu melangkah tampa ekspresi. Ketika diruang makan rupanya ia sudah ditunggu sang opa dan juga Frans dan keempat asistennya dan juga asisten Frans.
" Kau jadi menginap rupanya " kata Ryan lalu menarik kursi. Menatap ke arah Frans.
" Iya lah kan ada opa, Frans masih kangen sama opa " jawab Frans datar.
" Ayo kita sarapan, karna tuan rumah nya sudah datang " kata opa Yang lalu mengambil roti lapis strawberry lebih dulu.
" Slamat menikmati opa, semoga betah tinggal disini " kata Ryan.
" Opa betah disini karna cicit cicit opa jadi hiburan bagi opa " kata tuan Choi tersenyum.
" Apa mereka sudah bangun semua " tanya tuan Choi pada Ryan.
" Mereka sudah tampan dan cantik .Bahkan lebih dulu bangun dari papahnya " kata Ryan seraya mengambil sandwich kesukaannya.
" Tapi mereka sangat mengemaskan tuan besar " kata Lim yang juga menyukai anak kecil.
" Anakmu ada berapa Lim ?" tanya Alex menatap Lim.
" Dua semuanya laki laki" kata Lim santai seraya mengunyah sarapannya.
" Hah .......sejak kapan kau menikah Lim bukannya kau jomlo akut " kata Frans kaget.
" Seharusnya sebutan itu pantas buat tuan Gee saja. Karna punya istri tapi hidup sendiri. Dan lagi pula sampai sekarang masih belum punya momongan apa tuan belum mahir juga " kata Lim mencibir Frans.
Hahaha.....tuan Choi pun langsung tertawa mendengar sindiran Lim untuk Frans.
" Kau betul Lim, masa kalah sama Alex dan Didi dan Kim kini menyusul .Masa Mey belum kunjung hamil .Jangan jangan kalian berdua tak ngapa ngapain cuma saling pandang saja. " Ledek Ryan ikut meledek.
" Iya Frans kenapa Mey belum hamil, padahal kalian sudah lama menikah " kata tuan Choi menengahi.
" Aku curiga jangan jangan kau ........." kata Lim
" Apa !! " kata Frans melotot.
Membuat semua tertawa .Karna Frans melotot kan matanya pada Lim. Yang membuat semua geli yang melihatnya. Bahkan Ryan sampai bengong.
* nih Ryan heran menatap frans*"""
__ADS_1