
" Hei reader bantu vote nya dong pas tiap baca .ini baca gratis lho, masa sepi nih yang vote juga hiks .....hiks ......hiks ....sedih banget athor tega banget. ...sudah ngak ngasih hadiah, komentar mana ngak ngasih vote. ........Capek oey nulis nulis sudah ngak dibayar, ngak dapat hadiah dan ngak dihargai ya allah ......sabar....sabar....woi.......mana vote nya. Padahal waktu baca aku slalu kasih vote lho.
*
*
*
Maya memeluk Ryan dari belakang. Ketika suaminya itu berdiri memandangi taman.
" Dari mana tadi abang cari " kata Ryan lalu berbalik.
" Dari dapur tapi sebelumnya kekamar Aska dulu " kata Maya yang pagi ini terlihat cantik.
" Bang nanti Maya boleh tengok Didi ya , biar di antar Jhon " kata Maya tersenyum.
" Boleh tapi kalo jhon sibuk minta antar Kim ya " kata Ryan mengecup keningnya Maya.
" Bang ......." kata Maya lagi.
" Apa lagi " tanya Ryan
" May boleh ngecat rambut ngak jadi pirang " kata Maya merayu sang suami.
" Lah kan rambut May sudah Pirang tuh , merah merah dikit " kata Ryan sambil mengelus rambut istrinya itu.
" Ih abang tapi ngak pirang banget " kata Maya cemberut.
" Ya terserah deh asal jangan dipotong " kata Ryan. Karna tak ingin mahkota istrinya itu dipangkas pendek.
" Trimakasih bang , suami Maya ganteng deh." Puji Maya menatap suaminya itu.
" Ya kan abang sudah ganteng dari sananya. " kata Ryan yang membuat Maya manyun.
" Hehehe. ... ..iya iya Maya kalah abang mirip opa opa korea yang ganteng itu deh " kata Maya.
" Hahaha ......cuma mirip kan , untung ngak ketukar apalagi kembar pasti May, bingung " kata Ryan terkekeh.
" Iya...iya kalah deh May, kalo debat sama abang sekarang sarapan aja yuk " kata Maya
" Ayo kasihan nih anak abang pada protes nanti " kata Ryan mengusap perut Maya yang semakin besar.
" Iya papah kita kelaparan " kata Maya meniru anak kecil membuat Ryan tersenyum.
__ADS_1
Lalu Ryan pun mengandeng istrinya itu. Menuju ruang makan yang sudah di siapkan bi Marni . Keduanya duduk dengan tenang .Dan Maya mengambilkan apa yang menjadi makanan kesukaan Ryan.Yaitu sandwich buatan bi Marni .Walau Maya tahu apa Kesukaan suaminya itu. Namun sekarang ia jarang membuatnya. Karna Ryan melarangnya ikut memasak didapur . Karna alasan Maya ngak boleh capek.Dan Maya senang . Karna ngak perlu repot repot mengurus dapur.
" Tambah lagi bang " tanya Maya ketika piring suami nya kosong
" Sudah cukup " kata Ryan. Yang menghabiskan dua sandwich dengan segelas susu.
" Apa abang hari ini ngak kekantor " tanya Maya. Yang biasanya suami nya itu sudah rapi. Tapi tumben sarapan pagi hari , ini belum siap. Masih berpakaian biasa. Padahal tadi Maya sudah menyiapkan pakaian Ryan di kamar.
" Kekantor tapi agak siang , karna tadi abang janji sama Liam yang lagi perjalanan kesini " kata Ryan.
" Hah ....bang Liam mau kesini ?" tanya Maya. sambil menambah makanannya.
" Apa semua pria May panggil abang, apa ngak cukup abang aja yang di panggil abang " kata Ryan menatap istrinya itu.
" Yah kok abang sewot terus May harus panggil apa dong " tanya Maya.
" Terserah mas, kakak, tuan atau mr .Asal jangan dipanggil abang juga " kata Ryan protes.
" Yah ......ya sudah May panggil mr aja deh " kata Maya tersenyum. karna semua di panggil abang oleh Maya .
" Atau abang mau di panggil yang beda sama Maya " tanya Maya.
" Apa ?" kata Ryan mengernyitkan alisnya. Menatap Maya.
