
Nur pun kini tahu kalo Bima anak pondok . Karna Amin bercerita pada Amel. Dan Amel menceritakan semuanya. Bahkan pondok terkenal di daerah jawa timur. Yang membuat Nur makin kagum pada suaminya itu. Slama ini Nur tidak pernah tahu. Kalo Bima juga anak pondok.
Setelah belajar . Nur dan Amel.pun membuat mie instan. Untuk ganjal perut di sore hari.
" Nur nanti boleh minta mie instannya buat di kostan .Lho kan banyak punya stok tuh " kata Amel .jujur karna tanggal tua
" Ambil aja seberapa lho butuh , aku sama Bima juga belum masak mie instan. Cuma buat stock menunda lapar " kata Nur.
" Bisa aja lho Nur, Trimakasih ya Nur .Nanti aku minta lima bungkus aja. Biar irit bulan tua nih " kata Amel. jujur.
" Ya .......oh ya pulang nanti aja temani aku masak dulu ya " kata Nur.
" Ok ngak masalah " kata Amel. Yang lalu menyelesaikan tugas kuliah mereka..Agar bisa memasak sebelum pulang.Dan lumayan ia bisa ngirit tak harus beli makanan.
...............................
Sedang di sebuah rumah besar. Seorang pria paruh baya mengomel karna putrinya .Tak bisa mendidik sang anak. Dan menjaganya dengan baik.
" Padahal papi sudah wanti wanti. Putra Baskoro ingin meminang putrimu. Tapi semuanya sia sia " kata Pria paruh baya itu.
" Maafkan Syifa pi, ini semua musibah. Dan syifa juga shock ketika tahu Nur hamil " kata Syifa menangis. Yang tak lain umi nya Nur.
" Lalu bagaimana kuliahnya. apa Nur berhenti kuliah . Lalu bagaimana suaminya. Dan bagaimana bisa mereka dinikahkan tampa persetujuan kalian " kata pria tua itu.Yang tak lain kakek Nur.
" Salman yang menjadi walinya. karna dia tak mau Nur menggugurkan kandungannya. Jadi terpaksa Salman menikahkan mereka..
" Suruh Nur kesini. Tinggalkan suami nya . Mana bisa bocah ingusan begitu menghidupi Nur. Apalagi mereka masih kuliah. Beri uang padanya. untuk menjauh dari Nur " kata Sang papi.
" Astagfirullah pi, itu tak baik. Kasihan Nur .Kalo dijauhkan dari suaminya. Kita tak bisa menahannya pi " kata Syifa lirih.
" Lalu kau masih menerima pria ngak jelas itu jadi menantu mu syifa syifa. Papi bersyukur kau mendapatkan Rahman.Tapi Nur .....Aish kenapa cucuku mengalami hal buruk " kata papi Syifa berdecak kesal..
" Pi jangan begitu ,ini musibah " kata Syifa terisak. Tadinya Syifa bisa menerima Bima menjadi menantunya itu. Tapi setelah sang papi tak senang. Ada rasa marah dihatinya.
..............................
__ADS_1
Sedang dirumah utama Lee. ibu Lastri duduk berdua dengan Maya . Yang menceritakan tentang Bima adiknya. Bu Lastri menangis mendengar semua cerita Maya .Tapi ia juga sangat bersyukur putranya itu .Masih punya rasa tangung jawab . Dan menikahi gadis yang diambil kehormatannya.
" Lalu dimana mereka sekarang?" tanya Bu Lastri.
" Mereka ngontrak bu, dan Bima sekarang belajar kerja dengan bang Ryan untuk persiapan ke Dubai. " kata Maya .
" Syukur lah itu akan membantu nya menafkahi istrinya. " kata Bu Lastri lirih.
" Sekarang ibu istirahat . Nanti malam Bima akan mampir kesini bertemu ibu. Biar kan istrinya tenang dulu di rumah."kata Maya
Bu Lastri pun memeluk Maya. ia tahu. Maya pun pernah mengalami titik terendah dalam hidupnya. Seperti dirinya yang ditinggal sang suami Sewaktu muda karena sakit. Maya lebih parah . Tampi akhirnya bisa hidup bahagia. Mungkin ini juga yang terjadi pada putra nya yang sedang di uji. Untuk bisa bersikap dewasa dan bertanggung jawab. Walau itu berat tapi pasti ada jalan yang terbaik.Karna setiap orang punya ujian hidup masing masing. Yang tampa kita duga.
.............................
Disebuah rumah umi Syifa baru saja masuk kedalam rumah..Setelah diantar sopir sang papi pulang. Ummi syifa langsung masuk ke kamarnya dan terisak.
