
Acara malam itu berjalan lancar Setelah selesai makanan yang tersisa pun diantar ke panti asuhan. Dengan izin Maya Bahkan Maya juga memberikan Uang sebayak 10 juta. Untuk ibu panti yang dititipkan lewat bi Marni. Karna Maya tak diizinkan pergi oleh Ryan. Ketika ia ingin ikut karna sudah malam.
................................
Pagi Maya sudah menyiapkan pakaian suaminya untuk kekantor.
" Apa sudah rapi " tanya Ryan yang mencium pipi istrinya itu
" Sudah bang " kata Maya. Yang melihat suaminya itu sedang berkaca.
" Sudah ganteng bang , Maya aja terpesona " Kata Maya mengoda
" Oh ya " kata Ryan yang lalu memeluk istrinya itu dan mengecup bibir nya
" Sudah nanti abang lupa daratan " kata Maya tersenyum.
" Ngak masalah abang bisa libur kerja." kata Ryan terkekeh
" Ih jangan bang kan ,nanti sore kita kan cek up. Nanti ketahuan dokter abang baru nengok " kata Maya.
" Hahaha .....apa hubungannya , orang istri abang ini " kata Ryan terkekeh.
" Malu lah bang " kata Maya manyun.
" Baik lah pulang dari dokter aja kalo gitu " kata Ryan yang lalu mengecup lagi bibir mungil Maya.
" Tahu ah " kata Maya dengan wajah merona.
" Kenapa ?" kok mukanya merah " kata Ryan mengoda.
" Abang ayo ah, ngak usah dibahas " kata Maya mencebikkan bibirnya. Yang membuat Ryan semakin gemas pada istrinya itu.
" Baiklah ayo sarapan " kata Ryan lalu merangkul Maya sambil melangkah keluar kamar menuju ruang makan.
" Pagi tuan muda ,non " kata bi Marni yang sudah menata semuanya dimeja.
" Ibu dan Bima mana bi " kata Maya
" Itu non baru mau kesini " kata bi Marni yang melihat bu Risma dan Bima yang ikut sarapan bersama.
" Aska belum bangun ya kak " tanya Bima.
" Belum tadi malam ia ikut Nia ke panti, jadi mungkin masih ngantuk " kata Maya.
" Pulang jam berapa tadi malam bi " tanya Ryan. pada bi Marni.
" Sekitar Jam 11 30 tuan, Aska senang disana jadi hampir ngak mau pulang pas anak anak panti menyambutnya dan mengucapkan selamat " kata bi Marni.
" Alhamdulilah jadi ngak mubasir bi, oh ya bang kapan kapan Maya boleh ikut kesana ya bang buat kasih sumbangan dan pakaian " Kata Maya .Seraya menatap lekat wajah suaminya itu.
__ADS_1
" Ya boleh tapi tak dalam waktu dekat, kau bisa belanja dan mengirimnya lewat bi Marni karna tempatnya cukup jauh " kata Ryan.
" Ya bang " kata Maya yang tahu suaminya itu khawatir
" Iya non, lewat bibi aja biar non Maya ngak capek .Karna perjalanan cukup jauh. Den Aska sempat ketiduran pas kesana " kata bi Marni.
Ryan hanya diam. Karna tahu jalan jalan yang cukup rawan buat istrinya. Apalagi Maya sedang hamil. Tadi malam pun sebenarnya tak mengizinkan Aska untuk pergi kalo tak bersama bi Marni. Karna Ryan khawatir pada putranya itu.Tapi karna Aska merengek terpaksa ia mengizinkannya.
" Nanti siap siap pas Kim jemput ya, abang akan menunggu dikantor " kata Ryan yang hari ini janji ingin cek up kedokter.
" Ya bang " kata Maya.
Sedangkan Bu Risma hanya diam bersama Bima. Karna tak ingin ikut campur urusan rumah tangga putrinya itu. selama Ryan bersikap baik.
" Abang sudah selesai, bu Ryan berangkat kekantor dulu ya, Bim temani Aska ya main bola biar dia senang " kata Ryan yang beranjak dari kursinya. Dan Maya pun mengikutinya.
" Iya nak " kata bu Risma.
" Ya bang " kata Bima juga
Lalu Ryan pun meninggalkan ruang makan diantar Maya.Yang mengikuti suaminya itu sampai halaman rumah utama.
