
Nur pun lalu membaringkan badannya di kasur. Entah mengapa Nenek nya itu riba tiba marah padanya . Tampa sebab yang jelas Membuat Nur bertanya tanya.
Amel dan Mala yang duduk menemani Nur hanya bisa diam sambil mengusap punggung Nur.
" Sabar ya Nur " kata Amel .
" Ya Mel, aku cuma ngak nyangka umi begitu cepat pergi " kata Nur .Padahal ia sempat pulang namun uminya belum kembali Dari tempat besannya waktu itu Ketika hendak menginap bersama Bima kamarnya malah dipakai sepupu jauhnya.
Amel dan Mala. menemani Nur sampai pagi. Dan Nur bangun ketika Atiqah membawakan makanan untuknya.
"' Ayo kalian makan dulu " kata Atiqah kakak iparnya
" Iya Kak trimakasih " kata Nur yang duduk lemas dibantu. Amel dan Mala
" Kak kenapa Nenek marah dan begitu benci nya pada Nur. Nur salah apa? " kata
Nur menatap kakak iparnya itu yang mengendong Ali keponakannya yang kini sudah berumur setahun.
" Entah lah Nur kakak juga ngak tahu " kata Atiqah yang tak mau membebani adik iparnya itu.
" Kakek bangkrut Nur , rumah semua aset dijual Nenek dan tante tinggal disini Sedang kan kakek dirumah paman. Mereka ingin minta tolong umi dengan mendekatimu pada Bima Untuk kembali membangun perusahaan Tapi umi dan Abi menolak keras. Hingga kakek dan nenek marah..Tapi ketika tak punya tempat tinggal mereka datang kesini. Dan sempat ribut sama umi. Karna mereka meminta menjual tanah milik abi. Tapi Umi menolak bukan tak mau membantu. Tapi karna itu memang bukan hak umi. Dan abi juga sudah membantu sebisanya. Karna mereka bilang percuma punya menantu kaya tapi tak bisa membantu keluarga . Abi tak mau ribut karna tak ingin ada masalah. Jadi abi memilih diam tak memberitahukan kalian
karna abi merasa ngak enak meninta bantuan de Bima " kata Salman bercerita.
Yang membuat Nur terisak mendengar cerita kakaknya. " Kenapa mereka begitu kak Padahal kan Nur bisa membantu kalo Nur tahu Dan kita bisa bicara baik baik Bukan cara memaksa. Kasihan umi tertekan dan Nur jadi salah paham " kata Nur
" Sudah ngak usah sedih ini takdir. Nanti setelah umi di makam kan Nur sama Bima menunggu abi saja dirumah sakit ya " kata kak Salman . Yang takut Nur di musuhi sang Nenek Jadi Salman ingin Nur menjauh dulu . takut terjadi apa apa bila ia dan Bima tak mengawasinya..
" Iya kak , biar Nur jaga abi " kata Nur lirih.
Sedang Atiqah hanya diam. Begitu juga Amel dan Mala .Yang tak mau ikut campur urusan keluargga Nur..
Siang itu Umi Nur dimakam kan ..Ryan dan Maya juga Alex Desi dan Didi juga Vani datang untuk melayat. Mereka mengucap kan belasungkawa. pada Nur dan juga keluarga yang Lain Nur tak pernah jauh dari Amel dan Mala. Karna Bima minta pada Kedua teman nya itu untuk menjaga.
__ADS_1
Nur. Apalagi kondisi Nur yang sedang hamil tua. Untungnya Mala dan Amel sedang menunggu waktu wisuda . Jadi mereka bisa libur. Dan Amin juga Andra mengizinkan mereka . Karna memang mereka sudah lama tak bertemu Nur.
********
Sorenya Nur langsung kerumah sakit bertukar posisi dengan Altaf yang mengurus pengajian selama tiga hari
Di rumah ustad Rahman .Sedangkan abi nya masih belum sadar Namun tadi.pagi sudah melewati masa kritis
" By ..." kata Nur ketika duduk menunggu abi nya yang masih terpejam.
