
Pagi ini Zia terlihat cantik . Dengan dress Panjang dipadu jaket . Yang akan pergi kuliah diantar Damar Sekalian kekantor untuk belajar bisnis Pada Rey dan juga Ken .Agar nanti bisa kerja langsung ketika di Taiwan..
" Kita sarapan dulu ya " kata Damar sambil mencium pipi istrinya .
"' Iya kak " Kata Zi Yang tadi sempat membantu mertuanya Memasak didapur
bersama bi popon
" Ayo ...." kata Damar mengandeng tangan istrinya itu turun kelantai bawah . Menuju meja makan.
" Wis...... ganteng amat mar udah mau kerja kantoran nih " kata Reni
" Emang mau ngantor kan " kata mamah
" Di mana mar magang apa langsung kerja " kata Fandi
" Di Group Lee kak " kata Damar.
" Uhuk..... uhuk .... jangan bercanda mar kau serius kerja disana bukan nya mau ke Taiwan. " kata Fandi.
" Iya kak, kak Damar belajar dulu sama kak Rey nanti baru pindah ke Taiwan biar ngak kaget " kata Zi menjelaskan .
" Oh gitu .... emang kakak sepupu mu itu jabatan nya apa Zi di kantor Group Lee" kata Kak Reni
" Ceo...... " kata Zia
" Hah .... Ceo ..... serius Zi Tapi umurnya masih muda " kata Fandi kaget.
" Iya kak memang kak Rey baru berumur 24 tahun " kata Zi.
" Terus kakak mu umur nya berapa ?" tanya Reni .
" Kak ken umur 23 kerja jadi Direktur keuangan merangkap kepala bagian juga .
" Hah..... ngak salah tuh " kata Reni kaget.
" Kenapa kalian kaget. Mereka itu dari keluargga bisnis dari kecil sudah di didik ber bisnis wajar saja mewarisi perusahaan
Tiap anak tuan Lee dan keponakannya Mendapat jatah kedudukan tinggi Dan mereka tak mungkin duduk di posisi bawah Fan " kata papah
" Wah enak dong jadi bos " kata mamah.
" Kalo sudah biasa enak mah Tapi kalo belum ketar ketir karna pekerjaan pimpinan itu berat " kata Papah.
" Ya seperti papah kan " kata Damar.
" Ya begitulah ,jadi hati hati bekerja mar Apalagi kau baru bekerja .Jangan seenak nya dan sembrono kalo kurang paham lebih baik kau bertanya dari pada melaku kan kesalahan fatal " kata papah .
" Ya pah " kata Damar Yang mengerti karna ia bekerja dari nol .
Setelah sarapan Damar dan Zia pun berangkat. Damar lebih dulu mengantar Zia
karna mobilnya ditinggal di rumah utama. Nanti pulang ia bisa minta ayahnya untuk menjemput .
__ADS_1
" Hati hati ya kak, Zia nanti biar dijemput ayah saja " kara Zi
" Ya sayang " kata Damar yang mencium pipi istrinya.
Lalu Zia pun berlalu sambil melambaikan tangannya menuju kelas.
" Hai Zi tumben baru datang " kata Sinta .
" Iya kan nunggu suami dulu " bisik Zia Karna hanya tiga orang saja yang tahu Zia sudah menikah.
" Gimana rasanya jadi istri enak kan apa lagi kalo begituan " goda Sinta.
" Tahu ah " kata Zia bergegas masuk.
" Hahaha..... merah kaya kepiting tuh muka .
Berarti enak kan " goda Sinta memainkan alisnya..
" Ih kamu Sin , nanti juga tahu sendiri rasanya " kata Zi .
" Ya iya lah kan masih lama " kata Sinta terkekeh . Yang membuat Zia malu.
" Ngak usah malu lagi udah sah ini Zi, lagian kalian mau apa juga bebas . Ngak perlu takut keciduk satpam tuh kaya Eva ditangkap hansip trus di uber uber deh " kata Sinta.
" Hah kok bisa terus gimana ?" kata Zi kaget.
" Ya di nikahi lah sama warga makanya stress berat dia . Untung pacarnya sudah kerja kalo ngak makan batu .Sekarang dia dimarahin sama bapa ibunya . Untung sudah mau masuk kkn biar hamil juga ngak masalah " kata Sinta
" Iya lah . Kalo kan kak Damar kan sudah punya celengan .Tapi kasihan ya kak Yuda malah gagal nikah . Mana uang nya raib. Apes nasib nya. Tuh perempuan ya ampun tega banget. " kata Sinta mengomel.
