
Maya sudah rapi ketika Ryan ingin berangkat kekantor. Sedang Lim Memberi hormat pada Maya ketika bertemu istri tuan mudanya itu.
" Siang nona "Sapa Lim menyapa ketika Maya lewat ruang tengah.
" Kau sehat Lim , maaf membuat mu menunggu lama . Tadi kami ketiduran sebentar " kata Maya.
" Tak apa apa nona " kata Lim tersenyum pada Maya . Yang terpukau dengan kesederhanaan Maya .Namun terlihat cantik.
" Kau sudah mau pergi " tegur Ryan yang sudah rapi dengan jasnya . Ketika mendekati istrinya itu ngobrol dengan Lim.
" Iya bang Jhon akan antar Maya kerumah sakit dulu lalu ke salon " kata Maya.
" Ya sudah hati hati , cepat pulang kalo udah selesai ya " kata Ryan.
" Lim ayo berangkat " kata Ryan yang lalu mengecup bibir istrinya . Yang membuat Lim hanya menelan salivanya melihat pemandangan live didepan mata.
" Baik tuan muda, nona saya permisi " kata Lim sopan.
" Ya Lim hati hati , titip suamiku ya" kata Maya tersenyum.
" Baik nona" kata Lim.
Lalu kedua pria itu pun melangkah pergi menuju pintu utama.. Sedangkan Maya kembali ke kamar mengambil tasnya. Dan tak lupa pamitan dengan sang ibu dan bi Marni.
" Bu , Maya pergi nengok Didi suaminya Vani ya " kata Maya. Pada ibunya yang baru saja beristirahat karna baru sampai . Bersama Bima.
" Iya nak hati hati , maaf ibu tinggal istirahat belum bertemu dengan suamimu " kata Ibu yang memang baru saja datang ketika ia tertidur tadi.
" Nggak papa bu ,bang Ryan lagi kekantor. Nanti malam kan masih bisa ketemu. " kata Maya.
Sedangkan Bima tidur karna merasa lelah perjalanan 6 jan naik mobil dari kampung Untungnya Bima libur 2 minggu dan bisa bertemu sang kakak.
" Ya hati hati , salam buat nak Vani juga Desi ya " kata Ibu Risma
" Ya bu, ya sudah ibu istirahat dulu " kata Maya yang juga sempat ketiduran tadi pagi menemani sang suami.
Maya pun lalu berangkat setelah memberi tahu bi Marni dan juga Nia. Yang asyik bermain bersama Aska dikamarnya. Aska sudah biasa ditinggal setelah tak menyusu lagi. Dan Aska juga tahu kalo ia bakal punya adik kembar .
Perjalanan kerumah sakit tak lama sekitar 20 menitan. Maya pun turun dari mobil sambil membawa keranjang buah.
" Nona biar saya yang bawa " kata Jhon yang mengawal sekaligus menjadi sopir Maya.
" Ngak usah Jhon ini ngak berat " kata Maya. Berjalan pelan menyusuri ruangan di mana Didi dirawat. Sedangan Jhon mengikuti nona mudanya itu.
Maya pun berhenti di ruangan yang dituju .Lalu mengetuknya.
" Assalamualaikum " kata Maya pelan.
__ADS_1
" Hai beb , tak pikir siapa " kata Vani yang sedang membersihkan mulut Didi sehabis makan.
" Baru makan ya, maaf nganggu " kata Maya Sambil meletakan keranjang buah. Diatas meja.
" iya, sendirian May " tanya Vani.
" Maaf nona, membuat nona repot " kata Didi.
" Berempat nih sama jhon juga lagi nunggu di luar " kata Maya menujuk.perut nya.
" Ngak pa pa Di, kan aku belum sempat nengok " kata Maya yang duduk di kursi yang disiapkan Vani.
" Lho mah ngak datang juga ngak pa pa May, sudah diwakili pas bos " kata Vani santai . Lalu membereskan piring bekas Didi makan.
" Kapan pulang ? gimana lukanya " tanya Maya basa basi.
" Nanti sore May, ngak dalam kok. aku sih curiga paling ada yang ngak senang sama gue " kata Vani.
" Kok bisa " tanya Maya dengan mengerutkan dahinya.
" Yah bisa lah, yang diincar itu gue sih kayanya tapi waktu itu mas Didi menghalangi badan gue, jadi gue aman " kata Vani
" Astagfirullah. siapa sih nekat gitu , trus ngapain coba mau nusuk lho apa dia ngak takut masuk penjara kalo ketangkap " kata Maya.
