Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 178 Ikatan Darah


__ADS_3

Aska tergelak mengemaskan ketika melihat tingkah ketiga adiknya. Yang membuat Ryan tersenyum duduk disisi ranjang. Saat Aska berinteraksi. Dengan bahasa tubuh yang tak di mengerti orang dewasa.


" Tan dan Rey seperti nya sudah mulai aktif sayang " kata Ryan melihat Aska yang mengajak ketiga Bayi itu berceloteh.


" Iya bang , apalagi abang nya rajin mengajak mereka ngobrol " kata Maya .Yang melihat Aska memegang tangan adik adiknya satu persatu.


" Apa yang dilakukannya " tanya Ryan memperhatikan putra tertuanya itu.


" Dia mengatakan akulah abang mu dan jangan khawatir ada abang yang menjaga kalian " jelas Maya pada Ryan yang melihat Aska berceloteh pada si kembar.


" Hehehe .....apa setiap anak bisa merasakan ikatan persaudaraan seperti itu. " tanya Ryan Seraya menatap Maya.


" Iya bang , mereka tahu Aska abangnya. Sebab itulah mereka bisa berinteraksi "Kata Maya yang membiarkan Aska bermain dengan adik adiknya.


Sedang kan Ryan hanya menarik sudut bibirnya. Melihat anak anaknya bisa dekat. Karna Ryan tak mempunyai saudara kandung atau pun saudara tiri. Dan itu kadang membuatnya kesepian. Bila sendiri di rumah.


" Pah kapan kapan Aska boleh jalan jalan ngak sama adik adik " kata Aska.Yang mendekati Ryan yang duduk diatas ranjang.


" Memang Aska mau kemana ?" tanya Ryan seraya mengelus kepala Aska.


" Aska mau jalan jalan keliling dunia Dan adik adik mau ikut juga katanya " kata Aska berceloteh . Yang membuat Maya menatap sang putra.


" Boleh tapi kalo sudah besar , kalo sekarang jalan jalan harus sama papah dan mamah ya sayang " kata Ryan mengusap kepala Aska dengan penuh kasih sayang.


"'Iya nak, adik adik Aska kan belum bisa berjalan jadi nunggu besar dulu " kata Maya yang membuat Aska berpikir.


" Iya juga ya mah, tapi Aska ingin sekolah biar pintar mah. " kata Aska Lagi. Yang membuat Ryan menatap Maya.


" Oh ya Aska mau sekolah. Besok mamah bisa panggilkan guru privat . Tapi belajar dirumah dulu aja ya. Nanti kalo sudah pintar baru sekolah di luar gimana ?" kata Maya menawarkan.


Sejenak Aska terdiam. Sedang kan Ryan mendengarkan obrolan keduanya dengan serius. Karna umur Ryan masih kurang dua tahun. Mana mungkin bisa bersekolah .


" Oke Aska mau mah " jawab Aska tersenyum.

__ADS_1


Yang membuat Maya membuang nafas kasar. Karna putranya itu memang sangat aktif. Sedang kan Maya ingin membuat anaknya sibuk. Dengan kegiatan positif.


Sedang Ryan hanya diam. tak bicara apapun .Karna Aska terlalu kecil untuk bersekolah. Dan Ryan pun bisa membaca keinginan istrinya itu. Hanya untuk mengalihkan kesibukan Aska sambil bermain.Dan Ryan juga menyerahkan segala keputusan pendidikan anak anaknya pada istrinya itu. Karna Ryan yakin Maya tahu apa yang terbaik untuk anak anaknya kelak. Apalagi menyangkut tentang pendidikan.


............................................


" Mey.....sedang apa " kata Mami Lily yang duduk disebelah Mey. Di teras belakang.


" Oh tante , Mey hanya melihat taman tan. Mey pikir tante bersama Maya " kata Mey yang lalu menyesap teh panas nya.


" Pagi begini pasti dia masih sibuk melayani anak anaknya . Apalagi Ryan libur jadi tak mungkin keluar kamar " kata Mami Lily tersenyum.


" Kenapa tidak ketuk pintunya saja " kata Mey menatap mami Lily.


" Kau ini, mana mungkin tante melakukanya. Yang ada nanti tante pengen " kata Mami terkekeh. Karna dulu sewaktu di Taiwan Mami Lily pernah asal masuk saja .Dan saat itu Ryan sedang mencumbui istri nya.Dan itu membuat mami Lily kapok. Kecuali pintu kamarnya sudah terbuka.


