Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 302


__ADS_3

Maya pun menajamkan penglihatannya Takut ia salah lihat. Lalu mengambil ponsel di tasnya seraya mendorong troli belanjaan dan memperhatikan kemana Ryan pergi.


Drt.......drt........


"'Halo sayang ada apa ?" tanya Ryan yang sedang duduk menunggu Rara belanja.


" Abang dimana ?" tanya Maya memastikan .


" Di kantor ini mau pulang " kata Ryan santai.


" Yakin dikantor ngak di mall " kata Maya memastikan.


Jleb......


Ryan terdiam sejenak " iya abang dikantor dan ini sudah mau pulang tunggu abang dirumah ya " kata Ryan.


" Baik " kata Maya membuang nafas kasar lalu menutup pembicaraan dengan mata berkaca kaca karna melihat jelas Ryan duduk menjawab panggilannya.


" Kau sudah mulai berbohong bang " kata Maya yang lalu mendorong troli ke kasir .


" Sudah semua May ayo pulang . " kata Desi .


" Ya sini gabung semua nya " kata Maya yang menyuruh Desi menaruh keranjang belanjaannya untuk dibayar sekalian. Dan terlihat wajahnya sedih.


" Lho kenapa May ?" tanya Desi yang melihat raut wajah temannya itu mendadak mendung.


" Ngak pa pa. " kata Maya . Lalu setelah selesai mereka keluar menuju parkiran mobil dan bersamaan Mobil jemputan Ryan datang.


Dan parkir bersebelahan dengan mobil yang di bawa Kim


" Jhon " kata Kim yang membukakan pintu untuk Maya.


" Nona , kim " kata Jhon yang kaget tak sengaja bertemu.


" Apa kau sedang menjemput bos mu disini Jhon " kata Maya sinis.


" I...iya nona " kata Jhon tergagap karna tak biasa nya Nona Nya itu bicara ketus. Sedangkan Desi sudah menunggu dimobil


"'Oh ya bagus .....sejak kapan bosmu itu pintar berbohong . Oh ya dia sedang berada di toko tas ?" kata Maya yang membuat Kim dan Jhon saling pandang.Lalu Maya masuk kedalam mobil dengan perasaan kecewa.


" Jhon aku duluan " kata Kim pamit . Lalu masuk dalam mobil dan meninggalkan parkiran untuk pulang.


" Jhon yang ingin menyusul Ryan, tak jadi karna Ryan sudah keluar dengan seorang wanita yang menenteng banyak paper bag ditangannya


" Bos anu " kata . Jhon yang ingin bicara

__ADS_1


":Jhon kita antar teman ku dulu ke apartemen nya ya baru kita pulang "'Kata Ryan.


" Tapi bos apa sebaiknya ngak naik taxi saja " kata Jhon menyarankan .


" Jhon sejak kapan kau membatah " kata Ryan menatap jhon.


" Mampus ...... " kata Rara pelan yang terdengar jelas oleh jhon dan lalu menatap Rara tajam.Namun Rara balas menyeringai seakan mengejeknya.


Tangan Jhon terkepal .lalu ia pun masuk kemobil setelah mempersilahkan Ryan masuk tampa memperdulikan Rara yang juga ingin dibuka kan pintu


Ryan duduk tenang di sebelah Jhon sedang Rara dikursi tengah Tak ada pembicaraan diantara keduanya. Hanya ucapan trimakasih Rara ketika turun yang sudah membelanjakan nya . Yang Di dengar jelas oleh jhon .


Namun jhon hanya diam tak bicara. bahkan ketika mereka sampai dirumah utama Lee Karna Ryan juga tak bertanya.


*****


Maya duduk termenung di sofa menemani Zia .Yang sedang asyik bermain barbie. Karna entah mengapa hatinya tak nyaman ketika tahu Ryan mulai berbohong padanya Yang membuat Maya takut itu terjadi lagi ketika ia bersama Bayu dulu.


" Kak May melamun " tanya ima yang membawa sepiring buah anggur yang sudah dicuci. yang di belikan Maya untuk Zia ketika ia membelikan makanan ringan untuk anak anaknya.


"'Ngak Ma, cuma ingat masa kecil kita rasanya kakak pengen pulang. kangen kampung " kata Maya yang rebahan disofa . Karna ia malas kembali kekamar ketika hati nya gundah gulana. Sedang anak anaknya sedang bermain di taman dekat Villa.


