Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 243 Siapa Bima.


__ADS_3

Altaf pun langsung menemui tamu yang dimaksud. Jhon dan Alan pun menemani Bima cs untuk duduk. Sedang Nur dan Amel juga Mila masuk lewat pintu samping.


" Siang mas silahkan duduk " kata Altaf menyambut Bima dan Amin juga Andra.


" Yang mana wakil tuan Lee kok ada tiga " kata Altaf bingung


Ahmad pun lalu menanyakannya dengan Alan . Alan pun lalu berbisik " Yang memakai pakaian putih mas yang dua temannya " kata Alan.


" Baik mas trimakasih " kata Ahmad.


" Yang pake baju baju putih bang " kata Ahmad berbisik ke telinga Altaf.


Altaf pun lalu tersenyum pada Bima. Dan Bima yang merasa di senyumi pun membalasnya dengan tersenyum balik


Sedangkan Nur ikut mengajak Amel dan Mila dibarisan Para wanita.


" Man bukannya itu Nur " kata abi berbisik.


" Iya abi " kata salman .


" Lalu mana menantu abi ,kenapa dia tak disuruh kesini " kata ustad Rahman .


Salman pun lalu memanggil seorang santi untuk menemui Nur membawa suaminya . Lalu santri itupun mendekat santriwati yang lalu mendekati Nur. Umi yang melihat kehadiran Nur pun cukup kaget.


Nur lalu bergeser sedikit. Kehadiran Nur menjadi tanda tanya bagi orang banyak. Kalo berita penikahannya diam diam sudah diketahui orang banyak . Dan itu menjadi pertanyaan siapa suami Nur?


Nur pun Lalu mendekati barisan para tamu


" Nur mau mencari siapa ?" tanya Altaf melihat Nur yang mencari Bima.


" Mencari suami Nur Bang. abi minta dia untuk duduk dekat abi "kata Nur


" Hah.....lalu dia kemana ? " kata Altaf yang memang duduk dibarisan belakang karna sambil mengawasi para tamu.


Nur pun lalu melihat Bima yang duduk di kursi tamu khusus. Untuk kelas bisnis. Lalu melangkah mendekati Bima.


" Nur kok disini mana Amel dan Mila " tanya Bima. Ketika Nur menghampirinya.


" Di dalam by. Aby ikutin Nur ya. Tadi abi dan kak Salman minta Aby ikut duduk didekat mempelai " kata Nur Lalu melangkah berjalan menuju Altaf.


" Sst...bukannya itu Nur. Apa yang dibelakang itu suaminya " bisik para tamu


" Mana? " kata yang Lainnya.


" Seperti iya , tampan kok " kata para tamu lagi. Memperhatikan Bima


Nur pun lalu mendekat kakak sepupunya


Altaf pun heran kenapa Nur membawa Bima.


" Bang ini suami Nur, tadi kak salman dan abi minta dia ikut dibarisan depan " kata Nur pelan.


" Bima bang " kata Bima tersenyum.

__ADS_1


Altaf cukup kaget. Setengah tak percaya. karna tadi Ahmad mengatakan Pria yang didepannya adalah wakil tuan Lee.


" Oh saya Altaf . Abang nya Nur .ayo kita kedepan " kata Altaf .Yang lalu mengajak Bima barisan didekat para mempelai. Karna memang acara akad segera di mulai.


Sedangkan Nur kembali kedalam rumah .Lewat pintu samping . Sedang kan Alan dan Jhon mengawasi tak jauh dari Altaf duduk tadi.


" Abi itu menantu abi " kata Salman berbisik pelan. Ketika Altaf membawa seseorang.


" Masyaallah " kata ustad Rahman yang melihat Bima dan Altaf mendekatinya


" Paman ini ......." kata Altaf yang memberitahu Pamannya .Tapi Ustad Rahman langsung merangkul dan memeluknya.


" Bima abi " kata Bima sambil mencium takzim tangan abi Nur. Yang memeluknya.


Lalu duduk bersebelahan tak jauh dari Salman dan Altaf


" Bima " kata Ibnu yang duduk dibelakang Salman .


" Masyaallah Ibnu kau disini dengan siapa ?" kata Bima terkejut dengan kehadiran temannya


" Abi tuh " kata Ibnu . Yang menujuk ustad Abdullah yang sedang duduk disebelah mertuanya.


" Ustad Abdullah yang mendengar bisik bisik pun langsung menoleh kebelakang.


" Bima masyaallah senang bertemu dengan mu. nak " kata Ustad Abdullah.


Lalu Bima oun mencium tangan sang guru dimana ia sempat bersekolah di pondok ustad Abdullah.


Yang membuat abi Rahman bertanya tanya. Lalu Bima duduk di sebelah Ibnu. Yang menjadi perhatian para santri disekitarnya. Dan juga para santri putri yang terpukau melihat ketampanan Bima.


