Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 473


__ADS_3

Selesai sholat Fatimah menyiapkan makanan untuk Ken . Walau berjalan nya sedikit sakit Tapi Fatimah tak terlalu merasakannya.


" Apa masih sakit " kata Ken tersenyum karna Ken tahu Fatimah menahannya


" Tidak terlalu tua......"


" Jangan memanggilku tuan, panggil saya suami abi atau kak bisa juga abang " kata Ken menatap Fatimah Yang tertunduk.


"' Iya bi " kata Fatimah cangung .


Ken memang belum mengatakan nya pada sang bunda Tapi ia sudah bicara dengan sang ayah Dan Ken akan mengatakannya setelah Zia resmi menikah.


" Ayo makan bersama " kata Ken Yang melihat Fatimah tegang.


" Iya bi " kata Fatimah gugup .


" Apa kau ingin kita membuat resepsi pernikahan " kata Ken menatap Fatimah


" Tidak perlu bi ,uangnya bisa buat memperbaiki rumah ini Dan kalo Fatimah punya uang Fatimah ingin berkorban buat ayah dan ibu " kata Fatimah. Yang sudah cukup baginya akad nikah Karna tak ada ayah dan ibunya Yang akan melihat pesta resepsi. nya. Dan yang penting hidupnya tenang dan berkecukupan. Untuk apa diadakan pesta. Tapi akhirnya menjadi utang dan beban lebih baik uang nya untuk merehab rumah peninggalan orang tuanya Yang akan menjadi tempat tinggalnya seumur hidup. Ketimbang mengontrak. Atau menyewa apartemen.


" Kau yakin tidak menginginkan pesta " kata Ken


" Tidak bi " kata Fatimah mengeleng kan kepala.


Ken tersenyum melihat kesederhanaan Fatimah dan gadis itu juga tak menuntut dan banyak bertanya .Dia cukup tahu diri


Dengan apa yang diberikan Ken . Apalagi Ken sudah membelikan motor untuknya


Sebagai transportasi kuliah. nya


" Baiklah abi akan memberikan uang untuk mu 10 juta perbulan Kau bisa mengaturnya apa itu cukup " tanya Ken pada Fatimah.


" Ya bi itu sudah dari cukup " kata Fatimah Karna penghasilan nya dan ayahnya saja belum pernah sampai segitu perbulan bila digabungkan.


" Ya sudah ayo makan lalu tidur .Besok abi harus berangkat kerja " kata Ken .


" Ya bi " kata Fatimah menghela nafas lega . Walau hati nya bertanya tanya Fatimah belum berani menanyakan Tentang keluargga suaminya . Ia hanya tahu nama suaminya saja. .


*********


Di sisi lain Zia baru saja selesai sholat Ketika kembali dari pantai. Dan kedua nya sholat Magrib dan isya di masjid . Yang tak jauh dari penginapan Yang mereka sewa .


" Mau makan apa " kata Damar Yang melihat rumah makan .Ikan bakar yang menggunggah selera Damar


" Mau itu kak " kata Zia lalu berjalan lebih dulu mendekati rumah makan itu.

__ADS_1


Damar tersenyum Karna Zia tak pilih pilih


makanan Walau Damar tahu orang tua Zia termasuk cukup berada. Lalu keduanya pun makan malam dengan Lahap.


Jam 8 Lewat Keduanya pun kembali kekamar . Kamar nya cukup nyaman untuk mereka berdua Siang tadi Damar izin pada sang mamah ingin menginap diluar malam ini Jadi itulah sebabnya ia membawa empat potong baju didalam tas ranselnya.


"' Wah kamarnya lumayan bagus kak " kata Zi


" Oya kau suka " kata Damar


" Suka " kata Zia lalu naik keatas tempat tidur dan merebahkan diri .


"' Hah.......enak nya habis makan kenyang dan tidur . " kata Zia memejamkan matanya.


Damar yang melihat itu tak membuang kesempatan Dan langsung ikut naik ketempat tidur dan menindih Zia


Deg......


" Kak Damar " kata Zia kaget .


" Kenapa kita sudah menikah sayang .Tak akan jadi masalah bagi kita melakukannya.


" kata Damar menatap lekat Zia.


" Kak Damar akan melakukan nya dengan lembut " kata Damar yang mengecup bibir Zia pelan. .Dan ********** pelan.


