
Ryan terdiam sesaat memikirkan perkataan Queen .Yang bisa hidup bebas diluar.
"'Memang nya mamah bilang gitu sama Queen, apa mamah telpon win " kata Ryan penuh selidik
" Ngak , cuma mamah bilang sama kita. Jangan nakal .belajar yang rajin dan juga ngak boleh usil .Emang kenapa pah mamah pergi . Kan win kangen sepi ngak ada mamah pah " kata Queen cemberut.
Lalu Ryan memeluk putri kecilnya itu dengan perasaan bersalah . " maaf kan papah belum bisa nyuruh mamah pulang " kata Ryan mencium pucuk rambut Queen .Lalu menepuk nepuk punggung nya .Sampai Queen tertidur .
Ada rasa bersalah di hati Ryan . Namun dia tak bisa berbuat apa pun karna ponsel Maya tak bisa dihubungi dan sengaja di non aktifkan .
Sedangkan di rumah kecil Maya berbaring sambil melihat foto anak anaknya didalam galeri ponselnya . Yang membuatnya rindu terutama pada si bungsu. " kamu lagi apa nak pasti nya sedih " kata Maya menatap nanar foto keempat anak nya . Bersama sang suami yang terlihat keren .
" Maaf mungkin aku terlalu takut kehilangan mu . Tapi aku ingin tahu apakah kau mencintai ku atau wanita itu. Setelah yakin aku akan pulang " kata Maya. Yang lalu memejamkan matanya .
Ketika Azan subuh berkumandang Maya terbangun dan lalu berwudhu dan sholat subuh . Setelah itu Maya menyempatkan diri mengirim pesan untuk Aska . Dan menanya kan kabar anak anaknya .
*******
Pagi ini Ryan baru saya datang ke kantornya
ketika Rara menghampirinya. Menunggu Ryan karna beberapa hari Ryan tak mengangkat ponselnya ketika Rara menelponnya.
" Ryan ........" kata Rara . Yang membuat Ryan kaget .Ketika memasuki ruangannya.
" Ada apa kau kesini, maaf aku sibuk " kata Ryan cuek. Lalu duduk di kursi kebesarannya
" Ya ampun yan, apa kamu menghindar dari ku. Oh ya kudengar istri minggat dari rumah wah.......wanita macam apa dia, yang meninggalkan anak istrinya " kata Rara mencoba memprovokasi Ryan.
" Aku yakin dia punya selingkuhan mungkin, atau dia hanya memanfaatkan mu saja slama ini " kata Rara lagi.
Yang membuat Ryan menatap Rara sekilas Lalu membuka laptopnya. " kau mau apa kesini " kata Ryan menatap Rara.
" Hei ....aku hanya ingin bertemu dengan mu , Aku pikir kau sakit atau semacamnya lah Tapi sepertinya kau baik baik saja. itu bagus kan. Lagian untuk apa memikirkan wanita yang nggak benar .Kau sudah berkerja keras untuknya tapi dia hanya bersenang senang " kata Rara. Lalu mendekati Ryan . Dan berdiri disamping Ryan Sambil merangkul Ryan mesra.
" Apa yang kau lakukan ra?" kata Ryan menatap Rara
" Hei , kau kau lelah sepanjang hari tak ada yang merawat mu biar aku pijat nya " kata Rara yang lalu memijat bahu Ryan. Yang membuat Ryan menikmati pijatan Rara yang pelan membuat nya sedikit santai .
__ADS_1
" Terimakasih ra, sudah cukup " kata Ryan .
"" Sama sama yan " kata Rara tersenyum yang masih merangkul Ryan dan ketika ia menoleh dada Rara persis berada didepan nya . Yang membuat Ryan menelan hasrat karna seminggu ini berpuasa.
"Duduk lah aku selesaikan pekerjaan dulu baru ngobrol " kata Ryan yang melepaskan rangkulan Rara.
" Apa kau tak mau aku temani , aku bisa duduk dipangkuan mu Yan " kata Rara .yang membuka kancing kemeja nya . Hingga membuat buah dadanya menyembul terlihat jelas .
Deg..........
