
Setelah selesai memasak Maya pun menata makanan diatas meja. Bersama ibu dan Nia. Dan memanggil para pria untuk sarapan.
Bersamaan dengan itu Jhon juga datang dari pasar. Membawa belanjaan yang banyak sesuai pesanan ibu Maya.
" Wah sudah siap nih kebetulan banget " kata Jhon.
" Iya nih wah kelihatannya enak , lama ngak makan nasi goreng " kata Ali.
" Iya ayo sarapan bareng semuanya " kata Ryan pada anak buahnya itu.
" Iya tuan , kami antar ini dulu " kata Ali yang membawa keranjang belanjaan bersama yang lain.
Kim pun muncul bersama Alan. Pagi itu mereka sarapan ala kadarnya . Namun terasa nikmat karna bisa makan bersama tuan muda dan nona muda mereka. Seperti layaknya keluargga.
Setelah itu Maya dan ibu juga Nia membongkar belanjaan yang cukup banyak. Untuk stok 3 hari kedepan. Dan memasukkan nya ke kulkas. Agar awet dan tetap segar.
" Ini banyak sekali bu, apa ibu memberi uang buat bang Jhon " tanya Maya.
" Ngak May, itu Kim yang ngasih uang atas perintah nak Alex ." kata ibu.
" Oh begitu, syukurlah. ini juga ada daging dan ayam potong " kata Maya .Yang memang belanja didesa lebih murah .
" Iya May, ini ikannya banyak banget mana besar besar " kata ibu yang membuka satu kantong ikan nila.
" Oh ya nyonya , tadi bang Kim bilang ada wanita yang bantu masak disini nanti siang " Kata Nia.
" Oh ya syukurlah " kata bu Risma yang tak ingin melihat putrinya itu repot apa lagi dalam kondisi hamil.
" Oh ya baguslah kalo memang ada yang bantu bantu , karna kita memang lagi butuh banget " kata Maya.
" Iya May, biar kanu ngak perlu turun kedapur nak, ibu ngak tega lihat tuh perut " kata bu Risma karna Maya memang hamil kembar.
" Iya bu makin besar aja padahal baru jalan 6 ini tapi kok rasanya besar banget " Kata Maya yang memang hamil keduanya ini cukup aktif karna gizi dan vitamin nya lengkap.
" Kau tidak lupa bawa vitamin kan nak" tanya ibu pada Maya.
" Sudah bu" kata Maya.
" Syukurlah kalo melahirkan normal takkan jadi masalah nanti biar bi Marni datang kesini buat bantu kita " kata Ibu.
" Iya bu nanti Maya suruh pa Ali jemput sekalian ngantar Bima pulang " kata Maya.
" Iya nak ajak Mumun juga biar bisa bantu bersih bersih " kata ibu.
" Ya nanti May bicara kan dulu sama bang Ryan " kata May..
" Iya bu biar Nia ada teman juga " kata Nia. Senang karna memang dia masih seumuran dengan Mumun. Hanya bedanya setahun
__ADS_1
" Mun cuci ikannya dulu biar ibu kasih bumbu dan nanti setelah meresap tinggal goreng. dan tinggal bikin lalapan dan sambal juga sayur lodeh " kata bu Risma.
" Wah enak mu bu, May suka ayo Ni, ibu bantu biar cepat " kata Maya.
" Iya bu " kata Nia yang sangat sayang pada Maya karna Maya begitu baik padanya.
" Bu , nanti kalo kaka Nia sudah lulus besok boleh ngak ikut kerja sama tuan paling ngak bantu bantu di kebun ngak masalah ya bu " Kata Nia yang teringat kakaknya.
" Ya boleh nanti ibu bilangin sama tuan mu dulu " kata Maya.
" Ya bu trimakasih bu " kata Nia senang lalu sambil mencuci ikan ikan dari pasar.
.............................
Sedang kan di sebuah rumah kecil. Delima baru saja habis sarapan bersama koh Alung dan ibunya
" Bu nanti ima sekalian kerja di villa ngak pa pa kan buat nambah uang tabungan " kata Ima pada mak Sanah.
" Kalo kau tak lelah ngak masalah, tapi kalo terlalu repot jangan dipaksakan apalagi disana semua pria nak " kata Mak sanah khawatir.
" Ngak papa mak, mereka orang baik kok" kata Koh alung ikut bicara.
