Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 327


__ADS_3

Sinta lalu terdiam tak brani merengek lagi. Karna Evan sudah terlihat emosi . Akhirnya hanya duduk disisi ranjang .


" Maaf aku akan mengajakmu lain kali " kata Evan yang lalu pergi meninggalkan Sinta sendiri. Setelah berpakaian rapi.


Sinta terisak ketika mendengar deru mesin mobil Evan pergi . Karna ia takut Pria itu punya perempuan lain selain dirinya . Bagaimana tidak. Ia sudah bertahan selama ini Untuk bisa bertahan dengan Evan Tampa ikatan bahkan ketika mereka sudah tinggal bersama sejak di Jerman .Berhubungan bebas tampa ikatan . Dan ia tak ingin Evan meninggalkan nya. Evan memang bukan yang pertama bagi Sinta .Tapi sejak mengenal Evan Sinta berusaha bersikap sebaik mungkin agar Evan.menjadi miliknya. Dan melayani pria itu sepuasnya. Walau kadang merendahkan dirinya sebagai wanita Karna ia ingin Evan serius padanya.


Lama Sinta menangis sampai akhirnya terlelap sendiri karna lelah . Lalu terbangun tengah malam . Sinta lalu membuka lemarinya untuk berganti pakaian Namun sinta cukup kaget ketika melihat ada pakaian yang berbeda dari yang biasa ia gunakan


" Milik siapa ini " kata Sinta yang lalu melihatnya dan membolak baliknya.


" Apa Evan membawa wanita lain kesini " kata Sinta Lalu mencari lagi beberapa pakaian yang bukan miliknya.


" Sialan kau Van " kata Sinta Yang melihat ada baju baru bermerek yang bukan seleranya.


Lalu Sinta menuju ruang kerja Evan dan mencari sesuatu. " Apa yang kau sembunyi kan dariku van " kata Sinta yang mencari cari sesuatu dan menemukan tas hitam merk Hermes model lama berwarna hitam . Tersembunyi di laci meja kerja Evan


" Tas siapa ini ?" kata Sinta Yang curiga Apa Evan punya wanita Lain. Sebab Evan slalu menghindar Bila ia menanyakan keseriusan Evan padanya.


Tangis Sinta pun pecah " kau tega van, padahal aku sudah berusaha bertahan dengan semua sikapmu " kata Sinta lirih yang tahu Evan memang seorang player. Dari sejak awal. mereka bertemu. Namun Sinta serius mencintainya.


" Tidak aku harus tetap bertahan aku ngak mau di buang begitu saja " kata Sinta lalu meninggalkan ruang kerja Evan. Dan kembali berbaring diatas ranjang.


Lama Sinta berpikir lalu ia beranjak mengambil tasnya Dan mengambil sesuatu bungkusan dan lalu membuang nya ke keranjang sampah. .


" Ya aku akan membuatmu bertangung jawab van " kata Sinta Yang ingin membuat dirinya hamil Karna slama ini Evan menyuruh nya Untuk memakai kontrasepsi Tapi kini harus bisa hamil agar bisa bertahan dan menjadi istri Evan seutuhnya


" Aku tak akan melepaskan mu begitu saja van " kata Sinta . Lalu naik keatas tempat tidur dan merebahkan dirinya untuk beristirahat.


*******


Plak............


Sebuah tamparan melayang dipipi Evan . Ketika ia berada di ruang kerja sang papi


" Kenapa kau bodoh hah.....lalu bagaimana dengan Sinta . Apa kau ingin membuat papi malu Kau tahu siapa tuan Lee dia bisa menghancurkan kita sampai ketitik terendah. " kata papi marah


" Maaf pi tapi aku mencintainya . Dan aku ingin dia jadi ibu anak anakku. " kata Evan

__ADS_1


" Cih...... sudah berapa perempuan kau tiduri tapi kau tak bisa juga mencari wanita yang baik. " kata papi kesal


" Apa papi harus menjodohkan mu .Agar kau berhenti main perempuan "kata papi


" Tidak perlu besok pi , biar Evan akan membawanya dan mengenalkannya pada papi dan mami " kata Evan .


" Terserah... papi capek bicara denganmu " kata pria tua itu lalu meninggalkan Evan sendiri di ruang kerjanya.


":Huh.............


