
Diaz pun lalu meninggalkan Rara yang sudah memejamkan matanya. Untuk pulang ke mansion nya karna ia sudah membayar seorang perawat untuk menjaga Rara dan mengawasinya.
Mobil melaju sedang di jalan berbaur dengan pengendara lain Diaz yang sedikit mengantuk menyetir dengan pelan . Karna ia sangat lelah. Karna dua hari ini sepulang bekerja ia harus menjaga Rara. Karna tak tega membiarkan Rara Yang kesepian
Tiba. tiba ...
Cit..... srek........ bruk........
" Aaaa........" Teriak seseorang yang lalu terjungkal di trotoar jalan.
Diaz pun membuang nafas kasar ketika hampir saja menabrak seseorang .Lalu keluar dari mobil melihat wanita yang hampir ditabrak nya.
" Maaf nona saya tak sengaja " kata Diaz meminta maaf pada wanita yang terduduk karna kaget hampir tertabrak mobil dan kakinya memar karna tergores.
" Ngak papa tuan " kata wanita itu. Yang lalu ingin berdiri. Namun melihat Diaz yang berdiri sambil terpejam ia pun memegang tangan Pria itu
" Anda ngak papa tuan " kata wanita itu yang membuat Diaz kaget yang hampir terhuyung kesamping.
" Aku ngak pa pa " kata Diaz yang memegang kepalanya.
" Tuan anda kenapa aku bisa membantu tuan " kata wanita itu .yang kasihan melihat wajah Diaz yang terlihat pucat .
" Kau bisa menyetir " kata Diaz
" Bisa kenapa tuan ?" kata wanita itu bingung
" Bisakah kau mengantarku pulang aku akan membayar mu Ini Alamatku " kata Diaz yang sudah mengantuk sambil mengeluar kan ponselnya. Dan memberikannya pada wanita itu
" Baik berikan kunci nya dan masuk lah " kata wanita itu lalu masuk dari pintu sebelah kanan Dan masuk lalu menutup pintu . Diaz pun ikut masuk dan bersandar sambil memejamkan matanya . Lalu menurunkan sedikit kursinya. Dan mulai tertidur ketika mobil berjalan. Wanita itu mengantar Diaz kerumahnya yang ternyata agak jauh Dan sangat dekat dengan hutan Dan jalannya juga lumayan sepi.
" Apa tidak salah ini rumahnya " kata wanita itu Lalu masuk kedalam gerbang yang terbuka Ketika ia membunyikan klakson mobil .
" Maaf pa apa ini betul rumah tuan ini " kata wanita itu .Menerangi wajah Diaz.
" Iya nona silahkan masuk " kata satpam penjaga gerbang .
__ADS_1
Lalu wanita itu pun membawa mobil nya sampai pekarangan mansion Yang terlihat lumayan luas. Lalu turun dan mencari orang untuk membantu nya memapah Diaz.
" Pa bisa bantu tuan ini tertidur " kata wanita itu yang tak lain Neti
" Iya nona mari bawa kekamarnya saja " kata seorang pria yang merupakan pelayan kepercayaan Diaz lalu memapah tuannya
itu kekamar
Dikamar pelayannya membaringkan Diaz dan lalu menyelimutinya
" Nona menginap lah disini ini . Ini sudah malam tak ada taxi disini . Anda bisa memilih kamar disebelah sana dan di sana sudah ada pakaian ganti " kata Pelayan tua itu menunjuk kamar yang dimaksud. Akhirnya Neti pun masuk kamar itu dan lalu membuka dan lalu masuk.
" Kamar yang bagus " kata Neti lalu mengunci pintu kamar setelah masuk.
Neti lalu duduk dan menelpon kakaknya dirumah . Karna tak bisa pulang dan menginap di rumah orang yang ditolongnya lalu Bayu pun mengizinkan nya. Karna ia tak tega dengan pria yang ditolongnya Yang terlihat sangat lelah dan mengantuk Yang bisa membuat nyawanya melayang Kalo nekat menyetir Apalagi tadi ia hampir saja menjadi korban.
