
Lalu kedua nya pun terlelap.. Setelah lelah menata dari tadi siang berbenah
Sedangkan seorang gadis duduk melamun seorang diri. sambil mencoret coret kertas yang dibatas meja .
" Apa kak Azzam serius padaku, kenapa ia tak datang lagi " kata gadis itu termenung .
" Kenapa melamun ?" kata Amel melihat putrinya itu termenung menatap kertas hasil corat coret tak berbentuk.
" Apa begini desain Aina jelek sekali " kata Amel sengaja menyindir Aina.
" Eh ngak bu itu cuma karna Aina lagi ngak mood " kata Aina . yang mengambil kertasnya lalu ******* ***** nya dan membuang nya ke keranjang sampah kecil
" Lho kenapa di buang kan bagus abstrak " goda Amel
" Ibu apaan sih , Aina lagi ngak mood nih " kata Aina cemberut
.
" Heh ...... pasti lagi mikirin kak Azzam kan .Ibu gerti kak " kata Amel menatap Aina.
" Ih ibu mana ada ngak lah " kata Aina berkelit.
" Yakin ..... ngak mau tahu ngak atau ngak usah lah " kata Amel yang ingin beranjak pergi dari kamar Aina.
" Ibu ......" rengek Aina.
" Eh .... kenapa kaya anak kecil sih " goda Amel Yang tahu pasti Aina penasaran dengan kabar Azzam.
" Iya deh Aina ngaku , gimana kabar kak Azzam " kata Aina akhirnya menanyakan pria itu
" Azzam sudah melamar Aina kemaren Sebelum pulang lewat abi dan uminya Tapi harus menunggu dua bulan lagi Baru datang kesini Karna kemaren buru buru. ada pekerjaan. Dan kalo kesini nanti langsung akad nikah dan resepsi sederhana . Karna Aina juga lagi Kkn kan nah jadi selesai kan kkn nya dulu baru nikah. " kata Amel membelai rambut Aina.
Aina pun lalu tersenyum . Dan memeluk sang ibu yang slalu perhatian padanya.
" Bilangnya ngak ada apa apa Tapi berharap juga yah malu malu kucing deh " goda Amel.
" Ibu " kata Aina
" Apa.....ngak usah malu kak.. Kan wajar kalo kita menyukai seseorang selama kita tak merebut milik orang lain. " kata Amel.
" Iya bu " kata Aina dan menambah erat pelukannya sambil menyandarkan kepalanya pada Amel.
__ADS_1
Amel tersenyum karna harapan nya terwujud Dulu ia sempat menyukai Bima . Tapi ia mengaku kalah dengan Nur. Tapi kini putri nya bisa berjodoh dengan Azzam putra sulung Nur dan Bima Yang membuat Amel sangat senang dan bahagia bisa besanan dengan sahabatnya itu . Apalagi rumah mereka tak jauh dari rumah Bima dan Nur.
Sedangkan dirumah baru Fatimah baru saja memasak sarapan Untuk suaminya dari selesai sholat subuh Sedang Ken belum pulang dari masjid.
" Alhamdulilah sudah selesai " kata Fatimah yang lalu menata masakan nya di atas meja . Dan juga menyiapkan piring untuk sarapan
" Assalamualaikum " suara Ken dari luar
" Walaikum salam " jawab Fatimah . Yang lalu menyambut suaminya .
" Ayo langsung sarapan aja bi sudah Fat siapin " kata Fatimah
" Wah rupanya istri abi rajin sekali ya " kata Ken yang lalu memeluk istrinya. Dan mencium nya Dan lalu mengandeng nya ke meja makan.Fan melihat masakan Fatimah
" Wah komplet sekali " kata Ken.
" Oh ya bi kemaren bunda sudah pesan orang yang bantu bersih bersih rumah. .Biar Fat ngak capek sepulang kuliah Dan juga tukang kebun nya ." kata Ken.
" Apa tidak terlalu banyak biaya bi , Fat kan masih bisa bersih bersih " kata Fatimah.
" Abi tahu Fat bisa. Tapi juga harus kuliah kan . Jadi kalo ada yang bantu bantu Fat didapur Bisa sambil belajar " kata Ken Yang lalu memeluk istrinya itu dan melihat masih jam 05 30. pagi
" Sini " kata Ken menarik tangan Fatimah kekamar.
