
Maya membuka matanya ketika sinar matahari masuk lewat celah celah jendela.
" Astagfirullah kenapa abang ngak bangunin sih " kata Maya yang lalu bergegas turun dari tempat tidur dan masuk kamar mandi.
Tak lama setelah ritual mandi dan berpakaian Maya langsung membersihkan tempat tidurnya. Lalu bergegas menuju kamar Aska.
" Nia Aska mana?" tanya Maya yang duduk sendiri dikamar Aska..Sedangkan ia tak melihat anaknya itu.
" Lagi sama nyonya besar bu, tadi katanya mau diajak jalan. Mau pamit ibu tapi masih tidur .Tuan muda bilang ibu kelelahan kemaren jadi ngak boleh dibangunin " kata Nia menatap majikannya.
" Kenapa ngak dibangunin aja , sampai ibu ngak sholat subuh" kata Maya sambil membuang nafas kasar.merasa ngak enak.
" Tuan muda ngak tega katanya bu, ibu mau Nia bikin kan sesuatu. dan di ambilkan sarapan " tawar Nia.pada Maya.
" Nggak usah Ni, Kalo digituin terus ibu jadi malas. Disini serba dilayani ibu bingung mau ngapain " kata Maya yang terbiasa punya kegiatan.
" Ya sudah ibu bisa lihat lihat tanan belakang sambil sarapan, biar Nia ambilkan " kata Nia yang juga sedang tak ada kerjaan.
" Baik lah temani ibu di taman ya " kata Maya yang lalu melangkah keluar dari kamar Aska .Dan menuju taman belakang . Yang diikuti Nia.
Maya senang diperlakukan istimewa .Namun Maya merasa cukup bosan kerena hanya duduk manis .Karna Ryan tak mengizinkannya untuk kedapur. Atau pun bersih bersih. Karna Ryan bilang sudah banyak pelayan.Dan mereka sudah dibayar mahal.Jadi Ryan keberatan Kalo istrinya itu masih ikut turun tangan
...............................
Sedangkan disisi lain . Seorang wanita sedang sibuk memasukan beberapa pakaiannya kedalam koper. Untuk pulang ke indonesia.
" Kau serius pulang " kata Mey ying .Menatap sahabatnya itu.
" Iya aku izin dulu beberapa hari, karna ada yang harus ku urus " kata Cindy.
" Urusan apa " tanya Mey ying penasaran.
" Yah urusan pribadi " kata Cindy yang tersenyum pada Mey ying.
" Ya terserah deh ,tapi ingat kita masih ada kerjaan di paris kau hanya izin 3 hari " kata Mey ying menatap teman sesama modelnya itu. Yang dulu bertemu di Amereka.Dan Cindy lah yang memperkenalkan Gee pada Mey ying.
" Oke ...aku akan kembali tepat waktu Mey " kata Cindy tersenyum.
" Ya hati hati lah " kata Mey ying
Sedang kan Cindy tersenyum senang .Entah apa pun niatnya.Tapi yang pasti ia punya rencana jahat. Yang tak boleh Mey ying tahu.
.................................
__ADS_1
" Aku ingin kau mengawasinya " kata Ryan yang asyik menelpon seseorang.
" Lalu kau selidiki apa saja yang mereka lakukan. Oh ya kirim kan juga kabar secepatnya " kata Ryan. Yang lalu memutuskan sambungan ponselnya.
Tok.....tok.....tok.....
" Masuk " kata Ryan yang kembali duduk dikursinya.
" Siang bos , Maaf terlambat " kata Lim yang di ikuti seorang pria berwajah bule.
" Dia mana saja kau hah " kata Ryan menatap pria itu penuh selidik.
" Maaf bos, saya ngak sempat memberi kabar .Karna papi sakit " kata Dias asisten Ryan yang lama izin bahkan hampir Sebulan lebih.
" Kau mau dipecat " kata Ryan yang terlihat tak senang.
" Ampun bos, jangan pecat saya .Kasihan papi bila saya tak bekerja .Tak ada orang lain lagi yang bisa membantu mereka " jawab Dias pada bos nya itu memelas.
" Lalu gimana hasil kerja mu, bahkan kau tak mengirimnya sama sekali " kata Ryan mengomel.
