
Maya baru saja menggantung gaun gaun yang baru dibeli ke dalam lemari. Ketika Ryan sedang masuk.
" Sudah selesai " tanya Ryan yang memeluk Maya dari belakang dan menciumnya.
" Bang apa mami ngak berlebihan , kan Maya sudah punya pakaian banyak dirumah yang disiapkan abang " kata Maya yang berbalik memeluk suaminya itu.
" Ngak mami hanya ingin menyenangkan menantunya ini " kata Ryan yang lalu mencubit hidung Maya.
" Auw.....abang " kata Maya yang lalu menepiskan tangan Ryan.
" Tapi bang gaun nya mahal mahal " kata Maya menatap lekat wajah Ryan.
" Bagiku tak ada yang mahal selain dirimu, Maya harta abang yang paling mahal. Dan abang tak keberatan kalo Maya membeli gaun setiap hari " kata Ryan yang menatap manik mata istrinya itu.
" Gombal ah, gaun mahal mahal buat apa bang, mending uangnya kita berikan pada panti asuhan dan yang membutuhkannya bang " Kata Maya yang mencium hidung Ryan.
" Iya abang tahu, kau tak suka gaun mahal dan tas mahal .karna itulah mami membelikannya. Maya hanya suka tubuh abang kan " kata Ryan yang mengedipkan sebelah matanya.
" Abang apaan sih " kata Maya malu. yang membuat wajahnya bersemu merah.
" Kenapa malu, orang tiap malam abang lihat kok " kata Ryan terkekeh .Sambil memeluk erat pinggang Maya.
" Tapikan kan ngak ngomong gitu juga kali bang , kalo didengar orang Maya Malu bang " Kata Maya yang menaruh kepalanya di bahu Ryan. Entah mengapa akhir akhir ini ia sangat ingin dimanja suaminya.
" Masa ...." kata Ryan yang lalu mengangkat tubuh Maya keatas ranjang.
" Bang kalo Maya hamil lagi gimana?" tanya Maya menatap Ryan.
" Kenapa memang ?" toh kamu hamil anak abang kan ngak mungkin anak kucing " kata Ryan tersenyum.
" Abang ah , Maya serius bang. Tadi malam Maya mimpi melahirkan anak kembar " kata Maya menatap manik mata suaminya itu.
" Oh ya berarti itu rezeki abang. bisa bikin bayi kembar hebat dong " kata Ryan tersenyum.
" Tapi bang ,nanti kalo Maya gendut gimana kan Maya ngak langsing lagi " kata Maya cemberut.
" Hahaha.......Jadi karna itu istri abang ini ingin di manja manja" kata Ryan terkekeh sambil menoel hidung Maya.
" Apa Maya ngak boleh manja sama abang " Kata Maya pelan.
" Siapa yang bilang , malah abang senang bisa manjain Maya begini tiap hari " kata Ryan yang mengecup bibir Maya .Yang sudah menjadi candu baginya.
" Oh ya, tapi kalo setiap hari abang ngak kerja kita makan apa " kata Maya yang menatap wajah tampan suaminya itu serius.
" Hahaha .......Ryan pun kembali mengecup bibir mungil Maya.
__ADS_1
" Dengar kalo abang dirumah pun abang masih bisa menghasilkan uang , Karna istri abang kak suka shoping dan belanja. Jadi uang abang masih banyak " kata Ryan tersenyum .Sambil menatap lekat wajah istrinya yang polos itu.
Yang membuat Ryan tak habis pikir Dengan apa yang dikatakan Maya. Padahal Maya sangat jarang mengunakan black card yang ia berikan . Bagaimana bisa uangnya bisa habis.Sedangkan Istrinya itu hanya duduk manis di rumah.
" Tapi bang kan karyawan dan pelayan juga harus dibayar gajinya. Kalo Maya shoping uang abang bisa habis . Dompet abang jadi kosong " kata Maya serius
" Cih.....siapa bilang , abang masih banyak stok segudang " Kata Ryan tersenyum.
" Hah ......... apa kalo disimpan di gudang uangnya ngak di gigit tikus bang " kata Maya yang panik.
" Hahaha...... Ryan pun tergelak. Mendengar perkataan istri polosnya itu. lalu mengecup bibirnya .
" Dengar Maya ngak perlu takut. uang abang malah dijagain kok sama tikus tikus berdasi " kata Ryan sambil terkekeh.
" Kok bisa " kata Maya bingung .
" Iyalah kan , kan tikusnya juga dikasih uang buat jaga " kata Ryan menatap wajah Maya dengan tersenyum.
