
Suasana malam terasa sunyi. Bima sedang asyik mengerjakan tugasnya di ruang tamu. Selepas sholat isya berjamaah .Bima langsung mengerjakan tugas untuk minggu depan.Agar ia tak.lupa dan membuang waktu.
Sedang Nur duduk sendiri dikamar. Setelah tadi memasukan pakaiannya ke lemari .Karna ia tak ada tugas .Jadilah ia bingung sendiri harus melakukan apa.
" Ya ampun aku haru apa ,.Apa aku buatkan kopi aja ya. Biasanya laki laki suka minum kopi. Tapi kan belum ada apa apa di dapur " kata Nur .
Lalu ia pun berjalan keluar kamar. Lalu melihat Bima yang sedang fokus dengan tugas dan laptopnya.
" Aduh.....harus .ku panggil.apa ? masa Bima Kan dia sudah jadi suami ku " bathin Nur. Yang mematung berdiri tak jauh dari tempat Bima duduk.
" Mhem .....Bim, eh...kak .....eh aku harus panggil.apa ?" kata Nur pelan.
Bima yang mendengar suara Nur pun menoleh sebentar. .
" Ada apa ?" kata Bima melirik. Lalu kembali menatap layar laptopnya.
" Nur harus panggil Bima apa? apa mau Nur bikin kan kopi ?" tanya Nur dengan suara lembut. Lalu duduk didekat Bima.
" Terserah Nur mau memanggil dengan apa, aku tak minum kopi " jawab Bima tampa menoleh.
" Bagaimana Nur panggil hubby aja, atau abang " kata Nut pelan.
Bima pun menoleh menatap Nur . Nur langsung menunduk wajahnya ketika Bima menatapnya..Karna ia masih cangung.
" Terserah Nur mau memanggil apa saja " kata Bima. Lalu kembali menatap laptop.
Bima pun mengerti kalo Nur masih belum terbiasa. Jadi Bima bersikap santai.
" Tidur lah lebih dulu , akan lama bila menunggu disini " kata Bima yang melirik Nur dengan ekor matanya.
" Baik by , Nur kekamar dulu " kata Nur pelan. Seraya bangkit dari tempat duduknya.
" Hubby ......" kata Bima.
" Em apa ada yang salah " kata Nur yang sudah berdiri.
" Ngak ... ada istirahatlah " kata Bima.
Nur pun lalu melangkah meninggalkan Bima .Dan masuk kekamarnya. Lalu naik keatas ranjang. untuk berbaring.
__ADS_1
" Apa aku tidur memakai hijab ya .tapi dia suami ku .Kan tidak masalah bila aku membuka hijab " kata Nur bingung. Karna biasanya ia tidur tak memakai hijab. Bahkan dirumah.
" Tapi aku malu . Tapi dia muhrim ku " kata Nur. bingung. hendak melepas hijabnya
" Ya sudah , aku buka saja toh kami sudah menikah tapi.......ah sudah kupakai saja. " kata Nur. Lalu tidur dengan hijabnya.
...........................
Subuh Nur sudah bangun..Dan ia tak melihat Bima di sampingnya. Apa dia tidak tidur disini " kata Nur bingung. Lalu bergegas kekamar mandi untuk.membersihkan diri dan berwudhu. Namun Nur lupa bahwa ia hanya membawa handuk lupa membawa pakaiannya.
" Astagfirullah aku lupa bawa baju. " kata Nur bingung.
" Tapi kan Bima ngak ada " kata Nur lalu bergegas keluar .Hanya dengan handuk setengah badan. Yang langsung mengambil pakaian nya di lemari Bersamaan dengan Bima yang masuk.
"Astagfirullah " kata Bima yang kaget melihat Nur hanya memakai handuk.
" Hubby ....." kata Nur yang juga ikut kaget.
" Maaf " kata Bima yang lalu langsung berbalik badan. Karna tadi sempat melihat tubuh molek Nur.
" Akh.....apaan sih kan dia istriku " bathin Bima menyugar kasar rambutnya.
Bima pun berbalik. Ngak pa pa aku hanya ingin mengambil pakaian ganti " kata Bima yang langsung menuju lemari. Tapi tak menampik ekor matanya mengintip Nur. Yang sedang menyisir rambutnya .Dengan ekor matanya.
