
Maya turun dari mobil ketika mobil berhenti di halaman rumah utama Lee.
" Trimakasih ya hati hati di jalan " kata Maya.
" Ya May makasih juga belanjaan nya salam buat ponakan gue ya " kata Desi
" Iya May salam buat Aska dan .trio .kembar ya " kata Vani.
"'Ya sudah sana pulang jangan mampir mampir ingat anak anak "kata Maya yang melambaikan tangannya. Lalu setelah mobil Vani tak terlihat lagi. Maya pun masuk kedalam rumah.
" Mamah ...........!!!!" teriak Queen yang berlari kearah Maya yang ingin masuk kamar
" Hai sayang , abang sama kakak mana?" tanya Maya memeluk putri bungsunya itu.
":Di kamar lagi belajar, kok ngak pulang bareng papah " kata Queen.
" Hah ....papah pergi " kata Maya kaget.
" Iya pas habis magrib Tadi di jemput om Didi " kata Queen .
" Oh....gitu ya sudah mamah mau ganti baju dulu ya " kata Maya yang tak khawatir karna suaminya pergi dengan asistennya.
"'Ok mah " kata Queen yang mengikuti Maya masuk ke kamar .
*******
Sedangkan di cafe para pria duduk santai sambil ngobrol ketika urusan bisnis selesai.
" Ngomong ngomong tuan Lee sudah menikah belum , saya dengar anda seorang petualang cinta " kata Evan yang penasaran
Ryan tersenyum " saya sudah punya empat anak bung . jadi sudah tua untuk menikahi daun muda " jawab Ryan santai.
" Bagaimana dengan anda sendiri bung " kata Ryan menatap Evan. yang sedang mengisap rokoknya.
" Baru pedekate bang , cari yang perfec keibuan " kata Evan yang memang mencari sosok yang tenang.
" Dia sedikit pemilih tuan Lee biasa , padahal banyak wanita yang mendekatinya tapi yah begitulah " kata Yuda ikut bersuara.
" Apa kalian juga sudah menikah bro " kata Yuda menatap Didi dan Alex. Yang duduk sambil menikmati kacang garing
" Itu jelas bro mana tahan kita jomlo seumur hidup masa i bergelut dikamar mandi " kata Alex.. santai.
" Hahaha......Tapi kami tak.pernah mendengar dan dapat undangan pernikahan kalian apalagi tuan Lee " kata Irvan.
"'Saya Menikah di Taiwan bung, jadi hanya untuk kalangan keluargga saja " kata Ryan .
__ADS_1
" Oh ya. .. pantas saja , tapi kenapa tak pernah hadir dalam setiap .acara bisnis " kata Evan.
Ryan tersenyum " mungkin kalian jarang memperhatikannya , sering ikut tapi dia tak terlalu senang keramaian " kata Ryan.
" Oh saya pikir anda betah menjomblo tuan Lee. Karna saya mendengar anda juga punya kekasih mantan model terkenal . Yang sudah meninggal itu Tapi anda menolak menikah dengannya Apa karna dia punya scandal dengan tuan Gee.. " kata Evan yang ingin tahu banyak dengan relasi bisnisnya itu . Karna kehidupan pribadinya sangat tertutup.
" Ada alasan kenapa saya tidak menikahinya. Saya ingin istri untuk ibu anak anak saya bukan pajangan yang bisa dimiliki semua orang " Jawab Ryan tegas.
" Pemikiran yang bagus tuan Lee, anda benar karna untuk teman tidur bisa dicari Tapi untuk seorang istri yang setia pastilah sulit apa lagi untuk bisa mendidik anak anak kita " kata Irvan. yang menyesap kopi pahitnya .
*******
Maya baru saja menidurkan Queen sambil bercerita setelah itu ia kembali kekamar nya . intuk istrirahat . Ketika ponsel dengan no barunya bergetar.
":Astaga ngapain kak Evan malam malam telpon " kata Maya yang lalu mengangkatnya .
" Walaikum salam kak ada apa ya " jawab Maya sambil.melihat pintu takut Ryan pulang.
" Bisa kita bertemu besok " kata Evan.
" Ada sesuatu yang mau kakak tanyakan " kata Evan.
" Lihat besok aja ya kak, nanti Maya kabari " kata Maya.