" Oh gitu ya bang , Tapi Maya belum pernah bang dengar ada tikus pake Dasi dan suka uang " kata Maya jujur.
Hahaha.........
Ryan pun tergelak gemas melihat wajah polos istrinya itu tampa dosa. Entah mengapa dia bisa tertawa senang dan merasa bahagia bila bersama Maya Padahal di kantor ia slalu bersikap dingin dan kaku. Bahkan terkesan cuek. Arogan dan kejam bagi julukan dirinya dikalangan bisnis . Yang membuat orang orang takut karna bisnisnya menggurita.
Namun dirumah Ryan sangatlah berbeda.
" Kok abang tertawa ,apa lucu " kata Maya yang menatap wajah Ryan yang masih tergelak.
" Kamu tahu May, kau lah yang lucu yang bisa membuat abang ketawa. dan senang " kata Ryan yang lalu mendekap istrinya itu erat. Dan mencium pucuk rambut Maya berkali kali. karna merasa senang dan bahagia.
" Dengar abang mencintaimu May , kau permata hati abang .Tetaplah seperti ini dan jangan pernah berubah . Jadilah dirimu sendiri. Karna abang mencintaimu " kata Ryan jujur. Yang membuat mata Maya berkaca kaca mendengar pengakuan suaminya itu.
" Maya juga bang, Maya mencintai abang .
Maya sayang banget sama abang " kata Maya yang lalu memeluk suami nya itu dengan erat .Lalu menyusupkan kepalanya. Di dada bidang suaminya itu.
Yang membuat Ryan mendekap erat Maya dengan rasa cinta. Sambil memejamkan matanya. Begitu juga dengan Maya yang belakang ini slalu ingin dekat pada sang suami. Dan berada dalam pelukan hangat Ryan suaminnya.
...............................
" Uhuk uhuk......." batuk Maya ketika meminum segelas teh hijau yang membuat nya batuk.
"Nona , nona ngak papa " kata bi ying kepala pelayan yang melihat Maya batuk ketika meminum teh buatannya. Padahal Maya sendiri yang menintanya.
" Kok rasanya ngak enak bi Ying, Rasanya kepalaku pusing sehabis meminumnya " kata Maya yang memegang kepalanya
__ADS_1
" Maaf kan saya nona, mungkin anda tidak cocok minum teh hijau .Biar saya buatkan yang lain " kata bi Ying yang panik. Karna nona mudanya itu mengeluh.
" Ling ling buatkan nona susu hangat coklat , biar merasa enakan " kata bi Ying pada Ling ling
" Iya bi " kata Ling ling yang bergegas ingin membuat kan Maya susu coklat hangat.
" Tunggu ya nona , apa masih merasa pusing " kata bi Ying yang masih Khawatir. Melihat wajah pucat Maya.
" Sedikit bi "kara Maya yang hendak berdiri. Namun tubuhnya mendadak lemas dan oleng yang lalu di tangkap bi Ying
" Nona....nona....!!!
" Paman Lau... !!! tolong panggil kan tuan muda, nona muda sakit " kata bi Ying panik yang menahan tubuh Maya yang lemah
" Iya Ying " kata Paman Lau kepala pelayan rumah tuan besar Lee itu.
Tok.....tok.....tok.......
Ceklek ......
" Paman Lau ada apa " tanya Ryan heran .Yang melihat Paman Lau panik
" Nona muda tuan , dia pingsan di dapur " kata Paman Lau tergagap .
" Hah..........
Ryan pun bergegas kedapur sambil berlari menuju dimana Maya pingsan.Dan ketika melihat bi Yang memangku nya Ryan pun bergegas menghampirinya.
" Ada apa dengan istriku bi, May sayang ada apa " kata Ryan yang menepuk nepuk pipi Maya pelan.
" Paman Lau, cepat hubungi dokter Tan " kata Ryan berteriak membuat seluruh rumah yang mendengar keluar dari kamar.
Ryan pun bergegas mengedong tubuh Maya kekamar .Dan terasa tubuh Maya lemas tak bertenaga.
" Ada apa ini " kata opa Ryan tuan besar Choi Lee.
" Nona muda pingsan didapur tuan besar " kata Lau yang tergagap.
" Astaga kenapa bisa, lalu dimana sekarang?" tanya tuan besar Lee.
" Sudah di bawa di tuan muda ke kamar tuan" Kata Lau.Yang tadi sempat ikut panik.
" Apa sudah menghubungi Tan."kata Tuan besar Lee
" Sudah tuan besar " kata Lau yang membungkuk hormat.
__ADS_1
" Syukurlah " kata tuan Choi yang lalu berjalan pelan menuju kekamar cucunya itu.