" Masyaallah.....cantik nya " kata Bima dalam hati. Ketika melihat wajah Nur tampa hijab
" By.... kita mau sarapan sama apa " kata Nur. Yang ingat tak mempunyai beras dan mie instan.
" Oh biar nanti aby beli di warung saja " kata Bima tergagap . Ketika Nur sudah berdiri didekat nya
" Baiklah by , aby ....mau beli yang sudah matang maksudnya " kata Nur bertanya.
" Ya apa Nur bisa memasak " tanya Bima
Nur pun bingung harus menjawab apa. Karna ia hanya bisa memasak mie instan Nasi goreng dan mengoreng tempe saja. Selebihnya masih belajar.
" Sedikit by" kata Nur .Lalu terdiam.
Lalu Bima pun menoleh dan keduanya saling tatap..Dada Bima langsung berdetak.kencang melihat istrinya itu. Begitu juga dengan Nur yang salah tingkah . Ditatap Bima tampa hijab. Yang terlihat cantik tampa cela.
__ADS_1
" Ya sudah nanti aby yang akan beli " kata Bima. Mengingat istrinya itu sedang hamil muda. Dan ia ingat dulu perkataan sang ibu pada kakaknya. Bahwa orang hamil itu sangat manja dan rewel .
" Terserah aby, " kata Nur.
Bima pun lalu menyiapkan pakaiannya. Lalu masuk kekamar mandi..Karna memang Bima belum mandi. Dia hanya berwudhu dan langsung ke masjid di lingkungan perumahannya.
Nur pun menghela nafas lega. Bahwa ia tak harus memasak. Karna ia juga bingung harus memasak apa. Karna Nur belum tahu kesukaan Bima.
Setelah mandi dan berpakaian rapi .Bima langsung ke warung bu Siti. Yang memang buka dari pagi sampai sore hari. Lalu Bima membeli dua nasi bungkus lengkap dengan lauk dan juga sayur. Dan bergegas pulang ketika sudah selesai.
...................................
Bima dan Nur sudah sampai diparkiran kampus. Karna Bima harus masuk pagi. Tepat jam 07 tepat. Sedang Nur sekalian ikut karna ia masuk jam 08 . jadi ia bisa ke perpus untuk meminjam buku di perpus.
" By Nur duluan ya " kata Nur .Yang tak ingin orang lain melihat nya curiga .Lalu mengulurkan tangannya pada Bima.
" Apa " kata Bima bingung..Namun dengan cepat Nur meraih tangan Bima dan menciumnya takzim .Lalu bergegas pergi.
"Hati hati " kata Bima berteriak. Lalu tersenyum melihat tingkah Nur. Yang menghilang diantara para mahasiswa.
Dan Bima langsung menepuk jidatnya. Mengingat mereka sudah menikah. Entah mengapa ada rasa bahagia dihati Bima. Yang membuat Bima bersemangat untuk giat kuliah. Walau pun sekarang Bima belum bisa jujur pada ibu dan Kakaknya. Tapi paling tidak ia sudah bisa bertanggung jawab pada wanita yang tak sengaja ia sakiti tampa sadar.
" Bim, ayo " kata Andra yang baru saja turun dari motor bersama Wandi.
" Mana Amin. ?" tanya Bima .
" Dah duluan dia tadi, ngak tahu sudah nyampe apa belum " kata Andra .Sambil melihat sekeliling
" Ya sudah ayo masuk. Kan hari ini di ajarin dosen killer oey " kata Wandi.
" Iya ayo, paling Amin sudah dikelas " kata Bima yang melirik jam ditangannya. Yang melihat jam . Kurang delapan menit lagi sudah masuk
Ketiganya pun bergegas meninggalkan parkiran.Menuju ke kelas. Benar saja Amin sudah duduk tenang dikursinya. Karna ia sudah siap dari subuh. Karna tak ingin telat. Karna Bima sudah pindah Dan tak bisa lagi numpang berangkat kuliah. Karna Bima sudah pindah.
" Wow hebat bro tumben rajin " kata Andra menyindir.
Sedang kan Bima tersenyum. Seraya memberi acungan jempol pada sahabatnya itu.Karna sudah disiplin dengan waktu.
.
__ADS_1