
Maya terbangun ketika alarm nya berbunyi. Yang sudah menandakan waktu subuh. Matanya menatap Ryan yang masih terlelap.Lalu menarik selimut menutupi dada polos Ryan.
Maya bergegas mengambil pakaiannya yang berserakan dilantai dan menuju kamar mandi. Untuk membersihkan diri. Tak lama Maya pun menyelesaikan ritual mandinya .Dan sholat subuh. setelah selesai ia membangun kan Ryan yang masih terlelap.
" Bang .....bang .....ayo bangun mandi dan sholat " kata Maya .Seraya mengusap lengan Ryan.
" Eum ......sudah jam berapa sayang? " tanya Ryan.
" Jam 5 bang ayo mandi sholat dulu. Oh ya hari ini abang kerja kan. Nanti sore Bima pulang " kata Maya mengingatkan suaminya. Karna Bima akan kembali ke Dubai.
" Ya .....kerja tapi setengah hari " kata Ryan .Yang lalu duduk dan memeluk juga mencium Maya. Setelah itu Ryan turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Tak aneh memang dengan sikap Ryan .karna memang begitulah suaminya. Setiap bangun tidur ia slalu mencium istrinya. Dan Maya sudah terbiasa . Tak kaget lagi dengan sikap suami. itu.
Ceklek......
" Ini bang " kata Maya yang menyiapkan pakaian rumahan Ryan.
" Trimakasih sayang " kata Ryan yang lalu mengenakan . Setelah itu Ryan pun sholat.
Sambil menunggu Maya pun merapikan tempat tidur.Yang masih berantakan . Dan lalu Maya menganti seprei. Sehabis pergumulan mereka semalam
" Abang keruang kerja dulu ya May, oh ya tolong suruh bi Marni siapkan sarapan omelette buat abang " kata Ryan .Seraya melihat istrinya itu sedang menganti seprei.
" Iya bang " kata Maya Menoleh sekilas Melihat sang suami pergi menuju pintu kamar. Lalu menghilang di balik pintu.
Setelah rapi Maya meletakan sprei kotor ke keranjang .Lalu menuju pintu kamar .Keluar menuju dapur untuk melihat sarapan apa Yang disiapkan bi Marni dan bi Inah.
"'Pagi non " sapa bi Marni lebih dulu.
" Pagi bi, oh ya bang Ryan minta siapkan omelette bi " kata Maya.
" Ya non tunggu sebentar " kata bi Marni .Sedang bi inah menata roti lapis yang sudah di beri toping berbagai selai.
" Ya bi, May mau lihat anak anak dulu " kata Maya . Yang lalu meninggalkan dapur menuju kamar anak anaknya .
Di kamar Bima Keduanya baru saja selesai sholat subuh. Karna telat bangun.
" Ya Allah kita kesiangan by " kata Nur yang melipat rukuh dan sajadah sehabis sholat.
" Ngak pa pa by. lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali " kata Bima tersenyum.
"'Tapi malu ketahuan by. " kata Nur.
__ADS_1
" Sama siapa ?" kata Bima
" Hehehe sama Allah by " kata Nur tersenyum.
" Ya sudah ayo kita kedapur lihat sarapan apa yang disediakan .Kalo ngak bikin sendiri " kata Bima. Seraya membuka pintu.
" Ayo by " kata Nur.Yang lalu mengikuti Bima keluar. Karna Nur senang bisa sarapan bersama para keponakanya yang lucu lucu.
Keduanya lalu menuju kedapur melihat apa yang dibuat bi Marni dan bi inah yang dibantu Mumun dan juga Weni.
" Wah kelihatannya enak nih " kata Bima yang melihat omelette buatan bi Marni.
" Den Bima nanti ya antri. ini pesanan buat tuan muda sarapan " kata bi Marni.
" Oh itu pesanan abang bi ,ya sudah Bima bikin kan belakangan aja " kata Bima.Yang tak mungkin mendahului tuan rumah.Apalagi abangnya
" Bi ...Nur juga mau " kata Nur yang mendekati bi Marni.
" Ya non, tapi sabar ya " kata bi Marni .
" Ya bi Nur akan sabar menunggu " Kata Nur tersenyum Sambil duduk menunggu bi Marni selesai .Nur pun duduk bersama Bima.
.........................
