
Di kamar Maya Ryan sedang asyik mengecek ponselnya . Dan melihat pesan dari Lim.Sambil berbaring diatas tempat tidur
" Lagi apa bang " kata Maya yang naik ketempat tidurnya.
" Lagi nungguin May " jawab Ryan
" Dih mana ada abang aja main hp gitu " kata Maya cemberut. Lalu memeluk tubuh Ryan.
" Ya lagi nunggu pesan Lim " kata Ryan.
"Bang emang istri Lim ngak mau diajak pulang kesini bang . Maya belum pernah ketemu juga anak anaknya " kata Maya.
" Kenapa penasaran ya ?" tanya Ryan. menatap istrinya itu.
" Ih abang gimana sih ditanya balik nanya" kata Maya. Yang memainkan jarinya pada dada Ryan .
" Jangan memancing abang " kata Ryan.
"'Ngak mancing bang cuma main " kata Maya tersenyum mengoda suaminya itu.
Ryan pun lalu meletakan ponselnya di pinggir bantal Lalu memeluk istrinya .
"'Kalo kita bikin ade buat Queen masih bisa ngak " kata Ryan.
" Lah kan sudah sering bikin bang tapi ngak jadi jadi " kata Maya
" Iya juga ya mungkin kita sudah tua makanya ngak jadi jadi " kata Ryan. Membuat Maya tersenyum.
" Sudah habis stok bang kan dulu sering dibuang buang sembarangan tuh bibit. Maka cuma dikasih empat " kata Maya.
" Mana ada kan kalo sama Maya di dalam terus " kata Ryan.
" Dulu banget bang ...... kecebong nya pada ngabur sebelum sama Maya " kata Maya .
" Dih cemburu nih ,kan sudah masa lalu " kata Ryan menatap Maya
" May ngak cemburu bang cuma May bilang kan bibitnya banyak yang dibuang .Sama Maya tinggal sisa sisanya saja . Makanya sekarang tinggal sisa sisa yang jelek " kata Maya tersenyum.
" Wah nantang abang ya .Mana ada yang jelek. orang anak abang ganteng semua gitu. " kata Ryan protes.
Yang membuat Maya terkekeh. Karna suaminya itu protes..Padahal Maya hanya bercanda dan mengerjai suaminya itu.
" Hehehe.....abang mah, biar ngak ditantang aja sudah genjot sendiri.Apalagi di tantang pasti nambah " ledek Maya.
Yang membuat Ryan tersenyum lalu mulai bermain manis dengan istrinya itu Yang membuat Ryan tak pernah bosan . Karna Maya slalu telaten merawat dirinya. Juga dalam masalah kewanitaan.
__ADS_1
...................................
Sedang disebuah hotel Seorang pria duduk sendiri menatap birunya langit yang terlihat jelas dari kaca jendela.
"'Maya......kau membuatku jatuh cinta. Senyum mu itu membuatku tak bisa tidur. Siapa kau sebenarnya. Sampai aku tak bisa menemukan alamat rumahmu " kata pria itu.
" Tuan ini makanannya " kata seorang pelayan yang datang membawakan makan siangnya.
" Taruh saja diatas meja "'Katanya pada pelayan.
" Baik tuan . " kata pelayan itu .Setelah menaruhnya ia oun bergegas pergi.
Pria itu pun lalu menelpon seseorang untuk memintanya datang ke kamarnya.. Tak lama menunggu seorang pria datang masuk dan langsung duduk di depannya
" Bagaimana ?" tanya pria itu
" Saya tak bisa menemukannya tuan.Seperti nya tuan Lim sudah memusnahkannya.." kata pria itu .
"'Sialan Lim. kenapa dia slalu saja bisa membuat mereka tak berkutik " kata Pria itu.
"Tuan .... Tuan Lim kepercayaan tuan Lee.Dia punya pengaruh besar di dunia bisnis. Jadi mudah baginya mencari penghianat seperti kita tuan. " kata pria itu.
" Tapi aku tak mau bisnis ku hancur begitu saja. " kata pria itu yang tak lain adalah Diaz
Mantan asisten Ryan yang dipecat karna korupsi berkali kali .
