Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 187 Tan Tinggal Maya Bingung.


__ADS_3

Ryan tak bisa berkata apapun mengenai harta peninggalan sang kakek. Namun itu sudah menjadi haknya mewarisi peninggalan sang kakek.Karna ia adalah cucu satu satunya. Tapi kini Ryan harus membagi semua itu untuk keempat anaknya. Dan ada hak untuk mendapatkan jatah masing masing.


" Pah " kata Aska yang menyenggol tangan sang papah ketika mereka mengamati barang barang peninggalan sang kakek.


" Harus ada yang mengurus semua ini , antara kalian bertiga. Kalo papah pulang . Disini akan ada yang akan tinggal. " kata Ryan. Seraya menatap ketiga putranya.


" Hah trus ....apa kita akan berpisah pah" Tanya Rey.


" Iya. Karna papah masih mengurus yang Di indonesia. Jadi suatu saat Aska akan meneruskan yang di Dubai .Dan Rey di jakarta. Tan kau yang orang yang pertama menemukan ini .Jadi maukah kau menetap disini menjaga oma dan opa buyut mu " Tanya Ryan menatap putra bungsunya itu.


Tan terdiam. Karna memang ia tak bisa jauh dengan sang papah dan mamahnya. Namun seiring nya waktu ia semakin besar dan juga sekolah. Dan juga ia penerus keluarga Lee.


" Iya Tan mau " kata Tan. Lalu menatap kedua abangnya.


" Baiklah ayo kita keluar. kita akan bicara masalah laki laki dan pendidikan kalian " kata Ryan.


Walau ketiganya masih kecil namun Maya bilang sejak dini lah ia harus bersikap tegas untuk mendidik anak anaknya. Dan Kini Ryan juga harus bisa menentukan langkah langkah apa selanjutnya Mengingat sudah 4 bulan mereka -disini. Dan minggu depan Ryan berencana pulang ke indonesia


Mereka pun lalu keluar dari ruangan rahasia itu.Lalu ngobrol di kamar sang opa. Yang sudah menunggu mereka. untuk mengatakan apa yang mereka temukan. Tentang warisan keluargga Lee yang tersimpan rapi di ruang rahasia.


" Jadi Tan akan tinggal disini .bersekolah disini " tanya opa Choi.


" Ya opa Tan akan tinggal disini " kata Tan yang memilih tinggal. Walau berat akan rindu keluargga dan saudaranya. Tapi ada hal yang ingin dilakukannya.


" Tan memilih tinggal disini opa, Dan itu keputusan yang bagus. Ryan percaya Steve akan bisa mengajarinya dengan baik .Dengan dikawal Chow." kata Ryan.


" Itu bagus nak, biar kan anak anakmu tumbuh mandiri. " kata opa Choi.


Sedangan nanti Aska dan Diaz akan menangani yang di Dubai. Dan Rey akan mengurus yang di Amerika dengan Lim . Dan biarkan Queen yang di jakarta. " kata Ryan memutuskan semua pembagian perusahaan . Agar anak anaknya tak meributkannya suatu hati nanti.

__ADS_1


" Itu bagus jadi mereka bisa belajar cepat " Kata opa . Yang tahu. Slama ini mereka kewalahan mengurus perusahaan yang semakin berkembang.


" Iya opa " kata Ryan. Sedang ketika anak anaknya hanya diam.


................................


Sedangkan Maya yang mendengar keputusan Tan cukup kaget . Karna anaknya itu masih kecil dan perlu bimbingan juga arahan.


" Bang Tan masih kecil bang , kenapa dia harus tinggal. " kata Maya protes .karena belum bisa berpisah dengan Tan.


" Bukan kau bilang kita harus melatihnya dari sejak diniJadi ini lah saatnya " kata Ryan.


" Tapi bang ...Tan masih 3 tahun belum mengerti apa apa " kata Maya khawatir.


" Ada mami dan opa disini May, lagian kita akan menengok Tan kapan pun kau mau. Dan Aska akan dikirim ke Amerika bersekolah disana setelah umurnya 7 tahun bersama Rey. " kata Ryan. Yang ingin anak anaknya mandiri.