" Papi benar kenapa nasip mu buruk Nur. Punya suami yang tak jelas " kata Umi Syifa pelan.
" kau gadis yang cantik bahkan banyak ustad muda yang ingin berta'aruf tapi malah kau memilih lelaki yang tak jelas asal usulnya Nur umi kecewa " kata Umi Syifa terisak.
" Umi...........umi sudah pulang " kata abi Rahman yang melihat sang istri terbaring diatas tempat tidur. Dengan terisak.
" Iya abi, besok lusa papi mau kesini. Suruh Salman menelpon Nur biar pulang. " kata umi Syifa.
" Umi sudah cerita semuanya ?" tanya abi Rahman lembut.
" Sudah abi " kata umi syifa yang langsung memeluk suaminya itu dan terisak.
"Kalo begitu abi tak perlu ikut campur lagi kan. Dan biar kan Nur menata hidupnya. Abi yakin Nur akan pulang .Bila umi yang meminta tapi ingat . Jangan membahas masalah itu lagi. karna Sekarang Nur sudah menikah. Dan pria itu pun sudah bertanggung jawab dan dia juga korban " kata abi Rahman.
" Ya abi " kata umi Syifa. Walau masih ada rasa menganjal di hatinya.
Ustad Rahman pun lalu mengusap punggung umi Syifa . Dia tahu sang istri cukup terpukul dengan kejadian itu sampai hari ini . Tak ada yang tahu kalo Nur sudah menikah. Hanya keluargga inti saja. Dan di tambah papi mertuanya.
"'Kalo papi yang kesini biar abi yang bicara. Dan nanti biar Salman yang menghubungi Nur. Agar membawa pulang serta suaminya. " kata abi Rahman.
__ADS_1
" Ya bi " kata umi Syifa.
" Ya sudah abi mau ngajar dulu ya. Tadi Salman sedang bertemu Ahmad untuk bicara masalah pondok baru. Jadi abi yang mengantikan Salman Mengajar " kata Abi.
" Ya sudah bi, hati hati " kata umi Syifa. Yang melihat punggung suaminya menghilang di balik pintu.
Sedang di sebuah kantor Salman baru saja berkumpul dengan Altaf dan Ahmad.
" Berarti untuk semua pembagunan nanti Ahmad nih yang ngatur mad?" tanya Salman.
" Iya man jadi usaha kita juga bisa diawasi. " kata Ahmad.
" Bagus lah. jadi semua sudah deal kan .tinggal.menunggu perkembangannya. Oh ya mad. Kapan nikah ? masa sudah sukses dan punya usaha. Belum punya calon " kata Altaf .
" Tahu nih Salman belum kasih kode." kata Ahmad yang sempat berniat ingin mengambil Nur sebagai pendamping hidupnya.
" Maaf mad, kau terlambat. Dan aku tak bisa menahan takdir " kata Salman . Yang ingat Ahmad ingin meminang Nur ketika hendak pulang. Namun hari itu juga Salman menikahkan Nur.
" Maksudnya apa man , Siapa ?" tanya Altaf.
" Nur, sudah menikah bang dengan teman sekampusnya. Sebelum.Ahmad pulang . Tadinya abi dan umi juga sudah setuju .Tapi......
" Kapan Nur menikah Man, Dengan siapa ? " kata Ahmad . Dengan rasa kecewa.
" Dengan teman kampusnya. " kata Salman sendu . Yang juga sebenarnya kecewa. Tapi semua nya kini sudah terjadi .Jadi ia dan keluargganya harus berlapang dada.
Altaf pun membuang nafas kasar nya. Mendengar berita adik sepupunya itu. Sudah menikah. dengan temannya. Tampa ada kabar berita bahagia.
" Lalu dimana Nur sekarang, dan bagaimana mereka bertahan hidup. Kalo suaminya sama sama masih kuliah ? " tanya Altaf yang sangat sayang dengan Nur.
" Entah lah bang, Salman belum bertemu lagi dan tahu banyak apa yang terjadi. " kata Salman lirih.
" Astagfirullah man kasihan sekali Nur bila ia menikah dengan pria tak beragama ? " kata Ahmad.
Deg................
__ADS_1
" Inalilahi kenapa kau berpikir begitu mad?" tanya Altaf sedikit tak nyaman.
" Salman tak kan sedih . kalo Nur menikah dengan pria yang baik .Lihat wajahnya !! " kata Ahmad. Yang membuat Altaf menoleh kearah Salman. Yang diam membisu. Yang memang terlihat sedih. .Seperti beban yang berat.