Ada Karma Di Dunia

Ada Karma Di Dunia
Bab 141 Dikejar Maut


__ADS_3

Maya berdoa dengan khusuk.Di akhir sholatnya .Air matanya basah menetes di kedua pipinya. Namun ia tak berhenti berzikir dan membaca tahmid Lalu berdoa khusus untuk suami tercinta dan keluargganya. Dan juga dirinya agar jauh dari marabahaya dan kejahatan orang orang yang ingin berbuat jahat. Pada keluargganya terutama suaminya


Malam harinya Maya menerima telpon dari Ryan selepas magrib Tampak wajah suaminya itu tersenyum sumringah menatap Maya dari layar ponsel


" Hai sayang lagi apa " tanya Ryan tersenyum.


" Abang , abang sudah sholat ?" tanya Maya.


" Sudah dong , istri abang apa sudah sholat " Kata Ryan balik bertanya.


" Sudah barusan bang " kata Maya tersenyum.


" Abang besok pagi pulang , abang kangen sama May. dan pengen peluk peluk " kata Ryan menggombal.


Maya tersenyum mendengar gombalan suaminya itu . sambil berbaring di atas tempat tidur.


" May juga kangen sama abang juga adik adik.dan Aska " kata Maya. Sambil mengusap perutnya yang membuncit.


" Iya lah besok pas pulang abang tengok dobel " kata Ryan seraya mengedipkan matanya.


" Hahaha.........ih abang genit " kata Maya terkekeh. Karna polah Ryan yang menurutnya lucu dan mengemaskan.


" Masa tapi abang genit nya sama May aja kok " kata Ryan tersenyum.


" Iya dong, May marah tahu abang genit genit sama wanita Lain. Apalagi wanitanya ganjen." Kata Maya


" Mana ada abang mau genit sama wanita kaya gitu malah takut abang di sosor " kata Ryan tersenyum.


" Hehehe.......emang bebek bang bisa nyosor kan wanita genit " kata Maya tertawa.


" Abang sudah tobat , Cukup May aja bidadari nya abang Kalo nambah anak yang banyak ngak papa deh. " kata Ryan tersenyum.


" Masa emang abang ngak pusing kalo lihat mereka nanti pada ribut " kata Maya bertanya


" Ngak lah kan bisa nambah baby sister lagi dua . Biar abang juga punya waktu sama May " Kata Ryan .


" Dih belum tahu aja nanti, pas pada lahir kalo rebutan heboh bang " kata Maya.


" Ngak apa apa abang masih bisa bayar pelayan dua lagi juga. May cuma spesial. layani abang " kata Ryan tersenyum.


" Terserah deh . ya sudah ini jam makan abang makan dulu ya, May juga. Nanti May telpon abang setelah sholat " kata Maya.


" Ok sayang jangan lupa minum vitaminnya Dan makan yang banyak biar sehat " kata Ryan mengingatkan Maya.


" Iya bang, abang juga jaga diri disana. May rindu abang " kata Maya tersenyum


" Abang juga., ya sudah makan dulu sana abang juga mau cari makan sama Didi dan Kim " kata Ryan .


" Ya bang assalamualaikum " kata Maya.sambil kiss bye.


" Walaikumsalam " jawab Ryan. Lalu hubungan pun terputus.


.

__ADS_1



Ryan lagi asyik telponan.


...................................


Malamnya jam 9 setelah berbenah . Ryan Didi dan Kim pun bersiap untuk pulang .Karna perjalanan agak lengang bila malam hari dan bisa membawa mobil dengan kecepatan lebih.


" Semua sudah beres bos " kata Didi.


" Ok ayo berangkat , aku tak betah lama lama disini " kata Ryan.


" Iya lah bos, ngak ada yang dipeluk peluk " Ledek Didi


" Alah sama saja emang kamu betah disini di " tanya Ryan.


" Ngak lah bos maka dari itu kita harus cepat pulang rindu istri di rumah " kata Didi terkekeh.


" Ayo Kim jalan " kata Ryan.


" Siap tuan muda . Jangan lupa sabuk pengamannya tuan . " kata Kim


" Ok ayo berangkat " kata Ryan yang tak sabar ingin bertemu istrinya dirumah.


Mobil pun berjalan perlahan . Sampai dijalan tol yang rada sepi. Kim merasa curiga ada dua truk besar yang sedari tadi mengikuti mobil mereka. Yang membuat Kim menginjak gas lebih kencang.


" Tuan muda sepertinya kita diikuti dua truk tronton dibelakang kita " kata Kim yang curiga. Maut sedang mengejar.