Ryan yang masuk kamar lalu melepaskan pakaiannya dan masuk kamar mandi.Setelah selesa membersihkan diri dan sholat. Setelah itu ia pun mencari Maya kekamar anak anaknya namun semua kosong. Lalu kebelakang bertanya dengan bi Marni .


" Mungkin di taman tuan menemani anak anak bermain . biasanya begitu " kata bi Marni.


" Papah......ayo main ...!!!" teriak Queen


" Papah capek kalian aja , mamah kemana ?" tanya Ryan .


" Tadi didapur sama bi Marni ngak tahu sekarang palingan dikamar biasanya" kata Queen. Menatap sang papah yang bingung.


" Ya sudah main lagi sana " kata Ryan yang kembali kekamar nya dan berbaring di sofa


menunggu istrinya itu masuk kamar. Sambil menonton acara TV.


*****


Maya tertidur Membuat Kim yang masuk terkejut "',de kok nona dibiarin tidur disofa kenapa ngak disuruh masuk kamar " kata Kim .


" Shut.........jangan berisik kak, kak May sepertinya lagi sedih. Tapi masih belum mau bercerita " kata Ima yang menaruh telunjuknya di mulut.


Kim pun terdiam lalu masuk ke kamar dan menelpon Jhon.


" Hello Kim ada apa ? " tanya jhon heran karna tak biasanya Kim menelpon ketika sudah dirumah . Kecuali darurat.

__ADS_1


" Apa kau tadi mengantar bos dengan seorang wanita yang bernama Rara " kata Kim memastikan.


" Hah....... dari mana kau tahu " kata Jhon .


" Kau lupa tadi kenapa nona bersikap ketus padamu, Dia melihat tuan muda dengan mata kepalanya sendiri . " kata Kim yang langsung memutuskan pembicaraan sepihak.


Deg........


" Wah alamat ada perang dunia ini " kata Jhon yang lalu meletakan ponselnya di meja . Yang membuat Alan dan Ali juga jeff menatapnya heran.


" Hah...... musibah apa berkah Jhon " kata Ali terkekeh.


"'Eh......pertanyaannya salah bang, itu yang perang siapa ?" kata Jeff menatap Jhon.


" Bos punya Wil tapi ketahuan nona , tadi keciduk di mall " kata Jhon pelan setengah berbisik.


" Astagfirullah..aladzim ...." kata ketiganya bersamaan .Saling tatap satu sama lain dan melihat Jhon penuh tanda tanya.


" Terus...." ..kata Ketiganya penasaran .


Namun Jhon hanya mengangkat kedua tangannya yang memang tak tahu apa pun.


Karna ia juga baru tahu ketika malam itu Tuan Ryan pingsan karna obat tidur.


" Wah dasar wanita ular tuh, sudah berani terang terangan dia. padahal baru kemaren dia mau menjebak bos " kata Alan emosi.


"'Kita ngak perlu ikut campur biar bos sendiri yang menyelesaikannya. " kata Ali.


Yang ikut prihatin dengan masalah bosnya itu. Padahal selama ini semuanya adem ayem.


*****


Maya kembali kekamar ketika hampir magrib . Dan Ryan baru saja bangun. " darimana May abang cariin kok ngak ada dikamar anak anak " kata Ryan .


" Kok nyari May bang, tumben bukan nya abang sibuk dengan yang lain " kata Maya menyindir.


" Astaga mana ada , kan istri abang Maya seorang " kata Ryan lalu mendekati istrinya dan memeluknya . Lalu mencium Maya dengan rasa sayang.


" Masa sih, Kalo abang sibuk May mengerti bang. May ngak nuntut banyak, Bahkan May selalu mengutamakan abang .Tapi abang sudah mulai pintar berbohong sekarang " kata Maya. Yang melepaskan pelukan suaminya


" Astaga sayang kapan ?" kata Ryan merasa tidak nyaman karna istrinya itu terlihat marah.


" Tadi sore kan abang , jalan ke mall sama Rara belanja tas kan Trus abang bilang di kantor kan ketika May tanya " kata Maya


Deg ...........

__ADS_1


" Dari mana May tahu , apa Kim mengadu " kata Ryan kaget. Tak percaya istrinya tahu.


__ADS_2