
Setelah urusan semua beres. Alex dan Didi pun kembali kerumah sakit. Dan tak lupa Sekalian membawa koh Alung untuk membeli obat dan peralatan yang mereka butuhkan di sebuah pasar tradisional dekat kota siang itu. Karna Alex dan Didi harus bergerak cepat.
Setelah semua di dapat. Akhirnya mereka langsung kembali kerumah sakit untuk menjemput Kim dan tuan mudanya. Dan karna Ima mantan perawat koh Alung pun minta tolong padanya .Untuk membantunya. Dan ibunya bisa tinggal sementara di rumah koh Alung dikamar kosong bersama Ima.
Ima yang butuh pekerjaan pun tak menolak tawaran itu. karna kondisi ibunya sudah sedikit membaik dan ia bisa membantu koh Alung. Karna dulu koh alung juga tahu kalo Ima seorang perawat yang rajin dan pernah membantu koh Alung ketika kesusahan.
Sore harinya Alex langsung membayar adminitrasi rumah sakit dan berterimakasih pada dokter Lastri.Yang sudah memberi kan mereka informasi.
Setelah semua beres Alex pun membawa tuan mudanya dan Kim ke villa dan juga mak Sanah untuk tinggal bersama koh Alung di rumahnya untuk membantu meracik semua herbal
" Syukur lah villa itu cukup besar " kata Alex. Yang melihat Villa itu mempunyai 10 kamar dengan fasilitas lengkap. Dan juga aman jauh dari permukiman penduduk dan Alan bisa tinggal menemani kim dan tuan mudanya.
" Villa yang cukup besar lex " kata Ryan yang duduk dikursi roda yang didorong Ali.
" Ya tuan ,Nona muda bisa datang kesini " kata Ali yang melihat lihat sekeliling. karna juga ada kolam renang dan taman.
" Iya kalian harus cepat kembali besok. Karna kondisi kantor sedang kosong " kata Ryan yang khawatir .
" Ya tuan kami akan kembali pagi besok agar bisa langsung kekantor siangnya " kata Didi.
" Iya jadi sekarang kita Makan dulu dan setelah itu istirahat " kata Ali.
" Ya , aku juga sangat lapar " kata Ryan yang tadi hanya makan sedikit karna makanannya tawar dan tidak enak.
Ali dan Alan pun langsung menyiapkan makanan dimeja. Tadi mereka sempat membeli nasi padang di kota. karna memang darurat. Para pria itu pun tetap makan dengan lahap. Untuk mengisi tenaga.
.........................
Sedang kan dirumah utama. Maya bersiap siap memasukan baju ke koper bersama sang ibu. Dan juga Bima yang akan pulang naik bis karna 3 hari lagi ia harus masuk asrama kembali.
" Apa abang baik baik saja kak?" kata Bima pada Maya.
" Itulah yang kaka belum tahu Bim . Kaka harus kesana.
" Lalu gimana dengan Aska May " tanya ibu. menatap putrinya itu
__ADS_1
" Aska akan ikut bu, May takut Maya akan lama disana dan Kasihan Aska kalo jauh dari May " kata Maya yang tahu putra nya itu tak bisa jauh dari sang ibu kecuali ia hanya pergi keluar belanja atau membeli sesuatu.
" Baik lah, ibu akan ikut menemanimu Dan sekalian kita bisa menemui Ima dan mak Sanah. Yang tak jauh dari rumah sakit itu " Kata bu Risma yang sempat mendengar kalo Ryan menantunya itu. Berada dirumah sakit desa. Dimana kampung halaman almarhum suaminya. yaitu bapak Maya.
" Ya bu , Besok lusa Alex dan Didi akan pulang , jadi May bersiap siap dulu " kata Maya. Supaya besok tidak lupa dan terburu buru. juga sempat membenahi pakaian Aska.
Lalu bu Risma pun membantu Maya untuk berberes. beres .Setelah selesai Maya pun beristirahat. Dan bu Risma pun kembali kekamarnya juga untuk membereskan semua barangnya untuk menemani putrinya Maya bersama Bima. Karna kondisi Maya Yang hamil besar membuat bu Risma tak tega meninggalkan putrinya begitu saja.Apalagi kondisi menantu nya yang belum diketahui pasti.
