
Pagi nya seperti biasa keluargga Maya kumpul dan sarapan bersama
" Kak Cia " kata Maira yang senang kakak ipar nya itu sudah bangun .
" Hai apa kau akan berangkat sekolah " kata Cia
" Hari ini kan sabtu cuma sekolah sebentar Setelah pulang nanti Maira ajak jalan jalan ya " kata Maira.
" No no no ngak boleh ade mau ajak Cia kemana ?" kata Tan
" Ih orang cuma ketaman belakang kok. pelit amat sih kak Tan " kata Maira .
" Kak Cia sama kak Tan itu akan pulang nanti Malam.jadi ngak boleh capek capek . " kata Tan .
" Alasan kemaren ajak kakak aja nusuk nusuk bikin kak Cia capek tuh sampai dibungkus kaya lontong itu apa ?" kata Maira
" Hah .......' kata Tan kaget
" What is lontong ?" kata Cia bertanya tak mengerti .
" Hahaha..........Tuh Tan jawab lontong itu apa " kata Ken
" Hush nggak usah ikut ikutan " kata Ima menegur Ken
" Eh iya bun " kata Ken
" Lontong itu " kata Tan yang menunjuk Lontong yang dibungkus daun pisang .
" Ini lontong " kata Cia melotot
" Mirip Kan " kata Maira pada Cia.
" Iya " kata Cia mengangguk . Yang membuat semua orang saling pandang Menerka kemana pembicaraan dua bocah itu .Yang tiba tiba membahas lontong .
" Kalian ngomong apa sih sudah makan de" kata Kelvin menegur istrinya .
" Maira jangan diteruskan " kata Tan Yang tak mau istri kecilnya ikut mesum karna ia mengerti istilah dua bocah itu.
" Ngak kok " kata Maira cuek .
" Memang mereka bahas apa lontong kan " kata Zia
" Iya Zi Lontong itu loh lontong sayur ya sangat enak apa lagi di kasih sambal mantap " kata Aisyah.
Yang membuat Tan menatap Rey . Sedangkan yang ditatap cuek. asyik dengan makanan nya
" Iya lontong sayurnya enak kok " kata
Zia . mengambil satu lontong dan memberi kuah
" Sudah makan yang banyak kasihan yang masak tuh sudah nyiapin banyak " kata Maya . Yang mengalih kan perhatian anak anaknya .
" Ya makan yang banyak ya sayang " kata Tan pada Cia .
" Ya tuan " kata Cia
__ADS_1
" Biar apa kak kalo kak Cia makan banyak " kata Maira
" Biar ndut de kaya Mak ijah " kata Queen
" Ya jangan mau kak Cia " kata Maira protes yang membuat semua orang tertawa
" Hah....... kata Cia bingung
"' Hahaha....... udah ade berangkat sekolah yuk " kata Kelvin yang sudah selesai makan sedangkan Maira sudah dari tadi Karna memang Maira makannya sedikit
" Ayo kak.... Mah pah Maira berangkat dulu ya oma nenek dah " kata Maira .
" Ya hati hati dijalan " kata Maya mengeleng kan kepalanya
"' Untung punya suami penyabar " kata Maya .
"' Nama nya juga bocah May. Kan bukan cuma satu kan " kata Mami.
" Iya mi May lupa " kata Maya terkekeh .
" Tapi ini kebalikannya mah " kata Rey .
"' Sudah ngak usah di bahas walau dia belum gerti bahasa kita Tapi lama lama juga paham -" kata Maya Yang tak mau menantunya tersingung Karna Cia belum mengerti bahasa indonesia. Sedangkan kelima anak anaknya semua menguasai bahasa Mandarin inggris dan Arab . juga prancis. Karna sering berlibur keluar negri Dan ngak aneh bagi mereka untuk menguasai bahasa .
*******
Ken membawa mobilnya dengan tenang ketika ingin memasuki sebuah mimi market untuk membeli tissue .Dan berhenti tak jauh dari jalan ketika .....
Brak...........prak......
"' Astagfirullah aladzim " kata Ken kaget.
" Maaf tuan saya salah saya ngak sengaja tadi .. ini motornya sudah tua " kata seorang gadis cantik berhijab yang mengingatkan Ken pada Aisyah istri Rey. Yang juga bertemu karna di tabrak mobil
" Oh ya terus bagaimana dengan mobil saya " kata Ken bersikap dingin .
