
Malam acara aqiqah berlangsung sederhana .Para penduduk desa yang diundang dan kepala desa dan juga warga sekitar Villa datang lumayan banyak. Mereka hanya tahu itu kerabat pemilik Villa. Karna Ryan memberikan info seadanya saja. Ada juga dokter Lastri dan bidan desa hadir. bersama beberapa perawat teman ima. Dan besok juga mereka di undang untuk hadir di pernikahan Ima dan Kim. Dengan Wali Bima yang datang pagi tadi izin pulang karna alasan menengok sang keponakan.
Paginya persiapan semua sudah siap..Kim yang bahagia tadi malam berlatih keras untuk menghafal ijab kabul. Karena sudah tak sabar menikahi gadis pujaan hatinya itu.
Setelah Resmi dan sah keduanya bertemu untuk memasang cincin dan menandatangani buku nikah. Emak Sanah sempat menangis terharu ketika akhirnya putrinya bisa menikah. Dengan pria yang ia kenal baik waktu dikota dulu.
" Slamat ya ma, kak Maya turut bahagia " kata Maya ketika para warga sudah mulai pulang membawa berkatan dan snack .juga sudah makan dengan makanan catering desa.
" Trimakasih kak " kata Delima dengan mata berkaca kaca. bahagia. Karna Maya lah ia bisa menikah. Karna tak berani jujur pada sang emak.
" Sudah jangan sedih , masa pengantin menangis sana temani Kim makan " kata Maya yang melihat Kim sedang mengambil piring untuk makan siang setelah para tamu pulang .
" Iya kak " kata Ima tersenyum bahagia.Lalu mendekati sang suami.
" Bim, besok pulangnya diantar pa Ali ya sama ibu dan Emak Sanah juga " kata Maya.
" Iya kak " kita Bima. Yang sedang makan jajanan banyak diatas tampah. Prasmanan sederhana namun cukup enak walau jajanan pasar yang murah namun tertata rapi.
" Kim kau bisa bulan madu ke taiwan bersama Delima nanti." kata Ryan yang berdiri di samping Kim. Ikut mengambil makanan
" Trimakasih tuan , tuan dan nona sudah banyak menolong saya " kata Kim tersenyum bahagia.Karna Kim tahu nona mudanya itulah yang membuat Ima akhirnya menjadi istrinya.
" Sama sama Kim , bahagiakan wanita yang kau cintai dan puaskan dia " bisik Ryan pelan.
" Iya tuan " kata Kim tersenyum. Lalu mengambil makanan didepannya.
Ryan pun bergabung dengan Ali dan jhon juga Alan. Dan beberapa anak buahnya yang lain . Yang menikmati acara syukuran Kim yang di gabung dengan aqiqah putra putrinya. Yang membuat kesan tersendiri bagi Kim bisa menikah dadakan namun hikmat.
Sedangkan Bima dan Aska sedang asyik mengusik 3 bayi kembar yang sedang melihat keduanya. ketiganya hanya menggeliat kecil dan memperhatikan sang abang dan om nya yang sedang tersenyum memperhatikan mereka bertiga di boks bayi.
" Lucu ya om mereka imut imut " kata Aska senang.
" Iya om juga pengen cubit cubit tuh pipi " kata Bima gemas. melihat bayi kembar itu.
" Enak saja maucubit , dikira ngak sakit apa ?" kata Maya yang baru muncul.
__ADS_1
" Habisnya mereka sangat mengemaskan banget kak " kata Bima melihat 3 bayi itu.
" Besok kalo om Bima punya bayi Aska cubit juga dong " kata Aska.
" Eh ngak boleh enak aja " kata Bima.
" Lah tadi mau cubit cubit pipi adik Aska " kata Aska protes sambil tersenyum.
" Itu bercanda tahu. Sini Aska aja yang dicubit.
Namun belum Bima mencubit ,Aska sudah mencubit bokong sang om lalu kabur dan berlari ke luar kamar sambil tertawa
" Auw ..... sakit Yah mau kabur kemana tuh " Kata Bima yang menyusul Aska berjalan kearah pintu.
" Bim, Aska sekalian diajak makan ya de " Kata Maya.
" Iya Kak " kata Bima yang lalu menghilang di balik pintu. Mengejar Aska yang bercanda.
.................................
Sedang kan malam harinya ima terlihat gugup.Ketika Kim memasuki kamar Ketika ia baru saja keluar dari kamar mandi.