..................................
Sedang di apartemen mewah Mey dan Lola duduk saling tatap ketika mendengar kabat tuan Lee kecelakaan.
" Apa kah terlibat " tanya Lola tajam menatap Mey.
" Jangan menuduh ku dan menatapku la, aku tak tahu apapun tentang tuan Lee. Bagaimana mungkin aku mencelakainya.Yang kuharap malah istrinya yang celaka." kata Mey ketus.
" Kau gila Mey, segitu berambisi kau ingin
melenyapkan orang laiin.Apa Kau lupa istri Lee hamil. Dan kau tega melakukannya. " kata Lola kesal. Walau dia terlihat egois tapi tak separah Mey. Yang begitu ingin melenyapkan Maya.
" Astaga apa kau sudah gila Mey, kau itu istri sepupunya.. Lepas kau mengodanya atau tidak. Lee tak akan tertarik denganmu.
Kalo ia mau mungkin sudah dari dulu Lee mengambil mu dari Gee. " Kata Lola kesal.
" Itu lah sebab aku menyuruhnya kau merayunya agar kita bisa berbagi hasil " kata Mey tersenyum tipis.
" Cih.....jangan terlalu serakah Mey, itu bisa membuat mu gila dan Mati penasaran " kata Lola melengos kesal karna temannya itu sangat rakus dan sangat berambisi .Padahal suaminya saja sudah tampan dan kaya tapi masih kurang.
" Gee hanya tangkapan kecil La, apa salahnya menangkap yang lebih besar " kata Mey tersenyum sinis.
" Aku takut kau akan terbakar sendiri Mey dan jadi gila benaran karna tak bisa mengendalikan ketamakan mu " kata Lola memperingatkan.
" Apa kau tidak la ?" Mey mencibir Lola.
" Aku memang simpanan.Mey tapi aku tak sejahat dan rakus seperti dirimu " kata Lola balik mencibir Mey yang ingin memojokkannya.
__ADS_1
" Baiklah La, kuharap kita tak saling menganggu. Tapi untuk kecelakaan Lee aku tak terlibat. Pasti Maya banyak mendapat warisan kalo sampai Lee benar benar tewas dalam kecelakaan itu " kata Mey.
" Aku tidak tahu, dan tak mau tahu Mey. Karna sampai ada orang yang dengan sengaja melenyapkan tuan Lee pasti nya tuan Choi dan nyonya Lily tak kan tinggal diam saja " Kata Lola .
" Kau benar dan kemaren aku bertemu Lim asistennya Lee. Sepertinya dia sedang turun tangan mendengar Lee kecelakaan.
Lola pun hanya diam. Lola semua tahu siapa saja asisten Lee. Karna ia memegang banyak perusahaan besar belum lagi warisan sang kakek.
................................
Sedangkan di villa Ryan sudah bangun dan rapi setelah subuhan ia di mandikan oleh Didi . Asistennya yang paling dekat dengannya setelah Lim.
" Di aku ingin kebelakang melihat taman " kata Ryan pada Didi.
" Baik tuan " kata Didi yang mendorong kursi roda tuan mudanya itu. Menuju yaman belakang villa.
Taman belakang. yang cukup Asri.
" Sudah disini saja di, apa yang lain sudah bangun " tanya Ryan
" Sudah tuan mereka sedang kepasar mencari makanan untuk sarapan . juga untuk makan siang. karna kita belum menemukan orang yang mau memasak " kata Didi.
" Kenapa tak kau suruh gadis kemaren untuk mencari teman atau kerabatnya untuk membantu memasak " kata Ryan.
" Oh ya tuan, coba nanti kalo ia kesini akan aku tanya kan " kata Didi yang memang tak.kepikiran. Karna memang didesa agak susah mencari orang yang berkerja.karna beda hal dengan dikota besar.
Ryan pun ngobrol dengan Didi sedang Kim masih dikamar bersama Alan yang baru saja selesai mandi. Dan sudah berpakaian rapi walau masih duduk dikursi roda. Karna berharap bertemu Ima lagi hari ini.
Villa didesa yang disewa Alex
**Sabar ya kim nanti juga datang ***
__ADS_1