Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 149 Mulai pengobatan.


__ADS_3

Setelah sarapan pagi Alex dan Didi pun bersiap siap bersama Ali. Sedangkan Alan tak ikut karna harus menemani tuan mudanya dan Kim.


" Kalian hati hati dijalan " kata Ryan ketika mengantar ketiganya didepan pintu.


" Ya bos, kami akan segera menyelidiki semuanya. Dan akan mengirim nona muda secepatnya kesini " kata Alex.


" Ya Lex usahakan mereka aman " kata Ryan menatap orang kepercayaan nya itu.


" Ya bos kami akan persiapkan dengan baik " kata Didi yang ikut bicara.


Setelah itu Alex bicara dengan Alan dan Kim untuk berhati hati. Dan slama mengawasi tuan mudanya dengan baik selama pengobatan. Karna pasti banyak orang yang mencari kebenaran tentang tuan muda mereka.


" Apa kau sudah kekantor polisi Lex " tanya Ryan.


" Belum tuan saat itu kami hanya memikirkan tuan. Dan juga belum mengkonfirmasikan apapun tentang semuanya. Mungkin nanti ketika kami pulang kami akan mampir kekantor polisi untuk membenarkan kecelakaan itu. " kata Alex .Yang menatap Ryan.


" Baik kah hati hati dijalan. Dan ingat selidiki siapa saja yang terlibat aku takut ada orang kita yang ikut " kata Ryan.


" Baik bos akan kami cari tahu sampai tuntas siapa dalang nya " kata Didi yang memang merasa marah dan kesal.


" Ya Di dan ingat juga jalan kan proyek dengan benar juga kirim data rutin " kata Ryan menegaskan.


" Baik tuan muda, semuanya akan berjalan lancar " kata Didi.


" Ya sudah bos kami berangkat.Agar bisa langsung kekantor karna kasihan Lim pasti akan kewalahan " kata Alex.


" Ya kasihan dia, karna terlalu banyak tugas " Kata Ryan yang tahu Lim sudah sering dibuatnya pusing Bolak balik dan berkeliling bila i Ryan lepas tangan.


Akhirnya Alex dan Didi juga Ali pulang. Tinggal lah Alan dan Kim yang menemaninya. Ryan di villa itu.


" Lan ayo kita kebelakang " kata Ryan setelah mobil menghilang dari halaman villa. yang lalu pintunya di tutup penjaga villa.


" Ya tuan " kata Alan yang mendorong kursi roda Ryan tuan mudanya.


Sedangkan Kim masih duduk terdiam di kursi rodanya menatap pintu pagar ..Lama ia menatap kearah gerbang . Berharap ada yang masuk dan tak lama setelah menunggu benar saja Koh Alung masuk bersama Delima yang membawa tas.


" Pagi tuan , maaf apa tuan sudah menunggu kami " tanya koh Alung karna takut terlambat.


" Tidak koh, saya hanya melihat teman yang baru saja pulang " kata Kim pada koh Alung.

__ADS_1


" Ayo silakan masuk " kata Kim.


" Iya tuan " kata koh Alung. Yang kini tahu Kim adalah pengawal Ryan.


" Biar saya yang dorong kak " kata Ima yang lalu membantu Kim.


Ketiganya pun melangkah masuk. Kim mengantar koh Alung kekamar Ryan. Untuk diobati setelah Ryan selesai nanti . Baru ia yang akan diobati.


" Maaf tuan kami terlambat " kata Koh Alung pada Ryan yang berbaring diatas ranjang ditunggu Alan.


" Ngak pa pa koh silahkan " kata Ryan.


Lalu Alan pun membantu Ryan untuk duduk. Sedangkan Ima menyiapkan herbal yang tadi sudah ia buat sesuai anjuran Koh Alung.


Sedangkan Kim memperhatikan Ima yang telaten membantu koh Alung.


" Ima......apa kau punya kerabat atau teman yang bisa membantu memasak disini " kata Kim bertanya.


" Teman ada tapi mereka sudah bekerja semua kak " jawab Ima.


" Kalo kerabat saya tak punya , adanya diluar desa ini. Kalo memang butuh nanti Ima akan usahakan mencarinya. Tapi Ima bisa bantu kok, setelah pengobatan selesai " kata Ima.


