Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 502


__ADS_3

Fatimah yang tak mengerti Ken bicara dengan siapa Hanya diam mendengarkan saja. Lalu bertanya setelah Ken meletakkan


ponselnya disamping bantal.


" Siapa bi ?" kata Fatimah .


" Entah lah dia bilang dia rekan bisnis papah . Dan mengaku pengusaha yang bekerja sama dengan Group Lee." kata Ken. dengan mata terpejam


" Lalu .." kata Fatimah penasaran


" Dia minta abi menjemputnya dibandara. Tapi abi ngak mau emang abi ini sopirnya lagian ngapain pagi pagi begini mau kekantor kan aneh jadi mencurigakan " kata Ken menatap Fatimah.


" Dan dia mengancam abi bila Abi tak menjemputnya . Aneh kan padahal relasi bisnis itu nunggu di hotel ada janjian dulu kalo mau ketemu." kata Ken lagi.


" Mungkin modus penipuan bi " kata Fatimah.


" Iya kali, nanti abi lacak dulu nomornya lalu melaporkannya pada kak Vino " kata Ken Karna Vino adalah seorang intel dan juga pengusaha yang membantu anak perusahaan cabang milik Rey .


" Ya sudah kita sarapan yuk, ngak usah dipikirkan bi Malah bikin pusing " kata Fatimah .Yang tak mau memikirkan hal yang tak penting. Apalagi yang bukan masalahnya.


Keduanya pun lalu sarapan pagi setelah lebih dulu Fatimah memanaskannya.


Lalu setelah itu mereka pun sarapan .


Sedang kan Vino pagi ini sudah siap dengan pakaian rapi untuk janjian bertemu Mala. Karna Mala ingin mengenalkannya pada ibunya.


" Sudah keren ngak usah bergaya " kata Vani menatap putranya itu . Yang berputar putar di depan cermin.


" Ih.... mamah rese aja nih " kata Vino.


" Eh ... kok gitu sih , kau mamah mau menilai gaya kamu nak biar keren gitu " kata Vani


" Sudah Keren mah tenang ngak bakal macam macam . Vino mau kencan haru ini doakan ya mah " kata Vino


" Hah...... sama siapa " kata Vani kaget


" Adalah pokoknya calon mantu " kata Vino yang bergegas pergi ke halaman depan


" Ih genit tuh anak mana asal pergi aja


Mau kemana sih " kata Vani melongo


" Apa sih de " kata Didi melihat istrinya tegak tengok


" Itu mas anakmu kata nya mau kencan baru tahu Vani ada orang apel kencan pagi bukan malam " kata Vani

__ADS_1


" Hahaha ...... ajib ajib dong Mungkin pengen yang beda " kata Didi tertawa. Lalu duduk didepan meja makan untuk sarapan pagi .


" Ada ada saja " kata Vani Yang lalu menemani suaminya sarapan.


Sedang kan Zia baru saja bangun di kamarnya ..Dan melihat Damar masih mengantuk .Lalu Zia pun menyelimutinya karna habis subuhan keduanya tidur lagi karna hari minggu


"' Zi kok ngak sarapan sayang mana Damar " kata Ima yang menyiap kan masakannya di bantu susi pelayan mereka di Villa. .


" Belum bangun bun masih tidur kok " kata Zi.


" Oh ya sudah ngak papa kan ini hari minggu " kata ima . Yang menyiapkan makanan di rantang.


" Buat siapa tuh bun ? " tanya Zi melihat menu dimeja .


" Buat oma mu ayo kesana nanti Zi nyusul sama Damar ya nak " kata Ima


" Ya bun , Zi juga lama ngak ketemu oma " kata Zi yang lalu menutupi rantang .


Rumah oma itu nanti mau ditempati Zi sama Damar . Biar kak Ken sama Kak Fatimah di rumah baru. Ade ngak pa pa kan Lagian ade masih tinggal di Taiwan jadi memang harus dibersihkan dulu " kata Ima


" Santai . bun, kan masih lama juga Lagian Zi belum siap tinggal berdua dirumah sendiri . Paling besok kado kado yang kemaren aja bun dipindah kesana " kata Zi .


" Ya itu sudah diatur , ayah mu sudah nyuruh orang menaruhnya dikamar bekas ayah " kata Ima. Yang sudah membawa barang barang Zi sebelum Ken pindah


Agar Fatimah nyaman. menempati rumah itu. Agar menantunya itu betah bersama Ken dan bisa mengurus rumah itu dengan baik.