Didi pun menoleh kebelakang. Dan menyuruh Kim siaga. Ryan pun ikut memperhatikan truk besar itu yang semakin mengejar mereka.


" Didi didalam tas ini semua ada berkas penting. kalo ada diantara kita selamat bawa tas ini dan selamatkan " kata Ryan pada Didi.


" Tuan Saya akan meminggirkan mobil , Apa tuan brani melompat lebih dulu " tanya Kim yang mengkhawatirkan tuannya itu.


" Iya tuan muda.Tas ini untuk melindungi tuan muda. biar kami mengalihkan mereka " kata Didi.


" Kim cari rerumputan yang landai , agar tuan muda bisa melompat " kata Didi pada Kim.


" Iya bang " kata Kim


" Tuan muda ayo , pasang jaket dan sweater dan jaket dan juga ranselnya " .Kata Didi


" Lalu ,kalian bagaimana ?" tanya Ryan yang mulai panik karna truk besar itu makin mendekat.


" Kami akan melompat setelah tuan muda " Kata Kim .Sambil menoleh pada tuan mudanya.


Kim pun membawa mobil agak kepinggir dan kecepatan mobil bertambah. Namun truk makin memepet mereka.


" Bos lompat " kata Didi ketika melihat banyak rumput .Dipinggiran susi sebelah kanan


Ryan pun membuka pintu dengan pelan lalu melompat dengan cepat....... .


" Sial ......":.kata Kim yang melihat ada mobil yang dari arah berlawanan .

__ADS_1


" Di cepat " kata Kim yang mulai panik. karna mereka pun harus mengosongkan mobil karna dua tronton yang mengejar mereka semakin mendekat


" Kau juga kim ayo " kata Didi yang sudah di pintu samping.


" Kim pun mulai menekan gas tambah kencang karna tronton makin mendekat.


" Kim.......cepat ....!!" teriak Didi yang lalu melompat lebih dulu.


Kim pun akhirnya melompat keluar dari mobil. bertepatan tronton itu mengapit mobil dan membuat percikan api


Duarr.........


Brak .....brak .........duarr.........


Dua tronton besarpun saling bergesekan dan terbakar begitu juga mobil Yang dibawa kim ditambah satu mobil yang berlawanan arah.


" Akh........sakit kata Ryan yang merasakan lututnya terluka karna terhempas dan pingsan seketika.


Sedangan Didi meringis kesakitan merasakan sekujur badannya sakit. lalu berusaha berdiri mencari Kim. dan berjalanan sempoyongan sambil melihat kobaran api dari kejauhan.


" kim ....." kata Didi yang melihat Kim meringis kesakitan.


" Tangan ku bang " kata Kim yang lalu pingsan.Dengan banyak luka. .


" Kom ....kim....., ya allah aku harus cari orang yang mau menolong. " kata Didi. Lalu melihat sekitarnya. Dan melihat sebuah rumah kecil dekat pematang sawah .


Didi pun bergegas menuju rumah kecil itu dengan jalan terseok seok .Manahan sakit.


namun ia tetap nekad mencari pertolongan.


Tok....tok....tok......Didi pun mengetuk pintu .Ketika ia sudah di depan pintu rumah itu.


" Malam........ada orang didalam " kata Didi dengan darah yang keluar dari bahunya.


" Kret.........siapa ya ?" Kata seorang pria paru baya membuka pintu.


" Pa tolong kami pa tolong ...ada teman saya yang sekarat pa " kata Didi meminta tolong pada bapak tua itu.


" Oh ya dimana ayo, " kata bapak tua itu bergegas.


Didi pun berjalan melangkah kearah di mana Kim berada .Dan lalu membopongnya bersama bapak tua itu. Menuju rumah bapa tua itu.


" Nak kita letakkan diatas bale bale itu " kata bapak tua itu menunjuk bale bale kayu.


" Iya pa, ayo " kata Didi yang lalu membopong Kim. Setelah Kim di baring kan. Bapak tua itu pun mengambilkan kotak obat.


" Pa saya titip teman saya pa, saya mau nyari yang satunya lagi " kata Didi.


" Apa ada lagi ?" tanya bapak tua itu.


" Iya pa tapi agak jauh disebelah sana " kata Didi.


" Tapi nak, kau terluka kita obati lukamu dulu. nak " kata bapak tua itu.

__ADS_1


" Nanti saja pa, teman saya bisa celaka diluar sana " kata Didi yang khawatir pada bosnya.


" Tunggu nak, bapa ambil senter dulu " kata Bapa tua itu. Sambil bergegas masuk ke bilik nya .Lalu keluar dengan membawa senter.


__ADS_2