Neti pun lalu membuka lemari Yang berisi pakaian wanita. Lalu mengambil salah satu pakaian tidur Dan lalu mengenakannya
Neti berbaring sambil melihat langit langit kamar .Setelah mengantuk Neti pun lalu memejamkan mata.
******
" Belum tidur Nur " kata Bima yang mengusap kepala Nur pelan.
" Aby juga kenapa belum tidur " kara Nur.
" Aby belum mengantuk " kata Bima.
" Nur juga by " kata Nur yang lalu memeluk tubuh suami nya
" Apa ade kangen dijenguk aby " kata Bima yang lalu mengecup bibir tipis istrinya cukup lama.
Nur hanya tersenyum . Karna memang sudah seminggu ini Bima puasa. Karna ngak mungkin Mereka melakukanya dirumah sakit. Lalu Nur semakin erat memeluk tubuh suaminya itu.
" Sabar ya lusa kita sudah pulang " kata Bima yang kembali mengecup bibir Nur yang tahu Istrinya itu rindu dibelai.
__ADS_1
Bima bukan tak tahu hormon bumil Yang turun naik . Yang slalu ingin dibelai . Yang membuat Bima sangat mengerti bahwa Nur ingin dimanja suaminya . Yang kadang membuat Bima gemas melihat istrinya itu
"' Aby ...." rengek Nur manja.
" Iya kenapa sayang ?" kata Bima menatap lekat istri cantiknya itu sambil mengusap punggung Nur pelan dalam pelukannya.
Namun Nur makin menyusup ke dadanya yang membuat Bima serba salah Karna membangun kan sesuatu dibawah sana.
Namun Bima mencoba tenang dan lalu menarik selimut nya
" Apa harus disini , bagaimana kalo abi bangun " bisik Bima pelan
Nur hanya diam Namun terlihat wajah Nur cemberut .Yang membuat Bima tersenyum tipis karna hasrat istrinya itu belum terpenuhi .Bima yang bingung pun Lalu menarik selimut Nur yang melorot
"' Kenapa cemberut ' kata Bima tersenyum
Namun Nur memalingkan wajahnya. karna kesal karna suaminya itu menolaknya
" Baiklah jangan ngambek " kata Bima yang lalu menyangga tubuh istrinya itu dengan batal yang membuat Nur bersandar pada kepala ranjang Dan membuat Bima bisa mengangkat gamis Nur dan menyingkap
nya sedikit keatas. Lalu melakukannya dengan pelan yang hampir satu jam. Sambil membungkam bibir Nur yang hampir mendesah. Tak lama setelah pelepasan Nur pun tersenyum dan lalu memeluk suaminya .
"Hehehe......sudah kan jadi tidurlah " kata Bima yang mengecup bibir Nur . dan memeluk istrinya itu sambil mencium pucuk rambut Nur.
Nur pun lalu memejamkan mata nya Dan terdengar nafas pelan nya teratur menghembus pelan di wajah Bima xang membuat Bima mengecup kening Nur.
" Aby tahu kau sangat rindu dan belum puas tapi sabar lah tinggal sehari lagi " bathin Bima .Karna memang biasa nya mereka melakukan seminggu 2x Tapi karna situasinya tak memungkin kan. Bima menahan diri Tapi tidak dengan istrinya itu yang pastinya tak bisa menahan diri
Bima pun lalu ikut memejam kan mata.
menjelang subuh Nur sudah bangun dan bergegas membangunkan suaminya itu.
" Bi ayo mandi sudah subuh " kata Nur.
" Baiklah ayo " kata Bima yang lalu bangun dengan mata terpejam dan mengambil handuk. Dan masuk kamar mandi
__ADS_1
" Eh kok Nur ikut juga " kata Bima kaget. namun Nur buru buru menutup.pintunya. Yang membuat Bima terkekeh Dan ngantuk nya hilang seketika . Entah berapa lama keduanya dikamar mandi Namun yang pasti setelah keluar Bima senyum senyum sendiri. Mengingat keagresifan
bumil yang belum puas semalam .Yang membuat Bima menyambung nya dikamar mandi. Lalu keduanya sholat berjamaah. Karna Bima terlambat ke masjid. Ulah si bayi yang ingin di tengok abi nya .