" Abang berangkat dulu ya " kata Ryan berpamitan.
" Ya bang " kata Maya yang lalu mencium tangan Ryan. Dan Ryan mengelus kepala Maya.
" Nanti abang telp kalo Kim mau menjemput " kata Ryan menatap istrinya itu intens.
" Kami berangkat nona " kata Kim pamit
" Ya Kim hati hati " kata Maya.Seraya melambaikan tangannya pada sang suami yang dibalas senyuman manis Ryan.
.................................
Setelah sholat ashar Maya pun melipat rukuh nya .Dan berpakaian rapi ketika tadi sang suami menelponnya. Untuk cek up ke dokter. Di salah satu rumah sakit yang berada di pusat kota. Dan Maya pun menelpon dokter Nisa .Yang dulu juga jadi dokter kandungan Maya waktu hamil Aska untuk membuat janji
" Bu , Bim titip Aska ya kakak mau cek up ke dokter dulu " kata Maya yang ke taman .Karna Aska sedang bermain bola.
" Aska mau ikut " kata Maya menawarkan.
" Nda Aska main bola aja ya mah " kata Aska yang ingin bermain mumpung ada omnya.
" Ok mau titip apa biar mamah belikan " kata Maya bertanya.
" Martabak asin dan manis ya kak " kata Bima tersenyum.
" Aska es krim mah yang banyak ya " kata Aska tersenyum.
" Ya , ya sudah bye ...." kata Maya pada Aska dan Bima sedang Nia hanya tersenyum duduk menunggu pria beda usia itu.
__ADS_1
" Dah ati ati " sahut Aska melambaikan tangan. Meniru sang mamah ketika mengantarkan Ryan tiap berangkat ke kantor.
Maya pun tersenyum .Lalu meninggalkan taman menuju halaman depan karna Kim sudah menunggunya.
" Kita berangkat nona " tanya Kim.
" Iya Kim ayo " kata Maya .
Lalu Kim pun membukakan pintu mobil .Setelah Maya masuk Kim menutupnya kembali dan berjalan memutar dari pintu kanan.Setelah masuk dan menutup pintu. Mobil pun melaju pelan menuju kantor.
Ryan pun menutup laptopnya ketika ia sudah selesai mengecek file file berkas. Lalu mengambil jasnya. Dan lalu menelpon Didi.
" Di jangan lupa kunci ruangan ku ya " Kata Ryan singkat lalu memutuskan sambungan.
Didi pun bergegas menemui bos nya itu.Yang ia tahu hari ini akan mengantar istrinya untuk Cek up.
" Ceklek......sudah siap bos " tanya Didi.
" Ya jangan lupa berkas kemaren simpan di tempat aman " kata Ryan beranjak dari kursi kebesarannya
" Baik bos " kata Didi yang lalu mengambil laptop Ryan dan berkas penting.
Sedang kan Ryan melangkah ke pintu dan meninggalkan Didi yang merapikan mejanya
Friska yang melihat bosnya keluar langsung berdiri memberi hormat..Dan Ryan hanya mengangguk tampa menoleh.
Ryan keluar fari kantor..
" Ya ampun biar cuek dan dingin gitu tetap ganteng " bathin Friska terpesona.
" Gimana tuh istri nya bisa merayu tuh bos kulkas ya " guman Friska ketika Ryan sudah lewat.
Lalu Friska pun kembali duduk melanjutkan pekerjaannya lagi.
................................
Ryan menunggu di depan gedung perkantoran. Bersamaan dengan mobil yang datang menghampirinya.
Lalu Kim pun turun bergegas membukakan pintu mobil. Ketika Ryan sudah masuk ia kembali ke pintu sebelah kanan.
" Apa abang menunggu lama ?" tanya Maya yang terlihat cantik dengan rambut diikat.
" Ngak abang baru turun " kata Ryan yang langsung mengecup pipi Maya. Dan lalu merangkul istrinya itu. Maya pun lalu menyandarkan kepalanya di bahu sang suami. Yang membuat Kim hanya menelan salivanya ketika melihat adegan romantis
dari kaca spion mobil.
__ADS_1
Yah growing banget May tuh pipi.....walau tampa make up.
Beri vote nya juga like ya guys.........Trimakasih sudah mampir semoga kalian ngak bosan !!!!!