" Namanya juga kalap May, Mungkin saja dia ngak terima miliknya diambil orang " sindir Vani santai. Sambil melirik Didi.
" Sudah tadi pagi, orangnya ngaku disuruh seseorang . cuma pengen dapat duit buat makan . trus nekad " kata Vani.
" Ih kok gitu sih , trus yang nyuruh gimana ?" tanya Maya. lagi Pemasaran ingin tahu.
" Ya dibebaskan lah, dengan alasan kasihan ,biasa mantan " kata Vani.
" Ups.......Maya langsung menutup mulutnya. Karna tampa disebutkan namanya pun Maya sudah tahu siapa mantan Didi.
" Untung gue selamat , kalo ngak selamat coba dua nyawa melayang " kata Vani.
" Trus bebas gitu aja dia, ya ngak ada efek jeranya dong " kata Maya
" Cuma ditahan 1 bulan beb, trus sekarang dia sudah ngak kerja jadi simpanan om om girang. karna tadinya bakal di sel 3 bulan.Tapi karna ada yang jamin ya cuma satu bulan " kata Vani menjelaskan.
" Tadinya gue mau banding eh mas Didi bilang ngak usah " kata Vani sewot.
" Sudah ngak udah dibahas nanti tambah panjang de, itu sudah membuatnya jera toh dia merasakan hukumannya" kata Didi .Yang tak ingin istrinya itu punya dendam apa lagi kondisi hamil muda.
" Ya sudah.....Vani ngak akan bahas mas " jawab Vani. Sedang Maya hanya terdiam .Dan lega sudah tahu pelakunya.
" Trus May, lho jadi mau ke salon sama Desi " tanya Vani.
__ADS_1
" Jadi habis ini, kan janjian disini tadi gue sudah hubungin Desi " kata Maya
" Oh gitu, sayang nya gue ngak bisa ikut " kata Vani sendu. karna harus menunggu Didi.
" Lain kali ya, gue cuma potong rambut kok" kata Maya.
" Ok kapan kapan ajak gue kalo mau belanja ya " kata Vani tersenyum. Yang memang suka menemani temannya itu belanja apalagi dapat gratisan dan bonus.
Sedangkan Didi hanya diam mendengar obrolan keduanya .Yang duduk menikmati buah yang tadi di kupas Vani. Sebelum Maya datang .
Tok....tok....tok....
" Hai I am coming " kata Desi sumringah. Sambil melangkah mendekati Maya dan Vani .
" Tumben kok cepat Des " kata Vani.
" Iya lah kan sudah dari semalam janjiannya." kata Desi.
" Kaya nya dandan maximal banget lho Des " kata Vani.
" Jelas kan mau ngantar bu bos, ke salon kalo nanti ada gratisan bisa di permak coy " kata Desi senang.
" Pasti lah, kalo sama Maya ngak mungkin ngak, apa lagi jadi butut " kata Vani Yakin. Karna Maya bukan orang yang pelit dan Vani tahu sejak berteman dengan Maya.
" Yoi..... butut aja kecipratan apalagi kepala nya kan May " kata Desi seraya memainkan kedua alisnya. Sambil tersenyum.
" Ya mungkin itulah rezeki gue jadi nya berlipat ganda. Masalahnya banyak buntut buntut yang perlu dikasihani " kata Maya terkekeh.
Hahaha ..... Ketiganya pun tertawa. Memang kenyataan kini hidupnya lebih baik. Dulu Desi yang slalu membantu Maya . Apa bila ia kekurangan . Dan kini saling gantian memberi. Karna toh ada rezeki orang lain lewat tangan.Maya.
" Ya sudah Van , mas Didi kami pamit dulu. Maaf ngak bisa lama " kata Maya basa basi.
" Iya non, trimakasih sudah mau menjenguk " Jawab Didi .
" Trimakasih ya May, Des ini buat kita kan " kata Vani yang melihat sekotak kue lapis bawaan Desi.
" Yoi buat bumil biar kuat jaga suami yang lagi sakit " kata Desi.
" Ok Trimakasih beb , hati hati di jalan " kata Vani tersenyum.
" Ok kami pamit dulu " kata Maya yang seraya berdiri dan pamit dengan Vani dengan cium pipi kiri kanan. Juga dengan Desi
" Bye......." kata Desi
" Ya sampai ketemu " kata Vani tersenyum. Mengantar keduanya sampai depan pintu.
__ADS_1