
Ryan duduk dengan cuek menghadap dua pria yang yadi melongo melihat aksinya.
" Kenapa kok heran " kata Ryan cuek.
" Ada apa Lim?" tanya Ryan menatap Lim.
" Bukan apa apa tuan muda " kata Didi yang mengaruk lehernya yang tak gatal.
" Begini tuan Muda , ada surat surat penting yang harus anda tangani .Namun sebelumnya ada membacanya dengan teliti " kata Lim .Yang menyodorkan berkas berkas penting yang dibawanya.
" Bukan sudah ada pembagian hasil kenapa mereka masih minta persetujuan " kata Ryan heran.
" Mereka takut anda bekerja sama dengan para mafia tuan " kata Lim menjelaskan.
" Aku tak pernah terlibat masalah itu Lim, aku bersih tak mau bermain kotor.
" Itulah sebabnya mereka memastikan lagi " kata Lim .
" Baik " kata Ryan yang lalu membuka dan membaca berkas berkas yang dibawa Lim.
" Apa ini boleh diminum bos " tanya Didi yang melihat makanan didepannya yang tertata rapi .
" Tidak kau pandangi saja" kata Ryan cuek.
" Abang.....itu memang untuk mereka , punya abang sudah Maya pesan itu diatas bufet " Kata Maya yang mendengar perkataan Ryan pada Didi.
" Serius nona, trimakasih " kata Didi . Tersenyummerasa senang.
" Aish kau ini Di, baru datang sudah lapar saja " kata Ryan.
" Lah kan perjalanannya jauh bos " kata Didi protes.
" Sudah makan saja , Tuan Lim maaf kan suami saya bila kurang sopan " kata Maya.
" Astaga sayang, kau tak perlu bersikap ramah pada mereka, mereka asistenku .Aku yang membayar mereka ." kata Ryan protes karna Maya terlalu ramah dan sopan pada tamunya
Sedang Lim hanya tersenyum. walau tadi sempat kaget mengira Maya wanita bayaran namun sikap Ryan yang lembut . mengisyaratkan bahwa Maya wanita spesial Ryan. Dan baru kali ini Lim melihatnya.
" Abang mau makan juga , biar Maya siapin " Kata Maya lembut.
" Ya bawa kesini " kata Ryan tampa menoleh.
__ADS_1
Sedang Didi dan Lim pun mulai menikmati makanan yang ada dihadapan mereka. Sedang Maya membawa nampan dan menaruhnya diatas meja . Lalu duduk di sebelah Ryan.
" Abang mau tapi disuapin " kata Ryan ketika Maya sudah duduk disebelahnya.
" Hah....kan abang bisa makan sendiri" kata Maya bingung atas permintaan suaminya.
" Apa kau tak lihat abang lagi memeriksa berkas " kata Ryan cuek.
Maya pun mengambil nafas, lalu mendekati nampan dan menyuapi Ryan yang sambil membaca berkas. Entah sejak kapan Ryan bersikap manja.Namun Maya pun menurutinya.karna tahu pasti suaminya itu lapar karna tadi pagi belum sarapan dari pagi .Lagi pula Aska sedang tidur.
Lim dan Didi hanya bisa menelan salivanya.Karna melihat tingkah manja bosnya itu.yang makan disuapi sang istri.
Ryan makan dengan lahap. Tak perduli dengan dua asistennya itu yang sedari tadi melihatnya.
" Sudah habis abang mau nambah " tanya Maya.Manatap wajah tampan suaminya yang masih membaca berkas.
" Cukup minumnya " kata Ryan
" Ini bang " kata Maya yang menyodorkan minuman yang Maya beri sedotan lalu menyodorkannya pada Ryan.Ryan pun menyedot habis minumannya. Lalu Maya membersihkan mulut suaminya itu dengan tissue .
" Trimakasih sayang " kata Ryan lalu mengecup bibir Maya. Yang membuat Maya malu.Karna Ryan melakukanya didepan orang lain. Namun wajar saja, toh sekarang .Ia sudah menjadi istri sah Ryan.
Lim dan Didi hanya saling pandang. Baru kali ini mereka melihat sikap manis bosnya itu. Tapi tidak bagi Didi yang sudah tahu kalo Maya istri bosnya itu.
" Oek ....oek...eh eh...."