" Iya kasihan trus kamu sama kak Roni masih kan Sin " kata Zia.
" Masih, dia lagi nyari kerjaan tuh ."kata Sinta
" Kalo kerjaan sih mending nanya kak Ken aja San siapa tahu bisa bantu " kata Zia .
" Oh....iya Zi betul juga ya , kan kak ken dah kerja ya. Makasih ya Zi nanti aku bilangin deh biar nanya kak ken aja " kata Sinta
"' Ya .... sama sama Sin " kata Zi Yang lalu membuka bukunya Untuk belajar sebentar Mumpung dosen belum datang .
*********
Disisi lain Vino baru saja pulang dari kantornya . Ketika di jalan mobilnya mogok
Karna lama belum di servis
"' Aduh..... nih mobil kok pake mogok sih " kata Vino Yang turun dari mobilnya Dan melihat mesin mobilnya.
" Aish gara gara tugas Malah pekerjaan gue kacau balau Mending jadi pengusaha dari pada jadi intel nih " kata Vino Yang ngedumel sambil mengecek mobil nya.
" Mas mobil nya kenapa ?" kata seorang wanita menegur Vino
" Hei..... kira ketemu lagi " kata Vino tersenyum.
__ADS_1
" Eh.. mas Vino ya .." kata dokter yang tempo hari menolong nya.
" Iya dokter tempo hari itu kan." kata Vino
" Iya panggil aja Mala " kata dokter itu
" Oh iya Mala nama yang bagus " kata Vino memuji Yang membuat Mala tersenyum.
" Trimakasih mas , mobilnya mogok mas" tanya Mala
" Ya , trus Mala ngapain disini " kata Vino.
" Tuh klinik saya mas tadi saya lihat mas Vino jadi saya hampiri Siapa tahu butuh bantuan " kata dokter Mala.
" Oh gitu ya , terimakasih banyak sudah perhatian banget " kata Vino tersenyum
" Saya panggil tukang bengkel aja ya mas tuh dekat disana. " kata dokter cantik itu Sambil menelpon seseorang
" Ya dok terimakasih " kata Vino yang langsung senang .Karna hampir saja mood nya rusak .
" Ya ampun nih cewek perhatian banget apa gue jadiin bini aja ya " kata Vino dalam hati .
"' Mas tuh orang nya sudah datang. Mas Vino bisa duduk dulu didepan Klinik biar mobilnya di cek " kata Mala.
" Ya... dok ayo " kata Vino Yang lalu menuju klinik umum yang tak jauh dari mobilnya.
Keduanya pun ngobrol Sambil minum teh manis buatan seorang perawat Yang bekerja di klinik itu juga . Yang membuat Vino semakin tertarik Untuk tahu banyak tentang Mala. Gadis cantik itu hanya tinggal bersama sang ibu .Karna ayah Mala sudah lama meninggal.
"' Trus dokter Mala belum punya pendamping nih " kata Vino.
" Dulu sempat pacaran 2 tahun mas Tapi dia menikah dengan gadis lain Pilihan orang tua nya Karna saya orang miskin ." kata Mala lirih
" Bagaimana kalo saya lamar saja " kata Vino.
" Hah..... mas Vino bercanda ya. " kata dokter Mala terkekeh .
" Ngak saya serius .Saya ngak mau pacaran Tapi mau pacaran halal saja " kata Vino menatap Mala lekat. Yang membuat Mala langsung terdiam
" Tapi mas Vino belum kenal saya. Saya hanya dokter umum bergaji kecil " kata Mala. karna ia ' sekolah karna mendapat beasiswa Dan beruntung ia bisa kuliah.
karna beasiswa . Karna mereka orang miskin Yang hanya tinggal tempat kumuh
Di pinggiran kota.
" Tak masalah di mata Allah manusia itu semua sama tergantung hati nya " kata
Vino menatap Mala.
" Bagaimana saya serius saya mencari istri bukan pacar ?" kata Vino .
" Tapi saya masih koas mas belum lulus masih dua tahun lagi. " kata Mala jujur
" Tak masalah kan bisa KB " kata Vino tersenyum membuat Mala jadi terpaku melihat senyum Vino.
__ADS_1