Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 328


__ADS_3

Maya baru selesai sholat ketika Evan pulang. Dan Maya membuka pintu ketika pria itu tersenyum manis


" Hai sayang " kakak pulang apa kau sudah makan..,?" tanya Evan


" Belum ....kenapa ?


" Sekarang ganti baju mu kita pergi makan siang " kata Evan yang menyuruh Maya berganti pakaian .


" Tapi Maya sudah masak kak " kata Maya.


" Biar itu untuk malam saja sekarang ayo cepat ganti dandan yang cantik ya " kata Evan.


Yang membuat Maya membuat nafas kasarnya Namun ia tetap menuruti Evan pergi kekamar untuk berganti pakaian.


Tak lama Maya sudah siap dengan gaun soft yang terlihat anggun.


' Wow perfec " kata Evan yang terpana melihat Maya begitu cantik .


" Ayo kita berangkat sekarang " kata Evan lagi sambil mengandeng Maya . Yang membuat Maya bingung tapi ia pun tetap mengikuti kemana Evan melangkah.


" Kita mau kemana sih kak " kata Maya


" Nanti juga kau tahu sekarang masuk lah " kata Evan yang lalu membuka pintu dan menyuruh Maya masuk lalu ia memutari mobil masuk lewat pintu kanan.


Mobil melaju pelan menuju rumah besar Triadi . Maya turun dari mobil dengan perasaan bingung namun ia mencoba tenang ketika Evan mengandengnya masuk kerumah yang lumayan mewah


" Ayo ...... kita langsung kemeja makan.


" Tapi kak kita kan tamu kok ngak memberi salam dulu " kata Maya.


" Ngak perlu " kata Evan yang lalu membawa Maya langsung keruang makan.


Di meja makan Papi dan mami duduk tenang menghadapi makanan yang lumayan mewah.


" Mana dia ,bukannya dia yang mengajak kita makan siang dirumah " kata Irvan pada maminya.


" Tunggulah sebentar lagi mungkin mash dijalan " kata mami.


" Apa wanitanya bukan Sinta bang " tanya sonya istri Irvan.


" Entahlah biasakan dia gonta ganti " kata Irvan mengangkat kedua bahunya.


Tak lama menunggu yang ditunggu pun muncul sambil mengandeng seorang wanita cantik.

__ADS_1


" Oh ya sayang ini Mami papi dan kak Irvan juga istrinya " kata Evan memperkenal kan keluarganya. . Pada Maya


Maya yang kaget pun lalu menyalami tangan kedua orang tua Evan dan mencium nya takzim. Lalu berkenalan dengan Irvan dan istrinya. Mami yang melihat Maya tersenyum . Karna Maya bicara dengan bahasa lemah lembut dan juga sopan.


" Duduklah kata Evan menarik kursi untuk Maya.


" Trimakasih kak " kata Maya sopan lalu duduk disebelah Evan .


Papi yang melihat calon menantunya itu saling pandang dengan mami untuk menilai sejauh mana Maya bersikap baik.


" Ayo makan lah nak " kata Mami yang duduk berhadapan dengan Evan.


Sonya dan Irvan saling pandang ketika Maya mengambilkan Evan piring dan mengisi piringnya. Karna begitulah Maya yang slalu melayani suami dan anak anaknya dirumah lebih dulu. .


" Papi mau ini ?" tanya Maya basa basi.


" Tidak biar Mami saja " kata Papi Triadi seraya melirik istrinya.


Semuanya makan dengan lahap dan tenang .Sesekali Evan melirik sang mami yang terdiam melihat sikap Maya yang terlihat pintar membawa diri.


Selesai makan merekapun ngobrol bersama di ruang keluargga . Dan menanya kan banyak hal pada Maya. Maya yang amnesia pun menjawab seadanya.


" Saya hanya gadis desa mi, dan masih berkuliah orang tua saya petani. tapi ayah sudah meninggal dan tinggal ibu dan adik saya di desa " kata Maya jujur tampa berbohong


Irvan dan sonya saling tatap. sedang papi memandang mami seolah tak percaya dengar apa yang ia dengar.


"'Apa kau tidak mengenal Evan dengan baik dan apa kau tahu pekerjaannya " kata Papi menatap Maya .


Maya hanya mengelengkan kepalanya. lalu menatap Evan " kak, kak Evan kerja apa ?" tanya Maya polos Membuat semua orang menertawakannya. Namun Evan hanya menjawab dengan senyuman..