Mobil Vino berhenti didepan sebuah klinik dan Mala sudah duduk disana seorang diri menunggunya


" Mas Vino " kata Mala senang karna ia juga baru Sampai naik bis


" Apa sudah lama menunggu mas " kata Vino menatap Mala.


" Ngak juga , apa kita langsung berangkat sekarang " kata Mala


" Iya ayo " kata Vino yang sudah tak sabar bertemu ibu Mala. Dan Vino juga sudah menyiapkan roti dan buah di bagasi mobil Yang ia beli tadi di supermarket Ketika akan menuju klinik.


Lalu Mala pun masuk mobil Vino dan menuju rumah Mala. Sekitar 45 menit mereka berkendara mereka pun sampai di rumah Mala Yang dekat pinggiran kota


Rumah sederhana Namun ada pekarangan nya yang cukup Luas .


" Rumah nya bagus " puji Vino.


" Rumah pedesaan mas disini padat penduduknya Cuma itu pemberian dari sang kakek Yang meninggal ketika keluar kota bersama sang ayah.


" Ya ngak papa syukuri saja " kata Vino

__ADS_1


pada Mala yang lalu memasuki halaman rumah.


" Assalamualaikum bu " kata Mala yang masuk kedalam rumah


" Walaikum salam " jawab ibu Mala dari belakang rumah .


" Wah ada tamu " kata ibu Mala ramah.


" Iya bu saya calon nya Mala " kata Vino


Yang menyalami tangan ibu Mala dan mencium nya


" Alhamdulilah " kata ibu Mala senang Yang langsung memeluk Vino Dan menatap Mala. Karna Mala sudah bercerita tadi malam ..


" Ayo monggo duduk dulu kita ngobrol ..Mala bikinin Minum ya nak ." kata Ibu Menyuruh Mala.


" Oh iya saya lupa bu sebentar " kata Vino yang bergegas keluar lalu kembali membawa Dua dus roti dan buah dan sekantung jajanan kering Dan lalu memberikannya pada calon mertuanya.


" Ini buat ibu " kata Vino yang meletakkan nya diatas meja.


" Masyaallah ini banyak sekali nak trimakasih kok repot repot " kata ibu terharu karna mendapat bingkisan dari Vino . Dulu ia tak pernah menerima bingkisan dari pacar Mala . Padahal ia juga seorang dokter. Dan pacaran cukup lama .


" Ah ngak bu ini sekedar nya saja. " kata Vino Lalu menanyakan tentang keluargga Mala yang lain.


" Tinggal paman nya saja tinggal tak jauh dari sini . Adik ayah Mala. ia bekerja di bengkel " kata ibu Mala.


" Ngak masalah saya datang kesini mau melamar Mala. Tap resminya minggu depan Agar nanti Mala bisa siao siap " kata Vino. Yang membuat ibu Mala kaget . Begitu juga dengan Mala yang membawa baki teh


" Nak Vino serius kami ini orang miskin nak Bahkan pacar nya Mala yang mengenal Mala sudah lama saja tak mau menikahi nya " kata ibu Mala.


" Bu ..... lupakan masa lalu. mungkin itu belum jodoh Mala. Saya jodoh Mala jadi ibu ngak perlu ragu. Saya datang dengan niat baik ingin menikahi Mala " kata Vino


Yang membuat Mala dan ibu nya saling pandang .Dan saling berpegangan tangan . Dan ibu Mala pun memeluk putrinya berat karna bersyukur putrinya itu kini akhirnya dilamar. orang


" Trimakasih nak Vino bisa menerima putri ibu dengan baik . Kami menerima lamaran nak Vino. Nanti ibu akan sampaikan pada pamannya. " kata ibu Mala dengan mata berkaca kaca


Sedangkan di rumah Vani. Didi dan Vani baru saja ingin pergi ketika Via baru bangun.


" Lah mamah papah ngak ngantar Kak Vino lamaran " kata Via.


" Hah..... maksudnya lamaran apa " kata Vani kaget begitu juga Didi.


" Kak Vino hari ini melamar pacarnya mah pah. Katanya buat mantu kalian.


"' Astaga........ kenapa ngak bilang ." kata Vani terkejut .

__ADS_1


" Mana Via tahu " kata Via kembali kekamarnya Yang membuat Vani dan Didi saling pandang.


__ADS_2