Malam itu Damar tak akan melepas kan Zia . Karna ini lah tujuan nya ia menikahi


gadis itu untuk mengikat nya. Karna ia sudah lama menyukai gadis itu. Tapi ia tak berani mengatakannya. Dan kini Zia sudah jadi miliknya seutuh nya. Ya Damar tersenyum puas.. Karna tak ada lagi Yang perlu ia khawatirkan .Kalo kini zia miliknya seorang


"' Akh..... kak " kata Zia ketika ia ingin turun tapi pangkal paha terasa ngilu.


" Biar kak Damar gendong " kata Damar


" Tapi kak " kata Zia.


"' Kenapa malu , Kakak sudah melihat semuanya Dan Zi juga sudah tahu dan merasakannya kan " kata Damar berbisik


Membuat Zia benar benar sangat malu Wajahnya seketika memerah Dan hanya bisa terdiam Ketika Damar menggendong nya kekamar mandi.


Zia pun tersenyum ketika Damar memperlakukan nya dengan baik .Ia cukup bahagia bisa memberikan mahkotanya pada suaminya itu. Dan kini ia mersa tenang karna bisa mencintai dan dicintai.


" Ayo tidur lagi besok siang kita pulang kan hari libur kita bisa bebas " kata Damar tersenyum .


" Ya kak " kata Zia Yang lalu menyusupkan kepalanya di pelukan Damar .Dan Damar bahagia merasakan

__ADS_1


Malam indah bersama sang istri tercinta .


********


Sedangkan Kim dan Ima asyik makan berdua . Karna kini Putra dan putrinya sudah punya pasangan masing masing Dan Kim sudah menceritakan semuanya pada Ima Bahwa Ken juga sudah menikah dengan gadis pilihan nya. Yang membuat keduanya menjadi lega dan bahagia .Walau belum bisa bertemu Fatimah..


" Wah kalian di sini rupanya kak May ya astaga.....pacaran atau mengenang masa lalu. " kata Maya


" Sama aja kak lagian kak May ngapain sih nyari kita " kata Ima yang duduk santai di taman .bersama Kim.


" Kak May sama bang Ryan itu besok mau healing Kalian berdua mau ikut ngak kalo anak anak pasti mereka punya acara sendiri " kata Maya.


" Ya boleh lah tapi bukannya besok kita mau kerumah kak Bella dan Altaf.


" Itu minggu depan santai lah kan tinggal seminggu ini " kata Maya..


" Ya sudah gimana Kak Kim ikut ngak " kata Ima melirik suaminya.


" Kenapa nanya kan memang tuan muda sudah berencana ngajak kita besok. " kata Kim


" Hah ...... berarti.... aku salah nanya dong " kata Maya bingung.


" Hahaha ...... Makanya jangan banyak ngeluh kak Akhirnya lupa semua kan Padahal belum nimang cucu lho Sudah pikun aja " kata Ima tertawa ngakak.


" Hadeh......tahu ah " kata Maya yang lalu masuk kerumah utama. Entah mengapa beberapa hari ini ia jadi pelupa. Karna sering di tinggal sendiri hanya bersama sang ibu .


" Hih..... kok aku jadi pikun sendiri sih " kata May Yang lalu mencari sang suami Yang berada di kamar.


" Bang abang lagi ngapain " kata Maya


" Nih lihat sendiri ngapain " kata Ryan santai . Sambil duduk manis menonton Film action barat


" Memang May dari mana " kata Ryan .


" Tadi May bilang kita akan pergi besok Tapi May lupa kalo mereka berdua memang ikut . Eh ... May tawarin malah May ditertawakan Ima kata nya May .pikun " kata Maya.


" May merasa ngak ?" kata Ryan.


" Ya merasa sih bang Tapi kok bisa ya May lupa sendiri . May jarang membaca bang jadi pikun " kata Maya


" Hahahaha....... wajar itu sayang karna kamu lagi bingung aja. udah sini ngak usah dipikir " kata Ryan Yang memeluk istrinya itu. Yang memang tak boleh lelah Karna masih ada bekas amnesia Yang masih kadang membuatnya lupa lupa ingat.


Yang kadang membuat Ryan khawatir.


Kalo istrinya itu tak boleh lelah dalam waktu lama.

__ADS_1


__ADS_2