" Ini bos semua datanya " kata Dias yang lalu berdiri tegang didepan sang bos.
" Duduk lah Yas " kata Lim yang menatap sahabatnya itu.
" Apa selama kau di Dubai tak ada masalah " tanya Ryan menatap Dias.
" Tidak bos " kata Dias menunduk.Karna merasa bersalah sudah banyak merepotkan Lim temannya karna Izin terlalu lama. Untung nya saja bosnya itu baik hati.
Sedangkan Lim duduk disofa menunggu. Perintah Tuannya yang akan kembali Ke amerika hari ini.
" Kau kembali besok Lim, aku ingin sebelum kembali ke New york kau mampir dulu ke cabang di London .Aku ingin tahu secara rinci Lagi " kata Ryan pada Lim .Karna Lim lah yang paling banyak Ryan percaya untuk memegang semua asetnya.Dan Lim juga Asisten pertama yang Ryan percaya setelah Didi dan Alex juga Dias.
" Baik tuan muda. Oh ya tolong bilang Steve untuk makan dikantor saja " kata Ryan tampa menoleh. Sambil memeriksa semua berkas Dias.
" Dias, kau akan kembali minggu depan perbaiki semua laporan mu, karna ada yang tak sama dengan yang diberikan Lim " kata Ryan yang lalu memberikan berkas berkas ke Dias.
" Baik bos " kata Dias.Yang Lalu menghela nafas lega. Karna lama tak bekerja. Sedangkan Gajinya tetap dibayar.
Dias pun lalu melangkah menuju sofa mendekati Lim yang duduk santai . Sambil memainkan ponselnya.
" Yang mana ?" tanya Dias yang memberikan berkasnya.
" Yang di Qatar, kau salah mengisi data perhitungan penghasilan " jawab Lim santai.
__ADS_1
" Apa kau sudah mengecek ulang. aku mencatat sesuai data disana " kata Dias melirik Lim.
" Oh ya aku langsung kebagian staf keuangan. Kau bisa dituduh korupsi.Bila tak teliti " kata Lim menjawab tanpa menoleh.
" Cih ......kau tak berubah Lim " kata Dias gusar. Karna kalo Lim yang turun tangan ada saja kesalahan yang terjadi. Yang membuat Dias slalu tak berkutik pada sahabatnya itu.
" Apa kau masih betah bekerja disini " kata Lim yang membuat Dias langsung diam. Hanya menelan salivanya. Menahan kesal. Dengan temannya itu.
" Apa kau mencari muka " bisik Dias pelan.
" Ck......muka ku tetap disini , tak perlu dicari cari " jawab Lim .Yang membuat Dias tambah kesal. Pada orang nomor satu kepercayaan bosnya itu.
"Kau tahu Lim , ingin sekali ku robek mulutmu itu " kata Dias jengkel.
" Oh ya, coba saja kalo berani. Kalo kau ingin jadi gelandangan pulang kampung " ejek Lim cuek
" ****...... umpat Dias pelan.
" Ada apa ? kalian bisik bisik " kata Ryan yang sedang mengecek data di laptopnya.
" Bukan apa bos, Dias sedang lapar " kata Lim cuek. Membuat kedua mata Dias melotot
pada Lim.
" Kau......." kata Dias yang kesal.
" Siapa suruh libur lama lama " kata Lim berbisik.
"'Kau pikir aku duduk manis hah, aku sedang merawat ayahku sakit " kata Dias protes.
" Halah....itu cuma dua minggu , kau pikir aku tidak tahu " kata Lim melirik Dias.
Yang membuat Dias tambah kesal saja Karna temannya itu pasti mengawasi gerak geriknya.
" Sialan kau Lim " umpat Dias dalam hati.Karna tahu. Lim takkan pernah bisa ia ajak bekerja sama. Apalagi masalah kerjaan.
Sedang Ryan sibuk mengecek semua email yang masuk .Dan juga data data perusahaannya di Jakarta. Yang dipegang oleh Alex dan Didi.
" Permisi tuan , Saya mengantarkan makanan" Kata seorang kurir didepan pintu ruangan Ryan yang terbuka.
" Oh silakan nona taruh disini saja " kata Lim Yang masih duduk tenang di sofa.
Kurir itu pun lalu masuk membawa beberapa box makanan untuk makan siang.
__ADS_1