
Maya merapikan semua mainan Aska bersama Nia. Sedangkan Ryan menepuk nepuk pelan bokong Aska agar tertidur.
Nia terharu melihat kebahagiaan majikannya itu. Dan Nia merasa iri. Ia berharap suatu hari nanti Bisa bertemu dengan orang yang benar benar mencintainya.
" Sudah tidur bang " tanya Maya mendekati Ryan ketika semuanya sudah beres.
" Sudah , dia capek banget kaya nya hari ini. Tapi juga senang " kata Ryan yang beranjak dari ranjang.
" Ya sudah , Nia ibu sama bapa balik kekamar ya. Kamu juga tidur sudah malam " kata Maya
" Ya bu " kata Nia yang memang tiap malam tidur bersama Aska cuma pisah ranjang. Hanya siang ia tidur dibelakang. karna sekamar dengan Mumun .Keponakan bi Marni
Setelah Maya dan Ryan keluar. Nia pun langsung menutup pintu dan menguncinya. Sedang Maya dan Ryan masuk kekamar dan juga tak lupa menguncinya.
" Bang besok Desi dan Vani mau kesini " kata Maya .Seraya melirik Ryan yang berbaring diranjang.
" Ya ngak pa pa " kata Ryan.
Maya pun lalu menganti pakaiannya dengan baju tidur putih polos .Sedangkan Ryan hanya memakai kaos putih biasa yang menjadi favorit baginya kalo tidur hanya memakai kaos putih atau bertelanjang dada.
" Bang minggu depan kita cek up lagi. Abang yang antar atau Maya sama ibu " kata Maya bertanya
" Sudah mau empat ya, sama abang saja .Biar abang lihat si kembar " kata Ryan mengusap perut Maya
" Mereka sudah mulai aktif bang, sedikit sedikit bergerak " kata Maya
" Ya mereka tahu papahnya yang mengelus " kata Ryan yang menyusupkan tangannya ke perut Maya dan menyentuh perut Maya.
" He he...tuh mereka bergerak lagi" kata Ryan
" Ya bang , pasti mereka lucu lucu nanti Maya ngak sabar melihat mereka lahir " kata Maya
" Abang juga " kata Ryan. Yang lalu mengelus gelus perut Maya.
" Bang " kata Maya yang yang memeluk suaminya.
" Hem kenapa?" tanya Ryan mengelus pipi Maya pelan .
" Ngak pa pa Maya hanya ingin dipeluk abang" kata Maya. yang menyusupkan kepala ya ke .dada Ryan.
Ryan pun memeluk tubuh Maya dalam dekapan. Lalu keduanya memejamkan mata.Mengarungi mimpi indah bersama.
.................................
Jam 4 dini hari Maya sudah terbangun. Lalu beranjak dengan perlahan.
" Ugh...... sudah jam berapa sayang ?" tanya Ryan yang ikut terbangun.Sambil menggeliat.
__ADS_1
" Jam 4 bang yuk sholat dulu baru tidur lagi " kata Maya yang mencium bibir Ryan.
" Baiklah ayo " kata Ryan yang ikut beranjak dari ranjang.
Keduanya pun berwudhu lalu sholat.Ryan sudah bisa menjadi imam.Ia banyak belajar dari istrinya. Walau pelan tapi pasti.
Setelah selesai Maya membereskan sajadah dan rukuh nya. .Sedang kan Ryan kembali keranjang merebahkan dirinya.
" Sini " kata Ryan ketika istrinya itu duduk merapikan rambutnya.
" Ngak usah dirapikan juga tetap cantik " kata Ryan mencium pipi Maya.
" Tapi kan kusut bang " kata Maya.
" Ngak lah " kata Ryan yang lalu menarik tubuh Maya ke ranjang. Keduanya pun bercanda sambil tertawa bersama.
" Hahaha geli bang " kata Maya Yang di cium Ryan dileher.
" Masa biasanya ngak tuh " kata Ryan mencium bibir Maya.
" Iya biasanya abang ngak gitu kan dikecup " kata Maya.
" Hehehe....mau" kata Ryan mengoda.
" Tahu ah Maya ngantuk " kata Maya yang menyandarkan wajahnya di bahu Ryan..
" Abang ih...." kata Maya.Wajahnya berubah jadi merah jambu.Membuat Ryan gemas pada istrinya itu.
" Hahaha ............abang mencinta May " kata Ryan yang mengusap usap kepala Maya.Sambil mencium pipi istrinya itu.
