
Ryan membaringkan tubuhnya diatas ranjang Ketika Maya masuk kekamar.
" Abang sudah pulang ya , May pikir belum " kata Maya yang mendekati Ryan .
" Baru saja sayang " kata Ryan yang memeluk pinggang Maya .
" Sini berbaring disebelah abang, abang mau peluk May '" Kata Ryan yang lalu memeluk Maya .erat.
" Abang kenapa Apa capek biar May pijat ya bang " kata Maya
.
" Nggak usah sayang , biar abang peluk May saja itu sudah cukup " kata Ryan yang lalu menaruh kepalanya di caruk leher Maya lalu memejamkan matanya .
Maya pun diam tak bicara membiarkan Suaminya itu memeluknya erat dan mencium pipinya berkali kali . Dan setelah itu terdengar suara pelan nafas Ryan . Yang teratur dirasakan Maya
" Bang .. abang " kata Maya lalu berbalik pelan karna Ryan terlelap Yang membuat Maya tersenyum Dan memeluk tubuh Ryan. Lalu menyelimutinya.
" Pasti abang sangat lelah " guman Maya lalu mencium kening suaminya itu dan beranjak dari sisinya.
Maya menatap . sebentar Ryan yang terlelap lalu membiarkan suaminya terlelap sebentar sebelum magrib . Karna tak tega melihat wajah lelah sang suami.itu. Pastinya karna beban masalah dan pekerjaan..
Maya lalu keluar dari kamar dan menutup pintu pelan.. Menemui Nur. karna setelah Desi dan vani pulang . Sinta istirahat di belakang . Ditemani Ima.
Tok........tok........tok........
Cek lek
"' Kak May masuk lah kenapa pake ketuk pintu segala " kata Nur.
" Ya takut Nur lagi istirahat"' kata Maya.
__ADS_1
" Sudah tadi kak sebentar " kata Nur.
" Apa de Bima sudah telpon Nur hari ini " tanya Maya.
" Sudah kak, mereka dalam perjalanan pulang " kata Nur .
" Syukur lah " kata Maya yang rindu pada adiknya itu.
"Kak May mau bicara apa ?" kata Nur.
"' Itu tadi Kak May bingung karna Kak May nyuruh Sinta nginap tapi belum izin bang Ryan. Kak May takut dia ngak ngizinin. Tapi kasihan juga kak May sama Sinta kalo dia di apartemen sendiri takut kenapa napa kalo disini aman " kata Maya.
" Tap tadi kaya nya bang Ryan sudah pulang bang " kata Nur .
" Iya Nur lagi tidur sekarang . Kan capek kasihan Makanya kak May ngak tega bangunin. Karna kelihatan nya bang Ryan lelah banget . Kak May tinggal biar tidur lelap dulu sebentar .Nanti kalo sudah mepet magrib baru kakak bangunin " kata Maya.
" Iya Kak pastinya lelah , orang mengira jadi bos itu santai tapi Semakin tinggi posisi jabatan makin sibuk Dan semakin banyak pekerjaannya .Ditambah masalah kantor makin menumpuk " kata Nur.
" Iya Nur, kita tahunya terima bersih ya kan Nur " kata Maya terkekeh.
" Iya Nur , kadang orang melihat kita hidup mewah dan nyaman itu enak .Tapi tangung jawabnya juga banyak. Makanya kak May jarang pergi shopping kaya orang kebanyakan. Bukan ngak punya uang tapi ngak tega Kalo ingat abang kelelahan kerja . Demi menghidupi Kak May dan juga anak anak . Kita sih enak tinggal gesek " kata Maya.
" Iya kak, Nur tahu . Pemikiran kak May sama kaya Nur " kata Nur yang juga mengerti kesusahan suaminya .
" Ya Nur makanya kadang kak May bersyukur bisa berbagi sama teman dan kerabat dekat. Karna kak May dulu pernah merasakan susah nya mencari uang Ketika Bima masih kecil. Kakak kerja nyambi kuliah dan sekarang kak May bisa hidup enak bukan instan tapi mungkin Allah memang ngasih rezekinya ke kak May " kata Maya.
