Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 154 Terharu


__ADS_3

Delima terisak menangis di pelukan Maya. Karna memang ia tahu Maya banyak menolong. Mereka ketika dalam kesusahan.


Sedangkan Mak sanah dan bu Risma terharu melihat keduanya. Karna Ima dan Maya memang sudah lama tak bertemu.


" Jadi ini Maya Ris, ,ya ampun nak kamu cantik banget sekarang. Kamu hamil ya nak " Kata mak Sanah mengelus perut Maya.


" Iya mak, ini anak kedua Maya " kata Maya. Tersenyum seraya menatap ima.


" Wah kak Maya pasti sangat bahagia .Ketika mereka lahir akan jadi anak yang lucu lucu ." Kata Ima tersenyum.


" Iya ma, gimana emak sudah sehat, oh ya kenapa kalian bisa disini " tanya Maya heran.


" Iya mak, kami bingung bagaimana kalian bisa tahu kami disini " kata bu Risma.


" Mereka ini orang yang menemani tabib bu, Yang datang kesini untuk kerja bantu bantu disini " kata Nia menjelaskan.Yang juga terkejut ketika meraka saling kenal.


" Hah ....jadi yang orang yang mau kerja di Villa ini " kata Maya kaget.


" Iya Kak saya orang yang mau bantu masak disini, terus kak Maya disini ngapain sama bibi " kata Ima bingung.


Nia yang mendengar pun jadi bingung. Karna belum tahu siapa dua tamu yang mengenal baik majikannya itu


" Oh ya sudah kalian tinggal disini saja., biar ngak bolak balik. Masih ada satu kamar diujung sana cukup besar " kata Maya yang tadi baru melihat kamar untuk pelayan menginap.


" Ya kak kalo koh Alung sudah selesai mengobati, Ima akan bicara dan kami bisa tinggal disini . " kata Ima bersemangat karna ada keluarganya.


" Iya ma, itu lebih baik agar kita bisa ngumpul, oh ya Ni, tolong panggilkan Bima ya " kata bu Risma pada Nia.


" Ya bu Nia panggil dulu " kata Nia. Yang lalu meninggalkan dapur dan menuju ke ruang tengah untuk mencari Bima.


Lalu bu Risma pun mengajak mak Sanah untuk ngobrol bersama ima dan Maya. Karna memang lama tak bertemu..Apalagi Ima dan Maya .dulu terakhir bertemu waktu lulus sekolah dasar.


" Jadi kau belum menikah ma " tanya Maya.


" Iya kak, mungkin belum jodoh " kata Ima lirih Setelah menceritakan semuanya tentang pernikahan yang gagal.


" Lebih baik gagal menikah ma, dari pada menikah tapi tersiksa " Kata Maya mengingat kisah penikahan pertamanya. yang gagal.


" Iya kak mungkin ini agar aku lebih baik lagi untuk bersiap dari pada gagal." kata Ima.


" Ya mungkin begitulah, pasti Allah akan mengirimkan jodoh yang terbaik untukmu nanti " kata Maya.


"'Aamiin mudahan saja kak " kata Ima yang juga berharap itu yang terbaik.

__ADS_1


" Oh ya aku lupa , aku menemui koh Alung dulu ya kak buat membantunya." kata Ima


" Ya ma, oh ya tolong bawakan tehnya sekalian ya ma. Nih sama jajanan pasar " Kata Maya .Yang tadi memang sudah menyiapkan semuanya.


Lalu Ima pun membawa nampan dan meletakkannya di ruang tengah. Untuk koh Alung. Lalu menuju kamar Ryan. Ryan baru saja selesai diterapi oleh koh Alung.


" Koh , apa perlu dikasih herbal lagi " kata Ima yang baru datang.


" Iya ma, Agar peradangan cepat sembuh " kata Koh Alung yang terkejut.


" Dimana emak ?" tanya koh Alung.


" Di dapur, koh lagi ngobrol dengan ......


" Ima ......panggil Kim yang baru datang dengan kursi rodanya.


" Iya kak " kata Ima menoleh.


" Ku pikir kau tidak datang., ini airnya koh . tadi ku pikir koh Alung datang sendirian " Kata Kim.yang menyodorkan segelas air putih pada koh Alung.


" Maaf koh tadi ngobrol dulu " kata Ima.


" Ngak pa pa ma " kata koh Alung yang lalu memberikan campuran air putih sedikit kedalam herbal lalu menempelkannya pada kedua lutut Ryan.