" Ok maaf menganggu mu malam malam " kata Evan
Lalu menaruh ponselnya di tas karna Maya kini mempunyai dua ponsel. yang Ryan belum tahu Lalu menonaktifkan nya . Agar Ryan tak curiga
" Mau ngomong apaan ya, apa besok aku minta tani Vani dan Desi saja. Ah sudah lah ngatuk ngapain dipikirin " kata Maya yang lalu berbaring diatas ranjang.
Ceklek.........
Maya menoleh kearah pintu. Dan melihat suaminya itu masik kekamar.
"'Abang dari mana" tanya Maya
" Ketemu klein bisnis " kata Ryan yang melepaskan pakaiannya dan membuang ke keranjang . Dan masuk kamar mandi untuk membasuh kaki dan tangannya..
Lalu langsung berbaring disamping Maya .
Dan memeluk erat sang istri.
" Cup .......
"'Abang jangan mulai deh.. kan abang masih puasa " kata Maya.
__ADS_1
" Yah .... kok tega sih menghukum abang kan bisa yang lain " kata Ryan protes.
" Salah sendiri abang menemui Ular gatal itu , mana tadi May ketemu lagi sama dia. " cerita Maya.
":Hah.... . kok bisa trus May ribut sama dia " kata Ryan penasaran
" Iya lah dia ngamuk kaya orang gila di supermarket trus di tahan sama satpam " kata Maya
" Astaga ...kenapa Maya lawan , mending biarin aja dia, Orang abang juga ngak perduli.
" Masa, tapi kasihan kan. karna kasihan itulah dia memperalat abang trus abang percaya kan sams dia , Bela belain datang kerumah sakit buat melayani dia. ya kan bang. "kata Maya
Deg....
" Itu kan abang gak tahu May, " kata Ryan
" Dih ngak tahu tapi tetap nyosor juga mau ciuman segala " kata Maya kesal.
" Astaga May, kan abang sudah minta maaf kok masih diungkit ungkit. " kata Ryan yang membuang nafas kasar .
" Biarin masalahnya abang masih tergoda aja juga sudah punya anak empat aja. Capek Maya bang masa harus ngalah melulu dengan ular ular gatal sama ulat keket diluar sana " kata Maya.
" Huh .........alamat ngak dapat jatah nih kalo masih panjang kasusnya " bathin Ryan menelungkupkan wajahnya di bantal
" Jadi May mau apa sekarang . Mau balas dendam sama abang..Abang ngaku salah deh, Terserah Maya mau ngapain . terserah." kata Ryan pusing.
" Nanti abang ngerasain kalo ada yang godain Maya baru tahu rasanya kesal kaya May bang . Selama ini kan May ngalah terus sama abang " kata Maya.
" Emang ada yang mau sama May yang punya buntut empat, Lagian masih menang abang .
Masih ganteng , keren punya banyak duit masih laku " kata Ryan kesal
" Cih.......emang abang sanggup lihat May digoda pria lain . " kata May menantang . Sambil memeluk tubuh suaminya itu.
Dih....... mana brani dia godaan istri abang . Awas aja kalo brani abang kasih bogem mentahan." kata Ryan yang berbalik lalu memeluk Maya
"'Kalo dia brani abang mau apa ?" tantang Maya menatap manik Ryan
" Abang kasih hadiah buat May paling juga kelasnya dibawah abang . " kata Ryan sombong
" Ok.....May cari yang diatas abang keren, tajir , tampan dan muda juga seorang pebisnis gimana ?" kata Maya
Ryan hanya tersenyum menatap istrinya itu dan berpikir sejenak. "' Terserah May mana ada yang sekeren abang . Paling dia mau memanfaatkan May saja " kata Ryan . Yang cukup ngeri ngeri sedap dengan tantangan istrinya itu.
" Lihat aja besok ....pasti abang juga nanti ngerasa kesalnya kaya Maya. Ngamuk sendiri dan marah marah " kata Maya.
__ADS_1
" Masa..........ngak mungkin lah May " kata Ryan yang memeluk dan mencium Maya.
Walau tak bisa menggauli istrinya Paling tidak ia bisa memeluk Maya agar hatinya tenang. Dan sebagai obat pusingnya.