"Mau ngak " kata Ryan mengoda Maya lagi.
" Abang apaan sih bang " Kata Maya. Tersenyum pada suaminya yang mulai mesum.
"He...he....abang bercanda kok " kata Ryan tapi tangan masuk menyusup ke dalam baju Maya melepaskan pengait bra Maya.
Yang membuat Maya kaget. Karna ulah suami usil nya itu .Lalu menatap manik mata Ryan dalam. Ryan tersenyum lalu mengecup bibir mungil istrinya itu.dan **********.
" Kau tahu sayang, setiap abang memelukmu. Ada rasa bahagia yang abang rasa kan. Dan itu jadi vitamin bagi abang" kata Ryan jujur.
" Maya juga bang , Maya sayang abang .Maya berharap kita sampai kakek nenek ya bang " kata Maya yang lalu memeluk Ryan
" Aamiin....mudahan rumah tangga kita berjalan lancar tampa rintangan " kata Ryan yang mengecup lagi bibir Maya.
" Aamiin .....May slalu menyayangi abang " kata Maya yang membalas kecupan Maya.
__ADS_1
Ada sejuta bunga yang bertaburan menyirami hati Maya. Karna ia sangat bahagia sekarang hidup dengan Ryan. Pria yang sangat mencintainya dan ia juga mencintainya sangat dalam. Maya bersyukur dan merasa orang yang paling beruntung . Bahwa kini ia benar benar merasakan manisnya cinta . Cinta yang sesungguhnya. Dan ia tak ingin berpisah walau maut memisahkan.
Ryan mendekap Maya erat . ia sangat bahagia bisa memiliki istri yang baik dan perhatian.Juga penyayang . Bahkan Ryan tahu istrinya itu berhati malaikat. Kini ia merasakan rasa cinta yang tumbuh menjadi semakin kuat. Apalagi ada ikatan diantara keduanya .Yang membuat Ryan tak bisa berkata apa apa . Hanya bisa merasakan. Bahwa Maya sangat mencintainya dan ia pun sama.
Kedua nya pun memadu cinta. Walau suma sekali tapi dengan durasi yang sangat lama. Membuat Ryan puas dan nikmat yang berlipat lipat.
" Kau lelah "tanya Ryan yang mengusap wajah Maya setelah pelepasan.
" Ngak bang cuma ngantuk " kata Maya
" Tidur lah sebentar. " kata Ryan yang mengecup bibir Maya lalu tidur sebentar dengan saling memeluk satu sama lain
...................................
Sedang Aska asyik bermain bola dengan Bima di taman. Karna mamahnya tidak kekamar Aska tahu pasti mamahnya belum bangun. Aska hafal dengan kebiasaan sang mamah tiap pagi.
" Ayo tendang " kata Bima.
" Ya.......ye........teriak Aska senang bisa menendang bola walau tidak jauh.
" Ye.. Aska hebat...." puji Bima seraya mendatangi Aska
" Ayo lagi " kata Bima lalu mengantar bola ke depan Aska.
" Tunggu Om kesana dulu " kata Bima berjalan menjauh sedikit.
.
" Udah ?" tanya Aska .
" Siap ...ayo tendang...." kata Bima.
" Cia........ ye masuk " kata Aska senang .
" Bagus masuk " kata Bima .
" Hore........!!" teriak Aska sambil bergoyang membuat Bima terkekeh.
Keponakan dan om itu pun asyik bermain sampai puas. Setelah itu mereka berenang. Maya yang sudah rapi ketika habis mandi .Langsung mencari Aska ke belakang . Karna putranya itu sangat senang bermain dibelakang .Apalagi tamannya cukup nyaman untuk tempat bermain.
Setelah melihat Aska bersama Bima . Maya pun tenang . Lalu kedapur untuk membantu bi Marni menyiapkan sarapan pagi.Karna suaminya sedang mandi dan bersiap siap untuk ke kantor.
" Non rotinya apa mau di nambah " Kata bi Marni yang membuat roti bakar dengan isi bermacam Varian.
" Cukup bi, ini sudah banyak kok " kata Maya yang menatanya diatas piring. Menyiapkan untuk suaminya.Yang sedang bersiap di kamar.
Sedangkan disisi lain Lola sedang berusaha menelpon Ryan.Namun Ryan yang lagi berpakaian hanya menatapnya saja tampa perduli.
__ADS_1