" Apa malam tidak terasa nyeri tuan ?" tanya koh Alung.


" Biasanya kalo terlalu parah akan terasa perih . berarti ini tak terlalu parah " jelas koh Alung.


Ryan hanya diam. mungkin ia lupa bagaimana rasa sakitnya . Karna tadi malam ia bersama Maya .Mungkin rasa sakit tak terasa karna rasa rindunya pada sang istri . Mengalahkan semua rasa sakitnya.


" Apa tuan muda akan segera pulih koh, karna sekarang kaki saya juga sudah terasa tak sakit.lagi koh " kata Kim.


" Syukurlah kalo sudah tak merasa sakit. Karna efek herbal nya untuk memperbaiki otot dan keretakan sendi sendi tulang berfungsi baik " kata koh Alung.


" Oh begitu ya koh. berarti tuan muda pasti akan pulih lagi " kata Kim.


" Semoga saja begitu tuan Kim " kata Koh Alung optimis.


Sedang kan Ima hanya diam .Sekilas Ima menatap Kim.Lalu melirik Ryan yang terlihat tampan. Dengan ekor matanya yang begitu tenang . Dan setelah itu ia menunduk.


Sedang Ryan hanya fokus melihat Koh Alung yang membungkus kedua lututnya .Yang sudah terasa mendingan dari kemaren.


" Sudah selesai tuan sekarang tinggal.tuan Kim " kata koh Alung.

__ADS_1


" Ya koh trimakasih koh " kata Ryan.


" Kim suruh Alan untuk memanggil Jhon.Aku ingin bicara." Kata Ryan yang lalu mencoba bersandar di kepala ranjang.


" Baik tuan sebentar ya koh , saya akan menelpon Alan " kata Kim yang lalu menghubungi Alan. Karna kadang Jhon jarang membawa ponselnya.Setelah itu Kim kembali menaruh ponselnya di saku bajunya.


" Sudah tuan, saya kekamar dulu tuan " kata Kim. Yang pamit untuk di terapi.


" Ya " kata Ryan singkat.


" Kami permisi dulu tuan " kata koh Alung berpamitan pada Ryan . Yang diikuti Ima.


" Iya koh " kata Ryan tersenyum.


Lalu ketiganya pun keluar dari kamar Ryan. Dengan Ima yang mendorong kursi Kim kekamarnya.


" Tuan Kim apa tuan muda sudah punya istri ?" tanya koh Alung. Ketika mereka sudah di kamar Kim. Dan Kim dibantu Ima untuk naik ke atas ranjang


" Sudah koh, memang nya kenapa ?" tanya Kim menatap koh Alung.


" Oh tidak saya bertanya saja tuan , apa tuan Kim juga sudah beristri !" tanya koh Alung lagi.


" Saya belum tuan " kata Kim seraya melihat Ima. Yang lalu duduk di sebelah koh Alung.


" Oh begitu ya , nona Ima ini juga belum bersuami tuan " kata koh Alung seraya menata Kim.


Deg.......


Ima langsung terkejut dan menatap Kim. Dan kedua mata mereka saling menatap. Namun dengan cepat lalu berpaling kearah lain.Sedang kan Koh Alung hanya tersenyum melihat reaksi keduanya.


" Koh " kata Ima pelan.


" Ngak pa pa Ma, apa salahnya bila kokoh bertanya. siapa tahu jodoh.toh kau wanita bebas yang tak punya ikatan " kata Koh Alung yang prihatin mendengar kisah cinta Ima.


" Kokoh aja belum beristri kok malah jodoh jodohkan Ima " kata Ima yang malu. Dengan wajah yang merona merah.


Hahaha.......Kim yang mendengarkannya tergelak. Apalagi ketika melihat wajah Ima yang merona merah karna malu.


" Tak apa ma, koh Alung benar. toh kita tak tahu masa depan kita bisa berjodoh atau tidak. " kata Kim sambil tersenyum.


Membuat Ima makin menunduk. Karna ia memang berharap pria di depannya itu. Merasakan hal yang sama dengan apa yang Ima dirasakan sekarang. Di dalam hati nya yang tersimpan rapi.


Sedangkan koh Alung hanya tersenyum bahagia.Karna ia merasakan ada ikatan di antara dua orang yang berlawanan jenis itu.Yang tak bisa di rangkai kan dengan kata kata.

__ADS_1



Boleh ini gini buat Kim sama Ima cocok ngak ya. ........


__ADS_2