" Apa kau senang bila suatu saat Evan serius padamu " kata Irvan yang tak percaya kalo Maya istri tuan Lee itu sangat sederhana dan juga polos.


" Entah lah kak, tergantung bagaimana Kak Evan bersikap baik pada calon istrinya " kata Maya santai


" Hah.... apa berarti kau tak ingin cepat menikah apa kau tidak takut kalo ada perempuan lain yang suka dengannya.. " kata Sonya heran karna yang ia tahu banyak wanita yang mengejar ngejar Evan .Tapi Jasmine yang diperankan Maya terlihat santai.


" Seorang pria akan terikat bila ia menikah begitu juga wanita Kalo saya menikah dengan kak Evan tapi dia masih bermain wanita Untuk apa menikah biarkan saja ia puas dulu Agar nanti tak menganggu kehidupan pernikahan kami " kata Maya.


Mami menarik nafas dalam mengukur sikap calon menantunya itu. Yang terkesan bahwa Maya wanita yang terbuka jujur dan juga mandiri. .


" Lalu kau ingin kehidupan seperti apa dengan Evan " tanya papi menatap Maya lekat. Karna melihat calon menantunya itu bersikap biasa dan terkesan tak berambisi menjadi istri Evan.


Sejenak Maya menatap Evan. Evan mengangguk . Karna tak ingin memaksa atau menekan Maya.Karna ia tahu harus membiarkan Maya berpikir tenang tampa ada paksaan

__ADS_1


"' Kalo kami menikah mine ingin kak Evan setia dan slalu sayang pada istrinya. Walau sesibuk apapun kak Evan harus tetap mengutamakan keluargga.nya " kata Maya jujur .


" Itu bagus , lalu apa kau juga akan melayani suami mu dengan baik " tanya mami.


" Insyaallah semampu mine mi, dan saya berusaha slalu melayani yang terbaik " kata Maya. Yang membuat Mami dan papi saling pandang.


" Baiklah terserah kalian saja. Papi dan mami setuju. saja bila perlu menikah besok pun tidak masalah " kata papi.


" Pi......." kata mami sambil menatap suaminya.


" Jasmine maafkan papi ya , kami senang kalo kalian bisa menikah dengan cepat, tapi kenali dulu calon suamimu dengan baik takut kau menyesal " kata mami mengingatkan.


" Mami ..." kata Evan dengan wajah gusar.


" Hahaha.........tapi mami benar mine kau harus bersikap rasional dengan Evan takut dia bermain gila " kata Irvan menambahi yang membuat Evan memicingkan matanya.


" Hehehe ......Van kau harus taubat dulu bila punya istri seperti Jasmine van .. Karna aku tak tega melihatnya sakit hati " sindir Sonya. Yang membuat wajah Evan berubah menatap sepasang suami itu.


" Sudah Van kau bisa mengantarnya pulang biar dia bisa istirahat bukan kah kau juga harus balik kekantor " kata mami pada Evan.


" Ya mi , ayo sayang kita pulang kau pasti lelah " kata Evan mengajak Maya pulang.


" Baiklah pi mi kak kami pulang dulu ya , terimakasih untuk makan siangnya " kata Maya sopan lalu mencium tangan calon mertuanya juga memeluk sonya .


" Hati hati dijalan " kata Sonya senang karna jasmine terlihat ramah dan Sonya menyukainya.


" Ya kak kami pamit dulu assalamualaikum" kata Maya yang lalu memegang tangan Evan. Yang terlihat seperti pasangan serasi.


Lalu Evan pun mengantarkan Maya kembali ke apartemen Ryan . Setelah itu ia mampir sebentar untuk membeli sesuatu buat Sinta.


Ceklek.....


" Van kau dari mana ?" tanya Sinta yang melihat kekasihnya itu pulang.


" Ini untuk mu nanti malam bersiap lah .Kita akan makan malam dengan papi dan mami dirumah " Kata Evan .


" Baik lah sayang " kata Sinta yang sangat senang lalu mencium bibir Evan mesra. Yang membuat Evan tak bisa menahan diri. ketika Sinta bermanja dengannya.


Keduanya pun bergulat di ranjang dan tampa sadar " Kau sangat menggairahkan sayang , ah....jasmine kau milik ku " racau Evan .


Deg.......


" Siapa jasmine van ??" kata Sinta yang menatap sayu ketika keduanya saling tatap.

__ADS_1


__ADS_2