" Tapi kita ngak tahu koh, siapa mereka emak hanya khawatir. saja." kata mak Sanah.
" Mak ada kak Kim disana, mak masih ingat kan tetangga kita waktu dikota dulu .waktu bapa masih hidup " kata Ima.
" Iya mak, kak Kim tetangga kita dulu. dan Ima percaya mereka baik. ngak mungkin mereka buronan dan penjahat " kata Ima menjelaskan.
" Astagfirullah kenapa kamu ngak cerita sama emak nak " kata mak Sanah menatap Ima.
" Ima belum sempat cerita ke emak , karna Ima lupa " Kata Ima
" Iya mak, saya juga kaget Kalo Ima mengenal salah satu dari mereka. , Tapi mereka sepertinya orang baik. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi pada mereka." kata Koh Alung yang memang penasaran dengan tuan Lee . orang yang di panggil tuan muda.
" Ya sudah bagaimana kalo emang ikut kesana, emak pengen lihat Kim. Bagaimana dia bisa ada disini. Dan bagaimana orang tuanya " kata mak Sanah.
" Kalo begitu ayo kita berangkat sekarang " kata koh Alung yang sedang siap siap .
" Iya koh ayo " kata Ima. Yang bersemangat ingin bertemu dengan Kim pria yang membuat hati nya itu berbunga bunga.
" Ayo ......nak " kata mak Sanah. Yang bersemangat karna sudah merasa baikan.
" Iya ayo jalan koh " kata Ima yang memang mengenal koh Alung sudah lama.
Ketiganya pun berjalan santai menuju villa yang tak begitu jauh hanya sekitar 590 meter dari rumah koh Alung.
Sesampainya disana penjaga villa langsung membuka kan mereka pintu. Karna Pa kirman penjaga villa kenal baik dengan koh Alung.
__ADS_1
" Masuk koh " kata Pa Kirman.
" Iya pa Kirman terimakasih. " kata koh Alung.
" Apa ada tamu pa ? kok ada mobil lagi " tanya Ima. pada pa Kirman.
" Iya mba, tamu tuan Ryan " kata pa Kirman yang memang tak tahu banyak.
" Oh gitu ya "kata koh Alung.
" Ya sudah kita masuk dulu ya pa, nanti ibu bisa bantu Ima untuk masak masak disini ya pa Kirman " kata Ima.
" Oh Iya mba monggo " kata pa Kirman ramah.
Ketiganya pun lalu masuk kedalam rumah. karna . pintu memang nya terbuka. Karna memang disengaja agar gampang keluar masuk.
Sedang Ryan sedang duduk diranjang bersandar di bantal empuk sambil memeluk Aska sambil membaca kan buku.
Tok ....tok...tok.....
" Tuan maaf ini tabib nya yang datang " kata Nia ketika tadi mereka memberi salam. Kebetulan Nia ingin mengantarkan susu Aska.
" Oh ya.... silahkan masuk koh " kata Ryan.
Lalu koh Alung pun masuk. dan mulai mengobati Ryan.
" Koh Ima antar Mak dulu ya koh " kata Ima
" Oh iya silahkan " kata koh Alung.
" Oh ya mba, ini ibu saya kita mau bantu bantu masak disini " kata Ima pada Nia memperkenalkan diri.
" Oh ya langsung saja ayo kedapur kebetulan Ibu ada di dapur sama nyonya mba " kata Nia. yang lalu memberikan susu buat Aska lalu kembali menghampiri Ima.
" Oh ya ayo ":kata Ima yang lalu berjalan bersama emak Sanah menuju dapur.
Sesampai nya di dapur .Nia pun lalu mendekati bu Risma dan Maya yang sedang asyik ngobrol sambil membersihkan sayur.
" Nyonya , bu ini orang yang akan membantu kita disini " kata Nia
Maya dan bu Risma pun menoleh melihat kearah mak Sanah dan Delima.
" Sanah....." kata bu Risma kaget melihat Sanah dan Ima.
" Risma, masyaallah ....." kata mak Sanah yang langsung mendekati bu Risma dan memeluknya.
" Ima .....kan " kata Maya kaget yang lama tak bertemu. dengan Ima
__ADS_1
" Iya saya Ima kak " kata Ima. Yang mengenali Maya. Lalu Ima pun juga mendekati Maya dan memeluknya .Dan menangis haru bisa bertemu saudaranya yang 10 tahun tak bertemu.