" Iya kak , Nur mengerti " kata Nur yang lalu merangkul tangan Maya . Bahagia bisa dekat kakak iparnya itu. Karna sangat baik dan juga perhatian. Bahkan melebihi kakak kandung nya sendiri.
Sampai hari Ini Nur belum pulang lagi kerumah abi dan uminya. Karna ia cukup kecewa. Tapi Nur memberi waktu untuk menenangkan dirinya juga Agar ia bisa iklas. Karma mungkin ia sudah lama ngak pulang. jadi tak dianggap.
Bukan tampa alasan Nur tak mau pulang. karna masih trauma dengan keluargganya sendiri. Dan itu membuat Nur cukup berhati hati . Karna dia juga harus menjaga perasan suaminya. Dan lagi pula ia merasa nyaman tinggal bersama Bima. Karna suaminya tak pernah bersikap kasar dan seenaknya. Begitu juga kakak ipar dan teman temannya. Yang mengangap Nur seperti adik kandungnya sendiri.
__ADS_1
" Oh ya Nur kak May lupa, tadi kesini mau nanya . Besok mau lahiran di rumah sakit atau dirumah saja. Biar nanti dokternya bisa kita hubungi " kata Maya
" Bisa emang kak, kalo bisa sih Nur pengen dirumah aja lebih nyaman " kata Nur jujur. Karna ia merasa ngak nyaman melahirkan dirumah sakit.
" Bisa kan suami mu banyak uang " kata Maya sambil mengedipkan matanya.
" Hehehe kak May bisa aja ,kan bang Ryan bos nya ya lebih banyak bang Ryan lah" kata Nur.
" Tapi kan Bima tanggungannya belum banyak Nur jadi masih bisa lah manjain istrinya. Kalo cuma biaya melahirkan sih kecil . Bima ngak kan menolak pastinya dia juga ngasih pengen ngasih yang terbaik buat Nur " kata Maya .
" Iya kak nanti Nur bicarakan dulu sama aby biar semua nya berjalan lancar
" Iya bicaralah kan tinggal nunggu lahir takut nanti brojol aja " kata Maya terkekeh sambil mengusap perut Nur yang semakin buncit.
" Ya kak terimakasih untuk semuanya " kata Nur memeluk Maya
" Sama sama Nur, kalo kakak bisa menolong orang . Kenapa ngak bisa sama kerabat sendiri . Pastinya kakak juga pengen yang terbaik buat kamu dan Bima " kata Maya Yang mengusap punggung Nur .
" Ya kak, trimakasih " kata Nur tersenyum.
" Ya sudah ya., kak May balik kamar lagi takut bang Ryan bangun trus nyariin kakak " kata Maya.
" Ya kak " kata Nur.
Lalu Maya pun beranjak dari duduknya dan keluar dari kamar Nur. Kembali kekamarnya sendiri . Karna takut suami nya terbangun dan mencarinya .
Cek lek
Maya masuk dan menutup pintu .lalu menguncinya .Terlihat Ryan masih terlelah dan Maya lalu ikut berbaring disebelah Ryan. Sambil memiringkan badan menatap suaminya yang tertidur pulas . Menelisik setiap inci wajah Ryan yang terpahat indah dimata Maya. Karna hanya itulah yang ia punya . Suami yang mencintainya. Dan itu sudah lebih cukup dari apapun . Karna Maya tahu betapa besarnya cinta sang suami pada dirinya. Dan Maya sadar itu semua anugrah terindah bagi dirinya. Karna sebanyak apapun uang seorang pria tapi bila ia berbagi hati itu tetap menyakitkan .
" May juga mencintai abang " kata Maya mengusap pelan wajah suaminya itu. Bangga dengan apa yang ia punya dan Maya sangat bersyukur dengan apa yang ia miliki..Karna di luar sana masih banyak orang yang iri akan kehidupannya.
__ADS_1
" Trimakasih sudah mencintai May sepenuh hati bang " guman Maya pelan Menatap lukisan indah ilahi itu terpampang nyata di depannya.
.