
" Kim ada apa ? " tanya Ryan
" Itu tuan muda " kata Kim melihat kearah mobil .
" Bukannya itu Diaz dan Rara " kata Ryan.
" Iya tuan . sepertinya Diaz benar benar mengawasinya kali ini. " kata Kim
" Itu bagus .berarti dia bisa mengawas Rara untuk sementara . Dan aku bisa tenang sedikit " kata Ryan .
" Ya bos itu lebih baik " kata Kim. Karna Diaz membantu mereka mengawasi Rara .Sementara Ryan bisa fokus pada Evan dan Maya.
" Ayo kita pulang biar kan saja mereka " kata Ryan Setelah ia membayar semuanya.
" Ya tuan " Kata yang membawa troli menuju bagasi dan memasukan semua belanjaan . Karna untuk stok sehari. Dan Kim juga Alan akan ikut mengawal nona dan tuannya.
***********
Maya tertidur setelah sholat isya di sofa sedangkan Ryan baru saja masuk kamar .
Dan melihat Maya yang meringkuk disofa dengan TV yang menyala. Ryan tersenyum dan mengambil bantal untuk menganjal kepala Maya. Membiarkan Maya terlelap.
Lalu Ryan masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai ia pun menyiapkan pakaiannya dan pakaian Maya beberapa lembar dan masukannya kedalam koper. Setelah selesai ia menyuruh Alan membawanya ke mobil.
" Lan beri tahu Kim kita berangkat sebentar lagi ya " kata Ryan.
" Baik tuan " kata Alan yang membawa koper ke mobil. Dan bersiap siap.
Sedangkan bi Marni menyiapkan semuanya Karna bi Marni juga ikut Dan Apartemen akan di kunci Ryan. Setelah semua siap .Ryan langsung mengedong Maya yang tertidur pulas menuju mobil..
" Bang pintunya " kata Alan . Dan Kim lalu membuka pintu mobil tengah .Dan Ryan lalu masuk sambil memangku istrinya .Yang membawa bantal Agar Maya tidur nyaman.
Sedang bi Marni duduk dibelakang .karna Alan didepan menemani Kim..Setelah semuanya siap mereka pun berangkat meninggalkan apartemen.
Mobil pun berjalan cepat Berbaur dijalan bersama yang lain Dan tak sengaja Mata Kim melihat mobil Evan. Xang berlawanan arah menuju apartemen Ryan.
" Kau kalah cepat van " bathin Kim tersenyum senang. Bisa mengelabui Evan..
__ADS_1
Karna Evan tak kan bisa menghubungi Maya yang tertidur .Karna Ryan sudah menon aktifkan ponsel Maya . Agar Evan tak bisa melacaknya. Untuk menyusul.
*******
Evan turun dari mobil setelah sampai di halaman parkir . Lalu bergegas naik menuju apartemen Ryan . Dan lalu mengetuk pintu apartemen yang terlihat sepi.
" Ya ampun kemana mereka ?" kata Evan Yang bingung karna pintu belum dibuka..
" Mas penghuninya baru saja pergi..Bersama para pelayan nya . Tadi sang. pria tampan mengendong istrinya kemobil " kata seorang tetangga apartemen.
" Hah...... apa meraka sudah lama berangkat nya " kata Evan.
" Belum mas baru sekitar 15 menitan berangkatnya sebelum.mas datang " kata tetangga apartemen Yang membuat Evan bergegas pergi.
" Trimakasih ya mba " kata Evan
" Sama sama mas " kata wanita itu.
Evan bergegas melacak ponsel Maya tapi tak aktif " Sialan kau Lee, kemana kau membawanya " kata Evan mengepalkan tangannya. Karna tak tahu kemana Rivalnya itu membawa Maya pergi malam malam begini Apalagi posisi Maya tertidur .
":Aaaaa......... **** .....Dia sengaja menjauhkan Maya dari ku. Padahal tadi siang
"' Aku harus mengawasi Lee kalo ia sudah pulang besok " kata Evan yang lalu berjalan gontai turun kebawah menuju parkiran . Dan masuk kedalam mobil..Lalu membawa mobilnya pergi meninggalkan apartemen Ryan Untuk pulang ke apartemen nya sendiri..Karna ia harus istirahat untuk mendinginkan kepalanya..