Yang tahu Ima butuh pekerjaan.Ketika tadi malam ngobrol lama dengan koh Alung.


" Oh ya kebetulan sekali kalo begitu, kokoh bisa tinggal disini bersama Ima dan juga Ibu ima agar bisa memasak. Masalah gaji nya itu masalah gampang .tapi mulai besok saja " kata Ryan.


" Baiklah tuan " kata Ima yang memang butuh pekerjaan .Tak ada salahnya ia jadi tukang masak. Dan membantu koh Alung.


" Oh ya koh, apa kaki saya sangat parah " tanya Ryan yang takut ia lumpuh total.


" Tidak tuan mungkin karna benturan yang keras membuat tempurungnya bengkak dan retak tapi saya sudah menemukan herbal yang cocok tuan " kata Koh Alung. Yang memang menguasai ilmu pengobatan tradisional kono dari sang Ayah yang seorang sinsei cina.


" Sudah berapa lama koh alung belajar, kenapa tidak membuka klinik saja " kata Kim pada koh Alung.


" Saya belajar pada ayah saya tuan tadi beliau sudah meninggal 10 tahun yang l.alu. Dan saya belum berani membuka praktek karna tak punya ijasah tuan " kata Koh Alung


" Apa koh Alung bukan asli sini atau keturunan cina di indonesia " kata Alan yang ikut bicara seraya menatap koh Alung yang mirip paras seperti Kim .


" Benar saya hanya orang asing yang terdampar " kata Koh Alung datar

__ADS_1


" Berarti seperti bang Kim dong turunan cina kesasar " kata Alan bercanda.


" Hush......enak saya. Kami memang cina pendatang tapi asli dari nenek moyang " jawab Kim .


" Hahaha .......tapi bang kim Bapa nya jawa koh, ibunya saja yang cina " kata Alan


" Oh ya, berarti senasib tuan , saya juga begitu. " kata koh Alung.


" Tapi apa tuan Ryan juga seorang chinese ?" tanya Koh Alung bertanya. Seraya menatap Ryan yang tenang Ketika diobati karna memakai jarum akupuntur.


" Saya juga campuran koh, ayah saya orang indonesia hanya ibu yang chinese " jawab Ryan


" Oh begitu ya , maaf tuan bilang pertanyaan saya menyinggung tuan. Apa tuan bermarga Lee " tanya koh Alung


" Iya benar " kata Ryan santai.


" Oh begitu" kata Koh Alung terdiam. yang mengingat dulu Ayah dan ibu nya juga pernah bekerja dengan keluargga Lee.


'Lalu setelah selesai. koh Alung menyuruh Ima untuk membungkus kaki Ryan. Dengan herbal dedaunan. Agar kakinya tidak mengalami peradangan.


" Tuan, ini baru dibuka nanti ketika hendak mandi saja. Apa tuan ngak keberatan " kata koh Alung.


" Tidak koh, aku ingin cepat sembuh jadi apapun caranya tak jadi masalah " kata Ryan yakin ia bisa sembuh suatu hari nanti.


Setelah Ryan selesai giliran Kim yang di obati .Kim memang tidak terlalu parah .Karna dia hanya mengalami benturan ringan.Dan Kim hanya dapat satu balutan kaki saja. karna cuma kaki kirinya yang retak. Sedangkan kaki kanannya masih bisa untuk berjalan. itu yang koh Alung katakan.


Setelah selesai koh Alun pamit pulang. Sedangkan Ima tinggal untuk meramu herbal untuk diseduh. Karna baru besok pagi ia akan kembali .Untuk membantu memasak di villa.


Setelah selesai Kim pun mengantar Ima ke pintu depan .Ketika Ima hendak pulang.


" Ima apa kau belum menikah ?" tanya Kim ketika keduanya menuju ruangan depan.


" Belum kak, belum ada yang mau " kata Ima jujur.


" Apa kaka juga belum punya istri " kata Ima balik bertanya. Pada pria yang sangat ia kagumi dulu semasa sekolah.


" Aku belum menikah " jawab Kim yang menatap mata Ima. Dan Ima langsung menundukkan kepalanya.


Deg................

__ADS_1


__ADS_2