" Bang nanti mamah ngak bisa jemput abang dan adik adik ya, .Karna mamah dan nenek mau ngantar Om Bima ke bandara " kata Maya.
"'Ngak apa apa kan bang " kata Maya Lagi seraya menatap putra sulungnya yang sudah hampir berusia 7 tahun itu.
" Ngak pa pa mah kan di jemput bang Alan " kata Aska santai.
" Berarti kita ngak bisa ikut ngantar om Bimbim dan aunty dong mah " kata Rey.
" Iya ngak pa pa kan bisa lain kali " kata Maya yang memang ngak hari libur. Jadi semua bisa memaklumi.
" Ayo sudah selesai nih, yuk sarapan. oh ya kalian duluan mamah mau lihat Queen dan Tan dulu " kata Maya.
" Ngak usah mah kita sudah siap " kata Tan yang muncul bersama Queen.
" Hai ...wah pintar semua , berarti sekarang kita sarapan yuk....." kata Maya .
" Ok mah ayo " kata Aska yang lalu mengandeng Rey. .Sedang Queen dan Tan digandeng Maya Mereka pun menuju meja makan.
Di meja makan Bima dan Nur sudah siap juga bu Lastri dan mak Sanah. Lalu anak anak pun duduk dikursinya masing masing.
__ADS_1
" Oh ya Mamah panggil papah dulu ya. Kalo mau duluan berdoa dulu " kata Maya mengingatkan.
" Ya mah kita tunggu papah aja " kata Aska .Yang duduk tenang dikursinya.
"'Om maaf kita ngak bisa ikut antar ya om , kita kan sekolah " kata Tan.
" Ngak papa toh kalian kan sekolah.Jadi ngak masalah " kata Bima.
" Iya kan sudah diwakilkan mamah juga nenek " kata Nur ikut bicara.
" Ya aunty. Nanti kalo liburan kita bakal kesana lagi kok ,sekalian ke Taiwan nengok oma dan opa " kata Rey.
" Wah asyik dong....pasti senang liburannya jalan jalan " kata Nur.
"Itu pasti aunty, kan sekarang win punya kartu ajaib dikasih papah " kata Queen tersenyum.
" Wah hebat kalah dong aunty " kata Nur .yang tersenyum pada Queen.
Mereka pun laku sarapan bersama ketika Ryan sudah duduk dikursi. Tuan muda Lee itu cukup berkarisma. Hingga anak anaknya rela menunggu sang papah. Karna sangat menghargai papah mereka. sebagai orang yang dihormati . Karna Maya mengajarkan anak anaknya . Untuk menomor satu kan keluargga. Apalagi Ryan adalah tulang pungung utama keluargga Lee. Yang membuat semua orang segan padanya. Tuan muda empat anak itu cukup terlihat cuek dan dingin di kantornya. Tapi sangat ramah dan hangat bila dirumah Perbedaan yang menyolok memang . Karna Ryan memang sengaja bersikap begitu. Agar orang lain tak main main dalam bekerja Dan juga ia adalah pimpinan perusahaan. Yang punya kedudukan tinggi .Wajar dan sah sah saja bersikap dingin. Untuk menjaga imejnya Sebagai orang yang pantas disegani .
..........................
Sedang disisi lain Cindy sedang bersiap siap hendak pergi.
" Kau mau kemana Cin ?" tanya Diaz.
" Keluar " jawab Cindy singkat.
" Iya tahu tapi mau kemana ?" tanya Diaz lagi.
" Bukan urusan mu bung , aku hanya ingin bersenang senang " kata Cindy.
" Terserah apa yang kau lakukan tapi ingat kau disini menumpang . Karna jimmy alasan aku menolong mu. Untuk menghormatinya.. Tapi ingat jangan bertingkah diluar sana yang membuat aku terlibat. dan semacamnya " kata Diaz penuh penekanan.
" Iya aku tahu , aku hanya mau pergi belanja " kata Cindy.
" Ya terserah " kata Diaz .Lalu pergi meninggal Cindy di sofa.
Cindy pun lalu bergegas pergi. Hari ini ia ingin merencanakan sesuatu .Namun belum sampai di sebuah pertokoan tiba......tiba......
Brak........bom.................
Dua mobil bertabrakan ....dan yang salah satu meledak .......
__ADS_1