" Pantas saja Maya cepat hamil . Rupanya aktivitas Lee masih tak berubah ya tante " kata Mey tertawa.


" Yah begitulah Mey. tapi paling tidak sekarang hanya istrinya lah tempatnya berlabuh."'kata Mami Yang tahu sifat liar putranya itu.


" Entah lah tante mungkin belum saatnya " Kata Mey yang merasa tak enak hati.


Karna Mey sendiri yang tak ingin hamil. Sampai Frans mencari kesenangan lain. Yang membuat Mey kini sadar. Bahwa frans menginginkan anak darinya.


" Yah kalo begitu kau harus sabar dan juga slalu menjaga kesehatan. Karna seorang pria pasti mengharapkan keturunan dari pasangannya. Kalo tidak untuk apa ia menikah. "Kata Mami Lily.Yang membuat Mey tersindir tampa sengaja.


" Apa semua pria begitu tante " tanya Mey.


" Iya bagi yang normal ,pasti ia mengharapkan istrinya bisa melahirkan anak anaknya. Ya seperti Ryan. Kini dia lebih betah dirumah ketimbang di luar sana. Setelah mempunyai istri dan anak ia lebih banyak berubah "kata Mami Lily .


" Karna anak anak itu merupakan hiburan tersendiri bagi kaum pria Mey . Apalagi seperti opa mu dia sangat berharap cicit cicitnya cepat tumbuh dewasa. Mengingat Ryan anak tunggal " kata mami.


" Tante betul ,opa terlihat sangat bahagia sekali bahkan sekarang terlihat lebih bersemangat lagi " kata Mey.

__ADS_1


" Iya Mey karna opa mu sangat bahagia melihat cicit cicitnya yang lucu dan pintar itu. Hiburan yang tak bisa tergantikan dimasa tuanya ." kata Mami Lily lagi


Kedua nya pun asyik ngobrol , Menikmati pagi yang masih sepi di akhir pekan. Untuk menikmati quality time bersama keluargga.


Sedang di kamar. Aska kembali tertidur. Setelah ngobrol lama disebelah papahnya. Dan juga adik adiknya. Membuat Ryan tersenyum dan mengusap punggung putranya itu.


" Bang May kedapur dulu ya biar bi Marni nyiapin sarapan buat kita disini " kata Maya.


" Iya sayang pergi lah " kata Ryan yang menatap keempat anaknya.


Entah mengapa Ryan tak pernah bosan melihat pertumbuhan anak anaknya itu. Menikmati masa nya menjadi orang tua sangat membuatnya luar biasa bahagia.


Apalagi si kembar yang beberapa bulan ini sudah terlihat aktif. Membuat Ryan slalu menghabiskan waktunya .Berkumpul bersama anak dan istrinya. Yang terkesan spesial dalam hidupnya. Di tambah opa dan maminya ada di rumahnya. Membuat Ryan sangat bahagia.


Ikatan darah simbol eratnya hubungan keluarganya. Apalagi ketika sang opa sangat bahagia bisa melihat cicit cicitnya. Yang dulu tak pernah Ryan sangka. Ketika pada akhirnya ia memilih menikahi Maya.


Tok.... tok....tok...


" Masuk saja bi" kata Ryan yang melihat bi Marni membawa nampan makanan untuk sarapan dikamar.


" Bang ayo sarapan , May lapar " kata Maya yang datang membawa dua gelas susu.Lalu meletakkannya diatas meja.


" Baik lah " kata Ryan yang lalu turun bangkit dari tempat tidurnya dengan pelan. Karna anak anaknya tertidur pulas.


" Ya ampun rupanya den Aska disini juga .Pasti lelah habis berenang " kata bi Marni. Untungnya tadi Aska sudah sarapan.


" Iya bi dia tadi bermain sebentar dengan adik adiknya. " kata Maya.


" Ya sudah saya tinggal dulu ya non, tuan muda slamat menikmati sarapannya " kata bi Marni yang hendak pergi keluar kamar.


" Trimakasih bi " kata Ryan.


" Sama sama tuan muda " kata bi Marni lalu menutup pintu kamar tuannya itu.

__ADS_1



Kaya nya enak nih.


__ADS_2