Aska pun menangis karna terbangun .Maya lalu bergegas menghampiri Bayi mungil itu. dan lalu mengangkatnya lalu mengendongnya.
" Di kok ada Bayi " bisik Lim pada Didi.
" Nona Maya istri tuan muda dan bayi itu anaknya " kata Didi berbisik kecil .Namun terdengar oleh Ryan.
" Hah ......kata Lim terkejut.
" Bos kapan menikah , kenapa tak memberi tahukan kami ?" tanya Lim pelan.
" Tidak penting Lim , karna aku tak ingin dipublikasikan. ini privasi " kata Ryan santai. sambil meletakan berkas yang sudah ia baca dan tanda tangani.
" Tapi tuan , Apa tuan besar dan nyonya sudah tahu." tanya Lim.
" Mereka sudah tahu sejak Maya hamil " kata Ryan datar.
__ADS_1
" May siap kan semua barang kita pulang sekarang sayang " kata Ryan.
" Ya bang " kata Maya lalu menghampiri Ryan dan meminta Ryan untuk mengendong Aska.
Dan Ryan pun dengan senang hati memangku nya . Begitu juga Aska yang sudah akrab dengan ayah sambungnya itu.Sedangkan Maya membereskan tas mereka untuk pulang.
Lim terkesima melihat bosnya itu. Yang begitu mahir dan sudah terbiasa memangku Bayi .Sedang Didi yang sudah terbiasa melihat hanya diam dan menunggu.
" Lim kau bawa mobil ku biar aku akan bersama mobil yang dibawa Didi " kata Ryan.
" Baik bos " kata Lim .
Karna mobil yang biasa dipakai Maya adalah yang biasa dibawa Didi dan lebih nyaman. Disana Maya bisa berbaring bersama bayi Aska. karna mobil lebih luas dan besar.
Setelah semua rapi Ryan pun memberi kan Aska pada Maya. Lalu tas Maya dibawa Didi menuju mobil. Ryan yang hanya memakai pakaian biasa .Terlihat santai dan nyaman. Walau begitu tak mengurangi kadar dari ketampanannya.
Maya memasang wajah cemberut .Karna suaminya itu jadi perhatian para tamu hotel ketika mereka melewatinya.
" Ayo bang " kata Maya yang merangkul tangan sang suami yang mengedong Aska dengan tangan sebelah.
" Kenapa ? kok istri abang cemberut " goda Ryan terkekeh.
" Tidak ada " kata Maya manyun, karna tak mungkin ia mengatakan cemburu melihat suaminya itu jadi perhatian para wanita.
" Hahaha....... jangan diambil hati ,abang hanya milikmu " bisik Ryan pelan .
Namun itu membuat Maya tersenyum, karna hati nya berbunga bunga. karna memang kini ia adalah istri sah Ryan secara hukum dan Negara. Dan Maya punya hak paten pada Ryan suaminya.
" Iya bang " kata Maya..Yang lalu menggenggam erat tangan Ryan menuju mobil yang sudah di tunggu Didi.
Ryan pun menyerahkan Aska pada Maya ketika hendak membayar. Maya dengan setia menunggu suaminya itu disampingnya Sambil memperhatikan para resepsionis uang terlihat genit melirik sang suami.
" Trimakasih " kata Ryan yan cuek lalu merangkul sang istri meninggalkan hotel.
" Gila tuh, perempuan suami nya ganteng dan tajir " kata resepsionis ketika Ryan berlalu.
" Iya beruntung banget dia " kata keduanya.
Maya yang mendengar jelas dari kejauhan hanya menatap sekilas wajah tampan suaminya itu. Maya sadar ia memang beruntung bisa memiliki Ryan seutuhnya. Walau Maya tahu Ryan mantan seorang player.Namun godaan diluar sana sangat berbahaya. Seperti yang bi Marni katakan. Bahwa banyak orang akan mengejar suaminya demi uang.
Tapi kini Maya harus bisa menyesuaikan dirinya pada Ryan .Karna Maya tahu Ryan mencintainya. Dan itu sudah cukup bagi Maya untuk mempertahankan rumah tangganya .Selama ia bisa menjaganya dengan baik. Dan melayani suaminya sebaik mungkin. Karna Maya tak ingin lagi terjadi padanya ketika ia dulu bersama Bayu.
__ADS_1