
Ryan menatap Diaz tajam. Ketika mereka sudah berada di kantor.
" Aku memecat mu hari ini , jangan pernah muncul lagi dihadapan ku " kata Ryan dengan rahang sedikit mengeras karna menahan amarahnya
" Tapi bos aku terpaksa melakukan itu agar kita bisa aman. " kata Diaz memelas.
" Kau sudah tahu sejak awal aku tak senang terlibat mafia .Perusahaan ini aku bangun resmi dengan izin pemerintah setempat. Dan ikatan pengusaha. Dan juga beradaptasi dengan lingkungan.Jadi tak mungkin akan ada tekanan karna ini Perusahaan Legal. " kata Ryan tegas.
" Tapi mereka mengacam kita bos " kata Diaz tertunduk lesu.
" Kalo kau merasa terancam kau bisa melapor Yas , Aku tak senang dengan cara kerja mu " kata Ryan kesal.
" Pergi lah kosong kan apartemen , gaji mu akan ditransfer Lim segera " kata Ryan
" Bos tolong beri aku kesempatan sekali lagi. Aku mengaku salah Tapi aku ingin memperbaikinya " kata Diaz memohon.
" Tidak aku sudah memberimu kesempatan berkali kali .Tapi sepertinya kau tak pernah menggubris omonganku " kata Ryan tegas.
Diaz pun tak bisa berkata apa apa lagi . Ia terduduk lemas ketika keluar dari ruangan kantor. Tangannya mengepal erat. Karna kesal pada Lim . Yang sudah mengambil alih semua pekerjaannya. Langkahnya gontai melangkah ketika memasuki mobil. Lalu menelpon seseorang .
" Aku ingin kau habisi si Lim dan ingat buat seolah olah seperti kecelakaan" kata Diaz Yang lalu membawa mobilnya meninggalkan kantor tempatnya bekerja selama ini.
........................................
" Kau harus hati hati Lim, Diaz pasti punya dendam padamu. " kata Kim berbisik. Ketika keduanya sedang menunggu Ryan rapat dengan dewan direksi.
" Itu pasti Kim , tapi kau pikir aku diam saja.
"'Aku sangat mengenal Lim Kim, jadi kau tenang saja . Akan aku bongkar sepak terjangnya biar dia kapok " kata Lim.
" Aku heran dengannya bukannya gaji nya lebih besar dan juga sering mendapat bonus .Bahkan mengalahkan Alex dan Didi. Tapi mengapa itu masih kurang " kata Kim bingung.
" Dia seorang player Kim dan juga senang berjudi. Jelas saja uang segitu kurang Kim. Ambisinya untuk menjadi seorang bos besar dengar berjudi dan bisnis kotor itu lebih penting dari pada uang halal " kata Lim.
" Gila, ambisinya mengalahkan ego. Padahal menjadi seorang mafia itu sangat berbahaya " kata Kim mengelengkan kepalanya.
" Ya begitulah. nyawa taruhannya " kata Lim santai.
Lalu keduanya pun terdiam .Kim hanya menyesali keputusan Diaz yang salah. Padahal Diaz cukup baik dimatanya. Namun Diaz sendiri yang mengambil langkah yang salah.
__ADS_1
..............................
Sedangkan di dirumah utama Lee. Maya sedang bersiap siap menjemput anak anaknya .Namun sebelum kesekolah Maya ingin mampir dulu ke panti asuhan bersama Nia. Dimana Nia tumbuh besar disana. Kakak Nia sudah bekerja sebagai satpam di rumah utama. Dan itu atas usaha Nia melobi Maya. Selaku majikannya. Karna Nia tahu majikan nya itu sangat baik dan juga royal.
" Jhon tunggu disini ya .kami masuk ke panti dulu sebentar , ngak akan lama kok " kata Maya memberitahukan Jhon.
" Baik nona " kata Jhon yang berdiri siaga menjaga nona mudanya itu.Dan melihat Maya masuk kerumah panti asuhan.
Tak lama setelah itu Maya pun keluar kembali bersama Nia. Karna memang hanya menitip kan sedikit rezeki sebagai donatur tetap. Yang tiap bulan Maya setorkan untuk kelangsungan hidup panti asuhan itu.
" Apa kita langsung kesekolah nona" kata Jhon yang membuka kan pintu mobil.
" Boleh kita ke toko buah buahan dulu Jhon .Karna stock buah dirumah hampir habis " kata Maya .
" Baik nona " kata Jhon yang lalu menutup pintu mobil.
