Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 86 Bertemu Mertua.


__ADS_3

Maya merapikan baju bajunya Aska di dalam koper. Karna besok mereka sudah berangkat. Sedangkan pakaiannya sudah ia siapkan kemaren. Bersama pakaian Ryan.


" Kok aku gugup sekali ya, mudahan mami orangnya baik " guman Maya yang cukup tegang karna ingin bertemu sang mertua.


Dan opa Ryan.


" Nyonya.,sudah ditunggu untuk makan siang" Kata bi Siti pelayan rumah utama


" Iya bi , Saya akan segera kesana " kata Maya Yang lalu menutup kopernya. Dan meletakkannya dekat lemari . Dan keluar kamar menuju ruang makan.


Disana sudah terlihat Desi duduk bersama sang ibu. Sedang Vani sedang pulang kampung bersama Didi suaminya.


" Lama amat May " kata Desi. Ketika Maya sudah menarik kursi untuk duduk.


" Maaf tadi lagi masukan baju Aska ke koper .Untuk berangkat besok." kata Maya.


" Jadi ke tempat mertua May, jangan lupa oleh olehnya ya " kata Desi.


" Dih oleh oleh, aku belum pasti jalan jalan disana Desi , tapi kalo pulang nanti aku kasih deh " kata Maya.


" Thanks May, ku doakan liburanmu bahagia deh " kata Desi. sambil menyuap makanannya .


" Berapa lama disana nak " tanya ibu Risma.


" Maya ngak tahu bu, nanti Maya tanya bang Ryan aja " kata Maya yang memang belum tahu sampai kapan mereka disana.


" Yah jangan lama lama ya May, gue sama Vani pasti kangen. juga ibu dan Bima iya kan bu " kata Desi.


" Iya lah masa ibu dirumah sepi , terus pulang kampung juga sendiri di rumah " kata ibu Risma bingung.


" Ibu disini saja kan ada bi Marni dan bi Siti yang nemani ibu dan bisa di ajak ngobrol. Atau sambil masak dan jalan jalan " kata Maya.


" Iya bu nanti kan Desi juga sering kesini sama Vani " kata Desi.


" Iya nak Desi , untuk sementara ibu disini dulu " kata Ibu yang memang kesepian karna Bima masuk sekolah asrama.


" Nanti kalo sudah sampai sana Maya pasti telpon ibu kok bu " Kata Maya .yang kadang tak tega meninggalkan ibunya itu sendiri.


" Ngak usah khawatir bu Risma kan ada saya yang menemani kalo non Maya pergi." kata bi Marni. Yang sedang membawakan buah yang sudah dipotong potong.


" Iya bi Marni " kata bu Risma tersenyum.


" Ayo bi Marni sekalian makan " kata Maya. Yang menyuruh bi Marni makan bersama dan bi Marni ta bisa menolak .Karna ada bu Risma juga. yang menyuruhnya ikut makan bersama.


...................................


" Sudah siap semua " tanya Ryan yang melihat Maya sedang menyiapkan koper yang akan dibawa.

__ADS_1


" Sudah semua bang" kata Maya.


" Ya sudah Jhon , Kim masukan semua barang " kata Ryan memerintahkan para pengawalnya itu


" Baik tuan " kata Kim dan Jhon yang lalu membawa koper koper untuk dimasukan ke bagasi mobil.


" Jhon kau jaga rumah ini. Kim akan ikut mengawal ku kesana. Jangan sampai lengah. Cepat beri kabar kalo ada apa apa " Kata Ryan pada Jhon.


" Baik tuan muda " kata Jhon membungkuk hormat.


" Dan kau Kim, apa barang mu sudah siap " Tanya Ryan.


" Sudah tuan muda " kata Kim menunduk.


" Baiklah kita berangkat sekarang " kata Ryan . Lalu berpamitan dengan bu Risma dan bi Marni yang mengendong Aska dan menyerahkannya pada Maya.


" Nia barang barangnya sudah semua " kata Maya Yang membawa pengasuh Aska itu.


" Sudah bu, sudah dari tadi dimasukkan tuan Kim." kata Nia.


" Baik lah ayo naik " kata Ryan ya lalu berjalan merangkul sang istri.


Maya pun berpamitan pada sang ibu dan juga bi Marni. Setelah itu mereka pun naik mobil menuju bandara. Memakai penerbangan kelas bisnis.