" Tidak, lebih cepat lebih baik sayang dan Queen juga tidak terlalu manja pada abang abangnya. " kata Ryan.


Ada raut sedih di wajah Maya. Dan Ryan tahu itu. Tapi Tan sendiri sudah memutuskan ingin tinggal. Dan menemani omanya dan juga opa buyutnya.


" Jangan sedih kau bisa menelponnya tiap hari untuk memantau putramu " kata Ryan .Yang tahu Maya akan merasa sedih karna dipisahkan dengan anaknya.


Bagaimana tidak Tan masih kecil dan masih perlu perhatian dan juga kasih sayang. Dan Maya akhirnya meminta saran pada sang mertua. Agar Maya mantap meninggalkan putranya itu.


.........................


" Menurut mami Maya benar Ryan , nanti ketika mereka berumur 7 tahun kau bisa membawanya kesini. Karna Tan masih balita


Dan juga perlu bimbingan mamahnya. Untuk karakter nya " kata mami ketika mereka di ruang makan.

__ADS_1


" Tapi Ly , itu bagus dia bisa menyesuaikan diri lebih cepat " kata opa Choi.


" Bukan begitu opa, mereka belum bisa membedakan yang baik dan buruk. Jadi nanti ketika bersekolah saja Tan akan kesini " kata Maya keberatan


" Iya Maya benar Ryan, Mami setuju. Karna itu akan lebih mudah tahu sifat dan kepribadian anak anakmu. " kata mami yang juga tak mau cucu cucunya itu hilang kendali. Dan hidup bebas sejak dini.


" Baiklah Ryan akan pikir ulang " kata Ryan yang akhirnya tak ingin egois mengingat istrinya akan sedih karna keputusannya.


Akhirnya opa pun ikut setuju. Karna bagaimanapun Tan masih kecil .Masih ada waktu untuk mendidiknya dengan baik. Dan menentukan jati dirinya sebelum ia bersekolah.


Setelah dua hari berpikir. Akhirnya Ryan pun memutuskan akan mengirim Tan nanti ketika berumur 7 tahun Dan begitu juga dengan Aska dan Rey yang akan bersekolah asrama.


...........................


Setelah waktu berjalan Ryan pun pulang bersama keluargga kembali ketanah air. Dan itu tak di sia sia kan Maya Untuk berkumpul dengan anak anaknya. Mulai saat itu. Maya tak lagi memanjakan Queen karna .putri bungsunya itu juga harus bisa mandiri. Di tambah ada Via yang slalu jadi temannya. Putri tertua dari Vani dan Didi.


" Wah susah juga ya May punya warisan banyak kudu anak jadi korban yang mengurus" kata Desi ketika mendengar Maya curhat. Tentang permadalahannya.


" Ya gimana lagi Des, toh mereka juga mau tak mau harus menerimanya. Apalagi anak laki laki harus bertanggung jawab dan Mandiri " kata Maya.


" Iya benar itu May, Masa perusahaan harus di pegang orang lain .Dan itu awal mereka berlatih untuk jadi pemimpin yang baik " kata Vani .Yang tahu pasti sahabatnya itu istri seorang pengusaha sukses.


" Ya kalo gitu di syukuri aja May , kami aja yang asisten bos .Hidup lumayan menanjak sekarang apalagi dirimu. Pastinya akan memegang semua warisan . Tak kan mudah mengelolanya kalo tidak dari sejak dini. Bisa bangkrut dan hidup melarat. Padahal tuan Lee sudah bekerja keras membangunnya bersama para asistennya " kata Desi.


" Iya May, sampai rela mengejar proyek yang mengakibatkan kakinya lumpuh " kata Vani yang ingat suaminya dan tuan Lee mengejar Proyek besar yang menambah pundi pundi keuangan mereka.


" Iya Van gue tahu. Tapi kadang aku ngak tega pada anak anak ku. " kata Maya.


" Sebab itu lah mereka harus di didik dari sekarang May. Biar nanti berpisah dengan lho ngak kaget kaget banget " kata Desi.

__ADS_1


__ADS_2