Ryan diam tapi tak menampik hasratnya mulai naik Melihat dua benda bagian atas itu terpampang indah itu didepan matanya. yang biasa menjadi mainan nya dirumah. Yang membuatnya rindu pada Maya.
Ryan mencoba membuang nafas kasarnya ketika Rara mulai duduk di pahanya dengan tersenyum manis dan Ryan memegang pinggang Rara .Sedangkan Rara merangkul bahu Ryan untuk pegangan nya .
"'Aku mencintai mu Yan, sejak pertama melihatmu dulu, Namun sayang Cindy lebih dulu mendekatimu " kata Rara yang mengusap wajah Ryan pelan dan wajah mereka mulai berdekatan .
" Aku.......
Tok.....tok.....tok.......
Ryan pun langsung bangkit dari duduknya .
Rara pun lalu melangkah menuju sofa dengan tangan terkepal. hampir saja ia bisa mengoda Ryan. Tapi gagal karna terganggu ketukan pintu..
" Sialan siapa sih , menganggu saja " kata Rara kesal .
" Masuk " kata Ryan
Ceklek ......pintu pun terbuka.
" Bos apa kita bisa rapat satu jam lagi " kata Alex yang masuk dan menuju kursi didepan Ryan.
" Apa bisa ditunda " kata Ryan..
" Bisa tapi tetap hari ini karna mereka minta setelah makan siang. Harus nya Jam 10 pagi ini Tapi karna bos belum mengkonfirmasi kan nya saya menunda sampai jam makan siang " kata Alex . Yang melirik Rara di sofa dengan ekor matanya.
" Dasar ular gatal , pasti tadi ia sempat merayunya " kata Alex. Yang sengaja ke ruangan Ryan karna tadi sekertaris Ryan mengatakan ada tamu seorang wanita Yang membuat Alex curiga.
__ADS_1
" Baik lah bagaimana nanti sehabis makan siang saja " kata Ryan .
" Baik bos " kata Alex .
" Oh ya untuk proyek di batam apa sudah selesai laporannya " tanya Ryan.
" Belum bos mungkin hari ini " kata Alex
" Ya sudah paling lambat besok sudah aku terima . Karna kita harus meninjau proyek yang di serang " kata Ryan .
" Baik bos kalo begitu saya permisi " kata Alex . Yang lalu berdiri sambil melirik Rara. sekilas sebelum pergi.
" Hai lex " sapa Rara basa basi dengan senyum sumringahnya
" Hai juga " kata Alex tersenyum miring lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
Ryan lalu bangkit dari duduknya. " pulang lah ra, aku sedang sibuk " kata Ryan pelan . Yang tadi hampir tergoda kalo saja Alex tak mengetuk pintu.
" Tapi yan, kenapa aku tak boleh menemani mu sih . Kan aku bisa membantu kerja juga kau tahu aku juga mahir dalam berbisnis " kata Rara manja lalu mendekati Ryan yang berdiri didepannya.
" Maaf aku nanti ada rapat tahunan , dan harus selesai hari ini untuk tutup buku" kata Ryan .
Hei kalo aku pulang aku tak bisa ngobrol dengan mu yan kau slalu sibuk .Dan mengabaikan panggilan ku " kata Rara yang kembali merayu Ryan...
Dan kali ini Rara mengalungkan kedua tangan nya pada leher Ryan . Yang membuat keduanya saling tatap. Wajah cantik Rara terlihat jelas lekukan lehernya yang putih dan bibir nya yang seksi sangat mengoda di tambah Rara tersenyum manis pada Ryan. Yang membuat Ryan lupa sesaat .
" Kau sangat tampan yan " kata Rara yang lalu memegang bibir Ryan . Seakan terhipnotis Ryan pun memegang tangan Rara dan menciumnya
" Trimakasih kau juga cantik " kata Ryan . tersenyum . Lalu merangkul pinggang Rara dan keduanya pun saling pandang. satu sama lain.
":Apa kau dulu menyukaiku "? tanya Ryan .
" Ya aku menyukaimu sejak dari pertama " kata Rara tersenyum dan
Brakk............
" Keduanya pun menoleh .......
__ADS_1
" Maya..........":kata Ryan yang terkejut