" Aku harus membawa Maya kesini siang besok dan malamnya aku akan membawa Sinta. Agar mami bisa memilihnya . " kata Evan yang bingung dengan dirinya karna ia juga bingung dengan perasaannya.


Disisi lain ia menyukai Maya dan disisi lain ia kasihan pada Sinta yang sudah lama menjadi kekasihnya tampa ikatan.


************


Sedangkan Maya terlelap dipelukan Ryan. Dan Ryan membiarkannya. Karna malam ini Evan tidak pulang Jadi Evan tak mengusik nya. karna itu kesempatan nagi Ryan


" Pasti dia sibuk dengan kekasihnya." kata Ryan yang lalu mengecup kening Maya


Dan lalu mengedong Maya ke kamarnya dan ikut berbaring disebelah Maya. Dan lalu ikut memejamkan matanya.


" Sepertinya enak sayang" kata Ryan yang mencicipinya.


" Iya ini spesial buat abang " kata Maya . Yang lalu menyodorkannya Didepan Ryan yang menarik.kursi untuk duduk.


" Terimakasih sayang " kata Ryan yang lalu menikmati sarapannya dengan lahap


Karna Maya tahu apa yang ia suka dan apa yang iia tidak suka. .Karna itulah Maya lah satu satunya orang yang perduli dengan urusan perutnya. itulah sebabnya Ryan tak bisa jauh dari istrinya itu.


": Ayo makan lah kenapa hanya memandang abang " kata Ryan yang lalu menarik kursi menyuruh Maya duduk disampingnya.Lalu kedua pun makan bersama .


Setelah selesai Maya lalu mengantar Ryan sampai halaman parkiran.


" Abang berangkat dulu ya " kata Ryan yang disalami Maya. Sebelum masuk mobil.


" Ya bang hati hati. " kata Maya tersenyum lalu melambaikan tangan setelah Ryan masuk mobil.. Dan Ryan juga melakukan hal yang sama

__ADS_1


Maya lalu kembali naik ke apartemennya.


Sedang kan .Ryan masih dalam perjalanan


menuju kantor


" Tuan nyonya Lili akan tiba siang ini " kata Kim.


" Suruh Nia dan weni bersiap siap untuk menyiap kan semua nya Agar mereka bisa berangkat besok lusa " kata Ryan


" Tapi tuan Aska ingin bertemu nona Maya sebelum pergi tuan " kata Kim .


" Tapi Kim nona mu belum bisa mengingat mereka. " kata Ryan lirih


" Tuan muda Aska bilang tak perlu bertemu tapi cukup melihat nona Maya dari jauh saja itu sudah cukup intuk.mengobati kerinduan mereka. " kata Kim.


" Baik lah aku akan membawanya kerumah utama tapi kata kan pada tuan muda untuk melihatnya agak jauh . Karna mamah mereka belum bisa mengingat yang berat berat. takut dia cidera " kata Ryan yang sudah berkonsultasi dengan dokter yang menangani Maya.


" Baik tuan " kata Kim. Yang mengerti kondisi nona mudanya .


Lalu Ryan pun terdiam mengingat anak anaknya Yang akan berangkat liburan. Sebenar Ryan berat melepaskan anak anaknya Tapi ia harus fokus Demi kesembuhan Maya Dan juga anak anaknya


Karna anak anak juga ingin mamahnya sehat Dan mengingat mereka kembali seperti dulu.


*********


Disisi Lain Evan baru saja bangun tidur . Lau bergegas mandi untuk berangkat kekantor karna ia sudah terlambat.


" Bi nanti siang siap kan makanan spesial karna akan ada tamu " kata Evan ketika sarapan .


"Tamu siapa van " tanya mami


" Calon mantu mami , tapi nanti biar mami yang memilih " kata Evan.


" Kenapa mami yang harus memilih kan Kamu yang mau menikah " kata mami .


" Biar Evan tak salah pilih mi " kata Evan.

__ADS_1


" Baik lah mami mau lihat seperti apa pilihan mu yang suka mengoleksi wanita " kata mami yang tahu anaknya bungsu itu Pria brengsek Yang mewarisi sifat papinya.


Namun sang mami membiarkannya karna sudah lelah menasehatinya. Berbeda dengan dua anaknya yang lain.


__ADS_2