" Anu..... tuan bagaimana kalo tuan ke bengkel dulu setelah itu biar saja cicil " kata gadis itu tertunduk tak berani menatap Ken .
" Siapa namamu " kata Ken
" Fatimah tuan." kata Fatimah dengan mata berkaca kaca takut
"' Ok pelajar atau mahasiswa " kata Ken berpangku tangan menatap Fatimah.
" Saya mahasiswa tuan " kata Fatimah gugup.
" Jurusan apa ?" kata Ken lagi.
" Jurusan desain tuan " kata Fatimah terisak karna takut dituntut Ken
" Saya mohon tuan jangan lapor kekantor polisi tuan Saya akan membayar nya nanti tapi saya minta waktu " kata Fatimah
" Hei ..... kenapa menangis Aku tak akan melaporkan mu kekantor polisi " kata Ken
"' Jadi........" kata Fatimah
__ADS_1
" Kau hanya perlu mencicilnya ok " kata Ken Menatap Fatimah .
" Iya saya akan menyicil nya ini saya akan memberi nomor ponsel saya untuk tuan " kata Fatimah Yang mengambil pulpen dan kertas dari tas nya dan menulis no ponselnya lalu memberikannya
" Ini tuan " kata Fatimah
" Ok " kata Ken yang mengeluarkan ponselnya dan mengetik nomor Fatimah di ponselnya dan lalu menelpon nomor Fatimah untuk memastikan
" Itu nomer ponselku " kata Ken
" Berapa umur mu " kata Ken bertanya. lagi
"' 18 tahun tuan " kata Fatimah .
"' Baik ...." kata Ken lalu membantu gadis itu mengangkat motor butut nya . Walau motor itu tua Namun itulah satu satunya peninggalan sang ayah untuknya
" Trimakasih " kata Fatimah .
"' Ya " kata Ken Yang lalu membiarkan gadis itu meninggalkannya Melihat mobil nya yang penyok ditabrak . Lalu masuk untuk membeli Tissue.
Sedangkan Fatimah menitipkan roti yang ia bawa setelah itu ia pergi dari mini market itu. Ken Yang melihatnya pun bertanya pada sang kasir.
"' Oh namanya Fatimah mas, dia yang menyetor roti tiap hari disini ..Karna dia berjualan roti " kata kasir itu.
" Oh begitu " kata Ken dan membayar belanja nya dan bergegas mengikuti Fatimah Yang menuju pulang kerumahnya. Gadis itu memarkir kan motornya di sebuah rumah perkampungan bawah jalan tol Yang membuat Ken leluasa melihat nya dari pinggir jalan .
********
Di kampus Zia baru saja mau pulang ketika sebuah tangan menarik nya .
"' Hendra apaan sih . " kata Zia kaget yang melihat teman seangkatannya
" Kenapa masih jual mahal juga ,Sudah di cuekin Gala aja masih sombong " kata Hendra
" Apa maksud mu hah " kata Zia kesal
" Lho naksir Gala kan terus ditolak sama dia trus lho ngejar ngejar dasar murahan " kata Hendra
" Plak.... sebuah tamparan melayang dipipi Hendra
" Dengar baik baik . aku tak tertarik pada mu karna akhlak mu minus Apa lagi Gala yang brengsek itu Seujung kuku pun tidak Aku lebih baik punya pacar orang miskin punya hati ketimbang orang berduit Tapi mental miskin " kata Zia emosi .
"Lalu bergegas pergi Namun Hendra langsung menyuruh dua temannya untuk membantunya menyeret Zia.
" Apa Apaan sih ....kalian tolong....tolong tolong.....tolong...." teriak Zia berteriak minta tolong Yang berusaha melawan Namun ketiga pria itu ngak hilang akal membekap mulut Zia dan membawanya ke belakang kampus.
" Dengar ya kau tak kan berani sombong lagi kalo sudah merasa kan ini " kata Hendra menarik celana Zia . Dan men coba membukanya. Dibantu kedua teman nya
" Kita gantian ya bro " kata teman Hendra terkekeh .
" Yoi " kata Hendra yang masih membekap mulut Zia dan mengikat tangan nya . Lalu ingin membuka resleting celananya.
mm.....mmmm...... Zia mencoba berontak
Namun ketika Hendra ingin menurunkan celana Zia
__ADS_1
Bug..... bug plak...... plak......
" Kau " kata Hendra kaget .Begitu juga dengan kedua temannya.