Maya cukup gugup karna ini pertama kalinya ia naik pesawat. Namun ia berusaha untuk tetap bisa tenang. Ketika disana mereka memasuki kelas bisnis Dan bisa tidur selama perjalanan.


" Tidak murah bagi abang " balas Ryan berbisik sambil tersenyum.


" Ih abang pasti mahal kan " kata Maya yang memang belum terbiasa dengan kemewahan.


" Besok kalo sampai sana, akan lebih mahal dari ini " bisik Ryan yang mencium pipi istrinya itu.


Maya pun menatap wajah suaminya itu.Entah kenapa ia semakin sayang dan cinta pada Ryan suami mesumnya itu.


"'Kenapa ? apa ada yang kurang ?" tanya Ryan.


" Ngak ada bang sudah cukup kok " kata Maya tersenyum manis.


" Baiklah nyonya Lee, sekarang berbaring lah. Lihat tuh Nia dan Aska sudan duduk di tempatnya masing masing " kata Ryan yang menujuk Nia dan Aska yang dilayani pramugari pesawat.


" Iya bang " kata Maya yang lalu berbaring di kursinya. sambil menatap Aska yang duduk tenang didekat Nia pengasuhnya.


Maya berbaring dan terlelap.Entah berapa lama mereka didalam pesawat. yang Maya tahu ketika bangun Ryan menonton film kartun bersama Aska.Sedang Nia sedang makan.


" Sudah bangun " tanya Ryan yang melihat istrinya itu duduk.


" Kita belum sampai bang " tanya Maya yang mendekati suami dan Anaknya itu.

__ADS_1


" Sebentar lagi sabar ya " kata Ryan yang merangkul bahu Maya.


......................................


Maya sangat takjub ketika mobil memasuki rumah mewah dengan halaman luas. Begitu juga Nia sang pengasuh Aska.


"'Kita sudah sampai , ayo turun sini Aska biar papah gendong ya " kata Ryan yang meraih Aska dari Maya .


" Aaaa ....." celoteh Aska yang tersenyum senang.


" kita sudah sampai dirumah oma dan opa besar " kata Ryan yang bicara dengan Aska. Yang di anggukan Aska seakan bocah imut itu mengerti.


Maya dan Nia pun ikut turun dari mobil.


" Ayo sayang semua sudah menunggu kita " Kata Ryan yang lalu mengandeng tangan Maya.


" Iya bang " kata Maya.


Mata yang gugup pun merangkul tangan suaminya itu agar bisa tenang .


" Slamat datang tuan muda, nona muda " kata para pelayan.Yang berjejer menyambut mereka


" Terimakasih " kata Ryan yang melangkah masuk kedalam rumah bersama Maya dan diikuti Nia dan Kim.


" Ya Allah ini lebih besar lagi dari rumah utama " guman Maya dalam hati.


" Ayo sayang opa dan mami sudah menunggu di ruang tengah.Kim dan Nia istirahat lah. ibu Ying tolong antar mereka kekamarnya. " Kata Ryan menyuruh pada seorang pelayan


" Baik tuan." kata Pelayan itu lalu menyuruh Kim dan Nia untuk mengikutinya.


Sedang Maya menemui opa Ryan dan sang mertua. Yang sudah menunggu mereka di ruang tengah.


" Mami , opa " kata Ryan yang lalu memberikan Aska pada Maya dan memeluk opanya. lalu setelah itu memeluk sang mami


" Sini sayang ini opa dan mami " kata Ryan.


" Opa ini Maya istri Ryan " kata Ryan yang memperkenal Maya. Maya pun menjabat dan mencium opa suaminya . Juga sang mami.


" Kau cantik sekali nak " kata Opa Ryan pada Maya. yang lalu memeluk Maya.


" Trimakasih opa " kata Maya lembut Lalu membalas pelukan sang opa dengan rasa sayang.


" Kau cantik sekali nak, beruntung Ryan memilikimu " kata mami yang menangkup pipi Maya dan mencium kening menantunya. Yang membuat Maya terharu. Dan memeluk mertuanya itu.Dengan rasa kagum pada Mertuanya yang masih cantik di usia senja



Rumah utama tuan besar Lee.

__ADS_1


__ADS_2