
Irvan dan Yuda saling pandang .Lalu ikut keluar mengikuti Evan kembali menemui Tuan Lee .
" Maaf membuat tuan Lee menunggu " kata Yuda.
" Ngak masalah, mungkin kalian memang harus bicara dari hati kehati " kata Ryan.
"'Ya kami minta maaf untuk adik kami sudah membuat ulah tuan Lee " kata Irvan..
Ryan hanya mengangguk . Lalu menatap Evan dengan wajah merah . Terlihat ada bekas tamparan di pipi Evan. Ryan Yang melihat itu pun mengerti pasti ada perdebatan di antara tiga pria itu.
Tak lama seorang satpam datang melapor kan Bahwa Maya sudah sampai. .
"'Nona ": kata Kim dan Jeff menunduk memberi hormat ketika masuk.
Maya hanya tersenyum lalu masuk diikuti satpam.
" May ......." kata Ryan yang melihat Maya yang bingung .
" Mine duduklah disini "' kata Evan pada Maya yang dituruti oleh Maya.
" Kau....... " kata Ryan menatap tajam Evan.
Sedang kan Irvan dan Yuda ternganga melihat Maya terlihat masih muda dan cantik . karna memang Maya masih berumur 27 tahun . Dan terlihat cantik apalagi bila berdandan.
" Kak ada apa ini " kata Maya bingung .
" Nama mu Maya , aku suami mu bukan dia. Dia hanya mengaku ngaku " kata Ryan menatap Maya intens.
" Nama ku Jasmine bukan Maya ya kan kak " kata Maya menatap Evan.
" Iya namamu Jasmine " kata Evan .
" Brani sekali kau merubah namanya " kata Ryan menatap tajam Evan..
Semua yang ada di ruangan jadi tegang . Karna Evan juga tak.mau mengalah.
" Aku suaminya sekarang ,jadi bersikap lah tenang biarkan dia yang memilih. aku atau tuan. " kata Evan. seakan menang satu langkah dari Ryan
" Bos tenanglah , Jangan bersikap kasar. bos tahu kan nona Maya orang yang berhati lembut " kata Alex.
Ryan pun terdiam. Ya Alex benar ia tahu Maya adalah wanita yang berhati lembut jadi ia harus bersikap lemah lembut dengan Maya.
" Baiklah mine , boleh aku bertanya sesuatu " kata Ryan menatap Maya. Karna dia tahu istrinya itu pasti mencoba mengingat sesuatu. .
__ADS_1
" Boleh , apa dia suami mu " tanya Ryan pelan. bersikap lembat lembut seperti yang biasa ia lakukan dirumah.
" Aku tidak tahu , dia bilang dia suamiku ketika aku sadar " kata Maya.
" Apa kalian tidur di kamar yang sama " kata Ryan lagi dengan tenang.
"Ho oh , kami sekamar tapi aku sering tidur disofa karma suami ku tidurnya ngorok " kata Maya jujur.
" Hah......... ngak sayang kenapa kau bilang aku ngorok " kata Evan protes.
Yang membuat semua orang hampir tertawa. namun ditahan . Termasuk Didi dan Alex juga Kim dan Jeff.
Ryan pun diam sesaat
" Apa kau mengingat makanan kesukaan suami mu " kata Ryan tersenyum . Yang mencoba apakah Maya betul betul melupakan semuanya.
" kalo kak Evan sukanya Omelette. sana nasi goreng . Tapi tunggu setahu ku suamiku itu sukanya omelette dan sandwich ya kok aku lupa " kata Maya.
.
Deg
Evan mulai gugup , karna Maya tahu kesukaan rivalnya itu. Dan iya harus punya strategi lain untuk mengalahkan tuan Lee
" Ngak bisa enak aja , aku suaminya sekarang " kata Evan ngotot.
Sedangkan Ryan terdiam dan berpikir sejenak memikir kan saran Irvan.
" Aku setuju , karna dia tak akan brani macam macam.. " kata Ryan menatap Evan
Sedangkan Maya bingung mendengar apa yang mereka bicarakan
"Oh ya mine , kau mau kan tinggal bersama abang kan " kata Ryan .
" Abang ...... maksudnya.?" kata Maya bingung.