" Sabar ya Nur " kata Bima yang merangkul. Nur . Dan mengusap kepalanya ketika selesai membacakan Alquran untuk abi nya.
" Apa abi bisa bangun by ?" kata Nur lirih dengan mata sembab.
" Insyaallah kita hanya berusaha .Dan berharap yang terbaik " kata Bima Yang sempat memindahkan ayah mertuanya itu
Di kamar vvip . Agar Nur bisa sambil tiduran menjaga sang abi. Karna tadi pagi baru saja mulai membaik.
" Aby dari mana?" kata Nur
Begitu juga Amel dan Mala " kata Bima.
" Ya by " kata Nur . Lalu membenahi selimut ,abi nya.
Bima cukup lega. Karna Nur sudah bisa iklas dan menerima kepergian uminya.
Yang Bima takut kan Nur tertekan dan berpengaruh dengan janinnya. Namun melihat kondisi Nur . Bima cukup.lega. Dan bila terjadi kontraksi mereka tak repot lagi kerumah sakit Karna mereka sudah siap Dan Nur sudah dirumah sakit sambil menjaga abi nya.
" Nanti kalo kak Maya kesini , aby pulang dulu ya mengambil baju baju Nur dan pakaian bayi yang sudah siap untuk dibawa kesini " kata Bima.
" Iya by " kata Nur. yang menatap mata lelah suaminya itu. Karna sibuk wara wiri membantu kakaknya ..Untuk mengurus keperluan pengajian dan yang lainnya.
" Ya sudah sini kita istirahat aby ngatuk mau tidur sebentar " kata Bima
__ADS_1
" Ya tidurlah by nanti Nur bangunkan " kata Nur Yang membiarkan suaminya istirahat . Dan tidur di atas ranjang tunggu
Nur menatap iba pada suaminya itu. Sambil mengusap pelan wajah abi nya dengan handuk basah.
" Nur ....." panggil abi yang sadar melihat putri nya itu.
" Abi ..... alhamdulilah abi sudah sadar" kata Nur senang. Yang lalu mengambil air mineral Dan memberi kan sedotan Lalu memberikan nya pada abi nya agar abi nya bisa mengisap nya perlahan.
" Bima dimana nak " kata abi .
" Bima sedang tidur bi, kami yang menjaga abi disini . Bergantian sama bang Altaf " kata Nur
" Terima Kasih sayang " kata abi yang lalu memegang pipi Nur pelan. Lalu menoleh pada Bima yang tertidur di atas ranjang
" Nur nggak usah pulang dulu Ke rumah abi .Tinggallah di rumah Bima. Disana ada Nenek Dan mereka meminjam kamar Nur untuk sementara waktu " kata Ustad Rahman .Menatap wajah sembab putrinya.
" Iya bi " kata Nur. Sambil mengengam erat tangan abi nya. Dan air matanya mulai menetes lagi.
" Jangan menangis umi mu sudah bahagia di sana . Dia titip abi untuk menjaga Nur " kata abi lirih .
" Iya abi " kata Nur yang lalu terisak dan menangis di dada abi nya. Sedangkan abi nya mengusap kepalanya. yang ditutupi jilbab
Ustad Rahman lalu tersenyum bisa melihat putri satu satunya itu. Yang kini sedang hamil besar . Membuatnya terharu karna kini ia akan menambah cucu lagi. Sebenarnya ia dan istrinya akan pulang besok Tapi karna sang mertua memintanya pulang Terpaksa Rahman kembali Tapi takdir berkata Lain Dijalan mereka mengalami kecelakan . Dan ia sempat memangku jasad istrinya sebelum pingsan.
Dan dibawa kerumah sakit
Tok....tok....tok...
Nur pun bangun dan menghapus air matanya ketika mendengar suara pintu diketuk
" Sebentar ya bi " kata Nur yang beranjak lalu menuju pintu
Ceklek .....
__ADS_1
" Mala Amel " kata Nur
" Shut...... " kata Amel yang lalu masuk membawa roti dan buah Dan di ikuti Andra juga Amin .Yang membawa bunga Dan abi tersenyum melihat mereka datang.