
Sejenak Desi terdiam setelah bercerita berpikir untuk bisa bertemu sahabatnya itu.
" Pantasan Des, kak Evan minta no Maya waktu itu. .nyata nya ada udang dibalik bakwan." kata Vani.
" Udang dibalik batu kali van " kata Desi.
" Oh iya kalo udang di atas bakwan enak.kali ya dicocol sambal " kata Vani terkekeh
" Yah itu mah membahas bakwan bukan Maya " kata Desi. .
" Skali skali Des mikirin yang kita makan . Tapi aku aneh deh tuh dan Kak Evan kan dia pacarnya banyak masih pengen ngambil bini orang kesambet kali dia " kata Vani.
" Entah apa yang merasukinya Van, yang penting gue ngak srek sama tuh orang . Ngapain juga ngaku ngaku Maya bininya Padahal dia sudah punya pacar " kata Desi. ngedumel
" Benar juga Des, perlu disunat dua kali dia biar melek masa sudah tajir dan tampan jadi pebinor sih .Kan dia bisa nyari sendiri . Heran juga gue orang zaman sekarang ngak laki perempuan matre ya " kata Vani.
" Maklum Van, mungkin matanya juling jadi salah lihat " kata Desi
".Hahaha...........wasis lho Des, semua dikeluarin aja tuh kejelekannya biar kita tahu. kalo anak anak tahu beuh.......... heboh deh pasti jadi sensasi tuh Maya. " kata Vani
" Ya paling kak Evan yang cari sensasi . Maya sih ngak.mungkin Makanya sih Evan kaget tahu Maya istrinya tuan Lee..Sudah terlanjur basah makanya nyemplung sekalian . " kata Desi.
" Masuk akal juga Des , kan dia ditolak Maya karna malu makanya sekalian dia ngaku suaminya ." kata Vani.
":Entahlah Van aku sih kangen sama Maya pengen ketemu kasihan dia, Cobaan nya banyak ada aja .yang buat dia dalam masalah " kata Desi .
" Itu tanda nya Allah sayang sama dia Des makanya dia dikasih ujian biar tambah pintar dan dewasa. Makanya hidupnya lebih baik dari kita. Semenjak dari sama kak Bayu kan sampai sekarang Semua masalah tapi lihat Dia lebih kuat tegar dan juga sabar
.Sampai berapa banyak ular gatal yang godain tapi mental semua..kan..Aku yakin Maya pasti sembuh .Tuhan ngak ngasih ujian diluar batas kemampuannya . Pasti Maya mampu melewati semua ini Des" kata Vani.
" Iya Van aku juga berharap begitu karna dia sahabat kita yang paling baik " kata Desi. sambil terisak.
" Kenapa lho mewek Des ?"" kata Vani
" Gue ikut sedih Van membayangkannya kalo gue jadi Maya mungkin gue ngak sanggup . Aku yakin kalo ular gatal godain bang Alex sudah gue cincang toh ular kadutnya." kata Desi .
" Hahaha............baper banget sih ,Makanya tuhan ngak. ngasih ujian buat lho Des . Ngasihnya buat Maya. bisa habis tuh perkutut bang Alex Lho babat ngak bersisa " kata Vani tergelak..
" Iya juga ya ujian kita masing masing . karna semua allah berikan sesuai porsinya ..Aku ngak bisa jadi Maya. dan Maya juga ngak bisa jadi kita " kata Desi berpikir
" Sudah yuk jemput anak anak mumpung terang " kata Vani .
__ADS_1
" Ok sekalian mampir nengok ibu ya dirumah utama " kata Desi yang mengangap bu Lastri juga Ibunya.
" Ok jangan lupa beli buah tangannya" kata Vani.
" Ya ... nanti sambil kita cari dijalan " kata Desi yang lalu pulang kerumahnya Untuk berganti pakaian. Begitu juga dengan Vani.
********
Di apartemen Ryan Maya sedang membuat puding kesukaan Ryan dan juga. salad. Entah mengapa dia merasa sudah biasa membuatnya.