*****.
Sedangkan dimobil Ryan menyandarkan bahunya sambil memangku kepala Maya yang tidur nyenyak. Hatinya cukup tenang setiap kali berada dekat istrinya Apalagi Maya hari ini terlihat sangat senang.
Ryan mengusap pelan kepala Maya. ibu anak anaknya itu sangat disayangi semua orang. Dan Ryan tahu bukan tampa alasan
Evan menyukai istrinya. Karna memang Maya baik dan juga ramah selain itu Maya ibu yang ideal karna pintar mengurus suami dan anak anaknya. Dulu Diaz juga sempat tertarik dengan Maya. Yang membuat Maya hampir berkali kali ingin diculik Namun Diaz dan pernah berhasil .
Kini Ryan kembali harus berurusan dengan para pengejar cinta istrinya Walau Maya gadis desa tapi Maya cukup cantik dan diminati banyak pria berduri. Sayangnya Ryan tak akan menyerah begitu saja.
"''Tuan sepertinya tuan Evan tadi datang ke apartemen Tapi hanya terlambat sedikit . " kata Alan. Yang mendapat info dari Jeff.
" Biarkan saja " kata Ryan .
__ADS_1
" Pastinya dia sangat kesal tuan " kata Kim Yang memang sudah tahu Evan menuju apartemen Ryan.
" Aku tak perduli awasi saja dia. Karna dia seperti tenang nya air sungai tapi sangat berbahaya " kata Ryan yang mengenal karakter Evan.
" Ya tuan sepertinya dia orang yang cukup pintar. dalam berbisnis dan juga mengoleksi perempuan. " Kata Kim
" Apa kalian sudah bertemu kekasihnya " kata Ryan.
" Belum bos sepertinya dia mengusir kekasihnya demi nona Maya . " kata Kim
" Ya kurasa begitu padahal wanita itu cukup cantik dan seorang model.." kata Ryan
" Mungkin dia bosan tuan." kata Alan
" Bukan bosan lan tapi ia memang mencari yang lebih baik. Karna Evan seorang player sejati Dan dia akan puas bila ia belum merasa bahagia. Dan itu ada pada nona Maya " kata Ryan. Yang sangat tahu . Pastinya Evan bukan hanya mencari pemuas nafsu tapi ia ingin disenangkan lahir dan bathin
" Ya itu bisa jadi tuan " kata Alan
Kim pun menambah kecepatan . Karna sudah memasuki wilayah yang sepi. Kurang lebih 2 jam lebih mereka pun sudah hampir sampai. Setelah mempercepat laju mobil Mereka pun sudah memasuki wilayah pantai.
Kim lalu membunyikan klakson mobil . Untuk memberi.kode satpam membuka pintu gerbang . Tak lama gerbang pun terbuka..Lalu mobil masuk. dan berhenti di dekat villa. Setelah mobil berhenti. Alan bergegas turun Untuk mengangkat barang juga koper milik majikanya .Juga barang barang belanjaan persediaan makanan..Yang Ryan beli .
Bi Marni bergegas membuka pintu kamar.. Dan menyiapkan kamar Ryan Karena Ryan akan mengedong Maya masuk kedalam .
" Alhamdulilah akhirnya sampai juga " kata Ryan yang membaringkan Maya diatas kasur pelan pelan . Dan ia pun ikut berbaring karna mengantuk setelah mengunci pintu..
Sedangkan kim Alan dan bi Marni masuk kekamar masing masing..Untuk beristirahat karna sudah malam.
" Slamat malam bang " kata Alan yang melewati pintu kamar Kim.
" Slamat malam juga " kata Kim Yang lalu menutup pintu. Setelah mengambil tas
ranselnya.
Sedang kan Evan gelisah karna tak bisa mencari jejak Ryan. Yang membawa Maya..
Karna dia terlambat datang. Karna tadi ia sempat mampir ke cafe dulu untuk ngopi .
__ADS_1
.