" Begini nona , anda punya dua suami dimasa lalu dan sekarang. dan biar nona ngak bingung dan mengingatnya nona bisa tinggal bersama. keduanya " kata Didi. menjelaskan
" Hah............tapi aku hanya punya suami 1 orang saja " kata Maya. Lalu .Menatap Evan dan Ryan.
" Bagus .....iya satu satunya suamimu adalah aku " kata Evan . Yang membuat Ryan memicingkan matanya. menatap Evan
" Tunggu ini masalahnya apa ya " tanya Maya bingung. Melihat dua pria yang mengatakan suaminya.
__ADS_1
" Aku suami mu dia bukan , dia hanya mengaku ngaku saja.." kata Ryan menjelaskan
" Dia bohong sayang aku suami mu kan kita baru menikah " kata Evan tak mau kalah.
Maya yang bingung pun lalu melihat Ryan lalu meliihat Evan. Dua pria itu sama sama tampan dan juga terlihat keren Pastinya juga sama sama pengusaha. Lalu Maya berpikir sejenak
" Ok kita tinggal bersama tapi siapkan tiga kamar dan aku tidur ditengah " kata Maya bersikap adil karna tak mungkin ia punya dua. suami yang ia ingat dia hanya satu orang suami . Yang menyayanginya.
" Fix itu bagus nona kami akan siapkan " kata Alex.
" Itu bagus biar adil . karna salah satu diantara kalian nanti akan tahu Mana yang akan Maya Cintai " kata Yuda.
" Ok aku setuju " kata Ryan yang akan memperjuangkan istrinya. .
" Ok ngak masalah, aku juga akan memperjuangan cintaku " kata Evan. Yak mau kalah . Yang membuat Irvan dan Yuda saling pandang.
" Terserah kalian saja kami tak membela siapapun siapa yang dipilih nona Maya itulah suaminya " kata Didi.
" Bagaimana nona " kata Didi menatap Maya Yang terlihat tenang karna pasti sedang berpikir.
" Ok saya setuju. . " kata Maya. Walau ia lupa dan nalurinya menuntun dirinya yakin pria yang terlihat bersikap lembut itu adalah suaminya.
Dan akhirnya mereka sepakat tinggal di apartemen Ryan Yang menyedia kamar untuk .Mereka bertiga dan Ryan menyuruh bi Marni untuk membantu mengawasi Maya. Karna Ryan tahu dulu Maya dekat dengan Bi Marni . Dan itu bagus untuk kesembuahan.nya.
" Evan tidak. menolak ia juga membawa seorang pelayan untuk Maya untuk bagian bersih bersih . Agar Maya bisa lebih banyak santai .
Setelah keduanya sepakat Ryan pulang dan membawa Maya ke apartemennya. Namun Maya meminta untuk pulang dulu apartemen Evan. .Untuk mengambil pakaiannya Yang membuat Evan tersenyum kalo Maya mengingat pemberiannya.
Namun Ryan tak keberatan. Karna ia harus sabar karena sekarang istrinya sakit ..
" Bos kau harus sabar menghadapinya anggaplah ini ujian, karna ada pria yang mencoba mengusik rumah tangga bos " kata Alex menyemangati
Deg.........
Ryan terdiam ia ingat .Maya pernah mengata kan sesuatu padanya. kalo ia akan memberi hadiah bila ada pria yang brani menggoda nya . Untuk Maya. apabila pria itu sepadan dengan nya.
" Apakah ini maksud Maya malam itu . Ketika dia merasa kesal dan marah padaku " kata Ryan Yang malam sebelum kecelakaan karna Maya sempat kesal dan marah. Dan kini perkataan Maya benar benar menjadi tantangan untuknya.
" Ya Allah inikah ujian mu untukku karna aku hampir tergoda saat itu Yang benar benar membuat Maya marah meninggalkannya . Pergi selama seminggu dan kembali ketika mendapati nya hampir berciuman dengan Rara.
" Maafkan abang May, kau benar rasanya sakit sekali ketika orang yang kita cintai digoda orang lain . " kata Ryan yang menganggap ini teguran untuk nya . Karna hampir hilap. dan percaya .pada Rara. Yamg sempat membuat Maya kecewa. dan juga sakit hati. Seakan itu sebuah karma untuknya.
.
__ADS_1