" Aneh ya kok aku merasa seperti sudah hafal membuatnya . Apa dulu waktu belum amnesia sering membuatnya . Juga puding nya " kata Maya bicara sendiri . Karna ia tak punya pekerjaan . Jadinya mencari kesibukan sendiri.
" Mba ini yang di mangkuk kecil dibawa pulang ya buat suami dan anak mba Suti.
" Iya bu trimakasih " kata bi Suti senang ..Karna jarang jarang ada majikan
yang baik Yang mau membagi makanannya.
" Maaf bu, apa nanti saya kalo sudah selesai boleh pulang " tanya bi Suti ..
" Iya mba, yang penting semua sudah beres " kata Maya.
" Iya bu " kata mba suti ..Yang tersenyum pada majikan itu .
***********
Dikantor Ryan sedang sibuk dengan berkasnya Ketika Alex dan Didi masuk ruangannya .
"Gimana bos amankan terkendali " tanya Alex
" Ya begitu lah " kata Ryan tersenyum manis .Membuat Alex dan Didi bingung.
"'Apa sudah ada kemajuan tuan" kata Didi .
" Ya sedikit sedikit " kata Ryan yang mengingat malam panasnya bersama Maya. yang kini membuatnya sedikit santai . Bahwa ia yakin Maya pasti sembuh . Karna masih ingat memanggilnya abang .
"Syukur lah tuan , yang penting nona Maya ngak banyak pikiran dan tuan jangan terlalu memaksa nya untuk mengingat " kata Didi.
" Tidak aku yakin dia akan mengingatnya dengan sealami mungkin tampa paksaan Dan juga dengan pelan pelan " kata Ryan.
" Iya bos itu lebih baik , agar nona bisa sembuh normal " kata Alex.
__ADS_1
" Oh ya apa untuk email Lim .sudah kalian kirim . " tanya Ryan .
" Sudah bos semua berjalan lancar, tapi tadi Kim menitipkan ini " kata Didi memberikan sebuah amplop pada Ryan.
Ryan pun membukanya dan melihat foto Rara dan Diaz ." Apa mereka bekerja sama " kata Ryan yang meletakan foto foto itu diatas Meja. Dan Didi pun lalu melihatnya.
" Gila nih ular ya , Makin bertingkah aja dia " kata Didi yang melihat foto itu satu persatu. Begitu juga Alex yang ikut melihatnya.
" Lalu Kim kemana sekarang ? " tanya Ryan
" Dia sedang men buntuti Rara bos, katanya mobil yang menabrak nona Maya adalah suruhan Rara dia memanfaat kan uang pemberian Diaz untuk bersenang senang ya maksud nya jadi simpanan Diaz Karna ia bercerai dengan Ronald. Dan lari ke Diaz karna tuan tak memberinya apapun " kata Alex .
" kurasa Diaz belum tahu, suruh Kim membuat Diaz tahu ia memanfaatkan agar Diaz bisa memberinya pelajaran " kata Ryan
" Iya tuan kita bisa manfaatkan itu agar mereka punya masalah Jadi tidak menganggu nona Maya
" Ya pastikan itu di, aku tak mau Maya tahu dia mendekatiku. Bisa tambah rumit semuanya " kata Ryan.
Setelah ngobrol lama ketiganya pun Makan siang .di luar dan tak lupa Ryan membeli coklat dan buah kesukaan Maya . Untuk Ryan bawa pulang nanti sepulang bekerja. Karna ingat Maya pasti menyukainya.
*********
Sedangkan Evan baru saja ingin menemui kekasihnya di apartemen nya ketika .Irvan menghubunginya .
" Ada apa "
" Mami menyuruhmu pulang kerumah"
" Ya nanti aku mau menemui Sinta dulu"
"Astaga apa dia sudah kembali "
" Ya dia menunggu ku di apartemen ku "
" Huh..... baiklah nikmati masalah mu good bye " kata Irvan memutus kan pembicaraannya.
" Sialan kau kak bukannya mendukung malah meledekku. " kata Evan yang sudah berdiri didepan pintu apartemennya.
Ceklek..........
" Hai sayang " kata Santi yang menghampiri hanya dengan kaos you can see dan hot pants.
__ADS_1
" Astaga........... "'kata Evan . yang melihat santi terlihat seksi.