" Iya masih banyak sisa rendang dan sop nya untung dagingnya di bikin rendang jadi awet " Kata Kim yang tadi membagi bagikan makanan yang lumayan tersisa banyak. Untuk warga sekitar.
" Iya pasti banyak kak, orang bang Ryan beli seekor sapi dan lima ekor kambing mana besar besar. Jadinya kelebihan tapi tak mubasir bisa buat besok pagi kita ngak perlu kepasar lagi " kata Ima.
" Iya itu aja kepalanya dibikin gulai sama emak dan nyonya ibu." kata Kim.
" Iya kak, mandi dulu ya kak biar segar " kata Ima pada Kim.
" Ya ini mau memang mau mandi kok " kata Kim yang lalu mengambil handuk. Dan masuk kekamar mandi.
Setelah selesai mandi. Kim pun lalu berpakaian rapi . Keduanya terlihat cangung. Namun Kim tetap bersikap tenang .Agar Delima nyaman. Karna Kim tahu wanitanya itu seorang pemalu..
" Ayo tidur sudah malam " kata Kim yang lebih dulu berbaring.
__ADS_1
" Iya kak " kata Ima yang lalu ikut berbaring disebelah Kim.
Ketua nya pun terdiam sesat .Sampai Kim membalikan tubuhnya. Menghadap dan memandang Ima. Ima pun gelagapan namun ia berusaha tenang .Karna bagaimana pun ia sudah sah menjadi istrinya Kim. Kim tersenyum melihat reaksi wajah Ima yang merona merah.
" Kenapa kita sudah menikah bukan sekedar teman lagi " kata Kim pelan hampir tak terdengar.
"I... Ima cuma kaget kak belum terbiasa " kata Ima tergagap. Lalu Kim pun tersenyum. dan mencium kening Ima.
" Kakak mencintaimu , apa boleh kakak memintanya malam ini " kata Kim dengan suara serak.
Ima pun menganggukkan kepalanya. tanda persetujuan. Yang membuat Kim tersenyum lalu meraih bibir Ima dan mengecupnya.
Awalnya hanya satu kecupan tapi setelah itu kedua larut dalam peraduan cinta . Yang merupakan awal cinta keduanya. Yang lebih sekedar kecupan biasa. dan kesunyian malam hanya jadi saksi.
.............................
Di sisi lain Vani berkali kali membuang nafas ketika perjalanan mereka terjebak macet
" Mas masih jauh ya ?" tanya Vani .Seraya menoleh pada suaminya yang sedang menyetir mobil.
" Sekitar satu jam lagi tidurlah biar ngak bosan " kata Didi.melirik istrinya
Sebenarnya Didi tak tega membawa istrinya itu pergi jauh. Apalagi belum terbiasa.Tapi karna ngotot ingin ikut untuk menengok sahabatnya .Dengan terpaksa Didi pun membawanya. Mungkin bila bareng Desi perjalananan tak akan membosankan karna keduanya bisa ngobrol. Tapi karna tuan mudanya tak mengizinkan keduanya pergi bersamaan. Alex pun mengalah tak jadi ikut. Karna Desi juga lagi hamil.
" Sini Mas turunkan kursi sedikit agar nyaman tidurnya " Kata Didi yang sabar menghadapi bumil itu.
" Mas apa benar bayinya kembar tiga .mas, bukannya cuma dua saja." kata Vani. Seraya menoleh kearah sang suami.
" Ya nanti kalo sudah sampe sana, lihat aja benaran atau bohongan " kata Didi .Yang juga belum tahu pasti .Karna yang ia tahu nona nya itu melahirkan bayi kembar
" Yah Vani kan penasaran mas, dulu Maya bilangnya cuma kembar dua kok bisa jadi tiga emang bisa bertambah bayinya " kata Vani .
" Mungkin bisa jadi kan di jenguk nya sering jadi bisa bertambah lagi. " kata Didi asal.
" Dih mas ngawur deh, bukan bertambah mah kalo menjenguk malah ninggalin. kotoran " kata Vani protes.
__ADS_1
" Hah.....kok ninggalin kotoran wong itu bisa jadi kecebong kok " kata Didi balik protes .
" Tahu ah mas " kata Vani mengerucutkan bibirnya. Yang membuat Didi tersenyum karna sengaja agar istrinya itu tak merasa bosan selama perjalanan.Dan ia juga punya teman ngobrol.