" Kok lucu yang romantis dikit , my hubby atau sayang " kata Ryan.
" Ok my hubby aja deh biar spesial " kata Maya.
" Yakin , ngak malu " kata Ryan yang tahu istrinya itu sangat pemalu.
" Yakin lah my hubby " kata Maya yang terdengar lucu membuat Ryan terkekeh.
" Kok abang tertawa, apa sangat lucu kedengarannya" kata Maya cemberut.
" Heh......tidak tapi aneh. " kata Ryan masih terkekeh.Membuat wajah Maya merona merah karna malu.
" Trus apa bang " kata Maya mencebikkan bibirnya.
Ryan tak menjawab malah beranjak dari duduknya. Lalu melap mulutnya dengan serbet.
" Abang sudah selesai " kata Ryan.
" Ih abang kenapa sih " kata Maya yang ikut menyusul sang suami. Karna Maya mengira suaminya itu ngambek.
__ADS_1
" Bang.......bang tungguin , abang kenapa sih " kata Maya. Yang mengikuti suaminya itu kekamar. Lalu memeluk suaminya dari belakang.
" Bang abang kenapa sih " kata Maya menyadarkan wajahnya di punggung suaminya itu.
Ryan pun berbalik. Lalu memeluk istrinya itu erat. Dan mencium pucuk rambut Maya.
" Abang ngak pa pa abang cuma bercanda " kata Ryan yang tahu istrinya itu sudah baper.
" Hua.......... abang jahat, abang ngerjain May ya bang " kata Maya. Sambil memukul.mukul pelan dada Ryan.
" Hahaha.....kenapa kok baper gitu, jelek lagi " kata Ryan tertawa.
" Abang ngerjain May " kata Maya cemberut.
"Lagian kenapa baper, orang Abang cuma bercanda buat ngerjain May prank nya berhasil " kata Ryan.Yang berhasil membuat Maya baper.
" Abang Jahat " kata May yang lalu memeluk suaminya itu erat. Yang hampir saja membuatnya menangis. Karna mengira Ryan marah padanya. Dan Maya langsung baper . dan takut suaminya itu betulan marah padanya.
" Hahaha ........." tawa Ryan lepas. Entah mengapa ia ingin mengerjai istrinya itu.Dan senang berhasil membuat Maya panik .
" Abang keterlaluan " kata Maya dengan mata berkaca kaca.
" Eh kok nangis cup cup cup..... ngak nangis dong abang cuma bercanda. Sudah ngak nangis " kata Ryan yang mengusap air mata Maya yang hampir menetes
" Sudah maafin abang ya , abang cuma bercanda. Mana mungkin abang jahat sama istri kesayangan abang." kata Maya.
" Emang abang punya istri lain, kok Maya istri kesayangan " kata Maya tambah ngambek .
" Hahaha....... ya engak lah , istri abang cuma May . Dan May satu satunya kesayangan abang " kata Ryan yang lalu memeluk Maya dalam dekapannya.
" Awas kalo abang macam macam, May marah " kata Maya mengacam
" Ok abang ngak macam macam kecuali Maya carikan istri " goda Ryan yang membuat Maya mendelik kan matanya.
" Hahaha .......kalo marah gitu , abang makin gemas ini " kata Ryan yang lalu mengangkat Maya ke atas ranjang .Lalu mencumbunya.
Walau tak melakukan apa pun .Tapi Ryan cukup senang bisa mencium dan memeluk istrinya itu dalam dekapannya. Dan keduanya bercanda dengan rasa bahagia. Hingga setelah puas tertawa. Maya pun tertidur dalam pelukan suami tampannya.
" Kau sangat manis bila tidur " guman Ryan tersenyum lalu mengusap pelan punggung Maya. Menatap wajah cantik istrinya itu.Karna merasa bersyukur memiliki istri yang baik dan juga perhatian. Yang tak ia dapatkan dari semua perempuan yang dekat dengannya.
Yang membuatnya nyaman dan tulus mencintainya apa adanya.
" Abang sangat mencintai mu ratuku, tak ada wanita lain dalam hati abang " guman Ryan sambil mendekap tubuh Maya kedalam dadanya yang bidang.
__ADS_1