" Abi mau olahraga pagi dulu " kata Ken
Yang langsung membawa Fatimah keatas
tempat tidur Dan langsung menindih nya
Mumpung masih pagi dan juga hari minggu Ken bisa bersantai dengan sang istri tampa gangguan.
" Bi .... ah ....... " lenguh Fatimah yang mulai terbuai dengan ulah suaminya itu.
Hingga keduanya melakukan nya lebih dari dua jam.
Fatimah tersenyum mendekap tubuh suaminya itu yang penuh keringat dan menutupnya dengan selimut. Karna Ken kembali tertidur setelah pelepasan tadi .
Dan Fatimah memasang baju handuknya menuju meja makan .Untuk menutup makanan yang sudah dingin.
" Biar di hangatkan lagi nanti " kata Fatimah . Yang kembali ke kamar lalu memeluk tubuh suaminya yang terlelap.
__ADS_1
" Trimakasih ya Allah kau kirimkan suami yang baik dan penyayang juga perhatian. Ganti dari kepergian ibu dan ayah " kata Fatimah . Yang lalu ikut tidur disamping suaminya.
*********
Di negara lain . Aska dan Amina baru saja pulang di jemput sopir sang ayah .Menuju istana tuan Ahmet .
" Plak ....... "
Sebuah tamparan melayang dari tangan tuan Ahmet pada sang adik. Yang baru saja masuk keruangannya
" Kau tahu aku selama ini diam saja ketika beberapa kali kau ingin mencelakai menantu ku. Agar dia membalas mu. Tapi apa yang ia lakukan .Dia tak mau mengadu kan mu pada ku bahkan mencelakai anak buah mu. " kata tuan Ahmet
" Kau tahu kenapa karna dia menganggap paman nya Dan tak mau kita menumpahkan darah. Dia bisa saja menghancur kan mu Tapi dia tak mau . Sampai Amina sendiri yang meminta ku untuk menghukum mu. Karna dia tak ingin ia menjadi janda. Dan kau tahu selama ini ia pun sudah mengawasi mu " kata tuan Ahmet yang malu pada diri nya sendiri. Kalo sampai besan nya tahu di mana ia harus menaruh rasa malunya.
" Maaf kan Arsyad kak " kata Arsyad menatap tuan Ahmet.
" Kau sudah berkali kali mencoba ingin mencelakainya Bahkan tadi malam Sampai
Pangeran Fahri menelpon ku .Menanyakan kenapa sampai kau ingin mencelakai suami keponakan mu sendiri .
" Dia tahu aku melakukan....."
" Paman terlibat bisnis ilegal ayah " kata Asyam yang datang tiba tiba .
" Hah......Bagaimana bisa . Apa kau mencampurkan adukkan bisnis keluargga dengan bisnis kotor mu Arsyad .." teriak tuan Ahmet . Yang membuat semua pelayan dari luar kaget mendengar teriakan tuan besar nya
Sedangkan Amina dan Aska baru saja keluar dari kamar mandi. Lalu berpakaian untuk siap siap berangkat kerja dan Amina ingin ikut kekantor suaminya Karna ia tahu pasti suami nya dalam bahaya bila tak bersamanya.
Di meja makan semua orang sudah berkumpul . Hanya Amina dan Aska yang belum datang . Terlihat wajah tuan Ahmet tampak masam ..Karna ulah Arsyad
Yang membuat Tiga adik nya yang lain diam tak berkutik Sedangkan Asyam cuek tak perduli .Menikmati makan kannya dengan santai .Yang membuat yang lain nya heran tampa berani bicara.
Aska baru saja ingin melewati ruang tengah ketiga pengawal sang mertua menahan nya
"' Maaf tuan muda . kami disuruh tuan Ahmet untuk mengawal anda kekantor
" Kata pengawal pribadi sang mertua
.Yang membuat Aska kaget
" Tapi ......
__ADS_1
Prank......prank........
Terdengar suara barang pecah dari meja makan Yang membuat Amina menoleh pada Aska. Begitu juga Aska yang menatap Amina lalu keduanya bergegas pergi keruang makan