"'Ok .........aku akan tenang . " kata Diaz yang memang terlibat bisnis hitam . jaringan internasional.
....................................
Maya sudah rapi setelah mandi. Dan bersiap sholah subuh berjamaah. Ketika pintu kamar digedor gedor.
" Ya ampun anak itu , slalu saja bukan ulah " kata Ryan yang membuka pintu.
" Hai pah........
" Hai juga sayang . papah mamah sholat dulu ya " kata Ryan yang membiarkan putri bungsu itu masuk kekamar.
Queen sedang berbaring diatas ranjang ketika Ryan dan Maya selesai sholat. Lalu Ryan mendekati putri bungsunya itu setelah selesai .
"Apa anak papah sudah sholat ?" tanya Ryan
" Sudah sama abang Aska tadi " kata Queen
"'Anak pintar trus ade kesini ngapain ?" tanya Ryan yang lalu kembali berbaring diranjang di sebelah putrinya.
__ADS_1
" Mau bobo lagi sama papah dan mamah " kata Queen.
" Emang ade ngak sekolah de, kan belum libur" kata Maya.Yang sudah merapikan rukuh nya dan menyisir rambutnya .
" Sekolah lah nanti " kata Queen Yang lalu menutup selimut keseluruhan tubuhnya .
Maya dan Ryan saling tatap..Membiarkan putrinya itu tidur sebentar. Hanya Queen yang biasa menganggu keduanya. Karna dia satu satunya anak perempuan. Dan Ryan membiarkan putri nya itu manja .Selama tak berlebihan.
"'Abang mau sarapan dikamar .biar May bawakan " kata Maya.
" Boleh bawakan juga buat putri manja mu ini " kata Ryan yang lalu memeluk Queen dan menepuk nepuk bokongnya .
" Ya bang " kata Maya yang lalu meninggalkan suami dan anaknya dikamar .Untuk mengambil sarapan.
Maya sibuk menata sarapan di nampan Ketika seseorang memeluk dirinya.
" Hai bang sudah sarapan belum " kata Maya menyapa putra sulungnya itu. karna sudah terbiasa memeluk sang mamah.
" Belum, lagi nungguin papah dan mamah. " kata Aska..
" Papah sarapan dikamar sama ade , abang mau ikut gabung atau sama mamah disini " tanya Maya.
" Gabung aja mah sekalian punya abang ya mah " kata Aska.
" Ya sayang " kata Maya Yang lalu mengelus Kepala Aska Lalu menambah sarapan yang akan dibawa. kekamarnya.
Maya tak punya aturan banyak ketat pada anak anak. Selama mereka patuh dan baik. Sebisa mungkin Maya melayani buah hatinya itu. Agar tak saling iri satu sama lain . Karna tak ada pilih kasih dalam kamus Maya untuk mendidik anak anaknya.
Aska mengikuti mamah ya kekamar.. Yang lalu meletakan nampan sarapan diatas meja.
" Ini punya abang Aska ya " kata Maya. Yang meletakan susu dan roti lapis untuk Aska yang duduk disofa sambil santai .
Lalu membangunkan Ryan untuk sarapan juga putri bungsunya..
" Abang ketiduran ya barusan " kata Ryan yang lalu duduk .
" Iya lah. tuh putri abang juga " kata Maya yang lalu memperbaiki selimut Queen.
" Lho kok abang Aska juga disini " kata Ryan yang lalu duduk disofa menikmati sarapannya.
" Habis papah sarapan dikamar sih kok ade Queen tidur disini " tanya Aska.
" Iya tadi pas Papah dan mamah sholat Queen kesini Katanya sholat sama abang tadi " kata Ryan.
" Iya pah, habis sholat langsung menghilang tak pikir balik kekamarnya nyatanya disini " kata Aska.
__ADS_1
" Sudah biasa kan bang ade main gedor pintu. Jadi ngak aneh " kata Maya.
" Hehehe ........ya begitulah " kata Aska yang tahu kebiasaan adiknya itu. Dan ia tak pernah bisa marah Karna Queen adik perempuannya satu satunya.