Lalu Jhon pun berjalan memutar mengelilingi mobil disebelah kanan. Lalu masuk dan duduk . Dan menghidupkan mesin mobil. Setelah itu membawa mobil meninggalkan panti asuhan menuju Toko buah langganan
Ketika sudah sampai di toko buah. Maya pun turun bersama Nia. Lalu memilih milih buah yang ingin dibeli.
" Bu alpukat mau ambil berapa kg ?" tanya Nia pada Maya yang memilih apel dan pisang.
" Ambil 15 kilo Ni, pilih yang bagus ya " kata Maya.
Setelah selesai Maya pun membayar buah dan menyuruh Jhon memasukannya ke dalam bagasi mobil. Lalu ingin membeli beberapa cake ditemani Nia yang tak jauh dari Toko buah.
Tampa sengaja Maya menyenggol bahu seseorang .Yang membuat wanita itu kesal.
" Eh maaf mba saya tidak sengaja " kata Maya
Yang juga kaget.
"'Mba kalo nabrak liat liat " kata wanita kasar dan ......
Deg......
" Cindy " kata Maya kaget.
" Oh rupanya istri orang kaya ya " kata Cindy sinis.
__ADS_1
" Mba maaf, mba yang salah kenapa menyalahkan majikan saya " kata Nia gusar karna tak senang mendengar Kekasaran Cindy.
" Oh ya apa kamu ngak lihat dia yang minta maaf jelas dia yang salah " kata Cindy cuek.
" Mba yang salah. Tapi sengaja menyalahkan orang " kata Nia ngak terima. Karna Maya direndahkan.
" Eh nyolot kamu " kata Cindy tak terima. Dan menatap Nia tajam.
" Maaf mba jangan bikin keributan disini mba, ngak enak sama yang lain nanti pelanggan pada lari " kata Pelayan toko roti itu sopan.
Sedangkan Maya hanya diam .Lalu menarik tangan Nia menjauhi Cindy.
" Sudah Ni ngak pa pa, ayo kita milih disebelah sana aja. " kata Maya.
" Eh May takut ya, masak orang kaya belanja aja pelit " kata Cindy yang mengejek Maya
.Karna dia ingin mempermalukan Maya. Karna jengkel Ryan tak pernah menggubris nya selama ini. Bahkan telponnya saja ngak pernah diangkat sama sekali oleh Ryan.
Sedang Maya cuek lalu memilih beberapa roti untuk bekal putra putrinya. atau cemilan malam. untuk teman anak anaknya belajar.
Karna Maya cuek, Cindy pun ingin mendorong Maya kearah tangga. Berharap rivalnya itu jatuh.Namun belum lagi ia menyentuh tubuh Maya sebuah tangan menangkap tangannya dan mencekik leher Cindy.
"Jhon......." kata Maya dan Nia kaget.
" Hei sialan kau ,berani sekali kau laki laki bajingan " kata Cindy marah.
" Kau pikir aku diam saja ketika kau ingin menyakiti nona muda. Jangan mimpi kau wanita ular. Sekali sampah tetap sampah " kata Jhon kasar.
" Ada apa ini " kata Manajer toko roti itu yang mendengar keributan.
" Maaf mas, wanita ini ingin mencelakai majikan saya. Seharusnya wanita seperti ini tak pantas jadi pelangan disini " kata Jhon.
" Maaf nona Cindy jangan membuat keributan disini. Nona ini kesini untuk membeli juga dan pelayan saya bilang dia datang baik baik." kata manajer itu.
" Dia yang sengaja ingin mendorong ku. Kenapa aku yang salah .Apa karna dia orang kaya.Jadi kalian pilih pilih pelanggan " kata Cindy ngotot .Lalu melempar semua roti roti yang ia beli kelantai. Membuat semua yang melihat kaget atas tingkahnya.
" Ya ampun nona , anda harus menggantinya. Saya hanya pekerja saja disini " kata Manajer itu panik lalu memunguti roti roti yang berserakan membuat Maya merasa iba melihatnya.
" Itu akibat terlalu sombong , toko roti segini aja saya masih mampu beli " kata Cindy yang berlalu pergi begitu saja meninggal.kan toko roti itu.
__ADS_1
" Astagfirullah, Gila kali ya tuh orang . Setan mana yang merasukinya " kata Jhon mengelengkan kepala.
" Setan gila yang tersesat bang, Makanya kelakuannya gitu " kata Nia . Yang ikut jengkel melihat kelakuan mantan model cantik gila harta itu.