" Ya ampun minta santri yang suara bagus untuk membaca surat Anisa " bisik Altaf.yang didengar Ustad Abdullah.


" Bima ...." panggil ustad Abdullah


" Bantulah biar lancar " kata Ustad abdullah yang meminta Bima menjadi tilawah .Yang langsung di iyakan Bima.Tampa membatah.


Nur yang melihat sang suaminya .Yang maju kedepan cukup gugup. Namun ke ketika Bima mulai membaca Kalam ilahi untuk mempelai. Surat Anisa ayat 1- 3 semua orang terpukau.


Terdengar suara Bima sangat merdu dan jelas. Nur mendengarkan nya dengan mata yang berkaca kaca. Terharu. karna suaminya itu mempunyai suara yang merdu.


Setelah selesai Bima pun kembali duduk di sebelah ibnu.


" Ustad Abdullah mengenal Bima " tanya abi Rahman. Karna tadi Ustad Abdullah yang menyuruh Bima untuk maju.


" Dia murid terbaik saya di. pondok ustad. Dan juga adik seorang pengusaha " kata Ustad Abdullah.


" Masyaallah " kata ustad Rahman.


" Lalu bagaimana bisa ustad Rahman mengenalnya " kata ustad Abdullah bertanya .pada ustad Rahman.


" Dia menantu saya ustad , suami Nur " kata Ustad Rahman.


" Masyaallah " kata Ustad Abdullah kaget. Karna mendengar pengakuan ustad Rahman.

__ADS_1


Keduanya belum sempat ngobrol banyak. Karna akad akan dimulai. Dan Salman pun Mengucapkan ijab kabul. Hanya dengan sekali hentakan yang membuat semua orang mengatakan ....


" Sah.....sah ....


Nur pun terharu memeluk Amel dan Mila bisa melihat pernikahan sang kakak. Dan berkumpul dengan keluargganya lagi


Sedangkan di luar sedikit gaduh.Karna kakek dan Nenek Nur datang bersama Radit dan beberapa anak buahnya.


" Siapa mereka bang? " kata Ahmad.


" Kakek dan Nenek Salman . Tapi abang ngak tahu siapa pria berjas hitam itu " kata Altaf.


................................


Mereka lalu menuju kursi .Yang di peruntukan untuk tamu istimewa . Yang membuat Andra dan Amin kaget . Karna mereka diusir pergi.Yang membuat Amin terpancing karna jengkel.


" Kalian ngak sopan ya , kami ini tamu disini " kata Amin kesal.


" Ahamad dan Altaf pun turun tangan .


" Maaf kek ,nek silakan duduk di sebelah disebelah sana. Di sini untuk tamu relasi bisnis saja " kata Altaf.


" Hei siapa kamu tak menghormati orang tua ya. saya ini calon suami Nur putri ustad Rahman " kata pria itu.


Yang lalu ditertawakan Andra dan Amin.


" Yah telat bang. ngaku calon suami. Nur sudah punya suami . Ngaca dong lihat wajah tua mana mau dia Sama abang " Ledek Andra yang membuat pria itu gusar.


" Wah perebut istri orang dong. ngak sopan sudah ngaku ngaku..itu namanya mau mencuri hak milik orang lain " Cibir Amin.


" Hai kau jaga mulutmu , Nur cucu saya.ini Calon suaminya " kata kakek Nur


" Hah ....ngak salah kek...ih takut....orang Nur sudah punya suami .kok disuruh ganti. Kakek apaan tuh " kata Andra kesal.


Semua orang yang mendengar perdebatan itupun tertawa . Karna ulah Andra dan Amin


Sampai akhirnya Bima dan ibnu juga keluar menghampiri kedua temannya. Berusaha untuk melerai.


" Maaf kek , mas tolong jangan buat keributan disini monggo silahkan duduk ditempat yang sudah di sediakan " kata Ahmad


" Ngak mau kami di sini " kata Kakek Nur.


" Biarkan saja bang . Biar teman saya yang pindah " kata Bima yang menengahi. Lalu mengajak Andra dan Amin pindah. karna sahabat mereka ibnu juga ada.


" Heh ..... sok baik lho, emang kamu tuan rumahnya " bentak Radit tidak senang lalu menatap tajam Bima


" Maaf bang saya hanya tamu, Maaf kalo anda merasa tuan rumahnya silahkan Berbuat sesukanya " kata Bima kesal. Karna dia tahu persis pria didepannya itu .Yaitu orang yang dijodohkan dengan Nur.


" Sok lho .....ngak punya sopan santun lho " kata pria itu yang lalu mendorong Bima.


Bima pun menghindar .yang membuat Radit jatuh. Lalu dia bangun dengan muka marah dan lalu ingin memukul Bima.


" Kurang ajar kamu ya " kata nya langsung memukul Bima. Belum lagi ia menyentuhnya

__ADS_1


Bug......prak ........


__ADS_2